31 January 2012

Menulis blog dan lomba blog

Meskipun sudah menulis blog sejak tahun 2006, sejujurnya saya masih juga merasa belum pede untuk menyebut diri ini adalah seorang blogger, apalagi untuk ikut lomba blog yang selain tulisannya, layoutnya pun juga dinilai.

Selama ini, sampai hari ini pun, saya belum sempat belajar menulis secara khusus. Teori 'mengarang' di jaman saya sekolah menengah pun ngga ada yang nyantol di kepala. Rasanya dulu mengarang itu harus ada topik, kerangka, paragraf...dst...ya ?  wwah, repot banget kayaknya....bisa jadi ngga mulai nulis kalau udah ribet mikirin itu..

Tapi menulis novel, atau cerpen pastinya memang berbeda dengan menulis blog ya ?
Saya menulis blog hanya untuk sharing kegiatan saya, apa isi kepala saya, meneruskan kebiasaan saya menulis buku harian sejak SMP...yah, siapa tahu apa yang saya bagikan lewat blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain...

Tahun 2010...

Dinas Komunikasi dan Informasi kota Depok menyelenggarakan Lomba Blog Depok yang pertama, bekerjasama dengan Komunitas Blogger Depok atau deBlogger. Pesertanya selain kategori pelajar SMP, SMA, dan umum, yang menarik ibu rumah tangga pun diberi ruang khusus di sini....hmmm..iburumah tangga memang mempunyai peran dalam pembangunan, karena mereka bertanggungjawab atas kesejahteraan di kelompok terkecil masyarakat, maka perlu didengar opininya demi kemajuan pembangunan masyarakat yang lebih luas.

Jadi karena saya sudah menjadi bagian dari komunitas blogger Depok, teman-teman aktivis deBlogger rajin menginformasikan adanya Lomba Blog ini via milisnya. Saya mulai berfikir, kenapa ngga mencoba ?

Baiklah, akhirnya saya mengirim 2 tulisan untuk dilombakan. Satu tulisan mengenai manajemen sampah yang saya tulis untuk diikutkan lomba, satu lagi adalah old posting mengenai pendidikan. 2 hal yang selalu menjadi concern saya, dan menjadi tema utama content blog saya.

Terus terang, saya tidak berani berharap banyak dengan peserta lomba yang konon mencapai jumlah ratusan waktu itu, dan tulisannya subhanallah bagus-bagus banget ! Seleksi 25 besar semifinalis, sampai 10 besar finalis pun saya tidak berani mengintip apakah saya masuk atau tidak...*cemen*...bahkan ketika ternyata tulisan saya masuk 10 besar...dua-duanya...saya mendapat informasinya dari orang lain...dan tentu saja waktu para finalis dipersilakan untuk mempromosikan blognya dengan mengisi polling di web panitia, saya tidak cukup pede untuk mempromosikan blog saya untuk menjadi juara favorit...:D

Ending nya sulit dipercaya - buat saya tentunya - ternyata salah satu tulisan saya itu mendapat hadiah pertama untuk kategori blog ibu rumah tangga.


Hadiahnya adalah sejumlah uang tunai, yang sesudah saya simpan hampir setahun saya putuskan untuk dikonversi menjadi iPad untuk mendukung kegiatan saya membaca dan menulis blog. Alhamdulillah yah. Sesuatu...:)

Tahun 2011...

Kota Depok menandatangani kesepakatan dengan Universitas Gunadharma untuk menjadi Cyber City. Dan untuk mensosialisasikannya, pemerintah kota Depok menyelenggarakan Mobile Application Festival yang salah satu kegiatannya adalah Lomba Blog dengan tema manfaat teknologi mobile dalam rumah tangga khusus untuk para mommies blogger, selain lomba membuat mobile application untuk pelajar SMP, SMA dan umum.

To tell you the truth, ini topik yang cukup sulit untuk saya karena sebetulnya saya blank banget soal cyber city ini. Tapi sesudah blasak blusuk ( baca : browsing ) mencari informasi tentang cyber city, termasuk mencari input dari para ibu rumahtangga teman2 saya - sejauh manakah mereka mengetahui dan bagaimana pendapat mereka tentang cyber city - akhirnya pada bulan juli 2011 saya berhasil menyelesaikan tulisan saya untuk ikut lomba.

