26 February 2012

Blog itu apa sih ?

*gubrak* sempat kaget juga sih hari gini ternyata masih ada pertanyaan seperti di atas. Pertanyaan itu datang dari teman2 saya sesama guru musik ketika ada yang memberi selamat pada saya karena salah satu tulisan saya mendapat apresiasi di Lomba Blog Depok

Saya jadi maklum dengan pernyataan "ibu rumah tangga ngeblog itu kan langka" dari seorang wartawan yang mewawancara saya waktu itu. Meskipun sebenarnya pernyataan itu ngga sepenuhnya benar kalau melihat jumlah ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam Lomba Blog Depok.

Apalagi waktu saya berkunjung ke blog Ibu Maya, Ibu Tami, dan Ibu Ratna para mommies blogger finalis 10 besar yang bersahabat dan tulisan2nya sangat inspiratif. Wah, saya harus berterimakasih pada panitya lomba blog Depok yang sudah memberi ruang bagi mommies blogger sehingga menambah jumlah kenalan mommies blogger Depok yang menginspirasi banyak hal pada saya.

Kembali ke pertanyaan di awal.
Saya jadi ingat pernah melontarkan pertanyaan yang sama pada teman-teman online saya hampir 6 tahun yang lalu. Dan saya mendapat jawaban bahwa intinya blog itu adalah jurnal. Jadi yang kemudian terbayang adalah waktu jaman penggalang dulu jadi ketua regu, saya terbiasa menulis dan mengajak anggota regu saya untuk mengisi logbook yang isinya catatan kegiatan pramuka kami ( baca ceritanya di weBlog dan LogBook ) .

Kebetulan saya memang sedang mencari format yang cocok untuk membuat biografi ayah saya. Akhirnya saya memutuskan menggunakan format blog untuk dokumentasi biografi online untuk ayah saya Prof.Ir.Hasan Poerbo (alm), yang kemudian di Wiki kan oleh kakak sulung saya di sini

Tahun 2006 itu, waktu saya mulai ngeblog, rasanya blogging lagi ngetrend, semua teman online perempuan saya rata-rata punya blog. Padahal menurut saya, jaman itu ngeblog mah susah. Udahlah bikin kepala saya jadi ngebul karena harus melototin komputer selama berjam-jam untuk membaca HTML nya kalau pengen ganti theme, juga bikin kantong bolong karena akses internet nya masih dihitung waktu.

Beda banget dengan sekarang yang udah jauuh lebih mudah, tinggal 'drag and drop' aja, dengan akses internet unlimited yang cukup bisa dijangkau kantong, atau cari wifi gratisan di cafe2, jadi sebenernya memang ngga ada alasan lagi untuk malas ngeblog ;)

Sesudah 3 taun mengalami pasang surut blogging - ditambah setaun hiatus - , merasa perlu berkomunitas sebagai blogger dan sempat melontarkan pertanyaan di posting blognya Andi Cempluk tentang komunitas blogger di Depok, baru setahun belakangan ini saya berani menyatakan diri saya adalah seorang blogger sesudah bergabung dengan Komunitas Blogger Depok ( deBlogger ) ...hehehe..karena temen2 deBlogger lah saya akhirnya termotivasi untuk terus berkarya dan menulis..

dengan deBlogger di Pesta Blogger 2010

ditambah lagi sekarang ada komunitas baru Emak2 Blogger ( KEB ) yang merupakan kumpulan blogger perempuan Indonesia, yang mudah2an bisa ikut memberi kontribusi positif bagi pembangunan bangsa melalui karya2 tulisannya, karena saya percaya bahwa perempuan itu punya andil yang besar bagi pembangunan bangsa karena merekalah sebenarnya pembina utama bagi putra putrinya yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini...#uhuk

Aktivitas nge - blog

Posting :
konten blog saya agak bergeser dari awal saya mulai ngeblog. Sebagai ibu sekaligus guru piano, dulu saya lebih sering berbagi tentang kegiatan anak-anak saya, dan juga menuangkan apa yang ada di kepala saya tentang per-piano-an. Tapi karena sekarang mereka -anak-anak saya- sudah bisa menuliskan kegiatannya di blognya sendiri -salah satunya di sini- saya jadi lebih banyak berbagi tentang keprihatinan saya pada lingkungan hidup, selain kegiatan saya mengembangkan Pramuka Griya Depok Asri.
"Menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain ternyata membuktikan bahwa meskipun blog ini sempat mati suri dan lumutan karena ngga pernah ditengok apalagi diupdate, beberapa posting menarik yang pernah saya posting bertahun-tahun lalu masih saja dikunjungi sampai hari ini"
Blogwalking :
dulu di awal2 ngeblog, yang namanya blogwalking atau jalan-jalan saling mengunjungi blog teman, mengomentari posting, atau meninggalkan jejak di shoutbox sekedar menyapa "hai, selamat pagi, apa kabar ?" atau "hai, salam kenal, tukeran link yuk" menjadi kegiatan wajib sebagai blogger. Tapi sekarang saya menghilangkan shoutbox itu karena lebih banyak spammer nya daripada tamu aslinya..

Ngutakatik template :
Dulu ini salah satu kegiatan yang menyita waktu. Tapi sekarang udah lumayan ngga terlalu ribet buat saya -yang masih juga gaptek- karena tinggal copasmengopas aja.

