23 March 2006

Mulai berjilbab

Ya, aku yang sekarang...

Berkerudung...alhamdulillah...Seperti yang diperintahkan Allah SWT, maha pencipta yang menciptakan manusia...


Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."( Q.S 24:31 )
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka." Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."(Q.S.33:59)
Subhanallah...Allah memberikan suami yang luarbiasa untukku..yang ngga pernah memaksaku utk berjilbab, tapi membimbingku menjadi wanita sholehah yg insya allah dicintai Allah..

Suamiku seringkali menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan alam dan segala isinya yang diciptakan sempurna. DiciptakanNya manusia berpasang-pasangan, dan diberiNya manusia nafsu agar mudah mempunyai keturunan. Wanita diciptakan memiliki keindahan dan kelembutan yang menarik bagi laki-laki dan laki-laki diciptakan memiliki kepemimpinan yang menarik bagi wanita. Maka diaturNya wanita untuk menutupi auratnya agar kemuliaan wanita terjaga..

Aku membutuhkan setaun lamanya untuk memutuskan untuk langsung berjilbab.
Temen-temen yang udah berjilbab juga menyarankan, kalau mau mulai pake ya pake aja.
Kalo mikirin kita belum siap krn merasa masih banyak yg belum dipahami ttg islam ya ngga bakal siap2.

Alhamdulillah... memang setelah berjilbab rasanya nikmat sekali...
Rasanya tenang dan bahagia karena sudah menuruti perintah Allah, dan membuatku ingin khatam mempelajari Al Quran.
Semua yang kita lakukan di dunia ini memang demi Allah...
Terimakasih suamiku...

20 March 2006

Sekolah terbaik untuk anak

Bener-bener ngga kerasa...
Budi taun ini mau masuk SMA, dan Bimo masuk SMP..
Kalo di SD anak-anak masih mulai belajar gimana caranya belajar, masih harus didampingi belajarnya, insya allah sekarang udah bisa belajar mandiri..

Budi rencana akan masuk SMA negri di depok, sekarang udah mulai pra-UAN.
Bimo malah udah lulus test masuk SMP Pribadi. Kemaren lulus dengan nilai tertinggi dan level penguasaan bahasa inggrisnya very good. Alhamdulillah..

Kenapa Bimo didaftarin ke SMP Pribadi...
Pertimbangannya, krn masa2 SMP itu usia yang rawan, masih belum stabil kepribadiannya dan gampang banget terpengaruh lingkungan..
Dan ngeliat dari perkembangan Budi yang udah sekolah di sana duluan, insya allah perkembangan mental akhlaknya akan baik-baik aja. Kekurangan memang udah pasti ada, tapi so far, masih cukup bisa diatasi.

Dan kenapa Budi masuk SMA Negeri...
Pertimbangannya supaya lebih 'nginjek bumi'. Bergaul dengan semua lapisan. Dan insya allah dengan kelas besar motivasi dan spirit of competition tetap terjaga. Semoga...

Ngga gampang memang milih sekolah 'terbaik' untuk anak-anak..
Banyak yang jadi pertimbangan. Dan ngga selalu yang terbaik untuk anak yang satu baik juga untuk anak yang lain...kayak milih pasangan hidup aja..:)

Aku sering ditanya temen2, "gimana sih cara milih sekolah yang bagus?"

Susah juga jawabnya..:D, karena ukuran bagus menurutku bisa beda dengan orang lain. Kekurangan di satu sekolah, bisa jadi bukan masalah untuk keluarga yang lain..
Ya tentu aja semua ortu ingin memilihkan yang terbaik untuk anak2nya.
Masing-masing keluarga juga punya prioritas, kemampuan dan keterbatasan masing-masing.

Sebenernya sih semua sekolah ya baik-baik aja dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Kalau buat aku, selama kita masih bisa bekerjasama dengan system sekolahnya, secara visi cocok, ya ngga masalah.

Cuma memang buat kita ada pertimbangan2 yang harus dimiliki sama sekolah yang kita pilih buat anak-anak...

1. Sekolah harus dipimpin oleh kepala sekolah yang credible, punya visi, punya values yang sama, smart, komunikatif, dan berjiwa pendidik

2. Guru-gurunya juga harus smart, punya values yang sama, komunikatif, dan tentu aja harus berjiwa pendidik

3. Fasilitas sesuai dengan fee

4. Harga reasonable

5. Lokasi ngga jauh dari rumah

Yang kita ngga boleh lupa, pembinaan anak memang ngga melulu tanggungjawab sekolah aja, ato ortu aja. Kalau mau hasilnya baik, kita harus selalu bekerjasama.
Yayasan, kepala sekolah, guru, ortu dan murid adalah sebuah system yang selalu harus bisa bekerjasama.

