18 November 2010

Aktivitas nge-blog

"Blog itu apa sih ?"

*gubrak* sempat kaget juga sih hari gini ternyata masih ada pertanyaan seperti di atas.
Pertanyaan itu datang dari teman2 saya sesama guru musik ketika ada yang memberi selamat pada saya karena salah satu tulisan saya mendapat apresiasi di Lomba Blog Depok

Saya jadi maklum dengan pernyataan "ibu rumah tangga ngeblog itu kan langka" dari seorang wartawan. Meskipun sebenarnya pernyataan itu ngga sepenuhnya benar kalau melihat jumlah ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam Lomba Blog Depok.

Apalagi kalau kita berkunjung ke blog Ibu Maya, Ibu Tami , atau Ibu Ratna para mommies blogger yang bersahabat dan tulisan2nya sangat inspiratif. Wah, saya harus berterimakasih pada panitya lomba blog Depok yang sudah memberi ruang bagi mommies blogger sehingga menambah jumlah kenalan mommies blogger Depok yang menginspirasi banyak hal pada saya.

Kembali ke pertanyaan di atas. Saya jadi ingat pernah melontarkan pertanyaan yang sama pada teman-teman online saya sekitar 4 taun lalu. Dan saya mendapat jawaban bahwa intinya blog itu adalah jurnal.

Kemudian yang terbayang adalah jaman penggalang dulu waktu jadi ketua regu saya terbiasa menulis dan mengajak anggota regu saya untuk mengisi logbook yang isinya catatan kegiatan pramuka kami ( ceritanya ada di WebLog dan LogBook ) .

Akhirnya saya memutuskan mulai membuat blog untuk ayah saya Prof.Ir.Hasan Poerbo (alm)

Tahun 2006 itu, waktu saya mulai ngeblog, rasanya blogging lagi ngetrend, semua teman online saya rata-rata punya blog. Padahal menurut saya, jaman itu ngeblog mah susah. Udahlah bikin kepala saya jadi ngebul karena harus melototin komputer selama berjam-jam untuk membaca HTML nya kalau pengen ganti theme, juga bikin kantong bolong karena akses internet nya masih dihitung waktu.

theme blog favorit saya dulu di awal ngeblog
Beda banget dengan sekarang yang udah jauuh lebih mudah, tinggal 'drag and drop' aja, dengan akses internet unlimited yang cukup bisa dijangkau kantong.

Jadi sesudah 3 taun mengalami pasang surut blogging - ditambah setaun hiatus - , merasa perlu berkomunitas sebagai blogger dan sempat melontarkan pertanyaan di posting blognya Andi Cempluk tentang komunitas blogger di Depok, baru sekarang saya berani menyatakan saya adalah seorang blogger dan hadir di Pesta Blogger 2010 sesudah bergabung dengan Komunitas Blogger Depok ( deBlogger ) ...hehehe...

dengan deBlogger :)
Aktivitas nge - blog 

Posting :
konten blog saya agak bergeser dari awal saya mulai ngeblog. Sebagai ibu, dulu saya lebih sering berbagi tentang kegiatan anak-anak saya, dan sebagai guru piano saya juga menuangkan apa yang ada di kepala saya tentang per-piano-an. Tapi karena sekarang mereka -anak-anak saya- sudah bisa menuliskan kegiatannya di blognya sendiri -salah satunya di sini- saya jadi lebih banyak berbagi tentang keprihatinan saya pada lingkungan hidup, selain kegiatan saya mengembangkan Pramuka Griya Depok Asri

Blogwalking : 
dulu yang namanya blogwalking atau jalan-jalan saling mengunjungi blog teman, mengomentari posting, atau  meninggalkan jejak di shoutbox sekedar menyapa "hai, selamat pagi, apa kabar ?" atau "hai, salam kenal, tukeran link yuk" menjadi kegiatan wajib sebagai blogger. Tapi sepertinya sekarang sudah jarang dilakukan ya ? Apa karena memasang shoutbox itu mengundang spammer ?

Ngutakatik template :
Dulu ini salah satu kegiatan yang menyita waktu. Tapi sekarang udah lumayan ngga terlalu ribet buat saya -yang masih juga gaptek- karena masih pakai blogspot yang gratisan jadi tinggal copasmengopas aja.

Itu dia. Dengan aktivitas ngeblog ini saya mendapat banyak banget manfaat. Karena sifat blog yang interaktif, saya dapat memperluas network, berdiskusi, juga sering menerima masukan dari pengunjung blog yang memperkaya wawasan saya.

Dapat dikatakan, semua kegiatan offline saya bisa berkembang karena kegiatan online saya, salah satunya adalah dari aktivitas nge-blog selain join social network yang lain.

Tapi memang "kalau ngga ada kegiatan ngga ada yang ditulis, banyak kegiatan ngga sempat nulis" #curhatblog saya di twitter beberapa waktu lalu menjadi alasan kenapa saya ngga bisa sering update dan menulis posting baru, juga ngga sempat blogwalking dan menyapa teman2. Maaf yaa. Kalau sudah begini apa masih sah menyebut diri ini blogger ? hik..

Sharing dong, bagaimana dengan aktivitas nge-blog kalian ?

04 October 2010

Anak adalah amanah

Setiap orang tua ketika mendapatkan anak, secara otomatis akan diberi rasa sayang terhadap anak yang sangat besar sehingga orang tua tersebut rela berkorban demi menghidupi anaknya tersebut tanpa pamrih. Rasa sayang ini tidak hanya sebatas ingin menghidupi tapi juga membekali. Itulah sebabnya setiap orangtua selalu berusaha memberikan apa yang ia pikir baik. Mencukupi kebutuhan sandang pangan sebaik baiknya, memilihkan sekolah yang baik, menasehati agar anak menjadi baik dll.
Peran ibu sangatlah penting dalam menjaga dan memelihara anak.
Tak heran anak selalu dekat dan mencari ibunya ketika ia sedang dalam keadaan sakit atau sedih. Ibunya secara alam bawah sadar menjadi tempatnya berlindung dipelukan. Rasulullah SAW pun menyampaikan bahwa orang terdekat bagi siapapun adalah ibunya dan inipun dinyatakan sampai tiga kali.
Tapi peran pembekalan sebagai anak agar mampu bermasyarakat dititipkan oleh Allah SWT kepada ayah.
Itulah sebabnya anak yatim menjadi sangat dilindungi dalam ajaran agama manapun karena ia miskin pembinaan bermasyarakat. Dewasa ini tuntutan kehidupan membuat ayah seringkali sangat sibuk sehingga tidak cukup waktu untuk menjalankan tugasnya sebagai pembina utama anak-anaknya. Maka yang harus diwaspadai adalah jangan sampai anak-anak itu menjadi yatim padahal masih memiliki ayah.