Itu dia. Dengan aktivitas ngeblog ini saya mendapat banyak banget manfaat. Karena sifat blog yang interaktif, saya dapat memperluas network, berdiskusi, juga sering menerima masukan dari pengunjung blog yang memperkaya wawasan saya.

Dapat dikatakan, semua kegiatan offline saya bisa berkembang karena kegiatan online saya, salah satunya adalah dari aktivitas nge-blog selain join social network yang lain.

Tapi memang "kalau ngga ada kegiatan ngga ada yang ditulis, banyak kegiatan ngga sempat nulis" #curhatblog saya di twitter beberapa waktu lalu menjadi alasan kenapa saya ngga bisa sering update dan menulis posting baru, juga ngga sempat blogwalking dan menyapa teman2.
Maaf yaa...Kalau sudah begini apa masih sah menyebut diri ini blogger ? hik...

Sharing dong, bagaimana dengan aktivitas nge-blog kalian ?


* Tulisan ini didaurulang untuk diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

18 February 2012

Pembentukan Karakter Bangsa

"Pramuka membentuk pribadi dan karakter bangsa. Saya rasa itu penting ditanamkan sejak dini" 
begitu twit dari kak Dede Yusuf, ka Kwarda Jabar ketika ada yang menanyakan alasan mengapa blio nampak peduli dan begitu bersemangat dengan Pramuka dan kegiatannya.



Rasanya memang ada kecenderungan orangtua sekarang lebih fokus pada pendidikan akademis atau pengembangan individual anak. Bahkan para orangtua di kota besar seperti Jakarta bisa jadi merasa bangga kalau bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Internasional dan sehari-hari berbahasa Inggris di rumah dengan anak-anaknya.

Pendidikan karakter kebangsaan seakan-akan menjadi tidak penting, padahal bukankah kita hidup dan makan dari tanah Indonesia ?

Apakah benar pramuka bisa membangun karakter bangsa ?
Masih ingat lagu ini kan ?

kami pramuka indonesia,
manusia pancasila
satya ku kudarmakan
darma ku kubaktikan
agar jaya indonesia
indonesia tanah airku
kami jadi pandumu

lagu hymne pramuka, seringkali kita dengar kita nyanyikan sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar.

manusia pancasila

itulah dia katakunci untuk pembentukan karakter bangsa Indonesia.

ketika memulai kegiatan Pramuka Griya Depok Asri, kami sempat ditentang, karena ada beberapa warga yang tidak setuju kalau anak-anak dibentuk menjadi 'manusia pancasila'. Nah lho...

ada yang salahkah dengan Pancasila sebagai dasar negara kita Indonesia ? salahkan kalau anak-anak kita ber ke-Tuhan-an ? salahkah kalau anak-anak kita punya rasa kemanusiaan, adil, bijaksana, kompak, punya rasa sosial terhadap sesamanya ? entahlah kalau menurut anda, tapi menurut saya tidak salah justru sangat KeReN.

Sayangnya, coba saja disurvey, seberapa banyak anak atau bahkan orang dewasa masyarakat Indonesia yang masih hafal Pancasila ? dan seandainya hafal seberapa banyak kah yang mengerti dan mengamalkan isinya ? hmmm...

Dan dalam rangka melengkapi Syarat Kecakapan Umum adik2 penggalang, saya sempat mengajak mereka berdiskusi mengenai Pancasila

"Apa sih Pancasila itu ? "
jawabannya standar pelajaran PPKn...."Pancasila itu dasar negara Indonesia, kaak"...hehe...

Baiklah...marii kita liat video yang dibuat oleh teman2 dari Komuniaksi ini  yang menunjukkan betapa kerennya pribadi bangsa Indonesia sebenarnya. Mereka bisa menjelaskan apa itu Pancasila dan Garuda Pancasila sebagai dasar dan lambang negara Indonesia dengan cara yang sangat keren !


Menurut mereka Pancasila itu ibarat buku manual, pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

Indonesia itu adalah negara yang sangat luas, terdiri dari beribu pulau dengan penduduk yang beragam adat istiadat, budaya dan kepercayaannya. Keberagaman ini adalah suatu kekayaan, suatu kekuatan, tetapi dibutuhkan suatu "unsur" perekat universal yang dapat mengikat yaitu unsur kepercayaan adanya Tuhan. Inilah yang menjadi dasar utama.

Kalau kita sepakat dan meyakini adanya Tuhan, maka kita akan menghormati keberagaman, karena keberagaman itu terjadi atas keinginan Tuhan. Walaupun kita beragam, namun pada dasarnya kita adalah sama yaitu MANUSIA. Dan ketika kita sudah mampu menghormati sesama manusia, maka kita menjadi manusia yang beradab.

Ketika kita sudah menjadi manusia-manusia yang beradab tidak lagi membeda-bedakan manusia, otomatis akan terciptalah persatuan. Dari persatuan ini akan tercipta kondisi yang akan melahirkan manusia-manusia yang bijak. Manusia yang bijak tentu saja akan berlaku adil terhadap siapa saja.

Bagaimana kondisi sekarang ?
Bakar2an tempat ibadah, tawuran dan kekerasan karena perbedaan suku, agama dan golongan masih saja terjadi.

Jadi untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur, benahi dulu hal-hal yang mendasar tadi...

Setuju dengan kak Dede Yusuf ?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...