14 December 2007

Resolusi 2008

Menjelang pergantian tahun masehi, daku dapat timpukan sayang dari mom Meu nih..
Alhamdulillah, ada aja temen yang mengingatkan diriku untuk merenung

Baru sempat dikerjakan sekarang, karena beberapa hari terakhir saya nya ‘down’ alias sakit dan i-net nya ikut2an ‘naik turun’ terpengaruh climate change..hehe..

Ini dia tugasnya...

1.Buat 8 resolusi hidup kamu untuk 2008 (WAJIB 8)
2.Sebarkan ke 8 orang, yang kamu tunjuk dan kamu anggap dia perlu perubahan, dan sebutkan alasan kamu, kenapa milih dia
3.Mampir ke 8 orang tersebut, untuk ngasih tau bahwa mereka dapet PR dari kamu

Hmm...untuk bisa membuat resolusi, rasanya yang terpenting buat saya adalah tau dulu tujuan hidup kita.

Dan ketika sadar bahwa mengisi hidup adalah mengisi bekal kita untuk pulang menghadap Nya, maka meninggal asyik menjadi tujuan..

Menurut keyakinan saya, ketika uang, harta benda, pangkat, jabatan, status duniawi tidak lagi bermanfaat ketika seorang ummat manusia meninggal, hanya tersisa 3 hal yang tercatat dan akan mengalir terus amalannya yaitu..
amal jariyah, ilmu yang bermanfaat dan doa anak-anak yang shaleh

Maka inilah resolusi saya untuk tahun 2008

1. Berusaha mengembangkan terus kegiatan pramuka di lingkungan perumahan kami.



Kenapa ? Karena ketika hati ini menangis melihat bangsa yang sedang berjalan menuju kehancuran, rasanya tidak mungkin untuk menutup mata dan berdiam diri.

Mencoba membuat wadah untuk pengembangan diri generasi penerus bangsa adalah salah satu bentuk kepedulian. Menjadi 'orang aneh' yang membuat suatu kegiatan tanpa memikirkan 'income generating' akhirnya jadi sesuatu yang biasa kami terima

Alhamdulillah, so far, kami mendapat banyak kemudahan untuk mengembangkannya.
Mohon doanya ya semoga di tahun 2008 bisa lebih berkembang lagi

2. Berusaha menyelamatkan bumi, dan menggugah kepedulian menjaga lingkungan.

Begitu sering saya menerima email dan membaca artikel yang menggambarkan betapa memprihatinkannya kondisi bumi kita hari ini, terutama di negara Indonesia yang konon pernah menjadi negara yang subur makmur loh jinawi.

Tapi memang sesungguhnya manusia itu zalim dan bodoh.
Polusi, hutan2 terus digunduli, banjir di musim hujan setiap tahun, kekeringan di musim kemarau setiap tahun dan sampah yang menumpuk dimana-mana..
Ini juga sempat mengganggu hati dan pikiran saya..

Apa yang bisa dilakukan ? Dimulai dari mencoba mengajak keluarga memilah sampah di rumahtangga sendiri, sampai kemudian mengajak ibu-ibu di lingkup RT saya untuk mengikuti pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga.


Insya Allah yang berikutnya adalah mencoba membuat pengolahan sampah kebun/daun di tingkat RT.
Hmmm....sebuah perjuangan panjang dan ternyata sama sekali ngga mudah.

3. Menghijaukan lingkungan

Hari gini masih nebangin pohon ? hehe…engga banget gitu loh..
Saya mendukung banget gerakan menanam sejuta pohon, apalagi sesudah berkunjung ke
99 Trees Community Kampung Rusa, Meruyung

yang begitu hijau dan teduh..subhanallah…semoga di tahun 2008 sudah bisa mengajak anak-anak pramuka dan membentuk komunitas 'hijau' untuk menghijaukan lingkungan perumahan kami. Go Green !!

4. Selalu bisa menjaga nilai-nilai kehormatan diri

Orangtua adalah teladan bagi anak-anaknya, pembina pramuka juga teladan bagi peserta didiknya. Kenapa pramuka bisa menjadi wadah pembentukan karakter anak2 dan remaja ?
karena memang di pramuka mereka diajarkan untuk selalu menjaga kehormatan dirinya.

Takwa kepada Tuhan YME, cinta alam dan kasih sayang sesama manusia, sopan, patuh dan suka bermusyawarah, rela menolong dan tabah, rajin, trampil dan gembira, hemat, cermat dan bersahaja, disiplin, berani dan setia, bertanggungjawab dan dapat dipercaya, suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. Semoga saya selalu bisa menjaganya.

5. Menunaikan ibadah haji

6. Lebih memperhatikan ibu saya yang sudah tinggal sendiri

7. Sukses mendampingi suami

8. Sukses mendampingi anak-anak

Begitulah resolusi saya di tahun 2008, thanks buat mom Meu yang sudah ‘memaksa’ saya untuk duduk merenung…

Nah, tugas point 1 sudah dikerjakan, point 2 nya macet nih…
sudah tanggal segini, saya stop disini aja ya…

23 November 2007

Perjalanan membentuk gugus depan territorial

Apakah ada suatu system yang lebih baik selain system pendidikan kepramukaan sebagai wadah pembentukan karakter anak bangsa ?

Dimana lagi anak-anak bisa dilatih untuk bersosialisasi, bekerjasama, menjadi leader, peduli lingkungan, kreatif, berketrampilan multiple intelligence, tahu menjaga kehormatan dirinya dan tetap berpijak pada bumi Indonesia di mana mereka hidup, tumbuh dan berkembang selain di pramuka ?

Banyak contoh orang-orang 'berkarakter kuat', yang dapat dibilang lahir dari pendidikan kepramukaan.

Buat saya pribadi, Onno W Purbo (salah satu kakak saya) adalah salah satu ‘produk’ pendidikan kepramukaan yang menjadi salah satu sumber inspirasi saya untuk semangatnya berbuat sesuatu untuk lingkungan.
Nilai seseorang hanya ditentukan oleh manfaatnya pada umat, bukan pangkat, jabatan, kedudukan, kekuasaan, kepandaian, predikat, gelar, harta, kekayaan, atau strata sosial
adalah prinsip hidupnya.

Dan ini adalah cerita panjang perjalanan saya bersama suami menuju pembentukan suatu gugus depan territorial.

Kenangan pramuka di masa kecil dan remaja

Waktu remaja dulu, saya tertarik ikut kegiatan pramuka karena ingin punya banyak teman. Maka di usia penggalang, saya mengikuti jejak kakak-kakak saya yang aktif di gugus depan territorial 0722 – 0723 Diponegoro, Bandung, dan terus aktif sampai akhirnya gugusdepan ini terpaksa ‘bubar’ di tahun 1982.

Kegiatan ekskul saya sebenarnya sudah cukup banyak waktu itu, sejak SD sampai SMA saya sempat belajar piano, menari Bali, ballet, menjahit, melukis, bahasa inggris, dan softball.

Tapi pramuka tetap menjadi kegiatan favorit saya waktu itu. Karena ternyata bukan hanya menjadi punya banyak teman, tapi banyak hal yang saya peroleh dari kegiatan pramuka ini.
Alhamdulillah, saya mempunyai orangtua yang mendukung hobby dan kegiatan anak2nya.

Suami saya, dulu waktu kecil nya juga senang sekali ikut kegiatan pramuka. Bersama kakak-kakaknya, mereka juga aktif latihan pramuka di gugus depan 104 -105 ITB.
Berhasil menjahit tendanya sendiri di usia 8 tahun, dan sempat mendapat penghargaan sebagai siaga teladan di tahun 1974 sampai akhirnya berhenti latihan pramuka karena ikut orangtua pindah ke Jakarta, meninggalkan kesan mendalam tentang kegiatan pramuka di benak suami..