Untuk jalan pintas - dengan tetap berpedoman memberikan yang terbaik bagi anaknya - maka tugas utama tersebut seringkali coba dialihkan dengan mengirimkan anaknya kesekolah-sekolah terbaik.  

Apakah ini cukup?

Pada dasarnya, setiap anak dilahirkan dengan hati yang baik serta anugerah kecerdasan masing-masing.
Tapi sekolah umumnya hanya mampu mengembangkan kecerdasan akademis. Perkembangan kecerdasan anak sebagai mahluk sosial yang berkepribadian kuat serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat seringkali tidak tersentuh. Itulah sebabnya anak bisa menjadi tersesat dalam pencarian dirinya dan seringkali karena pembangkangannya ia dicap sebagai anak nakal. Orang tua mana yang tidak ingin anaknya berkepribadian mantap dan berhasil dimasyarakat ? Namun bagaimana ia bisa cerdas bermasyarakat apabila ia tidak medapatkan bimbingan yang cukup termasuk dari sekolahnya ? Yang kasihan biasanya malah si anak. Karena ia tidak cukup bimbingan maka ia sering dipersalahkan. Dibilang pemalulah, kurang pd-lah dll sebutan.  

Salah satu pilar pendidikan yang sering terlupakan adalah pengembangan kepribadian (karakter) dan kecerdasan berperan dimasyarakat.


Anak-anak lebih terlatih mengikuti dorongan nafsu dasarnya saja karena termanjakan oleh proteksi orangtua yang kokoh, nyaman dan aman. Secara internal ia tidak mengembangkan dirinya untuk memiliki kemampuan bertahan hidup. Mereka menjadi manja dan kurang percaya diri dalam bermasyarakat.

Bahkan karena kenyamanannya tinggal dalam lindungan yang kokoh dan aman tersebut mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa ia harus bertanggung jawab pada hidupnya dan lepas dari ketergantungan terhadap orang tuanya. Jadinya mereka tumbuh besar dengan jiwa yang masih lemah dan pada gilirannya ia akan mulai mempersalahkan keadaan, karena hidup ini terasa sangat sulit baginya. Lebih parah lagi ia akan menjadi beban bagi orang tuanya sampai ia menjadi tua.

Anugerah utama dari Allah SWT kepada setiap manusia adalah akal dimana perangkat kerasnya adalah otak.

Otak akan menjadi aktif sesuai dengan apa yg dilatihkan kepadanya. Bila ia dilatih kecerdasan akademis berupa aturan baku 1+1 = 2, - maka berdasarkan penelitian - otak yg aktif adalah dominan di otak kirinya. Otak kanan yang seharusnya bisa memiliki kemampuan mengolah perintah hingga jutaan kali perdetik justru jarang diaktifkan.

Salah satu cara pengaktifan otak kanan yang paling efektif adalah dengan memberinya tantangan mengatasi persoalan dan kita semua mengetahui tantangan sesungguhnya bagi anak2 kita adalah bermasyarakat. Itulah sebabnya anak2 yang aktif berorganisasi akan memiliki kecerdasan luar biasa. Ia bahkan mampu mengatur waktunya dengan sangat baik bahkan ditengah kesibukannya ia mampu belajar dengan efektif dan efisien. Salah satu wadah pengembangan otak tersebut di atas adalah Gerakan Pramuka.

Memang saat ini pramuka telah salah dimengerti oleh para remaja dan orang tua karena telah terjadi salah pembinaan dimana pramuka diwajibkan disekolah dan memiliki kegiatan yang tidak sesuai dengan petunjuk Gerakan Pramuka sesungguhnya. Pramuka yg seharusnya merupakan pembinaan ala kakak terhadap adiknya menjadi pembinaan guru terhadap muridnya yang terkadang hanya berlangsung satu arah.

Kegiatan kepramukaan adalah kegiatan aktifasi otak kanan dan kiri yg alami dalam kerangka ketaqwaan kepada Tuhan yang Maha Esa dan cinta alam serta kasih sayang terhadap sesame manusia.

Apapun anugerah yg dimiliki oleh setiap anak akan dapat dikembangkan dalam kegiatan kepramukaan karena di dalam kegiatannya, kerja sama merupakan makanan sehari-hari dan mereka akan semakin mengenali kelebihan masing2 serta menyadari arti penting bersinergi untuk membangun kekuatan yang saling mengisi. Tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan pramuka adalah salah satu solusi bagi anak2 kita.

Ingatlah bahwa anak2 memiliki usia emas yang akan segera berakhir dan mereka adalah amanah dari Allah SWT. Berilah ia kegiatan yang dapat meningkatkan ketaqwaan serta mengembangkan anugerah kecerdasan yang telah dititipkan kepada mereka.

Oleh: Agus Uditomo (Pembina Pramuka Griya Depok Asri )

29 September 2010

Diet kantong kresek

Istilah diet kantong kresek atau diet plastic bag pertamakali saya dengar dari teman-teman Greeneration Indonesia...hehe...lutju juga istilahnya.

Menurut Wikipedia, diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu, jadi boleh deh diartikan diet kantong kresek adalah jumlah kantong kresek yang digunakan oleh seseorang.

Aahh...kenapa sih musti diet kantong kresek ?? kan repooottt....hihi..ayoo, jujur...;-)

Tapi kalau sudah tau kantong kresek itu sulit banget terurai -- bumi membutuhkan ribuan taun untuk menguraikan kantong kresek ( jadi kalau kita buang kantong kresek sekarang, sampai kita dikubur pun kantong kresek itu masih berbentuk kantong kresek...ih, serem ngga sih ? ) -- keterlaluan namanya kalau kita masih juga membuang kantong kresek ke bumi.

Menurut data yang pernah aku baca, sampah kantong plastik yang dibuang di Jakarta aja dapat menutupi 2600 lapangan bola...*mengerikan*

Aahh...tapi kantong kresek dari mart2 sekarang kan sudah biodegradable atau dapat diurai ?

Ya, teteub...berapa puluh taun yang dibutuhkan untuk menguraikannya ? belum lagi waktu saya jalan2 ke Pulau Pramuka melihat penyu2 yang selain menjadi cacat karena terpapar limbah di laut, banyak juga yang mati karena mengkonsumsi kresek yang mereka kira ubur-ubur makanan mereka...huft..

Masih tega ?

Udah tau dong bahayanya kantong plastik kalau dipakai untuk membawa makanan.
Dalam proses daur ulang selain tidak diketahui penggunaan sebelumnya juga ditambah berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Penggunaan plastik kresek beresiko menimbulkan kanker dan kerusakan ginjal, maupun penyakit lainnya tergantung bahan yang dikandungnya. ( tempointeraktif )
Jadi, yuk, kita mulai ikutan diet kantong kresek.... 

Ini beberapa hal yang saya coba lakukan dalam rangka diet :
- tolak kantong kresek kalau belanja, dan bawa tas belanja sendiri.


