29 July 2012

Kebun Kotak & Kids Farming di Kebun Gridea

"Mbak, Kelvin putranya bu Wawat mau ikut nanam di kebun kotak, masih ada kotaknya ngga ?" begitu bunyi sms dari ibu RW yang saya terima sore menjelang maghrib hari Minggu lalu.
Sudah 3 bulan berlalu sejak kebun Gridea diaktivasi oleh anak-anak Gridea yang menanam bayam dan kangkung pada Hari Bumi 22 April 2012.

Hari Minggu 15 Juli 2012 para sahabat Gridea berkumpul lagi untuk panen bayam dan kangkung organik yang kedua kalinya sekaligus mengaktivasi salah satu program kegiatan di kebun Gridea yang dinamakan 'Kebun Kotak'.

Apa sih 'kebun kotak' itu ?

Sesuai namanya, kebun kotak adalah lahan berukuran 1x1 m2 yang 'disewakan' kepada siapa saja yang berminat untuk berkebun tetapi mempunyai keterbatasan lahan di rumahnya ataupun yang hanya ingin belajar berkebun bersama. Biaya sewanya hanya 10ribu rupiah saja per bulan, sudah termasuk penyediaan bibit, pupuk, perawatan, klinik berkebun sampai penghasilan panen.

Seru kaan ? ;)
dan memang peminatnya cukup banyak...

Di hari launching itu sudah ada 7 pekebun kotak yang kami sebut sebagai pecinta kebun yang datang menanam caisim, selada, jagung, bayam merah, dan juga cabe rawit. Mereka yang datang hari itu bukan dari perumahan Griya Depok Asri, tapi dari Cibubur dan Pasar Minggu...wow, luarbiasa semangatnya !

belajar menanam selada
Hari Minggu berikutnya, jumlah pekebun kotak bertambah menjadi 19 ( full ! ) dengan ibu2 PKK dan anak2 Gridea - termasuk Kelvin yang akhirnya datang terlambat.

Anak2 Gridea datang untuk ikut salah satu program kegiatan yang diadakan Kebun Gridea yaitu Kids Farming yang dipandu oleh Kak Syarif dari Komunitas Saka Wanabakti dan Kak Eko dari Komunitas Depok Berkebun.

Hari itu, Fira, Tata, Fitri, Tika, Laras, Hafiz, dan si imut Aisyah datang untuk belajar menanam jagung.

Kalau jagung semua anak pasti udah tau bentuknya dan pernah makan. Tapi gimana siih cara menanamnya ? Trus kayak apa yaa bentuk pohonnya nanti ?

Yuuk ikut kak Eko belajar menanam jagung...:)

Pertama, tanah yang sudah digemburkan dan diberi pupuk kandang oleh kak Syarif diberi lubang2 yang sama besar dan berjajar rapi. Dalamnya sekitar 3 cm.

Kedua, tanah disiram lagi dengan air yang sudah dicampur humat/ pembenah tanah dan pupuk cair.

disiram pupuk
Ketiga, Tata membagikan biji jagung ke teman2nya untuk ditanam di lubang tadi. Masing2 lubang cukup diisi 1 biji saja.

Keempat, tutup lubangnyaaa...dengan semangat anak2 menutup semua lubang yang sudah berisi biji jagung...:) 

Si imut Aisyah menutup lubang isi benih jagung
Terakhir, jangan lupa disiram lagi yaaa...

hafiz bisa menyiram sendiri 
Bismillah..mudah2an tumbuh dengan subur ya nak...insya allah 3 bulan lagi kita bisa panen jagung ! ^^

Sesudah menanam jagung, anak2 ternyata pengen ikut juga menanam sayuran di kebun kotak. Mereka ingin memilih lahan, memilih bibit sayurnya dan menanamnya sendiri.

laras asyik menanam di kebun kotak
Waah suasana di kebun Gridea hari itu heboh banget dengan semangat dan keceriaan anak2...ada yang menanam tomat, bayam, cabe, dan terong...hihi, yang ini request dari ibu-ibu di perumahan Gridea ^^

Seru yaa...gimana di daerahmu ? sudah berkebun juga belum ? yuuk ^^

23 July 2012

Sahabat Kebun Gridea

Remaja putra ini menunduk dengan raut wajah serius. Tangan kanannya memegang jarum hakken, dan gulungan benang membelit jari-jari tangan kirinya. Di sekelilingnya ada beberapa remaja putri yang juga sedang menunduk dengan raut wajah serius.

belajar merajut di kebun Gridea
"Kak Lita, ada waktu ngga hari minggu siang ? Kami pengen belajar ngrajut sama kakak" begitu bunyi sms kak Ria salah satu pramuka penegak anggota Saka Wanabakti yang tinggalnya jauuuhhh banget dari tempat tinggal saya di Gridea beberapa hari sebelumnya.

Selain kak Ria, ada kak Dini, putri seorang pedagang sayur di pasar yang juga rela menempuh perjalanan panjang dari rumahnya ke kebun Gridea. Mereka datang untuk merawat Kebun Gridea dan juga belajar banyak hal, salah satunya adalah belajar merajut.

Dengan rajin kak Ria, kak Dini dan beberapa temannya bergantian datang menyiangi rumput2 liar dan menyirami sayurannya. Kadang mereka pamit tidak bisa datang karena tidak punya ongkos. Duh, saya sampai terharu, tanpa bantuan tulus mereka, entah apa jadinya Kebun Gridea.