Memang tidak lama kami aktif dalam kepramukaan, tapi cukup dapat meninggalkan kesan yang mendalam dan kami sadar bahwa kegiatan pramuka berkontribusi membentuk karakter kami menjadi seperti sekarang ini.

Jadi ketika anak-anak kami masuk SD dan wajib memilih kegiatan ekskul di sekolahnya, kami mengarahkan anak kami untuk memilih kegiatan pramuka.
Tapi ternyata kegiatan pramuka di sekolahnya ini jauh sekali dengan gambaran bagaimana kegiatan pramuka yang sudah terpatri di benak kami selama ini.

Dulu, adalah suatu kebanggaan tersendiri kalau kita dilantik karena berhasil memenuhi syarat2 kecakapan. Dari seragam yang masih polos kemudian boleh memakai atribut rasanya bangga sekali.

Sekarang, pada latihan pertamanya anak-anak ternyata datang sudah harus berseragam lengkap, masuk ke dalam kelas, dan bernyanyi-nyanyi..”disini senang disana senang” dengan guru nya.

Wah .....
terjadilah dialog kami dengan guru pramuka nya spt ini :

“Kok anak-anak sudah berseragam lengkap ya, bu ?”
“Iya. Paling anak-anak juga untuk sementara aja di pramuka, nanti tahun depan juga pada milih kegiatan yang lain”

*gubrak*

Ngga sampai menunggu tahun depan, anak kami langsung pindah ekskul bulutangkis.
Prihatin…dan bingung…dimana anak-anak kami bisa ikut kegiatan pramuka beneran ??
Apakah kegiatan pramuka sudah tidak ada lagi ?
Pertanyaan2 seperti itu bermunculan di benak kami, sampai kami sempat datang ke kwartir nasional ingin mencari-cari info mengenai pramuka.

Membentuk komunitas remaja


Beberapa tahun kemudian, didorong oleh rasa keprihatinan melihat generasi muda terutama di lingkungan kami yang sulit berkembang, karena tidak memiliki wadah pembinaan yang memadai - kebanyakan mereka terseret pada arus kuat 3F (fun, fashion, dan food) yang lebih berorientasi pada fisik dan miskin nilai-nilai hati nurani - suami saya berinisiatif untuk mengaktifkan mereka dalam satu kegiatan.

Agustus 2006 adalah awal dari terbentuknya komunitas remaja di lingkungan perumahan kami. Mereka berkumpul di rumah kami untuk latihan mengisi panggung 17 Agustusan.
Karena ‘bahasa’ yang paling dekat dengan mereka adalah seni musik, dengan bahasa itulah mereka dicoba didekatkan.

Format nya waktu itu adalah ‘operet’ ( baca jurnalnya di : Potensi Tersembunyi )
Dimulai dari tidak saling mengenal di awal latihan sampai tidak mau pulang selesai latihan, kebersamaan yang kental ternyata meninggalkan kesan yang menyenangkan dan berhasil menyatukan hati mereka.

Menurut kami, membentuk komunitas adalah hal paling mendasar untuk bisa melakukan sesuatu. Dari kegiatan pertama itu, beberapa kali anak-anak remaja ini dengan mudah diajak untuk mengisi berbagai acara di lingkungan RT kami.

Membentuk gugus depan territorial

Keterlibatan kami dalam aktivitas remaja ini ternyata mendapat perhatian positif dari para tokoh masyarakat di lingkungan kami. Di awal tahun 2007 ketika suami saya mendapat amanah untuk membina remaja, belum terpikir untuk melakukan apa, sampai kemudian ada yang mengusulkan untuk membuat kegiatan Pramuka.

“Pramuka ?? “
Bagaimana caranya ? Apa mungkin sih kita bikin pramuka sendiri ?
Tapi memang kegiatan apa lagi yang paling baik untuk pembinaan dan pembentukan karakter anak Indonesia ?

Pada awalnya, saya betul-betul ngga kebayang harus berbuat apa waktu suami saya mengatakan ingin membuat kegiatan pramuka. Tapi kebetulan saya punya teman yang pekerjaannya adalah menjadi pembina pramuka di sekolah-sekolah. Jadi belum sampai menghubungi Kwartir Cabang Kota Depok , dari teman saya itulah kami mendapatkan seorang Pembina pramuka yang sudah memegang sertifikat Kursus Mahir Dasar ( KMD ).

Sesudah beliau berkomitmen membantu kami untuk membentuk dan menjalankan gudep territorial, beberapa kali kami sempat bertemu dan berdiskusi menyusun struktur organisasi, dan membentuk mabigus. Selain itu beliau juga meminjamkan buku kursus mahir dasar nya pada kami dan menyarankan suatu saat kami juga dapat mengikuti KMD,.

Setelah semua siap, akhirnya kami sepakat mulai menyebar proposal kegiatan kepada para orangtua dengan kegiatan awal Camping di Cibodas di awal Februari 2007. ( baca jurnalnya di : panicmodeon ). Waktu itu, dari 100 lembar proposal yang disebar, 12 yang kembali mendaftarkan anak-anaknya untuk ikut kegiatan pramuka, dan sebagian besar adalah remaja-remaja yang sudah seringkali ikut terlibat dengan kegiatan kami.

Kendala yang dihadapi

Dalam perjalanan awalnya, selain perjuangan mengubah image masyarakat tentang kegiatan kepramukaan, masalah yang kami hadapi ternyata justru adalah masalah Pembina ( baca jurnalnya di : Kode Kehormatan ), yang kemudian mendorong saya untuk mencari komunitas pramuka di internet demi mencari solusi untuk mengatasi permasalahan yang kami hadapi..

Alhamdulillah, kami mendapat respon yang sangat baik, dukungan, masukan dan solusi dari teman-teman pramuka di mailinglist pramuka.

Pada akhirnya memang kami memberanikan diri terjun sebagai Pembina sesuai saran teman-teman di milis pramuka. Dan selanjutnya, - thanks to the internet juga - ada teman-teman saya yang saya kenal - kemudian menjadi dekat - dari mailinglist Dunia Ibu Depok - dimana kebetulan saya yang menjadi ownernya - , terpanggil dan bersedia dengan ikhlas dan sukarela bergabung bersama-sama kami menjadi Pembina.

Kegiatan dan perkembangannya


Alhamdulillah, Allah memberi banyak kemudahan sampai kegiatan pramuka ini berjalan dan berkembang seperti sekarang ini. Belum lama ini, kami juga sudah bertemu dengan staf di Kwartir Cabang Kota Depok dan diberi bimbingan untuk proses pendaftaran gugus depan nya.

Di usianya yang 9 bulan, anggotanya yang awalnya hanya berjumlah 12 orang, sekarang sudah mencapai 30 lebih lengkap dari golongan siaga, penggalang sampai penegak ( meski belum bisa aktif karena kesibukan mereka di sekolah ), dan tidak hanya warga di perumahan kami, tapi juga dari perumahan-perumahan sekitar kami. Mereka semua bergabung dengan sukarela.

Lewat blog http://www.pramukakita.multiply.com/ kami juga membuka kesempatan siapa saja yang berminat untuk bergabung dengan kami. Dan meskipun memang pramuka kami ini bergerak di bawah yayasan masjid, bagi yang non muslim pun boleh bergabung di sini, karena ini adalah kegiatan pramuka yang berbasis Trisatya dan Dasa Dharma.

Selama 9 bulan ini kami terus berusaha mengisi kegiatan dengan program yang bervariasi. Termasuk juga mengisi dengan kegiatan yang ngetrend mengikuti perkembangan jaman, tapi masih dalam koridornya.

Kreatifitas tinggi memang sangat diperlukan untuk membuat kegiatan pramuka jadi kegiatan menarik bagi anak-anak dan remaja sekarang. Dan musik, sains dan teknologi informasi adalah bidang yang potensial dikembangkan disini.