- jangan lupa bawa rantang kalau niat beli makanan matang
- re-use kantong kresek yang sudah terlanjur ada
- re-cycle kantong kresek, misalnya dengan merajutnya jadi macam-macam barang, tas, wadah dsb


Tas belanja favorit saya adalah tas BaGoes yang imut, keren, praktis, bisa jadi gantungan kunci atau dicantolin di gantungan kunci kamar / rumah jadi pasti ngga ketinggalan kalau kita keluar rumah.

BaGoes yang imut


tapi muatannya banyak
*posting ini gara-gara puyeng ngguntingin kresek yang mau dirajut..hehe*

14 September 2010

Lebaran, Blog dan Onno

Sudah belasan tahun saya keluar dari rumah masa kecil saya di Bandung yang sarat dengan kenangan, mengikuti suami yang bekerja di Jakarta.

Ketika lebaran, saat yang paling menyenangkan adalah kembali berkumpul di rumah masa kecil kami, mengembalikan kenangan masa kecil dimana saya mulai belajar naik sepeda, main masak-masakan dengan anak tetangga, main ke kali dekat rumah, atau jalan2 berpetualang dengan saudara2 saya yang semuanya cowok di sekitar rumah kami di perumahan dosen ITB.

Memang buat kebanyakan orang, mungkin Bandung menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang mengasyikan. Tapi, buat saya, Bandung sekarang keadaannya sudah sangat jauh berbeda dari ketika saya kecil dulu. Saya tidak suka Bandung yang sekarang karena selalu macet di akhir minggu dengan pendatang bermobil plat B, dan sudah sangat penuh sesak dengan Factory Outlet, dan Cafe, apalagi di hari libur seperti Idul Fitri. Saya kehilangan jalan Dago yang duluuu sangat teduh dengan pepohonannya yang rindang dengan rumah dan bangunan berarsitektur khas peninggalan Belanda.

Hiks...

Tapi ya sudahlah, Lebaran tetap menyenangkan karena hanya di hari itu anak-anak ibu bisa menyempatkan diri berkumpul menengok ibu yang di setiap Lebaran kelihatan sudah semakin sepuh dan tinggal sendirian di rumah masa kecil kami. Bahagia melihat ibu yang juga bahagia di tengah anak-anaknya.


Blog dan Onno

Kemarin, saya agak tergelitik dengan komentar Onno soal blogger. Dia sendiri mengaku tidak bisa menulis di blog, dan lebih suka menulis di Wiki, karena menurutnya menulis di blog itu sulit di-search ( masa sih ? )

Tapi memang pada kenyataannya, banyak blog yang akhirnya matisuri karena si pemilik blog sebenarnya bukan penulis *plak kena deh gw*. Saya memang menulis blog sejak tahun 2006, trus on off sampai akhirnya macet lumayan lama karena banyak alasan tapi terutama karena m a l e s ( kebawa teman2 yang satu demi satu mulai berhenti menulis ).

Sekarang mulai berusaha bisa rutin menulis lagi karena beberapa kali sempat melihat posting saya mejeng di rumah orang tanpa tercantum sumber nya ( artinya - positively thinking - alhamdulillah tulisan saya ternyata bermanfaat buat orang lain)

Jadi menurut Onno, untuk ngajak orang ngeblog - koreksi : supaya blogger bisa konsisten ngeblog nya - strateginya sebaiknya adalah membangkitkan kecintaan membaca dan menulis anak-anak sejak usia SD....itu yang jarang diajarkan di sekolah sekarang.

Hmmmm....what do you think ?

01 September 2010

Manajemen Sampah Kota Depok

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya mulai serius lagi memisah-misahkan sampah rumah tangga saya.

Diet plasticbag, bawa tas sendiri untuk belanja, memisahkan sampah kertas, plastic refill, tetrapack, batere bekas, bahkan menempelkan juga CaRa MemBuAnG SamPAh di dinding dapur saya, supaya orang-orang di rumah ( terutama asisten rumahtangga ) makin pinter memilah sampah sebelum masuk ketempat sampah.

Hasilnya adalah berkarung-karung tetrapak, plastic refill, karton susu, sachet kopi dsb memenuhi sudut rumah saya yang imut ini.  Dengan ngeri saya membayangkan, ini baru sampah dari rumah saya, gimana kalau 1 RT dengan 100 rumahtangga ?

Lalu saya coba menghubungi alamat2 yang kabarnya menerima sake ( sampah kering ) untuk didaurulang, tapi ternyata sekarang mereka sudah tidak lagi menerima sampah untuk didaur ulang.

Akhirnya saya dan suami membawa sampah2 non organik itu ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang ada di kompleks perumahan saya, yang kebetulan hari itu hanya ada 'sedikit' tumpukan sampahnya.


....dan ngobrol dengan 'pengelola' TPSS nya - Pak Muhammad - dan anaknya di sana....


"Pak, nerima sampah2 plastik ngga ? "
"Iya, nerima, pak"
"Trus nanti diapain sampahnya ?"
"Ya disatuin lagi sama sampah2 yang lain, pak. Kita cuma ambil botol2 aqua dan karton susu nya aja yang laku dijual lagi"


Laaahhh....@#$%*&...
Jujur, semangat saya sempat agak drop beberapa level waktu itu...meskipun kami sempat 'mengandai-andai' bagaimana kalau  ada pelatihan, sekaligus wadah untuk mereka mengolah sampah2 organik dan non organik untuk didaur ulang. Mereka menyambut dengan baik ide kami, dan menyatakan bersedia diajak dan mengajak teman2nya yang baru kena PHK dari pabrik garmen tempat mereka bekerja yang sekarang menganggur untuk diberdayakan. Hanya saja, ternyata kami tidak punya cukup waktu tersisa untuk mewujudkannya.

Ternyata, menurut informasi yang saya terima beberapa waktu lalu, kota Depok memang belum punya sistem pengelolaan sampah terpilah.  Imho, penyediaan tong2 sampah terpilah di banyak tempat dari pemerintah kota bisa jadi mubazir bila tidak diiringi edukasi kepada masyarakat dan sistem pengelolaan sampah terpilahnya.

Saya kira, ide yang bagus banget kalau kota Depok bisa membuat greenmap seperti yang sudah dilakukan di beberapa kota lainnya di Indonesia.

Sebagai warga Depok, sebenarnya saya ingin bisa berkontribusi membuat Depok menjadi kota yang bersih dan nyaman untuk ditinggali, tidak hanya bisa mengeluh dan menuntut. Tapi, bagaimana ya ?

