02 January 2013

Perjalananku bersama piano

Dengan bergaun panjang motif bunga, bando dan rambut berponi, gadis cilik berusia 8 tahun itu tampil dalam resital piano pertamanya, berduet dengan ibundanya.

Masih terekam kenangan manis puluhan tahun lalu itu...

Mulai belajar piano di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Waktu itu orangtua saya mengirim saya belajar piano karena saya suka membuat lagu sendiri. Ibu Wibanu, guru piano saya yang keturunan Belanda memberi kursus piano dasar di rumahnya yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Setiap beberapa waktu, kami murid-muridnya diberi kesempatan untuk tampil di resital piano yang diadakan beliau bekerjasama dengan kakaknya Pak Partosiswoyo dosen ITB yang juga mengajar piano lanjutan.

Jaman itu belum ada buku-buku pelajaran piano modern bergambar lucu2 warna warni terbitan Alfred Publishing atau Hal Leonard seperti sekarang. Selama 6 tahun belajar dengan Ibu Wibanu kemudian melanjutkan ke Pak Parto, saya masih belajar membaca not balok dengan buku Kindervriend, Gurlitt, Lemoine, Duvernoy, Burgmuller, Kuhlau dan Clementi yang isinya toge semua ngga ada gambarnya...Photobucket

Ibu Wibanu & Pak Partosiswoyo, beliau berdua adalah orang-orang pertama yang berjasa membuat saya mencintai musik dan piano sampai sekarang ini.

Sayangnya, saya memutuskan berhenti belajar dan main piano sementara waktu duduk di kelas 3 SMP dengan alasan mau menghadapi ujian. Tapi yang namanya 'sementara...' ternyata jadi '...dan seterusnya'. Dampaknya, tidak ada dorongan untuk melatih jari-jari memainkan piano yang menjadikan jari-jari kaku. Penyesalan yang ngga habis-habis sampai sekarang...huhuu...

oOo

20 tahun kemudian, ketika saya sudah lulus kuliah, menikah dan 3 junior saya beranjak besar  tiba-tiba saya kangen untuk main piano lagi. Piano masa kecil saya akhirnya diimpor dari Bandung, dan saya mencoba mencari guru piano di dekat tempat tinggal saya di Jakarta Selatan. Sempat masuk kursus musik, lalu berhenti karena ikut suami yang dinas ke Riau, sampai akhirnya saya menetap di Depok dan bertemu dengan Ibu Ratna yang baru membuka tempat kursus musik di dekat tempat tinggal saya di tahun 1998.

Saya mendaftar menjadi murid ibu Ratna di LPM Sonora. Di hari pertama kursus itu saya memainkan salah satu sonatina dari Clementi yang masih saya ingat sedikit-sedikit, dan di akhir kursus ibu Ratna bertanya apakah saya berminat jadi guru piano ? haaa ?? Photobucket*gubrak..niatnya datang untuk belajar dan mengisi waktu luang malah disodori tantangan yang menarik. Alhamdulillah ini kesempatan yang baik, secara saya juga udah agak 'menganggur' waktu itu karena anak-anak udah sekolah semua.

Belajar mengajar sambil terus belajar main piano

Ya, akhirnya saya memberanikan diri mengambil kesempatan itu.
Murid awal saya ada 5 orang, lucu2 tingkahnya, dan saya mendapat Rp.90.000,- honor pertama saya dari mengajar piano setelah dipotong kursus..Photobucket

Seriring berjalannya waktu saya mulai mengeksplore, mencari metode pengajaran piano yang cocok, mengikuti workshop, masterclass sambil terus belajar pada ibu Ratna. Sampai akhirnya saya bertemu teman lama saya, tetangga masa kecil saya di Bandung yang dulu sama-sama belajar piano dengan Ibu Wibanu. Iswargia Renardi Sudarno, blio salah satu pendiri dan sekarang menjadi direkturnya di Jakarta Conservatory of Music di mana akhirnya saya belajar piano klasik lebih dalam di tahun 2003 dengan master2 pianis Indonesia Ibu Adelaide Simbolon dan juga sempat sebentar dengan Ruth Wibisono .


Tahun 2013 akan menjadi tahun ke-15 saya mengajar piano.
Sudah cukup lama memang, tapi kalau mengajar, rasanya ilmu itu tidak pernah cukup, apalagi yang saya ajarkan adalah skill yang membutuhkan latihan. Setelah sempat terhenti, beberapa bulan terakhir ini akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan belajar lagi ke JCoM karena murid saya sudah semakin tinggi gradenya dan ada yang sudah mulai mengajar juga.

JCoM di Ananda Sukarlan Center tempat saya belajar piano sekarang
Guru saya sekarang, Danang Dirhamsyah yang seusia anak saya adalah pianis muda yang lucu dan berbakat, dan baru diwisuda dari UPH Conservatory of Music
"The festival's Gala Concert closed with an outstanding performance by Danang Dirhamsyah, who played the long Johann Sebastian Bach composition, Chaconne. He played the piece of more than 15 minutes confidently and serenely -- and had, amazingly, memorized the entire score. ~ The Jakarta Post"  

Itu bukan rekaman outstanding performance nya, tapi Danang selalu outstanding deh kalau perform... Photobucket
                                                   
Begitulah, mengajar dan latihan piano yang sudah sangat menyita waktu sehari-hari saya menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak sempat lagi menulis.