Pukul 2 siang, teman2 dari komunitas Depok Berkebun mulai berdatangan bergabung dengan kak Ria dkk. Ya, Kebun Gridea sudah saatnya panen raya yang kedua kalinya.

pekebun cantik sahabat kebun Gridea
Udara yang cukup terik di siang menjelang sore itu tidak mengurangi semangat sahabat-sahabat Gridea untuk mencabuti bayam dan kangkung yang sebagian dimasak kak Ria dan teman2 nya untuk disantap bersama.

'sensasi' panen bayam
Sebagian lagi, dengan memanfaatkan smartphone, saya tawarkan kepada ibu-ibu tetangga yang berebutan membeli bayam & kangkung organik fresh yang meskipun saya tawarkan gratiss, mereka tetap memaksa membeli :)

Kangkung Organik Fresh produksi Kebun Gridea
"Yaaah..saya terlambat buka bb nih, jadi ngga kebagian sayur ya mbak lita ?" beberapa ibu terpaksa menelan kecewa karena tidak kebagian.

"Tenang aja, buibu, insya allah bulan depan kita panen lagi :)" jawabku.
Ya, sayuran seperti sawi, caisim, selada dan bayam yang ditanam oleh para pekebunkotak hari itu insya allah tumbuh dan bisa dipanen dalam waktu beberapa minggu saja.

Kebun Toga Ibu2 PKK

Selain bertanam sayuran, kebun Gridea juga diaktivasi menjadi kebun Toga oleh ibu2 PKK RW 24. Ada sekitar 30 jenis tanaman yang ditanam oleh ibu2 para istri ketua RT dan aktivis lingkungan RW24. Tidak hanya tanaman obat keluarga, tapi juga pohon buah2an. Ada pohon sirsak, belimbing sayur, mangga, jambu, jeruk, durian, sampai sirih merah, binahong, daun suji, temulawak dan banyak lagi.

Ibu RW menanam di kebun toga
Alhamdulillah, lahan yang sudah bertahun-tahun menjadi lahan terbengkalai dan kelihatan kumuh, sedikit demi sedikit bisa diubah menjadi kebun yang memberi manfaat untuk warga Perumahan Griya Depok Asri dan sekitarnya. Mereka adalah para Sahabat Kebun Gridea...^_^

17 July 2012

Pilah sampah yuk !

Ini catatan saya yang ke-3 tentang proses membangun sistem pengelolaan sampah skala RW setelah mimpi saya membangun RW Hijau dan mencermati bank sampah 
Hari sudah malam ketika kami, beberapa istri pengurus RT, ibu ketua arisan dan teman dari project bank sampah UI berkumpul di rumah saya untuk mendiskusikan langkah-langkah yang akan diambil untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah rumah tangga kepada ibu2 peserta arisan.

Setelah melalui diskusi untuk menyatukan pemahaman tentang pengelolaan sampah, kami mencapai kesepakatan bahwa pelatihan dan sosialisasi yang akan disampaikan kepada warga adalah menumbuhkan kepedulian terhadap sampah, sehingga warga dengan sukarela mau mereduksi dan memilah sampah di rumahnya.

Dan rencananya, setelah sosialisasi nantinya akan didukung dengan peraturan atau himbauan dari RT/RW supaya sampah bisa tetap terjaga pemilahannya sampai ke Tempat Pembuangan Sementara di dalam kompleks perumahan.

Materi pelatihan disiapkan oleh teman2 dari UI dan Komunitas Wanita Peduli Lingkungan.

Suasana latihan pemilahan sampah
Pertama yang disampaikan adalah ilustrasi mengenai sampah kota Depok yang menjadi alasan kenapa kita harus mulai memilah sampah kita dimulai dari rumahtangga. Bukan hanya banyaknya timbulan sampah yang sudah kritis tidak bisa tertangani oleh pemerintah kota, tapi juga pencemaran tanah dan air, dan pemborosan sumber daya alam menjadi alasan kenapa kita harus mengurangi dan memilah sampah kita.

Pengenalan sampah

Untuk pemula, bila sampah bisa dipisahkan antara yang organik, anorganik dan limbah B3 saja sudah cukup baik.

Sampah organik :
Adalah sampah sayuran yang belum diolah, kulit buah, sisa nasi, sisa makanan

Sampah anorganik :
Sampah plastik, kardus, kaleng, kertas, sterofoam, botol dll

Sampah berbahaya (B3):
Seperti baterai, bohlam, lampu, tinta print, botol bekas obat, spray ( botol beraerosol ), aki

Sampah yang 'sulit' dikelola :
Pampers, pembalut wanita, perban bekas luka


Yang paling sederhana yang akan dilakukan adalah memisahkan dan memberikan secara terpisah pada petugas kebersihan. Petugas kebersihan akan senang kalau menerima sampah anorganik yang sudah terpilah dalam keadaan bersih.

Selain cara memilah sampah, ibu-ibu juga diberi pengetahuan sederhana tentang jejak karbon dengan harapan ibu2 tidak boros lagi dalam mengkonsumsi barang, misalnya tidak sering2 berganti hp, tidak sering membeli baju baru, menggunakan produk2 yang hemat energi, dsb

Dan salah satu kebijaksanaan keren dari pengurus arisan ibu-ibu RT12 ini adalah membeli inventaris gelas dan kotak makanan untuk mengurangi produksi sampah plastik minuman kemasan dan snack box yang biasanya menumpuk sesudah kegiatan arisan #thumbsup, buu ! ;)

Snack box arisan 
Rencananya, kalau pemilahan sampah ini sudah lancar dijalankan oleh seluruh warga, kami akan mulai lagi mencoba mensosialisasikan cara mengolah sampah organik menjadi kompos skala rumah tangga.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...