Ternyata, batas waktu pengumpulan tulisan yang tadinya bulan Juli diundur sampai ke bulan Oktober. Saya sampai lupa kalau sudah mengirim tulisan dan sempat mikir kalau lomba itu dibatalkan..hehe...
Baru 'curiga' waktu saya mendapat undangan mendadak dari Diskominfo Depok untuk menghadiri acara penutupan dan pengumuman lomba Mobile Application Festival. Karena curiga dan penasaran, di tengah kesibukan persiapan keberangkatan saya ke tanah suci, saya hadir di D'Mall, dan ternyata...
'endingnya sulit dipercaya'...tulisan saya mengenai Depok Cyber Mom itu mendapat hadiah pertama lagi...selain mendapat uang tunai, saya juga mendapat hadiah smartphone android ZTE Blade dari Telkom Flexi....yyaaayy...alhamdulillah yaaa...ngeblog itu ternyata menyenangkan ! *sedikit lebih pede mengaku sebagai blogger :))

Sekarang saya bener2 jadi cyber mom sepertinya :)

hasil dari menulis blog
Nah, kalau tahun 2010 lalu uang tunai yang saya terima dikonversi menjadi iPad, tahun 2011 ini sebaiknya jadi apa ya ?? hmmm...untuk mendukung kegiatan blogging sepertinya harus bisa juga menjadi fotografer ? betul ngga  temans ? ;-)

Tapi, yang pasti...."BloG YoUR LiFe" nya deBlogger sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk terus berkarya...terimakasih, deBlogger !

18 January 2012

[Jurnal Haji] Perlengkapan berhaji wanita

Salah satu persiapan yang dilakukan sebelum berangkat adalah tentu saja menyiapkan perlengkapannya. List perlengkapan sudah diberikan oleh pembimbing sebulan sebelumnya. Tapi karena saya belum pernah menjejakkan kaki di tanah Arab, jadi ngga terbayang sama sekali di benak saya, apa saja yang harus saya bawa untuk bekal pergi berhaji. 40 hari itu lama...berapa banyak pakaian, makanan, uang riyal, seperti apa pakaian dan sepatu yang harus dibawa ?

Saya mencoba browsing di internet dan mengajak teman untuk berbelanja kebutuhan yang kira2 diperlukan di sana. Tapi ya ternyata memang setiap orang kebutuhan nya bisa jadi ngga sama. Yang biasa kemping dan yang engga biasa kemping akan berbeda pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa...:)

oOo

Berikut adalah perlengkapan berhaji untuk wanita yang terpakai selama berhaji bulan November sampai Desember 2011 dengan kondisi berhaji reguler, makan catering 3x sehari, dan cuaca panas kering di Mekkah, dan Armina ( Arofah, Muzdalifah, Mina ) dan udara yang masih cukup dingin di Madinah.

Pakaian

Berapa banyak pakaian yang dibawa memang tergantung kebutuhan dan kebiasaan kita.
Jangan lupa  mempelajari keadaan cuaca dan kegiatan di Mekkah dan Madinah.

Saya sendiri merasa cukup hanya membawa :
- 5 helai gamis atau longdress muslimah yang ringan, cepat kering dan tidak perlu disetrika.
Misalnya gamis dari bahan kaos yang adem/ dingin. Kalau bisa sih yang berkantong untuk mengantongi jam tangan atau kaos kaki ketika berwudhu. Meskipun pakaian untuk thowaf tidak perlu khusus berwarna putih tapi sebagian besar gamis/ abaya yang dipakai di Saudi berwarna hitam dan putih.

simple gamis
- 2 helai baju tidur panjang untuk sehari-hari atau di rumah yang layak juga dipakai keluar misalnya untuk berbelanja ke minimarket dekat pondokan.

- beberapa helai kerudung instant atau bergo panjang yang bisa dipakai untuk shalat dan bergo untuk kegiatan sehari-hari di rumah. Pilih yang bisa dimix & match pemakaiannya spy penampilan bisa bervariasi tanpa harus membawa banyak pakaian.

- dalaman gamis, celana panjang/legging, dan baju dalam secukupnya

- jacket bertopi 

- kaos kaki yang cukup tebal ( jangan pilih yang berbahan 'stocking' krn selain menerawang juga akan cepat sobek kalau dipakai thawaf ). Yang ibujarinya terpisah juga boleh kalau kita memakai sandal jepit  untuk kegiatan di rumah sehari2. Tidak perlu kaos kaki wudhu juga sih kalau tidak biasa, karena kalau sudah berwudhu sempurna kita bisa pakai sprayer untuk berwudhu.