14 July 2010

Catatan Perjalanan : Susur pantai selatan ( selesai )

lanjutan dari catatan perjalanan : susur pantai selatan ( part 2 )

Pagi itu, Minggu 4 Juli 2010
pas menjelang adzan subuh, ayam jago yang tidur di bawah 'tempat tidur' kami di depan rumah pak nelayan ( aduh, saya kok sampai lupa namanya ) berkokok membangunkan kami. Suasana jadi hidup lagi karena kak Udi tiba2 memutuskan untuk latian berkokok, ditambah kak Edie yang membela kaum ayam jago ngga rela kalau ada kaumnya yang berkokok dengan suara fals ! ^_^

Bagas jadi ikut terbangun dan langsung semangat waktu dikabari kalau Jerman menang 4 - 0 lawan Argentina !!

Saya bergegas ke musholla membangunkan putri2 yang tidur di sana.

Kegiatan pagi sesudah shalat adalah bersih2 diri, membereskan sleeping bag, dan menyiapkan sarapan. Adik2 penggalang sudah membawa bekal untuk sarapan, ada yang membawa sebungkus indomie ( dan telur juga sebenernya ), yang ga mau repot cuma makan Pop Mie ( waduh, tenaganya cukup ngga ya kalau cuma makan Pop Mie ? )

Kak Udi membongkar backpacknya utk mengambil kompor camping yg menurut perasaan kak Udi sudah dimasukkan ke dalam backpacknya kemarin sebelum berangkat. Ah ternyataaa....itu cuma perasaan kak Udi saja - atau memang sudah dibawa dalam mimpinya - karena yang dibawa cuma tabung gas kecilnya...hihi...ya sudahlah, pakai 'kompor' spiritus aja...cuma Bagas & Yudi yang masak indomienya sendiri...sip !

Pemilik rumah yang baik hati itu dari pagi buta juga sudah menyiapkan pisang goreng untuk kami. 2 potong pisang goreng ditambah segelas teh manis hangat cukuplah buat energi saya melanjutkan perjalanan.

tim ayam jago berkokok dengan rumah nelayan di latar belakang
Sebelum melanjutkan perjalanan, kak Edie memberi tugas buat adik2 untuk mengeksplorasi jejak kaki binatang yang mampir di pantai, dan mereka harus menggambarnya di pasir pantai sesudah mengeksplorasi.

menggambar jejak binatang

Ada binatang apa saja ? Regu putri berhasil menemukan jejak kucing dan kepiting...tapi ada satu jejak yang ngga berhasil ditebak yang ternyataaa...jejak kambing...( halah..kambing mainnya ke laut juga ya ? )

siap berangkat

Jam 7.30 
perjalanan hari ini tidak seperti kemarin yang melewati tumpukan batu dan memanjat tebing karang di pantai perawan yang sepi. Kami hanya berjalan menyusuri pantai pasir di pantai wisata. Sudah tidak ada tantangan berarti sebenarnya.

Melewati penginapan yang berderet di sepanjang pantai, orang-orang yang berlibur dengan bermain pasir dan ombak, melewati para pendulang emas, dan pengumpul batu yang akan dijual sebagai penghias halaman rumah.

batas cakrawala

Sampai akhirnya pantainya mentok karena tebing karangnya terlalu berbahaya untuk dilewati tanpa peralatan. Kami terpaksa mengambil route ke atas dulu lewat jalan raya. Sempat berhenti sejenak sebelum sampai ke jalan raya, dan memandang pemandangan miris di kejauhan. Perusakan lingkungan oleh manusia membuat bukit itu tidak hijau lagi...:((

bukit yang sedikit demi sedikit menjadi tidak hijau lagi
setelah berjalan sedikit melewati jalan raya, kak Edie berbelok lagi ke arah pantai...kami terus berjalan menyusuri pantai pasir di bawah sinar matahari pagi yang cerah, di tengah hiruk pikuk dan keceriaan orang-orang yang menghabiskan waktu liburan di pantai, sampai akhirnya harus naik lagi sesudah sampai di teluk.
Mungkin inilah route terberat yang dijalani adik-adik..
Tanjakan dan turunan ekstrim di jalan raya membuat fisik dan mental menjadi sangat lelah. Saran kak Udi dan kak Edie untuk berjalan dengan mengatur nafas dan tidak banyak berhenti duduk beristirahat ternyata tidak  banyak memotivasi. Kekuatan itu sebenarnya bisa diperoleh dari energi positif yang kita berikan kepada pikiran kita.

tanjakan
turunan
Sekitar jam 10 pagi  
Hanya tinggal 3 km menjelang akhir route sesudah melewati tanjakan dan turunan ekstrim, menimbang kondisi peserta putri yang sudah tampak sangat kelelahan, kak Udi memutuskan menyewa angkutan untuk membawa kami kembali ke final destination.

Inilah the end of this adventure.
Alhamdulillah, untuk saya pribadi, banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari perjalanan kali ini. Insya Allah menjadikan saya pribadi yang lebih tangguh ( maunya sih ). Mencoba memahami berbagai karakter manusia. Selalu berpikir positif dan senyum adalah energi yang bisa mempengaruhi pikiran kita dan orang-orang di sekitar kita untuk menjadi lebih kuat. Senyum, santai dan syukuri, insya allah membuat perjalanan ini menjadi pengalaman seru yang menyenangkan..
Great adventure ! thanks a lot to kak Edie

10 July 2010

Catatan Perjalanan : Susur Pantai Selatan ( part 2 )

Lanjutan dari catatan perjalanan : susur pantai selatan ( part 1 )

Setelah cek & ricek gembolan, mengencangkan tali-tali backpack, briefing dan berdoa, kami berangkat menuju pantai. Melewati jalan setapak perumahan penduduk yang semakin lama semakin jarang.  Menyusuri jalan pematang berlumpur yang bersebelahan dengan jurang di sebelah kanan, melewati sawah - sawah penduduk, kami terus melangkah dengan hati2.

jalan pematang berlumpur 

Cuaca sore itu cukup mendung, hujan turun rintik-rintik waktu akhirnya kami sampai di pantai setelah menempuh sekitar 1 jam perjalanan.