Memang dari banyak hal yang diajarkan selain teknik kepramukaan, kegiatan yang paling diminati oleh mereka ternyata adalah musik dan team building.
Salah satu bentuk kegiatannya yang kami catat sangat menarik minat mereka adalah penampilan ensemble musik perkusi siaga, dan body percussion penggalang pada pentas 17 Agustus 2007 lalu.
Keduanya memerlukan kerjasama tim dan kedisiplinan yang tinggi untuk bisa ditampilkan dengan baik. Body percussion bahkan memerlukan kedisiplinan dalam baris berbaris.
Setiap anak dilahirkan "bersinar".Sinar itu dapat menjadi padam atau semakin bersinar tergantung dari apa yang dia alami dan pelajari.
Anak-anak Pramuka yang kami bina juga demikian, mereka semua bersinar, mereka semua memiliki potensi tersembunyi, ada yang pendiam tapi ternyata memiliki kemampuan analisis yang kuat, ada yang ceriwis tapi ternyata solidaritasnya sangat kuat, ada yang pemalu tapi ternyata punya banyak ide.


Dan mereka tidak dapat menunggu, mereka akan tumbuh menjadi dewasa dengan cepat tanpa kita sadari, dan pada waktunya nanti akan terjun ke masyarakat, dan menjadi pemimpin-pemimpin bangsa.

Nah, seperti apa sih karakter pemimpin bangsa yang kita harapkan ?

06 November 2007

Meninggal asyik !

Salah satu hal yang diingat suami saya sewaktu kami ikut training ESQ adalah...
“Meninggal asyik !!”
Hehe..meninggal asyik ? Ya, instruktur kami mengatakan waktu itu bahwa meninggal berarti kita akan bertemu dengan Allah yang kita cintai. Jadi meninggal itu asyik kan ?

Tapi memang meninggal ngga mungkin jadi ‘asyik’ kalau kita ngga punya bekal amal yang cukup untuk bertemu dengan Allah.

Salah satu semangat yang ditularkan oleh suami saya adalah semangat untuk berbuat sesuatu untuk lingkungan, juga kepeduliannya yang tinggi pada generasi muda.

Kondisi Indonesia sekarang ini memang memprihatinkan, dari pelanggaran nilai-nilai yang ‘kecil’ spt melanggar lalu lintas, kurang peduli dengan lingkungan sekitar, buang sampah sembarangan, sampai korupsi dimana2.

Bagaimana pembentukan karakter anak2 generasi penerus bangsa ini kalau tidak ada teladan baik, bahkan mungkin orangtuanya sendiri tidak mampu mengajarkan nilai-nilai baik ?

Hal-hal seperti itulah yang mendorong kami untuk berbuat sesuatu.
Di tengah kesibukan suami yang manager K3 di sebuah perusahaan engineering consultant, dan saya yang mengajar piano di sekolah musik, kami berusaha meluangkan waktu untuk membentuk suatu gugus depan pramuka.

Kenapa pada akhirnya kami memilih Gerakan Pramuka sebagai wadah pengembangan diri generasi muda ?
Sebenarnya karena - menurut kami - gerakan pramuka itu sistemnya bagus dan kalau ‘nyawanya’ ada , dijalankan dengan benar maka kegiatan ini memang cocok banget sebagai wadah pembentukan karakter anak bangsa.

Coba saja lihat janji Trisatya nya yang diucapkan pada waktu pelantikan…

Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh-sungguh :
1. Menjalankan kewajiban terhadap Tuhan dan Negara Kesatuan RI, dan mengamalkan pancasila
2. Menolong sesama hidup dan mempersiapkan diri membangun masyarakat
3. Menepati Dasadarma
Saya kok melihat masa depan Indonesia yang cerah seandainya generasi muda kita berjanji dengan bersungguh-sungguh seperti itu.

Belum lagi nilai-nilai dasadarma nya yang selalu dibaca setiap upacara pembukaan dan ditanamkan dalam setiap kegiatannya..

Pramuka itu :
1. Takwa kepada Tuhan YME
2. Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia
3. Patriot yang sopan dan perwira
4. Patuh dan suka bermusyawarah
5. Rela menolong dan tabah
6. Rajin, trampil dan gembira
7. Hemat, cermat dan bersahaja
8. Disiplin, berani dan setia
9. Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10. Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan
Kebayang kan…seperti apa seharusnya outputnya..
mereka adalah calon2 pemimpin yang bertakwa, cinta alam, peduli pada sesama, trampil,…dst…

Pramuka memang bukan hanya sekedar baris berbaris..

Alhamdulillah, kami bertemu dengan teman-teman yang mempunyai visi yang sama. Mereka sukses dalam karir profesionalnya dan di tengah kesibukan masing-masing ( membagi waktu antara bekerja dan keluarga ) berkenan meluangkan waktu, tenaga dan pikiran untuk bersama-sama membina generasi penerus bangsa seperti janji trisatya sewaktu penggalang dulu "mempersiapkan diri membangun masyarakat".

Kak Ita, kak Lilik dan kak Widodo di mata saya memang orang-orang hebat yang lahir dari pendidikan kepramukaan.


yang berseragam pramuka ( ki-ka ) :
kak Lilik, saya, kak Ita, kak Udi, dan kak Widodo
bersama teman-teman dari pathfinder

Alhamdulillah, kegiatan pramuka teritorial di perumahan kami yang berjalan sejak bulan Februari 2007 sudah berkembang dan dipublikasikan oleh beberapa media, seperti majalah tempo dan koran republika. Salah satunya bisa dibaca di Republika Online :

Sosok Lita Uditomo : Merintis pramuka di perumahan
dan Belia : Pramuka di Perumahan

Mudah2an bisa bermanfaat dan menginspirasi teman-teman yang sama-sama peduli dengan generasi muda untuk melakukan sesuatu untuk anak-anak kita.

Bahagia rasanya bila kita bisa berbuat sesuatu...

In his final message to the Scouts before his death in 1941, Baden-Powell wrote: "The real way to get happiness is by giving out happiness to other people. Try and leave this world a little better than you found it and when your turn comes to die, you can die happy in feeling that at any rate you have not wasted your time but have done your best.' (The Times)

18 October 2007

Mohon maaf lahir batin

Gimana kalau punya asisten yang tugasnya bersih-bersih rumah tapi rumah tetep ngga pernah bisa bersih. Nyetrika ngga pernah rapi.
Mau dikerjain sendiri semua trus nanti dia ngapain..

Jadi waktu asistenku minta cuti lebaran dari tg. 10 - 22 oktober ya udah dikasih aja.
Dan ternyata...emang...waduh...hehe...

Begitulah alasannya kenapa daku selama ini ngga sempat buka-buka kompie..
Selain mudik ke Bandung tentu aja..

Mohon maaf kalau daku ngga sempat membalas kunjungan teman-teman..
Belum sempat berkunjung juga untuk bersilaturahmi lebaran...

Mohon maaf atas segala khilaf dalam lisan, tulisan dan perbuatan..
Taqobalallahu minna wa minkum
Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita selama ramadhan

Mampir yuk ke rumah..
Kue lebarannya masih banyak lho..

21 September 2007

Kisah di balik sebuah piala

Bimo, sekarang duduk di kelas VIII.

Suka mejeng depan komputer, sejak SD sudah punya account FS, hobby ngutak-ngatik CSS nya, dan jadi tempat bertanya teman-temannya..

Belajar bahasa Inggrisnya ya dari situ, selain dari Asian Food Channel dan Disney Channel...hehe..

Beberapa waktu lalu, sekolahnya mau mengirimkan 3 orang wakil untuk ikut Spelling Bee Competition tingkat regional Depok.