- kaos kaki thawaf yang tinggi, kalau pendek suka lepas terinjak-injak ketika thawaf

- mukena cukup 1 saja, kalau shalat ke masjidil haram cukup dengan memakai bergo panjang, gamis dan kaos kaki

- sajadah sujud, bisa beli di sana

Perlengkapan lainnya
- perlengkapan mandi  dan kosmetik : di sana mahal, jadi bawa 2 botol sabun cair ukuran yang sedang saja, shampoo, sabun muka, odol & sikat gigi, body lotion dan krim untuk bibir dan kaki supaya ngga kering ( kemarin sih pada pakai Glysolid atau Cream21 yang banyak dijual di sana ), handuk.
Kemarin saya juga bawa kosmetik khusus haji dari salah satu produsen kosmetik di Indonesia yang ngga wangi karena waktu di Mina dalam keadaan berihrom kita dilarang pakai wewangian, tapi ternyata kurang kepake. Pembalut dan panty liner secukupnya.

suasana kamar di pondokan di Mekkah, 5 orang dalam 1 kamar
- perlengkapan cuci mencuci : kalau tinggal di pondokan Mekkah itu tempat menjemur pakaian biasanya ada di lantai paling atas yang cuma berupa 'dak', jadi perlu membawa gantungan baju beberapa buah, jepitan jemuran, tali tambang untuk bikin tali jemuran ( bisa beli di sekitar pondokan juga ), deterjen boleh bawa kalau mau ( di sana banyak yang jual juga cuma mahal ), ember beli aja rame2 disana, dan setrikaan utk travel ( kalau bisa sih bawa pakaian yang ngga perlu disetrika )

- perlengkapan makan : disediakan gelas kertas dan sendok plastik untuk bikin minuman, tapi sampah jadi banyak..hiks..kalau butuh biasanya gelas dan pisau gampang beli disana. Saya ngga bawa perlengkapan masak karena mendapat catering 3x sehari. Bawa makanan kering ( abon, kering kentang, kering teri, rendang ) buat nambah2in lauk kalau lagi 'kepepet'. Oya..bawa kopi, teh atau minuman jahe kesukaan, mungkin disana ngga ada. Tapi kalau pop mie sih banyak dijual di toko sekitar pondokan. Kalau masih ada tempat di koper bawa sabun cuci piring juga boleh.

- masker yg nyaman & kacamata hitam eh ini bukan buat gaya lho ya, jadi bawa yang beneran 'sunglasses' soalnya di sana panasnya terik menyilaukan :)

bukan buat gayaaa.. ^^
- sprei kecil untuk ganti di pondokan Mekkah

- bantal tiup untuk di Mina dan Arofah  hehe..saya sempet diketawain sama temen waktu beli bantal tiup ini, ternyata dia menyesal waktu di tenda Mina ngga bisa tidur karena ngga bawa bantal tiup

- sandal & sepatu sandal ( tidak harus putih ! ) yang kuat, ringan dan nyaman

sepatu ini ringan dan kuat lho,
bisa diajak jalan mendaki ke gua Hiro di puncak jabbal Nur
- vitamin dan obat2an : vitamin untuk daya tahan tubuh, obat flu, obat batuk, obat pusing, dan minyak angin yang biasa digunakan di Indonesia ( dari depag dibagikan masker kain, oralit, dan obat gosok untuk pegal2 ).

- kantong plastik kresek, plastik klip dan kantong plastik ukuran 1 kg 

- alat komunikasi : HP dan BB, bisa diaktifkan dengan nomor Saudi Mobily, Zain atau STC. Mendingan ganti nomor Saudi sementara,  kalau engga jadi mahal banget. Saya ganti nomor sekaligus langganan internet sekitar 80 real atau sekitar 200.000 rupiah untuk sebulan.

- camera

- sedikit uang rupiah ketika berangkat, uang riyal secukupnya, dan kartu atm yang berlogo visa

- Al Quran, buku doa, buku petunjuk shalat, dan buku bacaan

- alat jahit

- ransel : nah ini dia yang keren. Ransel pembagian dari Ummul Quro. Warnanya orange khas warna Ummul Quro yang gonjreng biar gampang diciriin. Bisa dilipetlipet jadi ringkes, bisa jadi tas jinjing, bisa jadi ransel, muatannya banyaaakkk. Keren banget deh disainnya, kepake banget waktu disana buat ke masjidil harom, juga waktu camping di Mina dan Arofah
ransel lipat tampak belakang

13 January 2012

[Jurnal Haji] Pemeriksaan Kesehatan

Imunisasi meningitis adalah syarat untuk pergi berhaji, dan syarat untuk bisa disuntik Imunisasi Meningitis sebelum berangkat ke tanah suci adalah sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan.

