12 April 2007

Demam Dengue

Minggu, 22 April 2007

Mas Budi masih sempat ikut latihan pramuka.
Hari ini acaranya 'team building', jadi mas Budi ikut bantu bikin soal buat anak2 siaga, bikin tanda jejak dan jaga pos.. ceritanya mungkin nyusul aja ya kalo sempat..

Sementara foto narsisnya dulu aja deh yang mejeng..hehe...



Para bunda dengan siaga sesudah perjalanan petualangan...
Meskipun capek dan banjir keringet, anak-anak ternyata masih berenergi untuk main petak umpet sebelum diajak "yuukkk bikin foto keluarga!!"...ck..ck..ck..

keren ngga..keren ngga...?
( kira2 bunda pakai rok atau celana panjang ya..qqq )

Senin, 23 April 2006

Jam set3 sore, aku lagi ngajar waktu ada sms dari Budi..
"Bu, demam lagi nih. Gak tw kenapa, abs maen bola langsung pegel2 terus sakit. Tulang punggung juga pegel2. Sakit apa ya ?"

Aku langsung telpon dia. Ternyata dia masih di sekolah..
Aku bilang sama Budi, akan segera njemput dia di asrama kalau aku udah selesai ngajar.
Tapi Budi sms lagi, "ngga usah dijemput,bu, mau diantar pak mustafa (pengawas asrama)"
Ternyata dia dibawa ke dokter dulu sama pak mustafa...
Diagnosanya "kena virus"

Waduh...kayaknya nyamuk udah kebal 'diasep' ya...
Di kompleks udah 2 kali difogging tapi ya teteub aja bolak-balik ada yang kena demam dengue.

Hari ini keliatannya kondisinya sudah lebih baik. Pesen dokter memang cuma "harus banyak minum" dan kalau 2 hari demam nya belum turun harus cek darah.

Aku tulis deh tentang Demam Dengue siapa tahu suatu saat bisa bermanfaat.

Apa yang dimaksud Demam Dengue ?
Infeksi dengue disebabkan oleh virus. Biasanya muncul dalam bentuk demam. Kadang2 pasien yang menderita dengue akan mengalami pendarahan. Daerah-daerah pendarahan yg umum terjadi adalah di hidung, gusi atau kulit. Terkadang pasien mengeluarkan muntah hitam spt kopi dan juga tinja berwarna hitam. Ini menandakan adanya pendarahan pada pencernaan serius.
Pasien dengue yang disertai dengan pendarahan disebut Dengue Hemorrhagie Fever (DHF) atau Demam Berdarah.
Terkadang penderita dengue akan mengalami shock, ini disebut DSS (Dengue Shock Syndrome).

Kapan kita mencurigai Dengue ?
Dengue harus dicurigai pada saat kita mengalami demam secara mendadak. Demam tinggi sekitar 39-40 C yang disertai sakit kepala hebat (umumnya di dahi), sakit di belakang mata, badan ngilu dan sakit, bercak merah di kulit serta mual atau muntah.
Demam akan terjadi selama 5 - 7 hari. Pada beberapa pasien, panas akan turun di hari ke-3 atau ke-4 tapi hari berikutnya naik lagi. Semua gejala dan tanda2 di atas terkadang tidak timbul pada penderita. Pasien merasa tidak nyaman setelah sakit.

Ada bermacam tipe demam, kapan harus mencurigai Dengue ?
Ciri khas Dengue yang membedakannya dari demam lainnya adalah sakit di belakang mata, nyeri otot, nyeri sendi, dan bercak merah di kulit. Dari tanda-tanda di atas dapat ditegakkan diagnosa kemungkinan terkena Dengue.

Bagaimana pengobatannya ? Dapatkah disembuhkan ?
Seperti juga penyakit virus lainnya tidak ada pengobatan khusus unuk demam dengue.
Antibiotik tidak dapat membantu.
Paracetamol adalah obat pilihan utama untuk menurunkan panas dan sakit sendi.
Obat lain spt Aspirin dan Brufen harus dihindari karena bisa meningkatkan resiko pendarahan. Dokter harus hati-hati ketika memberikan resep obat. Obat yang bisa menurunkan trombosit harus dihindari.

Asiknya latihan pramuka

Alhamdulillah, akhirnya kami bertemu dengan teman-teman yang punya visi sama dalam pembinaan anak dan berkenan meluangkan waktunya terlibat dalam pembinaan pramuka…

Bunda Ita dan Bunda Lilik di mata saya memang adalah orang-orang hebat yang bisa dibilang ‘lahir’ dari pendidikan kepramukaan waktu kecilnya.

Menjadi Pembina pramuka buat saya memang sesuatu yang menyenangkan.
Setiap minggu bertemu dan bermain dengan anak-anak yang potensial.
Mereka cerdas, kritis, dan bersemangat..

Mereka kritis, coba simak cerita ini..
Di salah satu latihan, bunda Ita pertamakalinya datang sebagai Pembina.
Pakai seragam Pembina pramuka baru, tapi pakai celana panjang.
Baru datang, langsung ditanya sama Icha..

Icha : “Bunda kok pakai celana panjang ? aku aja harus pakai rok. Padahal aku kan ngga suka pakai rok”

Nah lho..