Bimo sendiri ngga kepilih jadi wakil sekolah, tapi dia nekad dan bilang sama gurunya,"Pak, saya pengen banget ikut, bayar sendiri juga ngga apa-apa deh..."

Pada akhirnya Bimo memang ikut, meskipun bukan karena diizinkan ikut dengan biaya sendiri, tapi karena ada salah satu temannya yang berhalangan.

Dan ternyata ini dia hasilnya...

Dari 3 orang wakil yang dikirim, alhamdulillah Bimo yang tadinya cuma berharap bisa masuk semi final berhasil menjadi 2nd winner, sementara salah satu teman yang lainnya menempati 3rd position.

Insya Allah Bimo akan dikirim ke tingkat nasional bulan Oktober nanti..

Waktu aku tanya,"Kenapa kok kamu bisa nekat minta dikirim ikut kompetisi ?"

Dia bilang,"Abis, aku suka banget spelling bee, dan udah lama pengen ikutan tapi selalu aja ngga dikasih kesempatan"

Ternyata ya...kesempatan itu kadang-kadang juga harus dikejar..

18 September 2007

About 8 random habits

Salah satu serunya blogging memang ini nih...acara 'timpuk menimpuk'
Kali ini daku kejatuhan sampur membocorkan kebiasaan-kebiasaanku, sekaligus dari dua ibu2 cantik...Bunda Ani di Batam, sama bu dokter Vina di Bandung...thanks ya, moms..

Ok...
Sesudah semedi merumuskan apa aja kebiasaan ku ( ternyata kok ya ngga gampang juga lho, sampai harus semedi..hehe..hiperbol dikit), dan ini dia hasilnya..

1. Coffee addict

Ini dia kebiasaan buruk ku no 1 yang paling susah dihilangkan. Pagi harus minum kopi dulu, kalau engga rasanya belum bangun...hehe...mending kalau cuma pagi aja..siang juga, sering ngga tahan untuk ngambil cangkir kopi. Sehari aku bisa minum 4 gelas kopi ! Apalagi kalau lagi ngajar di kelas ber-AC, dan kurang tidur...hehe...ngantuk dong...
Padahal di rumah, si kopi udah disimpen di lemari yang paling susah dijangkau.
Somebody help me, pleassseeee....

2. Mejeng depan kompie

Kalau yang ini pasti juga kebiasaan temen2 blogger deh. Ya iyalah, kalau suka blogging, pasti suka mejeng depan kompie...hehe..hayo ngaku...berapa jam sehari mejeng depan kompienya ?Kalau lagi ngga pengen keluar rumah, aku memang lebih suka mejeng depan kompie daripada nonton TV.

3. Baca di tempat tidur

Ini kebiasaanku dari kecil..hiks...buku pelajaran, novel, majalah, koran...apapun juga dibawa ke tempat tidur, dan dibaca sampai ketiduran. Dulu itu waktu jaman masih sekolah, kalau ngga bisa tidur musti baca text book dulu. Dijamin ngga lama pasti ketiduran deh. Jadi sekarang kalau ada anakku yang ngga bisa tidur, aku usul baca buku pelajaran aja... don't try this at home ya..

4. Ngobrol di telpon

Hehe...ibu2 banged ya...kalau ngobrol ditelpon itu bisa sampai berbusa-busa, dan bikin kantong bolong...tapi kan menjalin silaturahmi itu penting..ya kan..ya kan ?

5. Ngumpulin data

Aneh memang kebiasaanku yang satu ini. Dari dulu punya kebiasaan ngolect data. Sampai pernah dapet julukan "buku alamat berjalan" dan jadi juara waktu acara penerimaan mahasiswa baru di unit kegiatan kuliah dulu sbg pengumpul tandatangan terbanyak..hehe... Tapi sekarang kebiasaan ngumpulin data emang udah berkurang sih, soalnya sebagai istri sekertaris RT, aku udah mbantuin swami bikin database komplit warga di perumahanku..

6. Susah tidur

Ini kebiasaan yang selalu menyerang sesudah aku married dan harus tidur sendiri kalau ditinggal suami dinas ke luar kota. Ditambah lagi kebiasaan minum kopi ku itu.
Mungkin sebaiknya aku baca text book lagi ya, supaya bisa tidur...

7. Baca katalog

Kebiasaan yang aneh..ngga penting banged gitu loh..
Katalog MLM, katalog buku musik, katalog supermarket, katalog department store, katalog HP...apa aja deh..dan kayaknya nurun ke salah satu jagoanku..

8. Nothing special

Hmmmmm...susah juga ternyata merumuskan 8 aja kebiasaan2ku. Soalnya ngga ada yang istimewa. Kebiasaanku sehari-hari sebagai ordinary housewife rasanya ya ngga jauh2 dari keluarga, rumah dan pekerjaan..bangun menyiapkan sarapan, beres2 rumah, ngurus taneman, nemenin anak belajar, ndengerin curhat mereka, belanja kebutuhan rumah tangga, nonton infotainment..hehe...ya, nothing special...

Sudah selesai...
Menurut undang-undangnya, katanya daku wajib memilih 8 orang teman ya untuk 'merelakan' kebiasaan2 nya diintip..
Mudah2an teman2 ngga keberatan ya untuk meneruskan tag ini..

1. Nenny Riana
2. Fiz
3. Lesca
6. Mata
8. Diah

Selamat mengerjakan tugas ya..

Maap kalo ada yang udah pernah ketimpuk tugas yang ini, ini membuktikan bahwa dirimu itu populer di kalangan peblogger...hehe..

Undang-undang tag :

1. Each blogger must post these rules
2. Each blogger starts with eight random facts/habits about themselves
3. Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their eight things and post these rules. At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
4. Don't forget to leave them a comment telling them they've been tagged and to read ur blog.

07 September 2007

Anak sekarang

jam set 1 siang..
aku masih sendirian di rumah, anak2 belum pulang sekolah

kriiing...
"hallo..assalamualaikum"
ceklek...ditutup...

kriiiing....lagi...
"halloo...?"
"halloo...?"
"assalamu'alaikum.."
aku berhallo-hallo tapi ngga ada suara di ujung sana

"ini siapa ? " akhirnya ada suara bening gadis kecil di seberang sana
lho, kok malah dia yg nanya ya..

"mau bicara dengan siapa ?" aku masih berusaha ramah
"ini siapa ? " dia tanya lagi

"kamu mau bicara dengan siapa ?" aku mulai 'bete'
"kak B*** nya ada ?" akhirnya dia menjawab juga menanyakan salah satu jagoanku

"belum pulang sekolah "
"nanti kalo udah pulang suruh telpon aku ya"
katanya dengan nada memerintah

"telpon ke siapa? "
"temennya"
hihi, lutju juga anak ini ya...nyuru2 nelpon tapi ngga mau ngaku dia siapa..

"trus musti telpon kemana dong"
"ke hape aku"
hehe...lutju kan...

waktu aku sampein pesennya ke anakku, dia bilang "loh, dia yang butuh, kok aku yang disuruh telpon sih"
tapi dia tau siapa anak ini, anak gadis ini masih SD, mungkin kelas 5 atau kelas 6.
cuma, agresifnya..telpon sehari bisa berapa kali, belum sms, belum lagi surat cinta yg berlembar2...

ini bukan kejadian yang pertama.
ketiga jagoanku semua pernah ngalamin.

duh, anak gadis sekarang, rasanya kok dulu aku ngga berani seagresif itu ya..
-hehe..emang produk jadul sih ni si ibu..-

sebenernya ya wajar wajar aja sih ada ketertarikan thd lawan jenis
memang manusia diciptakan utk berpasangan dengan jenisnya sendiri.

tapi, sebenernya pantes apa engga ya anak gadis 'nembak' duluan.
yg jelas anak cowok itu punya naluri 'hunting'
setau aku, mereka -anak2ku- juga lebih suka jadi pemburu daripada jadi buruannya..

any comment ?

