04 October 2010

Anak adalah amanah

Setiap orang tua ketika mendapatkan anak, secara otomatis akan diberi rasa sayang terhadap anak yang sangat besar sehingga orang tua tersebut rela berkorban demi menghidupi anaknya tersebut tanpa pamrih. Rasa sayang ini tidak hanya sebatas ingin menghidupi tapi juga membekali. Itulah sebabnya setiap orangtua selalu berusaha memberikan apa yang ia pikir baik. Mencukupi kebutuhan sandang pangan sebaik baiknya, memilihkan sekolah yang baik, menasehati agar anak menjadi baik dll.
Peran ibu sangatlah penting dalam menjaga dan memelihara anak.
Tak heran anak selalu dekat dan mencari ibunya ketika ia sedang dalam keadaan sakit atau sedih. Ibunya secara alam bawah sadar menjadi tempatnya berlindung dipelukan. Rasulullah SAW pun menyampaikan bahwa orang terdekat bagi siapapun adalah ibunya dan inipun dinyatakan sampai tiga kali.
Tapi peran pembekalan sebagai anak agar mampu bermasyarakat dititipkan oleh Allah SWT kepada ayah.
Itulah sebabnya anak yatim menjadi sangat dilindungi dalam ajaran agama manapun karena ia miskin pembinaan bermasyarakat. Dewasa ini tuntutan kehidupan membuat ayah seringkali sangat sibuk sehingga tidak cukup waktu untuk menjalankan tugasnya sebagai pembina utama anak-anaknya. Maka yang harus diwaspadai adalah jangan sampai anak-anak itu menjadi yatim padahal masih memiliki ayah.

Untuk jalan pintas - dengan tetap berpedoman memberikan yang terbaik bagi anaknya - maka tugas utama tersebut seringkali coba dialihkan dengan mengirimkan anaknya kesekolah-sekolah terbaik.  

Apakah ini cukup?

Pada dasarnya, setiap anak dilahirkan dengan hati yang baik serta anugerah kecerdasan masing-masing.
Tapi sekolah umumnya hanya mampu mengembangkan kecerdasan akademis. Perkembangan kecerdasan anak sebagai mahluk sosial yang berkepribadian kuat serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat seringkali tidak tersentuh. Itulah sebabnya anak bisa menjadi tersesat dalam pencarian dirinya dan seringkali karena pembangkangannya ia dicap sebagai anak nakal. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya berkepribadian mantap dan berhasil dimasyarakat ? Namun bagaimana ia bisa cerdas bermasyarakat apabila ia tidak medapatkan bimbingan yang cukup termasuk dari sekolahnya ? Yang kasihan biasanya malah si anak. Karena ia tidak cukup bimbingan maka ia sering dipersalahkan. Dibilang pemalulah, kurang pd-lah dll sebutan.  

Salah satu pilar pendidikan yang sering terlupakan adalah pengembangan kepribadian (karakter) dan kecerdasan berperan dimasyarakat.


Anak-anak lebih terlatih mengikuti dorongan nafsu dasarnya saja karena termanjakan oleh proteksi orangtua yang kokoh, nyaman dan aman. Secara internal ia tidak mengembangkan dirinya untuk memiliki kemampuan bertahan hidup. Mereka menjadi manja dan kurang percaya diri dalam bermasyarakat.

Bahkan karena kenyamanannya tinggal dalam lindungan yang kokoh dan aman tersebut mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa ia harus bertanggung jawab pada hidupnya dan lepas dari ketergantungan terhadap orang tuanya. Jadinya mereka tumbuh besar dengan jiwa yang masih lemah dan pada gilirannya ia akan mulai mempersalahkan keadaan, karena hidup ini terasa sangat sulit baginya. Lebih parah lagi ia akan menjadi beban bagi orang tuanya sampai ia menjadi tua.

Anugerah utama dari Allah SWT kepada setiap manusia adalah akal dimana perangkat kerasnya adalah otak.

Otak akan menjadi aktif sesuai dengan apa yg dilatihkan kepadanya. Bila ia dilatih kecerdasan akademis berupa aturan baku 1+1 = 2, - maka berdasarkan penelitian - otak yg aktif adalah dominan di otak kirinya. Otak kanan yang seharusnya bisa memiliki kemampuan mengolah perintah hingga jutaan kali perdetik justru jarang diaktifkan.

Salah satu cara pengaktifan otak kanan yang paling efektif adalah dengan memberinya tantangan mengatasi persoalan dan kita semua mengetahui tantangan sesungguhnya bagi anak2 kita adalah bermasyarakat. Itulah sebabnya anak2 yang aktif berorganisasi akan memiliki kecerdasan luar biasa. Ia bahkan mampu mengatur waktunya dengan sangat baik bahkan ditengah kesibukannya ia mampu belajar dengan efektif dan efisien. Salah satu wadah pengembangan otak tersebut di atas adalah Gerakan Pramuka.

Memang saat ini pramuka telah salah dimengerti oleh para remaja dan orang tua karena telah terjadi salah pembinaan dimana pramuka diwajibkan disekolah dan memiliki kegiatan yang tidak sesuai dengan petunjuk Gerakan Pramuka sesungguhnya. Pramuka yg seharusnya merupakan pembinaan ala kakak terhadap adiknya menjadi pembinaan guru terhadap muridnya yang terkadang hanya berlangsung satu arah.

Kegiatan kepramukaan adalah kegiatan aktifasi otak kanan dan kiri yg alami dalam kerangka ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan cinta alam serta kasih sayang terhadap sesame manusia.

Apapun anugerah yg dimiliki oleh setiap anak akan dapat dikembangkan dalam kegiatan kepramukaan karena di dalam kegiatannya, kerja sama merupakan makanan sehari-hari dan mereka akan semakin mengenali kelebihan masing2 serta menyadari arti penting bersinergi untuk membangun kekuatan yang saling mengisi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan pramuka adalah salah satu solusi bagi anak2 kita.

Ingatlah bahwa anak2 memiliki usia emas yang akan segera berakhir dan mereka adalah amanah dari Allah SWT. Berilah ia kegiatan yang dapat meningkatkan ketaqwaan serta mengembangkan anugerah kecerdasan yang telah dititipkan kepada mereka.

Oleh: Agus Uditomo (Pembina Pramuka Griya Depok Asri )
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...