Bunda Ita dengan sabar menjawab:”Iya, bunda pakai celana panjang karena roknya ngga cukup, kekecilan”

Icha : “Berarti bunda gendut dong”

Hehe…pelajaran pertama…
Pembina adalah teladan untuk anak-anak.
Kita ngga mungkin menyuruh anak melakukan sesuatu yang kita sendiri ngga mampu melakukannya…

Gimana ngga asik jadi pembina, coba aja simak cerita ini…
Minggu yang lalu, anak-anak siaga belajar “Dwi Satya” dan “Dwi Dharma”
Aku dan teman2 pembina berdiskusi dengan anak-anak..
Dwi Satya : "Aku berjanji melaksanakan kewajibanku terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan RI"
Bunda : “Apa sih maksudnya melaksanakan kewajiban thd Negara ?”
Siaga :” Ngga tauu..”

Haha…itu memang jawaban paling gampang…

Bunda : “Ok, bunda sekarang tanya…Kalian sehari-hari makan apa ?”
Siaga : “Makan nasiii…”
Bunda : “Nasi asalnya dari mana ?”
Siaga :”Dari beras…dari sawah”
Bunda :”Sawahnya ada dimana ?”
Siaga : “Ada di tanah..”
Bunda :”Ya, ada di tanah…tanah Indonesia…trus makan nasinya pakai apa lauknya ?”
Siaga : “ Pakai ayam goreng..”
Bunda : “Ayam nya sebelum dimasak makannya makan apa ?”
Siaga : “……makan apa sih ? ngga tauuu..” hehehe...
Bunda :”Makan jagung, makan beras” (bener kan ? hihi…ngga pernah liat ayam makan)
Bunda:”Jagungnya tumbuh di mana ?”
Siaga :” Di tanah…tanah Indonesiaaa !!”
Bunda :” Pinterrr semua…jadi karena kita hidup di Indonesia, kita makan dari tanah Indonesia, kita wajib mencintai negara kita, memelihara lingkungannya supaya tetap bersih dan indah…”

Minggu berikutnya…
Ada acara permainan lomba menggambar berantai..
Siaga diminta kak Budi menggambar sapi…
Tadinya pada ngga mau…”Ngga mauuuu…aku ngga bisa nggambar..”

Keluarlah jurus
Dwi Darma :"Siaga itu berani dan tidak putus asa…"
Jadi ngga ada kata ngga bisa…:)

Ayo sebutkan dulu bagian2nya sapi...
“Ada kepala !”
“Badaaaan”
“Ekor”
“Kakiiii”
“Tanduukk” ( eh, memang sapi bertanduk ya ? )

Trus apa yang membedakan sapi dengan kerbau ?
“O iyaaa…kulitnyaaaa”

Jadilah hasilnya seperti ini..



Sapi berkepala manusia… wakakakaka….anak-anak cekikikan sendiri liat gambarnya..

Karena kedua barung sama2 semangat, kak Budi dan kak Yokki belum bisa memutuskan siapa pemenangnya. Perlombaannya dilanjutkan dengan menggambar mobil. Yang paling bagus yang menang..

Inilah hasilnya..
gambar bersama berikut presentasinya..




Mobil masa depan ini ada tombolnya yang ada tulisannya "bandung" jadi dalam waktu 5 detik bisa sampai di bandung. Keliatannya sih kecil, tapi muat 100 orang. Harganya 1 miliar..





Mobil masa depan yang ini tahan terhadap tsunami atau angin puting beliung. Bisa ngebut pakai mesin turbo. Bisa jalan di laut juga. Bisa terbang. Bisa jalan bolak-balik...




Bingung kan siapa pemenangnya ?
Dua-duanya sama-sama hebat !!

04 April 2007

Waktu kecil




rambut dikuncir gaya air mancur





rok mini dan rompi kulit warna orange favorit
gigi ompong
bawa boneka 'barbie' kriting jadul



nah, kalau yang ini...





mas bimo jadi dokcil
waktu lomba busana perjuangan playgroup
njait baju dokternya kilat 2 jam jadi di pasar mayestik..hehe...

02 April 2007

Seleksi Olimpiade

3 September 2005

Ada teman yang bilang,"Lit, Budi ada di koran monde"
Monde = Monitor Depok ( koran lokal Depok )




Tulisan di bawah foto...

PAMITAN: 3 pelajar Depok yang lolos seleksi Olimpiade Sains Tingkat Nasional berpamitan kepada Kabid Pendidikan Dasar Disdik Depok Andi Suwandi. Tampak Budi berjabat tangan dengan Andi sebelum keberangkatannya.


Ini dokumentasi waktu Budi akan berangkat ke Jakarta berlomba di OSN 2005 sesudah lolos seleksi di tingkat kota dan propinsi Jabar.
Alhamdulillah, waktu itu Budi berhasil membawa pulang medali perunggu.

***
Lulus SMP, Budi menerima tawaran beasiswa lagi untuk melanjutkan ke SMA.
Sejak SMA, dia sudah diwajibkan masuk asrama bergabung dengan teman2 sesama penerima beasiswa dari berbagai daerah di indonesia di sekolah ini.

Sekolah ini memang memberikan beasiswa untuk anak-anak berprestasi khususnya pemenang Kompetisi Matematika se-Indonesia yg diadakan oleh sekolah.
Jadi teman-teman Budi di asrama kebanyakan memang anak-anak yang berhasil jadi juara di kompetisi itu.

Pernah juga 'dikarantina' di rumah guru pembimbing fisika nya dari Turki selama seminggu untuk belajar fisika, karena bulan April ini sudah akan mulai seleksi olimpiade sains di tingkat kota. ( bapak pesan supaya kegiatannya tetap seimbang...jangan belajar mulu..;)

Doakan semoga berhasil ya...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...