30 August 2007

Lulus seleksi

From: "Yayasan Bina Antarbudaya"
Sent: Friday, April 13, 2007
Subject: Informasi : Seleksi Pertukaran Pelajar Bina Antarbudaya / AFS

Bina Antarbudaya adalah lembaga nirlaba yang mengelola program pertukaran pelajar di Indonesia . Bermitra dengan AFS Intercultural Programs yang merupakan organisasi pertukaran pelajar tertua dan terbesar di dunia, setiap tahunnya Bina Antarbudaya menerima dan mengirim siswa dalam berbagai program ke berbagai penjuru dunia.

Kami menyeleksi putra-putri terbaik yang secara serius berminat dan memenuhi persyaratan, tanpa membedakan agama, ras, suku, maupun latarbelakang sosial, ekonomi untuk dapat tinggal dan belajar baik untuk jangkapanjang maupun jangka pendek di berbagai negara, antara lain : AmerikaSerikat, Australia, Belanda,
Belgia, Italia, Jepang, Jerman, Norwegia, danSwiss.
Email ini dikirim oleh salah satu teman ke japriku suatu hari di bulan April 2007.

Mas Budi yg kebetulan waktu itu duduk di kelas 1 SMA mengatakan kalau dia berminat mencoba ikut seleksi. Cuma karena kebetulan kegiatan kami masing2 cukup padat, email itu sempat terabaikan dan baru terbaca lagi di malam terakhir menjelang penutupan pendaftaran.

Jadi, terbirit2lah kami menyiapkan syarat2 pendaftaran utk dibawa mendaftar besoknya. Pasfoto, fotocopy raport, surat pengantar dari sekolah, rekomendasi dari teman/tetangga/guru dll..

Bagusnya, di sini anak-anak diharuskan untuk mandiri mengurus semuanya. Dari mulai pendaftaran sampai seleksi. "Kan anaknya yang mau berangkat, bu, bukan orangtuanya", gitu kata panitya . Wah, betul itu...kadang2 ortu suka lupa kalau anaknya harusnya udah bisa mandiri..

Proses seleksi nya memang ngga sebentar..
Peserta di chapter Jakarta nya juga lebih dari 500 anak.

Alhamdulilah, sesudah menunggu hasil seleksi cukup lama, beberapa hari lalu, Budi terima surat yang isinya..

"Setelah Dewan Juri menilai dan mempertimbangkan hasil seleksi tahap I ( tertulis ), II ( wawancara ) dan III ( Interaksi kelompok ) serta berkas penunjang lainnya, maka bersama ini Panitia Seleksi memberitahukan bahwa adik dinyatakan L U L U S seleksi di tahap chapter Jakarta...."

Wah, alhamdulillah Budi seneng banget...
Tapi belum selesai..masih ada seleksi tahap nasional..

21 August 2007

Scout What we are

Pada suatu malam, serombongan anak-anak remaja usia SMP datang ke rumah..

"Kak, kami mau bikin pertandingan futsal"

gitu katanya ke kakak pembina pramuka nya yang adalah suami saya..:)

OK ! yang penting bikin tim dan jadwal dulu...

Ngga nyangka juga mereka punya inisiatif seperti itu..

Besoknya mereka 'nyawer' untuk beli bambu dan membuat tiang gawang nya sendiri sekaligus juga 'menyikat' lapangan futsal nya sampai malam...

Memang terlihat sekali perbedaan anak-anak remaja ini sesudah mereka ikut pramuka..

Mereka jadi lebih kreatif, berinisiatif, dan suka menolong..

Salut !

Inilah alasan kenapa perlu ikut pramuka...

"Scout what we are is what we do.."

15 August 2007

Hiduplah Indonesia Raya !

Pertama kali baca berita bahwa lagu kebangsaan Indonesia Raya versi asli ditemukan oleh Oom Roy Suryo, saya ngerasa bingung apanya yang aneh sih karena dari jadul kecil itu saya taunya lagu Indonesia Raya memang terdiri dari 3 stanza.

Tapi positifnya, saya jadi buka-buka lagi buku "Mari kita bernjanji" peninggalan eyang di tahun 1947 yang memuat partitur dan lirik lagu Indonesia Raja itu, dan lebih memperhatikan liriknya.

Menariknya, menurut saya, lagu yang berkat pak pakar itu kemudian menjadi kontroversi memuat lirik yang seharusnya kita renungkan...

Stanza pertama "Marilah kita berseru Indonesia bersatu !"

Lah, kenapa kok malah terjadi 'perdebatan', perlu atau tidaknya lagu Indonesia Raya diubah kembali menjadi 3 stanza.

Sebagai pembina pramuka, saya harus 'menguji' anak-anak binaan saya untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya di depan publik sebagai salah satu syarat untuk memperoleh tanda kecakapan umum.

Dan percaya atau tidak, ngga semua anak ternyata bisa dengan hafal menyanyikan lagu kebangsaannya yang panjangnya 'hanya' 1 stanza itu...
Alasannya "Di sekolah ngga ada upacara"

Nah, lalu, gimana kalau lagu kebangsaan Indonesia menjadi sepanjang 3 stanza ?
Mungkin jadi lipsync aja kali ya..

Yah, gimanapun...
Menjelang peringatan hari kemerdekaan negara kita tercinta ini, yuk kita merenung apa yang bisa dan sudah kita perbuat untuk kemajuan bangsa.

Dan mendoa seperti yang tertulis dalam lirik di stanza kedua lagu Indonesia Raya..

Marilah kita mendoa "Indonesia bahagia !"
Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya, bangsanya, rakyatnya semuanya
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya
Untuk Indonesia Raya !

Dirgahayu tanah airku tercinta
Selamat merdeka ke 62 tahun

26 July 2007

Tentang pengolahan sampah ( lagi )

Teman-teman yang baik, makasih banyak ya udah mampir di posting ku tentang pengolahan sampah rumah tangga.
Alhamdulillah, masih banyak teman yang peduli dengan lingkungan kita

Saya tulis di sini ya tanggapan untuk komentar teman-teman...

"mb, beli keranjang sakti Takakura dimana di karinda jg ya ? apa bisa keranjang biasa ya ? sekilas nampak spt keranjang pakaian kotor di rumah hehehe ..."(Lilik)

Iya, memang betul keranjang takakura itu sebenernya laundry basket/ keranjang kotor biasa..hehe..kebetulan memang aku belinya di Kebun Karinda sesudah pelatihan itu, supaya bisa langsung praktek sampai di rumah.

Tapi sebenernya untuk mengompos bisa pakai macam-macam wadah :
  • drum plastik, bagian bawahnya dilubangi 5 buah. Diletakkan di atas bata agar aliran udara bisa masuk. Diberi tutup dari bantalan sabut/sekam (dari jaring plastik) untuk menjaga kelembapan dan suhu pengomposan.
  • gentong/tempayan dari tanah liat ukuran 50 -100 ml. Bagian dasarnya dilubangi 5 buah. Diberi tutup bantalan sabut/sekam.
  • keranjang takakura : keranjang tempat cucian ( laundry basket ), bagian dasarnya dilubangi 6 buah, diberi alas bantalan sabut/sekam. Di dalamnya diberi lapisan kardus.
"sebetulnya di tempat penampungan sampah ada juga orang yang kerjanya memilah sampah. yang masih bisa didaur ulang, diambilin dan dijual dgn harga tertentu. itu jadi mata pencaharian mereka lho. tapi memang nggak seefektif kalo tiap rumah tanggal misahin sampah sendiri ya, krn kalo udah di TPS gitu pasti ada yg kelewat." (Yanti)

Bener banget. Dulu waktu kecil saya pernah ikut alm bapak jalan-jalan ke TPA. Ngga nyambung juga sih sebenernya kenapa bapak yang arsitek itu bisa 'main' nya sama pemulung sampah yang dulu disebut bapak Laskar Mandiri.