Pantainya masih perawan, sangat sepi, tidak ada tapak kaki selain tapak-tapak kami.  Sungguh pemandangan yang luarbiasa. Hanya sayangnya sepanjang perjalanan banyak sampah bekas bungkus snack bertebaran di jalan yang kami lalui :((

pantai perawan

Kami terus berjalan melewati  tumpukan batu2 yang seakan tidak ada habisnya..
Disinilah ketahanan fisik dan mental kita diuji. Dalam kondisi seperti ini karakter asli seseorang bisa jadi muncul tanpa disadari dan menimbulkan energi negatif yang mempengaruhi daya tahan orang-orang di sekelilingnya. Itulah sebabnya kak Edie hanya mengajukan 3 syarat sebelum kami melakukan perjalanan, yang oleh Kak Udi dibuat jadi 3 S : Senyum, Santai dan Syukuri ! ^_^

Lelah bisa jadi tidak terasa kalau kita bersyukur bisa menikmati hamparan luas alam yang indah mengagumkan tiada tara. Debur ombak di sisi kanan, hutan hijau dan air terjun kecil di sisi kiri yang tidak habis-habisnya.
Subhanallah…

jalan bebatuan

Di beberapa point, ketika kita tidak bisa melewati pantai karena ombak yang tinggi, kita juga harus mendaki tebing karang yang terjal dan licin. Tidak terlalu sulit juga sebenarnya, tidak perlu peralatan lain seperti tali, tapi tetap harus waspada dan  hati - hati jangan sampai terpeleset.

salah satu dari tebing karang yang harus dipanjat

 goa di tepi pantai

Hari sudah semakin gelap, lampu-lampu hotel dan resto di seberang teluk sudah mulai menyala. Sudah 2 jam lebih kami berjalan menyusuri bebatuan di pantai yang sepi di tengah hujan rintik-rintik, melewati goa yang gelap dengan baunya yang khas. Jalan sudah mulai tidak terlihat tanpa bantuan senter. Hmmmm....sepertinya kita agak terlambat berangkat sore tadi...

Sampai akhirnya, pas menjelang maghrib, kami melangkah ke salah satu rumah nelayan di pinggir pantai yang menerima kami dengan keramahan dan keterbukaannya mempersilakan kami beristirahat meluruskan kaki sekaligus menumpang menginap di depan rumah dan musholla nya.

Segelas kopi hangat yang airnya dimasak dengan kayu bakar dan sebungkus kacang di bawah cahaya lampu petromak dengan pemandangan shilouette kapal nelayan, kerlap kerlip lampu-lampu indah nun jauh di seberang laut menemani saya malam itu. Adik-adik menghabiskan bekal yang mereka bawa, kak Edie memesan semangkuk indomie telur pada pemilik rumah. Alhamdulillah.....

rumah nelayan di daerah PasirBaru, sekitar 7 km arah timur Cibareno

Malam itu, sesudah renungan malam menutup hari, semua segera beristirahat mengumpulkan tenaga untuk meneruskan perjalanan besok pagi.  Buat saya pribadi, perjalanan ini menjadi sebuah pengalaman menarik yang mengayakan batin, menyegarkan tubuh dan pikiran yang penat dengan rutinitas, sekaligus menambah wawasan akan kehidupan...

~ to be continue
waypoint desa di daerah Pasir Baru ini baru setengah perjalanan menuju final destination.
lanjutan kisahnya di sini 

Catatan Perjalanan : Susur Pantai Selatan ( part 1 )

Hari masih gelap di hari Sabtu, 3 Juli 2010 ketika saya dan kak Udi bersiap-siap untuk berangkat. Rencananya sesudah shalat subuh berjamaah di Masjid Al Mukhlishun, kami bersama adik-adik penggalang akan berangkat ke Pelabuhan Ratu untuk kegiatan susur pantai.

Rencana berangkat jam 5 pagi sempat tertunda karena ada beberapa masalah. Akhirnya jam 6 pagi kami ber-12 - Tara, Winny, Tania, Dhita, Dilla, Febi, Bagas, Yudi, Kak Udi, Kak Saivon, saya dan Pak Dimas - baru bisa berangkat dengan 2 kendaraan pribadi.

Kendaraan 1 langsung berangkat ke Pelabuhan Ratu, kendaraan 2 yang isinya kak Udi, saya, Bagas dan Yudi berangkat ke Bogor untuk menjemput Kak Edie, instruktur susur pantai kami :)

Perjalanan cukup lancar - meskipun agak sedikit macet di daerah Sukabumi - kami tiba di Pelabuhan Ratu sekitar pk. 10.30. Mengantarkan kak Edie ke tempat ibadah dulu yang ternyata lokasinya dekat sekali dengan Goa Lalay.

di depan goa lalay

Di Goa yang dulunya menjadi tempat wisata ini kondisinya sangat memprihatinkan. Ada beberapa sisa warung di depan. Dalam goa, hanya ada sejumlah kelelawar dan beberapa orang penduduk setempat yang sedang mengumpulkan kotorannya untuk dijadikan pupuk kompos berkualitas ekspor. Baunya sudah tercium jauh sebelum kami memasuki goa :)

Jam 12 siang, makan siang di Pelabuhan Ratu

Sesudah mampir shalat dzuhur, kami menemukan warung kecil dengan bangku2 menghadap ke laut untuk membuka perbekalan yang kami bawa dari rumah masing-masing.. nikmatnya...tanpa terasa jam sudah menunjukkan pk. 14.30 an waktu kami selesai makan. Harus bergegas berangkat kalau ngga mau kemalaman menyusur pantai dan air laut semakin pasang.

Kak Edie memberi pengarahan sebelum melakukan perjalanan menyusuri pantai.
Hal pertama yang disampaikan adalah 3 syarat untuk perjalanan susur pantai yaitu SENYUM, RILEKS dan ENJOY !!

Perlengkapan yang dibawa juga sebaiknya seringkas mungkin..
1 stel pakaian ganti, jaket/jas hujan, makanan secukupnya, senter, sarung/mukena, sikat gigi odol, obat nyamuk gosok, p3k, ditambah matras dan topi. Semua harus bisa masuk ke dalam backpack, dan dibungkus plastik, tidak ada yang dijinjing. HP dan Camera kalau ngga dibungkus plastik lebih baik ditinggal saja. Jangan lupa juga bawa air minum seperti pocari sweat yang cukup, dan minum sedikit demi sedikit saja di perjalanan. Yang penting juga, sebisa mungkin menggunakan backpack dan alas kaki yang kuat dan nyaman dipakai.

Jam 3 sore, siap berangkat

2 mobil kami titipkan di warung tempat kami makan siang itu, warung di Cisolok ini menjadi final destination kami nantinya. Kami mencarter angkutan umum seharga Rp. 100.000 untuk mengantar kami ke Cibareno ( sekitar 1/2 jam perjalanan dari final destination di Cisolok tadi, melewati batas propinsi Jabar ke Propinsi Banten ).  Waah...perjalanan Cisolok - Cibareno buat saya benar-benar uji nyali dunia fantasi !! Tanjakan dan turunan ekstrim menuntut keahlian dan kelincahan supir angkutan yang membawa kami ber-13 sekaligus dengan gembolannya .

 Tanjakan terakhir sebelum mendarat di terminal Cibareno

Kak Edie meminta supir menurunkan kami di terminal Cibareno yang sepi tidak ada tanda kehidupan terminal. Pemandangan yang sama seperti di Goa Lalay tadi. Hanya tersisa warung2 yang tutup karena sepinya terminal.


