30 March 2009

Pendidikan Lingkungan

Salah satu nilai yang ditanamkan pada peserta didik di pendidikan kepramukaan adalah pendidikan lingkungan sebagai salah satu point dalam Dasa Darma Pramuka “Cinta alam dan kasih sayang sesama manusia”
Kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan memang tidak tumbuh begitu saja di tengah derasnya arus kesenangan duniawi yang melenakan seperti game, TV dll..

Untuk pendidikan lingkungan ini, beberapa ‘perangkat’ sudah disediakan oleh Gerakan Pramuka, seperti misalnya Syarat Kecakapan Khusus ( SKK ) Juru Kebun dan SKK Penghijauan.

Berbasis pada 2 hal ini, pramuka penggalang di PGDA membuat rangkaian program kegiatan dalam rangka menambah wawasan dan meningkatkan kepedulian remaja terhadap dampak Global Warming.

Pentingnya Penghijauan

Menjadi topik diskusi para penggalang beberapa waktu lalu, dilanjutkan dengan menambah pengetahuan dasar mengenai jenis2 pohon, cara menanam dan merawat tanaman.


Earth Hour Indonesia

Earth Hour 2009 yang untuk pertamakalinya diikuti oleh Negara Indonesia menjadi salah satu moment untuk menumbuhkan rasa peduli anak-anak dan remaja pada lingkungan dan bumi.

Kak Udi menjelaskan Global Warming

Earth Hour bukan hanya sekedar ‘mematikan lampu selama 1 jam’, seperti yang dikira beberapa teman, tapi ada pesan yang ingin disampaikan..

Earth Crisis !!

Kerasa ngga sih kalau bumi makin panas ? pagi terasa siang yang menusuk ? siang membuat dehidrasi ? musim kemarau lebih panjang ? demam berdarah muncul dimana2 ? hujan deras tiba2 datang mengundang banjir ?

Ya, suhu bumi memang naik, bahkan dapat diprediksi suhu bumi akan menjadi jauh lebih panas dari sekarang dalam beberapa taun mendatang. Kenaikan suhu bumi yang tidak wajar ini dikenal sebagai Global Warming atau Pemanasan Global.

Kok bisa ya ? 

Permukaan bumi dilapisi dengan Gas Rumah Kaca ( GRK).
GRK adalah sekumpulan gas yg berfungsi sbg panel kaca, spt rumah kaca di rumah pembibitan di pertanian atau perkebunan. Ketika memasuki atmosfer Bumi, panas matahari harus melewati panel ini. Kemudian diserap oleh tanah, air dan ekosistem lain. Makanya Bumi terasa hangat. Kalau tidak ada GRK, Bumi tidak layak ditinggali karena dingin dan beku. Nah, panel GRK menangkap panas matahari agar tidak seluruhnya terlepas ke angkasa.
Proses ini disebut Efek Rumah Kaca.
Berarti, secara alami GRK penting untuk kehidupan Bumi.

Tapi…

GRK di atmosfer bertambah kian hari kian cepat. Bahkan terlalu cepat sehingga menjadi padat dan malah menghalangi panas matahari yang seharusnya dikeluarkan.

Jadilah, Bumi semakin panas !
Kini yang terjadi justru Climate Change atau Perubahan Iklim.

Dan itu semua disebabkan oleh aktivitas kita !

Saat kita menonton TV, menyalakan AC, menyalakan lampu, menggunakan pengering rambut, mencuci dengan mesin cuci, main video game, menyetrika baju dan semua aktivitas yang menggunakan listrik berarti kita sudah membuat bumi makin panas !
Tidak bisa dibantah lagi, Pemanasan Global mengancam hidup tumbuhan, hewan, dan manusia.

Harus ada aksi nyata dan segera !

Apa yang bisa SAYA lakukan ?

Semua berawal dari rumah kita sendiri. Ketika kita tau CO2 paling banyak dikeluarkan oleh sektor listrik, 1 hal kecil yang bisa dilakukan dan memberi hasil maksimal adalah berhemat listrik. Gampang kan ? Siapapun bisa. Dan, murah.
Dengan berhemat, Indonesia tidak perlu membangun pembangkit listrik berbahan bakar fosil lagi.