Update Januari 2009 : Memilih sekolah yang punya visi dan values yang sama adalah suatu keharusan. Ketika itu sudah tidak ada, jelas sekolah tidak bisa jadi pilihan lagi. Beberapa bulan ini, ada masalah yang sangat serius di sekolah ini, sehingga tidak menjadi pilihan terbaik lagi di mata kami.

10 March 2006

Hidup dari sampah, belajar dari Prof Hasan Poerbo

Artikel ini ditulis oleh Pak Emil Salim di harian Kompas 23 Juni 2005
berkaitan dengan longsornya tumpukan sampah di Leuwigajah..
Aku dokumentasikan di sini untuk mengenang perjuangan almarhum Bapak ku, Bapak Hasan Poerbo..
Semoga dapat menjadi inspirasiku, keluargaku dan lingkunganku untuk meneruskan perjuangannya..


Maaf, tulisannya dipindahkan ke sini

01 March 2006

Serunya ngajar piano...


Murid-muridku itu, terutama yang anak-anak... macem-macem banget...
sifatnya, kebiasaannya, perilakunya...
Tapi itulah serunya pekerjaanku...banyak warna, banyak tantangan...:)

Dulu aku pernah punya murid cowok, umur 6 taun...alamak...ni anak engga bisa duduk samasekali...dan ceriwis banget..tapi biasanya ini menunjukkan kecerdasannya...bukan begitu ? hehe...ngga tau, tapi yang jelas ini berlaku buat Jo..
apa aja diceritain...apa aja ditanyain...tapi yang gawat, apa aja juga ditulisin...termasuk juga tembok kelasnya ! Jadi tiap kali aku ngajar dia, aku harus menarik napas panjang dulu dan berdoa dengan khusu'..."Ya, Allah, berikanlah hambaMu ini ketabahan..."

Cuma meskipun cerdas, dia keliatan ngga enjoy belajar main piano..
Suatu hari aku tanya dia...

Aku : " Jo, knapa kamu ngga pernah latian piano ? "

Jo : " Aku tu ngga suka piano ! Aku tu sukanya nggambar ! Mama sih ngga pernah mau ndengerin aku ! "

Aku : gubraks....

Ternyata dia tau yang dia mau...

***

Fiona muridku yang paling imut, suka banget stiker dora the explorer sama spongebob...tapi aku juga tau dia sebetulnya ngga suka belajar piano...
aku manggil dia Princess Fiona, umurnya sebenernya udah 6 taun...tapi badannya mungil banget...waktu baru mulai belajar piano, dia ngga mau ngomong samasekali...udah aku coba dengan segala daya upaya, supaya dia mau ngomong, tapi ngga pernah berhasil...huaaaa....

Padahal menurut ibunya, dia itu ceriwis banget kalo di rumah..
hmmmm....musti aku cari tau nih gimana caranya bikin dia 'berkicau'...
Berbulan-bulan aku berusaha dengan sekuat hati...ngga berhasil juga...hiks....tapi usaha jalan terus...meskipun lebih seringnya aku jadi ngomong sendiri...haha...

Sampai akhirnya,tibalah saat yang ditunggu..rasanya seperti nunggu anak sendiri ngomong kata pertamanya...
Suatu hari, aku lagi cerita 1 lagu yang lagi dipelajari...lalu aku pasang metronome...tik..tok...tik...tok...dan aku mainin lagu itu di piano sesuai sama bunyi metronomenya, sambil sama-sama ndengerin tik...tok...tik...tok itu..
Dengan takjubnya princess Fiona dengan mata yang membesar bilang gini...

"loh...kok bisa gitu ??"
"kok bisa sama??"

(maksudnya kok pianonya bisa bunyinya bareng sama bunyi tiktoknya metronome)
Waaaahhhh, gantian aku yang takjub.....dia ngomong untuk pertamakalinya..!
rasanya seneeeengggg banget karena udah berhasil bikin dia ngomong sesudah 6 bulan aku harus ngomong sendiri...haha...

Ternyata memang bener apa kata ibunya, Fiona itu ceriwis banget...
sekarang deket banget sama aku...semua ditanyain...semua dicritain..semua dikomentarin...
Tapi tetep waktu kemaren aku kasih dia pe-er mewarnai not, dia bilang...

"aku tu seneeeng kalo disuruh mewarnai, tapi aku ngga seneng kalo disuruh main piano..."

hhhh...gubraks lagi...