'Pekerjaan' pemulung sampah memang memilah sampah, terutama sampah-sampah non organik yang masih bisa didaur ulang ( botol plastik, gelas aqua dll ), kemudian dijual dan jadi penghasilan mereka..cuma masalahnya, mereka harus 'mengais-ngais' seperti ( maaf ) anjing di sana...hiks..kasian juga liatnya...

Jadi itulah tujuannya kita memilah sampah di tingkat rumah tangga.
Pertama, sampah organik ditahan di rumah, diolah jadi kompos, dikembalikan lagi ke bumi dan jadi bermanfaat.

Kedua, sampah non organik yang masih bisa didaur ulang bisa disedekahkan ke para pemulung sampah yg pastinya diterima dengan senang hati oleh mereka karena ngga usah bersusah payah mengais tempat sampah.

Ketiga, tinggal sampah non organik yang sulit didaur ulang ( plastik refill, styrofoam, baterai bekas, pampers ) yang 'terpaksa' dibuang. Ini bisa diperkecil lagi jumlahnya kalau kita bisa menguranginya. Misal beli detergent, sabun cuci, shampoo, minyak goreng dll 'curah' yang ngga perlu pakai plastik refill, atau balik lagi pakai popok kain untuk mengurangi limbah pampers..;)

Sampah organik yang tidak diolah dan dibuang bersama-sama sampah non organik ini yang sekarang ini menjadi masalah besar di Indonesia.

Padahal sebenarnya, kalau kita mau sedikit repot, sampah organik ini setelah diolah menjadi kompos dalam skala rumah tangga bisa dimanfaatkan sendiri untuk keindahan rumah kita karena memperbaiki struktur tanah dan membuat tanaman kita menjadi subur, sedangkan dalam skala RT/RW pengelolaannya bisa diserahkan pada petugas kebersihan dan hasilnya kalau dijual bisa jadi tambahan sumber penghasilan juga buat mereka.
Selain itu yang paling penting adalah kita melaksanakan amanah Allah untuk memelihara bumi.

"Iya Lit, pengelolaan sampah tuh emang penting. Aku disini paling repot urusan memilah sampah. Botol dari beling aja dipisah buangnya berdasarkan warna(putih, coklat, hijau). Sampah kertas juga khusus buangnya, juga bio (warna tempat sampahnya hijau), sedang sampah dedaunan biasanya aku olah sendiri jadi kompos, daripada harus bayar khusus lagi. Adalagi sampah bekas packing (kotak/plastik sampahnya warna kuning) seperti kotak bekas susu, botol kemasan plastik, kaleng..yg bakal di recycling, biasanya diambil 2 minggu sekali. Pertama-tama ribet juga urusan buang sampah ini krn harus di pilah2, tapi lama2 jadi biasa juga. Paling males klo mo buang sampah botol beling ..karena tempatnya khusus, nggak diambil didepan rumah." (Retno)

Wah, makasih banget sharingnya, Ret..
Memang idealnya begitu ya. Di beberapa perumahan di kota besar Indonesia rasanya sudah menjalankan sistem yang hampir mirip seperti itu. Sampah non organik diambil oleh pemulung yang 'berijin' setiap hari yang ditentukan. Cuma memang, suliiiiit banget mengubah kebiasaan masyarakat Indonesia membuang sampah

"kalo mau kunjungan ke Kebun Karinda harus telp dulu kah? Trus boleh pribadi sama keluarga gak yah?"(Mama Rafa)

Iya, harus dengan perjanjian..
Pelatihan diadakan setiap hari Selasa, jam 9-11 dan Sabtu, jam 8-10.
Minimal 10 orang dan maksimal 40 orang ( jadi nanti kalau kelompok kita cuma 10 orang akan digabung dengan kelompok lain ).

Kunjungan ke Kebun Karinda boleh dengan kelompok atau keluarga, pada dasarnya semua orang boleh belajar di sana...tapi sebaiknya sih berkelompok, karena penjelasan untuk orang dewasa akan berbeda dengan penjelasan untuk anak-anak. Biasanya anak-anak datang dengan sekolahnya, kalo engga bisa bosen..( jadi humas mendadak deh ni..hehe )

Untuk info yang lebih jelas, hubungi Kebun Karinda di Bumi Karang Indah, Jl. Karang Asri II C2/28, Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta, tlp :  (021) 75909167

12 July 2007

Pelatihan mengolah sampah rumah tangga

"Sebagai wakil Allah SWT di bumi, kita mendapat titipan memelihara apa yang ada di bumi. Kita diberi Allah SWT makanan, pakaian, rumah, semuanya dari hasil bumi. Lalu apakah pantas kita kembalikan sebagai sampah dan racun yang merusak bumi?"
Itu adalah tulisan pak Djamaludin Suryohadikusumo, mantan menteri Kehutanan RI yang sangat peduli lingkungan, dan di masa purna tugasnya masih melakukan pekerjaan sosial bersama-sama bu Niniek - istrinya - membuat Kebun Karinda di lingkungan rumahnya yang merupakan tempat pelatihan pengolahan sampah menjadi kompos skala rumah tangga.

Selama ini, jujur, saya masih menganut paham "Jangan buang sampah sembarangan !!"
Artinya, saya juga mengajarkan anak-anak untuk 'buanglah sampah di tempat sampah'.

Ternyata memang sekarang itu aja ngga cukup

Belakangan ini, saya memang sudah mulai sedikit-sedikit memisahkan sampah dapur (organik) dengan sampah plastik (anorganik). Tapi masih belum konsisten karena masih belum ngerti sesudah dipisahkan lalu mau diapain sampah organiknya.

Sebenernya sih, sudah lama juga saya pengen ikut pelatihan di kebun karinda, tapi kesempatan itu baru ada kemarin. Sesudah kebun TOGA ( tanaman obat keluarga ) mulai berjalan di lingkungan kami, kami pengurus arisan berpikir mungkin program berkebun ini bisa 'disambung' dengan program pengolahan sampah rumah tangga.

Dan beberapa waktu yang lalu, saya dapat kesempatan bicara di depan forum arisan ibu-ibu mengenai pengolahan sampah rumah tangga.

Pertanyaan pertama yang saya ajukan pada mereka adalah "Bagaimana cara ibu 'membuang' sampah ?"

Hampir 100% mengatakan "Buang segala macam sampah ke tempat sampah dalam rumah, masuk dalam plastik kresek, diiket, buang ke tempat sampah depan rumah, lalu diangkut deh oleh petugas kebersihan..."
Ok, lalu....dibawa ke mana sampah-sampah itu oleh petugas kebersihan di perumahan ?
Sebagian besar ibu masih bisa menjawab, dibawa ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), tapi sesudah dari sana entah diangkut ke mana lagi oleh petugas Dinas Kebersihan Kota.

Yang jelas, sebagian besar kita yang tinggal di perumahan - termasuk saya - merasa sesudah sampah hilang dari pandangan mata kita, kita menganggap sudah menjaga kebersihan lingkungan.
Padahal sebenernya, sampah kita yang mungkin cuma 1 kantong plastik 'kresek', sampai di TPS bergabung dengan 'teman2nya' sesama kantong plastik 'kresek' di satu perumahan itu menjadi bukit 'kecil', bau, kotor, dan jadi sumber penyakit.