~ to be continue...
 bagaimanakah perjalanan susur pantainya ? bagaimana tantangannya ?
ikuti lanjutan kisahnya di sini

26 May 2010

Komunitas Merajut

Sebenarnya saya mulai belajar merajut sama 'si mbak' nya ibu waktu SD dulu.
Lumayan lah, sekedar bisa bikin tusukan chain, single crochet, double crochet dan project lurus-lurus aja sih. Dan ngga sampai ditekunin. Baru belakangan ini, saya tertarik banget untuk mulai merajut lagi sesudah melihat beberapa teman merajut.

Merajut dan Merenda

Istilah merajut sebenarnya dipakai untuk knitting atau breien yang menggunakan 2 jarum seperti sumpit. Teknik yang sangat berbeda dengan crocheting atau hakken yang menggunakan jarum pengait, yang disebut merenda dalam bahasa Indonesia.

Sekarang ini saya masih belajar crocheting, dan ikut komunitas online Mari Merajut. Asyiknya gabung dengan komunitas ber hobby sama, kita bisa saling berbagi pola, buku, ide, teknik dan semangat berkarya.

Anggota komunitas ini berjumlah 1000-an lebih dan tersebar di seluruh dunia.
Bersebrangan dengan paradigma kebanyakan orang bahwa merajut itu kerjaan nenek2 dengan kursi goyangnya, ternyata anggotanya tua muda, perempuan dan para pria macho juga dari berbagai macam profesi !

Kopdar Komunitas Mari Merajut Depok
Beberapa waktu lalu, rajuters ( sebutan untuk anggota komunitas ini ) yang tinggal di Depok bikin kopdar di Zoe,  Margonda.  Ada project besar yang akan dikerjakan bersama2 oleh komunitas ini dalam rangka penyelenggaraan Festival Rajutan Indonesia yg ke-2 ( 23 Juni - 11 Juli 2010 ) yaitu membuat batik kawung terbesar di dunia !

Batik Kawung

Motif batik kawung ini dibuat dengan teknik crochet dari 140 buah square berukuran 4 x 4 yang disambung2 menjadi seperti ini.

Motif Batik Kawung
Alhamdulillah, batik kawungku sudah selesai ( pegel juga ngerjainnya...^_^ ) dan siap dikirim untuk disambung dengan yang lain...

Gambar dipinjam dari blog Batik Rajut  

20 May 2010

Kehabisan kata untuk pendidikan

Ketika 2 SMA Negri di Depok menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional full, tidak ada lagi kelas reguler disana, saya sempat bertanya-tanya...

Mau dibawa kemana pendidikan anak2 kita ?

Sebagai ibu rumah tangga biasa, saya juga ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak sebagai bekal kehidupannya kelak. Harapan saya, semua anak Indonesia bisa menjadi pandai dimanapun mereka bersekolah. Semua anak berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan ilmu dari sekolah yang bisa menjadikan mereka mempunyai bekal untuk kehidupannya kelak.

Tapi dengan makin sedikitnya kursi yang tersedia, ketatnya persaingan untuk mendapat kursi dan mahalnya biaya pendidikan di sekolah-sekolah negeri yang menjadi RSBI, semakin kecil pula kesempatan yang bisa diperoleh oleh anak-anak kita. Hanya anak-anak yang sangat cerdas dan kaya saja yang bisa mendapat pendidikan. Dan itu hanya berapa persen saja dari jumlah anak usia sekolah.

Kemana anak-anak yang 'biasa-biasa' saja, yang kemampuan otak dan finansialnya sedang2 saja atau bahkan yang kurang mampu secara ekonomi bisa bersekolah ?

Mereka harus cerdas dulu untuk bisa mendapat beasiswa.

Lulus UAN pun belum menjamin hati menjadi tenang. Rata-rata NEM 8 koma sekian pun tidak cukup bersaing untuk melanjutkan ke sekolah negeri yang tersisa. Ini membuat sebagian orangtua siswa mengharuskan anak-anaknya mengikuti bimbel, tidak boleh mengikuti kegiatan lain selain belajar, atau bahkan menghalalkan segala cara agar anaknya bisa mendapat nilai yang bagus supaya bisa melanjutkan sekolah di SMA Negri yang bukan RSBI.

Yang terjadi selanjutnya cukup memprihatinkan. Menurut cerita anak saya, banyak anak-anak dari SMA Negeri favorit di Jakarta yang diterima di Institut terkenal di Bandung ternyata kemudian tidak dapat mengikuti kuliah karena terbiasa belajar 'ala bimbel'.

Ironisnya, teman2 saya kesulitan mencari kandidat untuk bekerja di perusahaannya karena ternyata jarang sekali ada kandidat yang kompeten dan siap kerja. Maka ngga heran banyak yang kemudian menjadi sarjana pengangguran.

Anak-anak dan remaja sekarang kehabisan waktu untuk bisa bermain, bersosialisasi dan mengembangkan diri sejak usia SD. Padahal pintar secara akademis saja menurut saya tidak cukup untuk menjadi bekal hidup. Banyak anak yang sebenarnya punya potensi di bidang non akademis tapi jadi tidak punya kesempatan untuk mengembangkannya.

Ngga heran kalau semakin banyak orangtua yang punya cukup waktu di rumah dan bisa berkomitmen, lebih memilih untuk homeschooling saja.

Ya, saya kehabisan kata untuk pendidikan di Indonesia...

Tapi, suami saya selalu mengingatkan untuk tidak menyalah2kan pihak lain, tapi intropeksi diri apakah kita sudah cukup berbuat untuk lingkungan kita.


Sekolah anak2 Sakai di pedalaman Riau,dimana suamiku meluangkan waktunya setiap hari Sabtu di tahun 2006 sewaktu bertugas di Riau untuk ikut mengajar disana

Belum banyak yang bisa kami lakukan. Kegiatan pramuka menjadi salah satu alternatif yang coba kami kembangkan untuk anak-anak dan remaja di sekitar kami. Dengan anggotanya yang tidak pernah lebih dari 30 orang, kami berusaha untuk tetap memberikan kesempatan untuk anak-anak ini mengembangkan potensi yang mereka miliki, memberi pembekalan berbagai macam ketrampilan, life skills, juga mencoba melatih kemampuan manajerialnya. Dan berharap, kelak pada saatnya nanti insya allah mereka akan siap terjun untuk membangun masyarakatnya.



Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Selamat Ulang Tahun yang ke-2 Pramuka Griya Depok Asri
20 Mei 2010

06 May 2010

deBlogger Community


Tahun 2006 adalah awal saya mulai menulis menggunakan media blog.
Sebetulnya awalnya saya hanya ingin menulis semacam otobiografi untuk alm ayah saya Prof Hasan Poerbo, MCD, dan dipilihlah media blog karena alasan lebih simpel dan berumur panjang dibanding menulis dalam format buku yang perlu biaya lebih besar dan jangkauan pembaca yang terbatas.

Ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri dengan kegiatan blogging. Selain memaksa otak saya untuk terus berpikir, juga menambah teman dan wawasan. Jadilah selama beberapa tahun berikutnya saya melanjutkan mencatat kegiatan saya sebagai ibu dengan 3 anak yang juga mengajar piano di sini.

Seiring dengan perjalanan waktu, tanpa terasa anak-anak yang tadinya menjadi bahan penulisan saya menjadi semakin besar dan bisa menulis blognya sendiri, saya jadi semakin jarang mengupdate blog saya ini. Ditambah kesibukan mengembangkan kegiatan pramuka di perumahan kami, dan belakangan ditambah lagi dengan mengelola Rumah Hobby Triztan waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu jadi terasa kurang.

Tapi passion untuk menulis ternyata tidak bisa hilang begitu saja.
Issue tentang lingkungan hidup buat saya sangat menarik untuk dipelajari dan ditulis. Jadi ketika teman2 dari Green Lifestyle 'menantang' untuk menulis sesuatu tentang gaya hidup hijau, saya tertantang untuk mulai menulis lagi.

Menulis - buat saya tidak dapat lepas dari referensi, dan salah satunya tentu saja didapat dari internet. Ini yang membuat saya terdampar tanpa sengaja di portal milik komunitas deBlogger atau Blogger Depok. Terkesan dengan  harapan deBlogger di masa yang akan datang untuk "dapat menjadi keluarga besar yang ramah bagi setiap blogger untuk mengembangkan hobi, minat, dan kemampuannya bagi pembangunan kota Depok pada umumnya" mendorong saya untuk memberanikan diri bergabung dengan anak-anak muda penulis blog yang luarbiasa ini.


Karena harapan deBlogger adalah menjadi keluarga besar yang ramah bagi setiap blogger, maka salah satu syarat untuk masuk dalam komunitas ini adalah kopdar !

Jadi hari Minggu, 2 Mei lalu, sebagai awal dari rangkaian acara milad atau ulangtahun pertamanya, pengurus yang digawangi  Dhodie Mulyana mengadakan community gathering berformat outbond di danau UI. Ide yang kreatif untuk membuat bonding dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara para anggota deBlogger !
Sekitar 60 orang anggota deBlogger lama & 'nyubi' seperti saya sukses dipaksa untuk berkenalan dan berteman. Salut untuk panitya atas kerjakerasnya !


Tim Google di salah satu area game


Blog adalah hasil karya. Apa yang tertulis tidak akan lekang oleh waktu, tetap akan dibaca meskipun sudah diposting bertahun-tahun lalu. Bahkan mungkin akan di-copas kalau isinya menarik dan bermanfaat bagi orang lain..;-)

Blog juga punya kekuatan besar untuk menginspirasi dan membuat perubahan.
So, bLoG yOuR LiFe ! Selamat milad dan maju terus deBlogger !

29 April 2010

Kumkum yang menambah ilmu

Tulisan hari ke-2 ber- kumkum, sambungan dari hari ke-1

Hari Minggu pagi 18 April 2010, tepat jam 7 pagi, bel pintu di rumah saya berbunyi. Ternyata Tama & Dimas anggota Perindukan Siaga Pramuka Griya Depok Asri sudah siap rapi mengenakan seragam berdiri di depan pintu.

Ya, hari ini seluruh anggota PGDA dari tingkat Siaga, Penggalang dan Penegak akan berangkat ber-Kumkum ke Museum Bank Mandiri, Kota Tua.

Semua bersemangat, tidak ada yang datang terlambat dan tidak ada yang lupa membawa bekal makan, minum sendiri. Meskipun sehari sebelumnya ada orangtua siaga yg mengusulkan untuk dikoordinir saja memesan makan siang di McD ( duh, kami berangkat ber-37 udah kebayang deh bakalan banyak sampah styrofoam & plastik nya kalau harus pesen makan di McD !! ) Jadi bunda punya kesempatan memberi pengertian bahwa membawa bekal sendiri tentu lebih menyehatkan ( sehat bergizi, sehat di kantong & sehat ngga nyampah...hehe..)



KRL yang selalu penuh, ngga kebagian duduk hampir sepanjang perjalanan ngga membuat adik2 siaga & penggalang ini mengeluh. Hafiz & Farras selalu bertanya "Ini stasiun apa, bunda ?" setiap kali KRL berhenti di stasiun, disambung pertanyaan "Berapa stasiun lagi, bunda ?" Wah, bunda juga belum hafal, jadi saya mengajak mereka menghitung sama2 jumlah stasiun yang mereka lewati sampai ke tujuan. Ada yang hafal berapa jumlahnya ?? ;-)

Lebih dari 1 jam perjalanan, akhirnya mendarat juga kami dengan selamat di Stasiun Kota, dan jam sudah menunjukkan pk 10 ! kita terlambat ! Saya berlari2 menuju aula besar di bagian belakang Musium, dan melapor pada pemberi materi workshop "Merancang Kota Lestari dari barang bekas". Komunitas ECU ( Education Care Unit ) menerima saya yang terengah-engah.."Boleeeh..boleh...berapa org yang mau ikut ? masih ada tempat kok" kata mereka dengan ramah.

Jadi sebagian dari pasukan PGDA yang duduk di kelas 3-6 SD langsung membentuk 2 kelompok diskusi. Masing2 kelompok didampingi oleh 3 mahasiswa dari UI.

Workshop Merancang Kota Lestari dari Barang Bekas

Pertama-tama mereka mendiskusikan kebutuhan dasar manusia, "Saya" dan apa saja kebutuhan hidup nya spt makan, pakaian, tempat tinggal, fasum, energi listrik, sumber air & limbah digambar menjadi spider web spt ini.



Setelah itu, mereka mulai membangun kota nya. Dengan melihat spider webnya, anak-anak membangun kotanya bersama2 dari kotak2 bekas susu, botol, dsb. dimana kebutuhan2 mereka dipenuhi dengan memanfaatkan apa yang ada, hanya membangun apa yang diperlukan, dan belajar memahami hubungan antar unsur-unsur lingkungan.