Ini adalah cerita fatal error yang mudah2an tidak terjadi pada teman2 yang akan berangkat ke tanah suci.

Karena ada misinformation dan berfikir pemeriksaan kesehatannya nanti aja deh sesudah ramadhan, kami baru ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hari Kamis, 3 hari sebelum jadwal imunisasi hari Minggu, 11 September 2011

Ternyata itu adalah pemikiran yang salah banget, karena yang dilakukan adalah pemeriksaan darah, urine, paru2 dan jantung di laboratorium yang mengharuskan kita untuk berpuasa dulu selama 8 jam, dengan kondisi tubuh yang sebaiknya dalam keadaan segar tidak habis beraktifitas.

Saya mulai panik waktu petugas di laboratorium rujukan dari dokter puskesmas mengatakan bahwa hasil pemeriksaan lab nya baru bisa diambil hari Senin dengan alasan harus dibaca oleh dokter lab dulu, padahal jadwal imunisasinya hari Minggu nya !  Waaaaa....ya terlambat dong...*tepokjidat...gimana ini ??

Terpaksa kami mencari lab rumahsakit yang hasilnya bisa selesai di hari yang sama.
Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan esok harinya masing2 di rumahsakit yang berbeda. Saya di RS Hermina Depok, dan suami saya di RS Fatmawati yang dekat dengan tempat kerjanya.

hari Jumat..
Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan di lab berjalan lancar, semuanya selesai hari itu juga. Cuma karena selesainya sudah sore, saya baru bisa menyerahkan hasilnya kembali ke puskesmas hari Sabtunya, sehari sebelum jadwal imunisasi.
Bener2 mepet ! :(

hari Sabtu..
Dokter Irwan yang bertugas di puskesmas hari itu menyatakan bahwa kami berdua alhamdulillah dalam keadaan sehat, hanya saja suami saya tekanan darahnya agak rendah mungkin karena kurang tidur ya semalam baru pulang dari kantor jam 2 pagi. Jadi blio berpesan supaya malam ini harus cukup istirahat supaya besok tubuh dalam keadaan fit untuk bisa diimunisasi.

hari Minggu..
jam 7 pagi ketika kami sampai di puskesmas, no antrian sudah 150-an padahal imunisasi baru dimulai jam 8 pagi ( ternyata calon haji dengan no urut 1 itu datang mengambil nomor sesudah shalat subuh, lalu pulang lagi dulu ). well, ini salah satu ujian untuk melatih kesabaran...( kelak memang antri mengantri menjadi 'santapan' kami sehari-hari :)

Sesudah sekitar 2 jam menunggu, akhirnya nomor kami dipanggil. Tapiii..."bapak ibu belum bisa disuntik sekarang karena buku hijau nya belum ada"...#plak.....fatal error..!!

Cuma jadi ngga terlalu panik juga sih karena ternyata ada spare waktu selama seminggu untuk mereka2 yang berkasus, misalnya tekanan darahnya tinggi, rendah, dll. Syukurlah...meskipun hati ini sudah kebatkebit terancam nggak jadi berangkat..

Hari sabtu berikutnya, pagi pagiii banget kami ke puskesmas lagi. Hanya dalam beberapa menit suamiku selesai diimunisasi meningitis di lengan kiri, sekaligus imunisasi influenza di lengan kanan ( yang ini dengan tambahan biaya )

Saya sendiri, karena mengaku pernah allergi dengan antibiotik, dokter menyuruh saya untuk melakukan test dulu. Kalau ternyata saya allergi, saya harus melakukan imunisasi di RSCM Jakarta.

Baiklaaah...apalagi saya dengar cerita tetangga saya yg minggu lalu lengannya bengkak parah sesudah diimunisasi meningitis.

Sesudah menunggu 15 menit, waktu dokter melihat hasil testnya merah melebar di sekitar titik suntikan, blio menyatakan bahwa saya allergi. Tapi untungnya suami saya itu orangnya ngga langsung percayaan, menurut suami, itu jadi keliatan seperti melebar karena warna kulit saya yang putih...;-)

suami : kalau ditunggu 15 menit lagi kira2 bakal tambah lebar ngga dok ?
dokter : iya


jadi...kami menunggu 30 menit lagi..
sesudah 30 menit, kami menghadap dokter lagi..

dokter : wah, ini negatif ya ternyata...tapi coba tanya second opinion deh sama dokter irwan
dokter irwan : negatif !