Belum selesai di sini, mereka semua ( kantong2 plastik kresek ) diangkut lagi dan berkumpul lagi dengan 'teman2nya' di Tempat Pembuangan Akhir ( TPA ) menjadi gunung 'besar' yang jelek, bau, kotor, beracun dan beratnya berton-ton! Dan di sana juga numpuk ngga bisa diapa-apain, karena semua bercampur baur...
Lalu muncullah berita, TPA di daerah sana longsor menimpa rumah2 penduduk, atau Bandung menjadi lautan sampah, dst. Belum lagi banjir, penyakit dan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh sampah2 itu.
Kita cuma bisa prihatin dan mungkin yang ada dalam benak kita...aah, kan kita 'cuma' berkontribusi menyumbang 1 kantong plastik 'kresek' aja sehari kok. Bener ngga ? :p

Sesudah itu saya juga masih bertanya,"Apa ada ibu yang membakar sampahnya ?"

Alhamdulillah semua menjawab,"Wah, kalau dibakar kan polusi". Iya memang, selain polusi dan bisa 'dipentung' tetangga, juga bisa memperparah pemanasan global.
Dan mudah2an sih, ngga ada di antara teman-teman yang menganggap jalan dan sungai itu adalah 'tempat sampah raksasa'..hehehe...

Hmmm...rasanya kok ngga adil ya kalau kita sebagai manusia penghasil sampah cuma bisa menyalahkan Dinas Kebersihan kota kalau ngeliat sampah kota berserakan di mana-mana, dengan alasan "Kan kita sudah bayar uang kebersihan" selanjutnya kan jadi urusan pemerintah kota...

Lalu, apa sih yang bisa kita lakukan ?

Kita harus merubah mind set kita dari "buang sampah pada tempatnya" menjadi "jangan malas memilah sampah".  Mulai dari diri kita sendiri, dari rumah tangga kita sendiri aja dulu..

Saya juga sempet berpikir, duh, kayaknya kok susah ya mengolah sampah jadi kompos....gimana caranya yaaa ??
Alhamdulillah, kemarin saya dan keluarga bersama teman-teman kompleks perumahan tempat saya tinggal, bisa belajar mengolah sampah dan pembibitan tanaman di Kebun Karindanya Bapak Ibu Djamaludin yang terletak di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan.


Dan ternyata...bapak ibu Djamal bisa membuat pekerjaan yang tadinya ( di mata saya ) keliatannya susah dan sangat teoritis, jadi keliatan sederhana...dan bisa langsung dipraktekin di rumah, terutama karena blio juga menyediakan keranjang sakti tempat pengomposan, lengkap dengan petunjuk penggunaannya.


keranjang sakti Takakura

Ini sebagian ilmu yang bisa saya share di sini tentang bagaimana mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos.

Pertama, pilahkan sampah organik ( sampah dapur dan halaman ) dan sampah non organik. Komposisi terbesar dari sampah rumah tangga sekitar 70% sebenarnya adalah sampah organik. Dan ini bisa 'ditahan' di rumah, dan diolah menjadi kompos.
Jenis sampah organik yang bisa diolah menjadi kompos itu adalah :
  • sampah sayur baru
  • sisa sayur basi, tapi ini harus dicuci dulu, peras, lalu buang airnya
  • sisa nasi
  • sisa ikan, ayam, kulit telur
  • sampah buah ( anggur, kulit jeruk, apel dll ). Tapi tidak termasuk kulit buah yang keras seperti kulit salak.
Sampah organik yang tidak bisa diolah :
  • protein seperti daging, ikan, udang, juga lemak, santan, susu karena mengundang lalat sehingga tumbuh belatung
  • biji2 yang utuh atau keras seperti biji salak, asam, lengkeng, alpukat dan sejenisnya. Buah utuh yang tidak dimakan karena busuk dan berair seperti pepaya, melon, jeruk, anggur.
  • sisa sayur yang berkuah harus dibuang airnya, kalau bersantan harus dibilas air dan ditiriskan.
Kedua, semua sampah itu dicacah/dipotong kecil2/ digunting2 jadi kecil, trus masukin deh ke keranjang sakti Takakura, dan diaduk2 dengan kompos activator (kompos lama) . Setiap hari bisa dimasukin sampah baru. Untuk keluarga yang anggotanya sekitar 4-7 orang, keranjang ini akan penuh dalam waktu sekitar 2-4 bulan. Jadi kita bisa panen kompos sekitar 2-4 bulan kemudian. Dan kalau prosesnya benar, maka pengomposan ini sama sekali ngga menimbulkan bau busuk.
Dan istimewanya lagi, kompos yang dihasilkan ini bisa dipake kapan aja dan terserah berapa banyak untuk mupuk tanaman kita...
Udah deh, gitu aja...simpel kan

YA, kenapa kita ngga mulai mengubah kebiasaan 'membuang' sampah menjadi 'mengolah' ?
Ayo, siapa yang berminat bergabung dengan jutaan orang di seluruh dunia yang berusaha menjaga kebersihan dan kelestarian alam ?
Bersama pak Djamal di depan Kebun Karinda
sebagai kebun percontohan, penyuluhan, pelatihan,
termasuk juga pembibitan dan pengomposan.

Simak juga lanjutan diskusi tentang pengolahan sampah rumah tangga di sini

05 July 2007

Kemana aja sih ?

Judulnya ngga kuku banged...hehe...soalnya itu yang banyak ditanyain di SB ku sama temen2 yang baik hati menengokku selama aku 'semedi'.

Iya sih, abis sebulan semedi harusnya kan tambah sakti, tapi ini kok ya gitu-gitu aja.
Masih 'sok sibuk'...

Banyak banget yang aku catat sebenarnya...
Sebulan ini rizki baru ujian SD, budi bolak balik seleksi AFS, bimo ikut olimpiade biologi, aku dan mas Udi masih asik nyiapin camping pramuka

Rizki alhamdulillah udah lulus SD dengan cukup baik, udah diwisuda juga, sekarang statusnya udah pelajar SMP, dan akan mulai matrikulasi bahasa inggris tg. 9 Juli besok.

Bimo, naik ke kelas VIII, rangking 3, abis terima rapot terpilih ikut seleksi olimpiade biologi kota depok...wah, dia seneng bangeddd...ngga kaya mas Budi yang doyan Fisika, Bimo emang doyan banged Biologi.

Budi, naik ke kelas XI, rangking 1, dari mulai bulan April sebenernya udah mendaftar ikut program pertukaran pelajar (AFS) yang informasinya dia dapet dari tante Hanni. Dan so far berhasil lolos sampai seleksi ke-3 ( terakhir ) di tingkat chapter.
Pengumuman nya nanti bulan Agustus. Katanya dia tu pengeeen banged sekolah ke Jepang.

Nah, sekarang semuanya lagi liburrrr..
dan hari sabtu minggu kemaren kita udah camping sama temen-temen pramuka lagi...

Bimo dilantik jadi penggalang ramu waktu camping


Rizki juga dilantik jadi penggalang ramu

Sama temen-temen dari Path Finder yang sangat membantu di acara jurid malam

Pada liburan kemana nih ??

08 June 2007

Alternatif mengisi liburan

Sebentar lagi liburan ! Anak-anak sekolah biasanya sudah teriak "Asyiiiikkkk !"
Sementara orangtua ada yang masih menimbang-nimbang mau kemana liburan kali ini ya ?
Ke Bali ? Ke Ancol? Ke Bandung? Ke Puncak? ke TMII ? ke Ragunan ?

Atau malah ngga ke mana-mana, di rumah aja, dengan setumpuk rencana, belajar masak, berkebun, dan ketrampilan ?

Sharing yuk..

Hari Kamis, 1 Juni 2007 lalu, kebetulan kami ( para pembina pramuka ) jalan-jalan survey ke camping ground BATU TAPAK di Cidahu, kaki Gunung Salak.

Woowww, rasanya ini bisa jadi alternatif liburan keluarga yang mengasyikan juga lho..

BATU TAPAK itu ada di kawasan hutan lindung bukit Cangkuang desa Cidahu di kaki gunung Salak. Nama Batu Tapak diambil dari legenda tapak batu raksasa yang ditemukan di sekitar area perkemahan.