Jadi pesan dari Earth Hour itu jelas…
Dampak dari perubahan iklim yang disebabkan oleh emisi karbon menunjukkan ancaman besar pada kehidupan manusia di bumi. Hanya dengan mengubah sikap masyarakat dunia secara global dalam penggunaan sumber energi yang menghasilkan emisi karbon, kita dapat mengurangi ancaman ini.
Karena cuma ada 1 bumi, kapan lagi kalau bukan sekarang ?

sumber : wwf

12 January 2009

Ujian masuk universitas

Bulan2 ini udah mulai pendaftaran test masuk universitas, anak2 calon mahasiswa & ortu nya pada sibuk berburu info seputar USM. Dan kemarin ada temen yang ngirim sms :

"....anak gw pengen masuk fakultas kedokteran, tapi dia pengen juga ikut test mandiri ITB. Kalau misalnya ketrima di ITB, apakah masih bisa ikut test UMPTN ?..."

Siapa yang bisa bantuin jawab ? 

02 January 2009

Penghijauan bersama Unilever

Pada tgl. 30 November 2008, Unilever Indonesia kota Depok dalam rangka ulangtahunnya yang ke 75 tahun berkiprah di Indonesia menawarkan kerjasama dengan Pramuka Griya Depok Asri Gugusdepan 2255 – 2256 untuk Program Green & Clean dengan tema “Merangkai Cerita untuk Kehidupan yang Lebih Baik”

Ditawarkan penanaman sebanyak 50 pohon, dan pembuatan 50 lubang biopori di lingkungan perumahan Griya Depok Asri.


Berdasarkan masukan dari berbagai sumber, termasuk juga dari teman-teman di facebook, ada beberapa jenis pohon yang dipilih, antara lain pohon angsana, tanjung, asem, ceremai, sawo kecik, glodokan tiang, dan bambu.

Berikut petunjuk teknis bagaimana cara menanam pohon yang disampaikan oleh Bpk. Subagio Danuningrat yang dipost di mailing list Green Lifestyle.

Petunjuk Teknis Penanaman Pohon :

1. Ambilah tanaman dalam polybag ( kantong plastik hitam ). 
2. Kemudian kita membuat lubang berukuran 30 X 30 X 30 cm ( ukuran dapat berubah , sesuai besar/kecilnya pohon ). 
3. Pada waktu menggali , kita pisahkan tanah asal bagian atas dan bagian bawah. Lubang dibiarkan terbuka selama satu minggu. 
4. Tanah asal dicampur pupuk kandang dengan perbandingan 1 bagian pupuk, 2 bagian tanah. 
5. Kembalikan tanah asal bagian bawah kedalam lubang. 
6. Keluarkan bibit dari polybag dengan hati-hati agar tidak merusak akar. 


7. Letakan bibit kedalam lubang. 
8. Tanaman diberi penunjang dari bambu atau kayu ( Asir ). 
9. Kemudian uruglah lubang dengan tanah bagian atas yang telah dicampur dengan pupuk. 
10. Tanah dipadatkan, usahakanlah lebih rendah dari tanah asal. Memadatkanya bisa dengan kaki, tangan atau alat. 
11. Siramilah secukupnya pagi dan sore . 
12. Peliharalah dengan menyiram secara rutin, memberi pupuk dan membasmi hama. 

Pemeliharaan :

1. PENYIRAMAN,

tanaman perlu mendapatkan air yang cukup guna kelangsungan hidupnya. Apabila tidak ada hujan harus disirami agar tidak kekeringan. 

2. PENDARINGAN,

pendaringan (diarit/dioreg-oreg) dilakukan untuk mencegah persaingan antara tanaman dengan tanaman liar. 

3. PEMUPUKAN,

agar tanaman lebih subur dapat dilakukan pemupukan. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang atau kompos, dengan dosis 2 -4 kg/m2. 

4. PEMBERANTASAN HAMA DAN PENYAKIT,

pemberantasan hama dan penyakit harus segera dilakukan apabila terlihat tanda-tanda serangan. Pemberantasan hama dilakukan dengan penyemperotan insectisida, sedangkan pemberantasan jamur dilakukan dengan penyemperotan fungsida. Dosis dan interval waktu penyemprotan disesuaikan dengan petunjuk yang ada.


Let us Make Dreams Real in Plantting One Million Trees.
 Preserve Planet Earth  
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...