Syukur alhamdulillah, jadi saya ngga perlu jauh2 ke RSCM untuk imunisasi !! :)
Imunisasi meningitis saya selesai hari itu, tapi imunisasi influensa saya baru bisa dilakukan beberapa hari kemudian...saya jadi berangkaattt !!

03 January 2012

[Jurnal Haji] Persiapan



labbaik allahumma labbaik
labbaikalla syarikalaka labbaik
innal hamda wa ni'mata
laka wal mulk
laa syarikalah


aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan segala kenikmatan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu..

"Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, dan barangsiapa yang mengingkari kewajiban Haji ( padahal dia mampu ) maka sesuangguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh isi Alam raya ini" (QS Ali Imran:97)

bisa melaksanakan ibadah haji ( yang bisa jadi hanya sekali dalam seumur hidup ) melengkapi rukun Islam yang 5 sudah menjadi impian saya dan suami selama bertahun-tahun. Tapi niat saja tentu saja tidak cukup untuk mewujudkan impian.

Sesudah bertanya-tanya mencari info kepada tetangga dan teman2 di Depok....
di tahun 2009, suami memutuskan untuk mendaftarkan kami berdua lewat Kelompok Bimbingan Haji Ummu'l Quro Depok. 

Menurut suamiku, kita tidak mungkin merencanakan liburan kemana2 sebelum melaksanakan ibadah haji, dan mendaftar adalah langkah awal mewujudkan niat.

Ketika mendaftar di tahun 2009 itu, prediksi keberangkatan kami adalah sekitar tahun 2013, atau 4 tahun sesudah mendaftar. Tapi ternyata di akhir tahun 2010 kami mendapat kabar, karena kuota untuk kota Depok ditambah, nomor porsi kami bisa berangkat di musim haji 2011.

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah sudah memberi kami kesempatan untuk memenuhi undangan menjadi tamu di rumah Mu..

Sejujurnya, seperti apa sebenarnya perjalanan ibadah haji ini belum terbayang sama sekali di benak saya. Saya hanya mendengar cerita-cerita dari teman dan kerabat yang sudah pernah melaksanakannya. Seperti apa pemondokannya, cuacanya, makanannya, suasananya, mukiminnya, dst. Dan tentu saja 1000 orang yang pergi haji ada 1000 cerita yang berbeda.

Pembekalan dan bimbingan manasik haji sejak sebelum berangkat dan selama di tanah suci oleh para ustad dari KBIH Ummul Quro yang dipimpin oleh Ustad Ali Fikri dan Ustad Jamal memberikan wawasan yang membuat kita menjadi cukup mandiri untuk melaksanakan ibadah haji yang sesuai dengan sunnah Rasul.

Manasik oleh KBIH Ummul Quro Depok

Jadwal pertama bimbingan manasik Haji adalah tg 30 Januari 2011 bertempat di Pusat Studi Jepang UI.

Ada 12 kali pertemuan bimbingan yang diberikan oleh KBIH UQ meliputi teori dan juga 2x praktek Thawaf dan Sa'i di Asrama Haji Pondok Gede.

praktek thawaf di asrama haji pondok gede


Materi yang diberikan meliputi :
- Hikmah dan Urgensi Haji
- Aqidah Islamiyah
- Route Perjalanan Haji Rasulullah SAW
- Fiqih Ibadah
- Mengenal tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah dan Madinah
- Adab dan Etika Perjalanan jauh
- Fiqih Wanita
- Tazkiyatun Nafs, Dzikrul Maut
- dan tentu saja Bimbingan Manasik Haji dan Umroh

untuk mempersiapkan diri, selain menambah ilmu dari bimbingan yang diberikan oleh para pembimbing UQ, saya juga membaca beberapa buku mengenai haji dan umroh yang diberikan oleh teman2 dan saudara. Sejarah Mekkah dan Madinah juga rasanya menarik dipelajari sebagai bekal kita ketika kelak berada di sana dan napak tilas.

Thanks to teknologi, sekarang ini pengetahuan juga bisa dicari lewat internet. Ada blog, ada gambar2 dan ada video yang bisa kita lihat dan pelajari untuk persiapan kita berangkat ke tanah suci.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...