Di sana ada cagar alam dengan pepohonan damar yang lebat, terhampar di sepanjang lereng, tebing dan bukit, merupakan hutan lindung dengan keanekaragaman hayati sekaligus menjadi rumah berbagai jenis burung dan biota lainnya.

Di hutan pinus

Lingkungan alam nya cocok banget buat kegiatan panjat tebing, tracking, hiking dsb.

Camping ground nya sendiri ada 2 lokasi.
Ada camping ground yang dikelola perhutani yang masih 'wild' buat yang suka camping di alam bebas.

Buat first timer camper, jangan takut, karena ada camping ground 'orang kota' yang dikelola oleh pak Julius.

Tempatnya bagus banget, terkelola dengan sangat baik, ada area parkir yang aman dijaga 24 jam, ada kantin, ada MCK yang banyak dan bersih, juga ada mushola nya..

( Kalau mau liat foto2nya lebih kumplit, mampir yuk ke blog pramuka kita )

Di sana juga bisa dateng ngga bawa apa2, krn bisa nyewa tenda, sleeping bag, matras, kasur, bantal sampai listrik juga, dan bisa beli kayu bakar juga buat api unggun..

Kalau ngga bawa perlengkapan masak juga ada catering atau makan di kantin...hehe...

Biayanya ?
'Hanya' Rp.10.000/org/malam

***

Jadi, buat yang pengen refreshing, menghirup udara segar, dan melihat pemandangan indah, jalan-jalan kesana bisa jadi alternatif kegiatan mengisi liburan yang mengasyikkan..

Seperti kami waktu itu..

Meskipun sempet 'setengah pingsan' waktu hiking, karena belum sempet latihan fisik..hihi, tapi akhirnya berhasil nyampe ke air terjunnya ( 2 air terjun dari 7 air terjun yang ada di sekitar kaki gunung salak ), capeknya langsung terobati, dan narsismenya langsung kumat..

Salah satu air terjun di daerah Batu Tapak
Gimana ngga jatuh cinta liat pemandangan hijau dan segerrr seperti ini.. keren banget
Sungainya yang jernih
Pematang sawah
Hijau

24 May 2007

Semangat berbuat untuk masyarakat

Tanggal 13 April 2007 yang lalu, Onno kirim email...
Insya Allah, penjelasan tentang antenna wajan & RT/RW-net akan ditayangkan di republik mimpi hari minggu besok tgl 16 jam 21:30 s/d 23:00 entah dapat segmen yang mana ...

S/d hari ini Tgl 13 jam 7:06 pagi sudah diterima 1992 email berkaitan dengan antenna wajan & masih 348 mail di mail server saya yang sedang di usahakan untuk di kirim

Semoga tayangan tgl 16 besok bisa bermanfaat karena di situ di jelaskan beberapa detail wajanbolic & RT/RW-net dengan lebih baik

naskah detailnya ada di beberapa web seperti
http://www.metrotvnews.com/newsdotcom/
http://onno.vlsm.org/
http://yb1zdx.arc.itb.ac.id/dll
..
Semoga bermanfaat- Onno
Lalu beberapa waktu kemudian, saya ketemu dengan Onno dan dengan ekspresi tetap 'ceria' dia cerita kalau server nya sampai jebol waktu mereply email2 yang jumlahnya ribuan itu.
Banyak yang mau beli wajan sama dia..hehe..."Saya cuma kasih ilmunya...gratis..ngga usah beli", katanya.

Jujur - bukan karena dia kakak saya - saya kagum dengan kepribadiannya yang tetap bersahaja, dan semangatnya dalam membagi ilmu...

Di suatu tayangan di MetroTV tentang internet murah untuk sekolah dia sempat berkomentar "Bangsa Indonesia sebenarnya adalah bangsa yang besar seandainya mereka sadar"

Ya...saya setuju...anak-anak indonesia memang sebenarnya pintar-pintar dan sangat potensial kalau mendapat pembinaan yang baik.

Saya sendiri merasa suatu 'kepuasan' tersendiri karena dengan kemampuan yang terbatas masih dikasih kesempatan untuk berbuat sesuatu untuk anak-anak dan remaja di lingkungan sekitar saya.

Alhamdulillah, kami juga punya teman-teman luarbiasa yang mempunyai visi yang sama dan berkenan dengan sukarela bergabung dengan kami untuk menjadi pembina pramuka.

Di tengah kesibukan kami yang semua kerja full day, 6 days a week - termasuk saya yang ngajar piano hampir setiap hari - kami berusaha meluangkan waktu hampir setiap sabtu untuk ngebahas program latihan.

Waktu dan tenaga yang tercurah rasanya ngga terbuang sia-sia, karena memang seneng banget ngeliat anak-anak semangat latihan pramuka, semakin hari semakin bertambah anggotanya, dan semakin hari juga semakin terbentuk karakternya dan bertambah ketrampilannya.

Jadi, mohon di-maklum-i kalau belakangan saya sering tidak sempat mengupdate blog ini dan juga ngga bisa sering jalan-jalan juga ke blog temen2..hiks...i miss u all...

Kalau sempat, mampir yuk ke blog pramuka kami, karena kegiatan kami lebih banyak di sana sekarang ini..

Note : barusan dapat kabar onno kena typhoid dan DBD, dari banjarmasin langsung dirawat di RS. Mohon doanya smoga gpp ya...

08 May 2007

Jadwal Rizki

Minggu-minggu ini insya Allah adalah minggu-minggu terakhir Rizki duduk di bangku Sekolah Dasar.

Kebetulan angkatan Rizki adalah lulusan pertama dari SD ini.

Jadi ini pengalaman pertama untuk guru-gurunya.
Sudah sejak awal tahun, ibu guru menambah jam pelajaran dengan jam ke-0 di hari Senin, Selasa, Rabu dan latihan ujian/ try out di hari Sabtu.

Karena bentuk ujian dari dinas pendidikan biasanya soal pilihan ganda, anak-anak dilatih mengerjakan ribuan soal dari bank soal sampai 'kenyang'

Seperti inilah jadwal Rizki bulan-bulan terakhir...

Sabtu, 24 Februari 2007
Rizki ikut Kompetisi Matematika se-Indonesia yang diadakan oleh Yayasan Pasiad dan berhasil masuk Final

Sabtu, 24 Maret 2007
Final Kompetisi Matematika, Rizki berhenti di sini

16-19 April 2007
Final Test bersama dari Dinas Pendidikan ( nilai masuk rapor )

23-27 April 2007
Final Test dari sekolah ( nilai masuk rapor )

30 April - 4 Mei 2007
Ujian Praktek ( menentukan kelulusan )

...mulai keluar complain "aku jenuuhh belajar terusss.."

8 - 10 Mei 2007
Uji Kompetensi Siswa dari Dinas Pendidikan ( menentukan masuk ke SMP Negri )

14 - 19 Mei 2007
Ujian Akhir Sekolah ( menentukan kelulusan )

pheewww....memang proses ujian nya panjaang dan lamaa ya...

01 May 2007

Kabar terakhir

Waktu sehari cuma 24 jam ya ?
Kok rasanya cepet banget ganti hari dan ganti bulan ?
Aku belum sempat nulis lagi..

Sedikit kabar...
Alhamdulillah mas Budi sudah sembuh, berkat doanya temen2..makasih banyak ya...
Kemarin dalam kondisi yang belum fit betul, sempat ikut Seleksi Olimpiade Fisika kota Depok.

Ngga berharap banyak, dia cuma komentar "Soal2nya susah"

Hari ini, dia ulangtaun yg ke-16 ( "udah tua ya aku", katanya)
Tapi hari ini ngga masuk sekolah lagi karena badannya masih lemes.
Istirahat di rumah ditambah satu hari lagi.
Insya Allah, besok sudah bisa beraktifitas seperti biasa.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...