Bagaimana pengalamanmu dengan bermusik dan piano ? cerita-cerita yuk..Photobucket
post signature

12 comments:

  1. sy gak punya pengalaman apa ttg piano mbak..pengen sih py anak yg bs main piano, tp pas nawarin ke anak2 keke lebih mili drum.. kl Nai lebih suka menggambar :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang penting.."kutau apa yang kumau" ya, mbak...:)

      Ada muridku yang ngga pernah latian piano, ngga bisa duduk manis, waktu aku tanya "kamu sebenernya mau belajar main piano ngga sih ?"
      Jawabnya,"Engga ! Aku tu sukanya nggambar...tapi mama ngga mau denger aku" :(

      Delete
    2. Maaf, Bu.. Tentang murid ibu yg ini... Apakah dia masih main piano sampai sekarang? Semoga dia masih..ya..

      Delete
  2. mau tanya mbak, anakku (umur 5tahun) maunya sih belajar main drum,
    secara saya tidak bisa main musik, saya kurang tau apakah sebaiknya dia belajar piano dulu, atau langsung belajar drum?
    dan kalau belajar piano, apakah harus piano klasik dulu mbak?
    Terima kasih untuk perhatiannya...
    (oia, saya juga tinggal di depok mbak..)

    ReplyDelete
    Replies
    1. langsung belajar drum aja, bu..
      coba ditanya aja ke tempat kursus umur berapa bisa mulai belajar drum. terimakasih sudah mampir ya..:)

      Delete
  3. Assalamualaikum wr wb...
    Bu Lita, anak laki-laki sy 13 th, privat piano di rumah, karena tempat tinggal kami (Jatiasih) yg jauh dari tempat Less piano Resmi spt Yamaha, dll.
    Kendalanya, anak kurang serius, cendrung main2, & ngatur gurunya pd lagu2 yg dia suka saja. (males bila lagu2 klasik). Tapi sebenarnya dia suka dgn musik, terutama piano.
    Menurut ibu bagaimana ?
    Trimakasih sbelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikumsalam wr wb..
      iya..anak2 memang ada kecenderungan untuk spt itu kalau belajar di rumah. Mungkin gurunya bisa lebih flexible mengikuti apa yang dia suka dulu, tapi tetap diberi materi teori dan tehnik. Semoga bisa terus maju main pianonya ya :)

      Delete
  4. Senangnya punya kesempatan belajar piano mulai kecil..saya baru belajar sekitar 7 bulan ini ketika usia sidah hampir kepala 4...gak bisa baca not balok...hanya saya punya feeling yang bagus dengan musik..sejak umur 5 or 6saya bisa dengna mudah memainkan nada lagu dengan piano mainan saya..tp setelah itu..saya melupakan keinginan belajar piano krn gak punya piano..dan ortu gak mungkin membelikan untuk saya. saat ini sya belajar hanya lewat youtube.lagi belajar gimana car baca not balok..So far..saya sudah bisa main bebrapa lagu termasuk moxart shymphoni 40, sonata 16( blm komplit), bach minuet in Gminor dll..apa cara saya ini slah? mohon pencerahannya.Thanks

    ReplyDelete
  5. Senagnya ya ibu..bisa punya kesempatan belajar piano sejak kecil...dulu saya ingiiiiin sekali belajar piano..tp apa daya..pertama gak punya piano, kedua memang tidak ada dukungan ortu..padahal sejak umur 5 or 6, saya bisa dengan sangat mudah memaninkan nada lagu tanpa teks, dengan pinao kecil mainan saya. Terkuburlah impian saya untuk belajar piano..sam[ai 7 bulan lalu..ketika usia sudah tipuluhan mendekati kepala 4, saya tiba tergerak lagi untuk main piano..selama 3 bulan ini, saya belajar sendiri, lewat youtube tp blm bisa baca not balok..saya sekarang sudah bisa memainkan beberapa lagu spt, canon d, mozart shymphoni 40, sonata 16(blm lengkap), mariage d amour, bach minuet in gminor dll..apa cara saya salah ya bu?pengen kursus, tp saya tinggal di ausi, yg kl mau kursus mahalnya minta ampun.. mohon pencerahan. terimakasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, bersyukur mbak Callysta punya kemampuan musikal yang baik. Kalau menurut saya, bisa belajar sendiri dari youtube atau source manapun sudah luarbiasa. Hanya saja, mungkin kalau untuk repertoire 'klasik' ada detail2 spt tehnik artikulasi, phrasing, style yang bisa jadi ngga didapat dari youtube. Tetap semangat yaa...:)

      Delete
  6. Wah. Keren Tante Lita. Bangga dulu prnh diajarin wlwpn cm bbrp bulan. Hehehe.

    ReplyDelete
  7. hebat, terus belajar piano sampe thn ke-15. Sy pernah belajar piano selama 1 thn tp krn merasa tdk berbakat lalu berhenti...

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...