***

satu cerita luarbiasa dari salah satu muridku yang juga ngga suka belajar piano..
Gilang, cowok, umurnya sekarang udah hampir 14 taun, duduk di SMP kelas VIII.
mamanya nitipin Gilang ke aku untuk belajar piano waktu dia kelas 3 SD..
Gilang anak yang cerdas, doyan banget sama pelajaran matematika.

Dari awal belajar dia memang udah keliatan ngga suka main piano..
Yaahh...salah satu dari sekian banyak muridku yang les piano 'karena disuruh mama'..:D
cuma aku bilang sama mamanya kalau gilang itu sangat berbakat dan sangat musikal...
karena alasan itulah, akhirnya, aku dan mamanya sepakat untuk memaksa gilang untuk terus belajar piano..

Terus terang, aku kagum dengan apa yang dilakukan mamanya, yang dengan kesabarannya yang luar biasa selalu ngingetin dan nungguin anaknya untuk latian piano di rumah..
meskipun suatu hari anaknya sempet protes dan bilang, " mama, memangnya aku harus jadi excel di semua bidang ! "

Sempet juga kita cari cara lagi supaya dia lebih interest untuk bermusik..
beliin VCD Maxim, nonton konser-konser musik, sampai waktu masuk SMP karena Gilang minta, mamanya bela-belain beli keyboard dan Gilang dilesin keyboard supaya dia bisa lebih 'gaul' dalam bermusik dengan temen-temennya di SMP...- memang jaraaangg banget loh ada anak SMP yang jago keyboard - tapi akhirnya Gilang sendiri yang memutuskan untuk lebih fokus ke piano klasiknya...

alhamdulillah....sekarang udah mulai keliatan hasilnya...
Gilang pernah berhasil jadi juara 2 siswa teladan mewakili depok di tingkat propinsi salah satunya karena dia bisa main musik.
dan beberapa tahun ini dia selalu meraih nilai tertinggi dengan predikat sangat memuaskan untuk ujian praktek piano di sekolah musikku..;-)

***

Begitulah serunya ngadepin macem-macem karakter anak...;-)
itulah tantanganku dalam pekerjaanku sebagai guru...cerita-cerita di atas cuma sedikit dari banyak 'kasus' yang aku hadapi selama ngajar...setiap anak itu berbeda, dan perlu pendekatan yang berbeda juga...
buat aku pribadi, menjadi guru piano bukan hanya sekedar mengajari baca not dan bermain piano, dan dapat penghasilan dari situ...
tapi tantangannya juga adalah bagaimana mengenalkan dan menumbuhkan minat mereka pada musik dan lebih jauh lagi mendidik mereka menjadi generasi penerus bangsa yang tanguh..

yang mau aku sampaikan adalah...
kita harus kenal betul gimana karakter anak-anak kita, apa minat anak-anak kita..
sebelum kita memutuskan mau diarahkan kemana anak-anak kita..

ada beberapa anak yang dari kecil udah tau sukanya apa...
tapi ada beberapa anak yang betul-betul ngga tau sukanya apa...

yang paling penting...penting dan penting...
seharusnya yang paling tau minat dan bakat anaknya adalah ortunya..
jangan sampai ortu juga ngga tau anaknya sukanya apa..- helloooo....kemana aja nih ortunya...hehe-
karena sebenernya dari kecil itu anak-anak udah bisa keliatan interestnya kemana..
selain itu yang juga penting banget adalah kerjasama dan dukungan dari orangtua..

ini akan sangat ngebantu kita untuk 'meng-handle' anak-anak..
kita jadi bisa memutuskan...gimana nih...
apa emang akan baik hasilnya nanti kalau dipaksa belajar piano padahal anaknya nggak bakat samasekali, dan dia lebih seneng menggambar...
atau juga harus dikenalkan dan ditumbuhkan dulu minatnya kalau anaknya sendiri ngga tau apa yang dia mau...
ataukah anak ini memang harus dipaksa untuk kebaikan dia juga, karena dia berbakat...
dan seterusnya....

well, anak-anak adalah titipan...
untuk mendidiknya kita harus selalu bekerjasama dengan orang lain..
kadang-kadang aku suka prihatin juga, karena ada juga ortu yang ngelesin anaknya piano...
tapi ngga pernah dipantau kemajuannya sama sekali, ngga disupport utk latian juga meskipun mamanya udah bolak-balik aku ajak ngomong..
sayang banget, karena sebenernya anak-anaknya cukup berbakat...hiks..
kalau kayak gitu udah pastilah...kesian anaknya, kesian gw juga dong...nggak kemana-mana kita, di situ-situ aja...dan aku harus berantem sama nuraniku karena makan 'gaji buta'...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...