Wah, menyenangkan sekali, dan tentu saja anak-anak belajar banyak hal disini. Berdiskusi, berimajinasi, mengasah kreatifitas dan bekerjasama dengan teman2nya untuk membangun kota yang ramah lingkungan dan  nyaman untuk ditinggali. Terimakasih kakak-kakak dari ECU :)

sebagian kecil dari kota lestari di kumkum 
 

digabung menjadi kota lestari
 
Tanpa terasa, jam sudah menunjukkan pk.12 siang, di luar aula sudah sangat ramai dengan pengunjung kumkum.. Siaga yg masih duduk di kelas 1&2 sudah lelah juga diajak jalan2 oleh bunda Ita mengeksplorasi stand2 di bazar, sedangkan adik2 penggalang mendapat tugas mewawancarai beberapa stand dan mencari info sejarah tentang bank yang ada di Museum Bank Mandiri yang nanti harus dipresentasikan di latihan berikutnya.
Workshop Membuat Jam Matahari

Jam 1 siang, semua ikut belajar membuat jam matahari dipandu teman2 dari Himpunan Astronomi Amatir Jakarta dari kertas yang digunting & ditempel. Meski cukup sulit untuk anak2 siaga yg masih duduk di SD kelas 1-2, tapi Hafiz & Nisa tetap semangat menyelesaikannya. Sesudah selesai, di tengah teriknya matahari jam 3 sore, kami semua ke taman untuk ngetest...ternyata jam yg belum dikerjakan dengan rapi meleset 1/2 jam....ngga apa-apa masih bisa bikin lagi yang rapi di rumah, jamnya bisa didownload di web nya HAAJ....:)


Selesai sudah kami ber-Kumkum. Sebuah kegiatan yang menarik dan sangat bermanfaat bagi kami semua.
Dengan hanya mengeluarkan biaya sedikit, karena semua membawa bekal makan & minum sendiri, naik public transportation, dan mengikuti free workshop, kami mendapat banyaaak inspirasi dan wawasan tentang gaya hidup hijau.

Ya, kegiatan unik ini benar-benar sesuai dengan namanya..
"Kumkum untuk berbagi & berbuat"
Selamat & salut untuk panitya !.

Lebih banyak foto ada di sini

26 April 2010

Kumkum yang menginspirasi

Tulisan hari 1 ber-kumkum

“KumKum ? apa sih KumKum ?”

itu pertanyaan dari teman2 saya waktu saya cerita tentang pengalaman saya ikut kegiatan KumKum.
Kalau cerita tentang pengalaman…wah, panjang banget dan bisa ngga habis-habis diceritain. Karena banyak banget inspirasi dan wawasan yang didapat waktu kami ber-Kumkum.

Dengan sukarela dan ikhlas tanpa paksaan, saya mengacungkan 4 jempol saya untuk Armelly dkk. atas ide kreatif  & kerjakerasnya membuat kegiatan kumpul-kumpul untuk berbagi dan berbuat.

Ya, Kumkum adalah kependekan dari Kumpul yuk Kumpul untuk berbagi dan berbuat. Kegiatan positif ini menurut saya cukup berhasil memberi kesempatan pada puluhan komunitas untuk berbagi dengan masyarakat, bagaimanapun caranya, dengan membuka stand di bazaar atau memberikan workshop gratis. Pengunjung dari segala lapisan usia pun mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal dari kegiatan ini, khususnya bagaimana bergaya hidup hijau…bayangkan banyaknya ilmu yang bisa didapat dari banyaknya komunitas yang ikut berbagi ilmu !

Apa saja oleh-oleh kami dari KumKum ?  

Kompetisi Blog
Sekitar 1 bulan sebelum hari kumkum nya, panitya membuat kompetisi blog ttg gaya hidup hijau yang berhasil membuat saya kembali bersemangat utk mempraktekan gaya hidup hijau dan menuliskannya di blog saya. Hasilnya ? meskipun ngga menang, seneng banget banyak pengunjung yang mampir dan menulis email ingin belajar merajut plastik kresek, terinspirasi untuk merajut kresek, juga termotivasi untuk mulai mengelola sampah di rumahnya..
Jadi menurut saya, ini ide yang keren banged untuk mengajak orang untuk peduli dan mulai bergayahidup hijau sekaligus promosi kegiatan KumKum !  

Hari Sabtu, 17 April 2010
Seminggu sebelum nya, saya mengajak teman sesama pembina pramuka griya depok asri mendaftarkan 30 anggota pasukan siaga, penggalang dan penegaknya untuk menyerbu kumkum, ikut workshop “Merancang Kota Lestari dengan barang bekas” bersama komunitas ECU ( Education Care Unit ) dan “Membuat Jam Matahari dari barang bekas” oleh Himpunan Astronomi Amatir Jakarta yang dijadwal di hari Minggu, 18 April 2010

Kami berdua juga merencanakan hadir hari Sabtu, 17 April selain untuk survey, juga ikut workshop “Berkreasi dengan kertas bekas” yang diadakan oleh Komunitas Pencinta Kertas

Sabtu pagi itu...
kami berangkat naik KRL Ekonomi AC yang harga tiketnya jauh dekat Rp. 5500 saja dari stasiun Depok Lama , berangkat pk. 08.41 sampai di stasiun Kota sekitar pk. 09.30 pagi. Hari itu selain mengikuti workshop, kami juga ‘mempelajari’ suasana Kumkum, dan merencanakan apa saja yang bisa dilakukan pasukan kami besok . Sooo...excited ! 

Saya pribadi sangat terinspirasi bagaimana membuat kegiatan yang dihadiri 2000-an pengunjung perharinya tapi bisa bersiiih, minim sampah dengan membuat aturan bagi pengunjung untuk membawa bekal makan dan gelas ( tumbler ) sendiri, menyediakan air galon isi ulang gratis, tidak menyediakan kresek & styrofoam di semua stand nya, dan menyediakan banyak banget tempat sampah terpilah lengkap dengan pasukan ‘Jirowes’ (zero waste)  nya. 



Puas berkeliling menjelajah semua stand yang ada, kami memutuskan besok pagi sebelum ikut workshop siangnya, adik2 penggalang akan diberi tugas untuk mewawancarai beberapa stand dan mencari tau gimana cara membuat karya2 dari sampah.

Workshop berkreasi dengan kertas bekas


Workshop yang dibawakan oleh Ario Kiswinar dari KPK rame juga pesertanya. The fact bahwa pemilu di Indonesia menghabiskan puluhan ribu pohon buat bikin kertas suara yang cuma untuk dicoblos bikin miris banged, jadi termotivasi untuk bener-bener hemat kertas ! Hasil karya yang ditayangkan & karya member KPK nya juga sungguh menginspirasi  Ternyata kertas bekas ngga harus dijadiin bubur kertas untuk menghasilkan karya yang keren. Effectnya, sekarang jadi berpikirulang kalau mau membuang kotak2 bekas...bisa dijadiin apa nih ya ?

Jam sudah menunjukkan lebih dari pk 3 sore waktu kami turun ke taman dan melihat teman2 dari tobucil sedang mengajarkan ber-yubiami dengan plastic yarn. Pengen banget ikutan, sayang kami harus segera meninggalkan MBM kalau ngga mau ketinggalan KRL.
Dengan membawa oleh2 sejuta inspirasi dan wawasan sore itu kami pulang ke Depok, untuk menyiapkan diri berangkat lagi besok dengan membawa pasukan...

bersambung ke hari 2
gimana sih cara merancang kota lestari dan membuat jam matahari ?

Foto2 dipinjem dari sini dan sini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...