Pagi itu, Minggu 4 Juli 2010
pas menjelang adzan subuh, ayam jago yang tidur di bawah 'tempat tidur' kami di depan rumah pak nelayan ( aduh, saya kok sampai lupa namanya ) berkokok membangunkan kami. Suasana jadi hidup lagi karena kak Udi tiba2 memutuskan untuk latian berkokok, ditambah kak Edie yang membela kaum ayam jago ngga rela kalau ada kaumnya yang berkokok dengan suara fals ! ^_^
Bagas jadi ikut terbangun dan langsung semangat waktu dikabari kalau Jerman menang 4 - 0 lawan Argentina !!
Saya bergegas ke musholla membangunkan putri2 yang tidur di sana.
Kegiatan pagi sesudah shalat adalah bersih2 diri, membereskan sleeping bag, dan menyiapkan sarapan. Adik2 penggalang sudah membawa bekal untuk sarapan, ada yang membawa sebungkus indomie ( dan telur juga sebenernya ), yang ga mau repot cuma makan Pop Mie ( waduh, tenaganya cukup ngga ya kalau cuma makan Pop Mie ? )
Kak Udi membongkar backpacknya utk mengambil kompor camping yg menurut
Pemilik rumah yang baik hati itu dari pagi buta juga sudah menyiapkan pisang goreng untuk kami. 2 potong pisang goreng ditambah segelas teh manis hangat cukuplah buat energi saya melanjutkan perjalanan.
| tim ayam jago berkokok dengan rumah nelayan di latar belakang |
| menggambar jejak binatang |
| siap berangkat |
perjalanan hari ini tidak seperti kemarin yang melewati tumpukan batu dan memanjat tebing karang di pantai perawan yang sepi. Kami hanya berjalan menyusuri pantai pasir di pantai wisata. Sudah tidak ada tantangan berarti sebenarnya.
Melewati penginapan yang berderet di sepanjang pantai, orang-orang yang berlibur dengan bermain pasir dan ombak, melewati para pendulang emas, dan pengumpul batu yang akan dijual sebagai penghias halaman rumah.
| batas cakrawala |
| bukit yang sedikit demi sedikit menjadi tidak hijau lagi |
Mungkin inilah route terberat yang dijalani adik-adik..
Tanjakan dan turunan ekstrim di jalan raya membuat fisik dan mental menjadi sangat lelah. Saran kak Udi dan kak Edie untuk berjalan dengan mengatur nafas dan tidak banyak berhenti duduk beristirahat ternyata tidak banyak memotivasi. Kekuatan itu sebenarnya bisa diperoleh dari energi positif yang kita berikan kepada pikiran kita.
tanjakan
turunan
Sekitar jam 10 pagi Hanya tinggal 3 km menjelang akhir route sesudah melewati tanjakan dan turunan ekstrim, menimbang kondisi peserta putri yang sudah tampak sangat kelelahan, kak Udi memutuskan menyewa angkutan untuk membawa kami kembali ke final destination.
Inilah the end of this adventure.
Alhamdulillah, untuk saya pribadi, banyak pelajaran berharga yang saya dapat dari perjalanan kali ini. Insya Allah menjadikan saya pribadi yang lebih tangguh ( maunya sih ). Mencoba memahami berbagai karakter manusia. Selalu berpikir positif dan senyum adalah energi yang bisa mempengaruhi pikiran kita dan orang-orang di sekitar kita untuk menjadi lebih kuat. Senyum, santai dan syukuri, insya allah membuat perjalanan ini menjadi pengalaman seru yang menyenangkan..Great adventure ! thanks a lot to kak Edie
Fuih ceritanya panjang sekali, hebaaat. Eh, dulu waktu masih SMP kita pernah kemah beberapa hari di pantai, hasil akhirnya, pas pulang kulit jadi lumayan hitam. Apakah itu juga berlaku bagi Mbak Lita sekeluarga? :)
ReplyDelete@Fiz : hehe...namanya juga catatan perjalanan...kl soal kulit hitam..mmm..engga sih soalnya kita ngga kemah di pantai..:D
ReplyDelete...
ReplyDeleteMba Lita ijin baca artikel dan numpang komen ya...
artikelnya bagus bgt, inspiratif dan memberikan banyak masukan.
terima kasih.
thanks .
admin
Home Appliances and Home Improvement