03 August 2013

Jadi pianis band

"Lita, kamu ikut main keyboard ya di band angkatan kita.."
bbm itu dikirim Bubi Sutomo teman seangkatan saya di ITB menjelang Festival Band Alumni ITB antar angkatan yang akan diadakan untuk ke-3 kalinya di bulan Juni 2013. Sebagai pemain piano klasik yang biasanya main piano sendiri ataupun kalau bermain dalam musical ensemble membawakan repertoire klasik, awalnya saya tidak yakin bisa ikut dalam sebuah band yang pastinya membawakan lagu2 pop festival.

Tapi rasa penasaran karena band angkatan saya ini selalu meraih juara dalam festival yang sama, padahal dalam kesehariannya tidak ada satupun dari mereka yang berprofesi sebagai pemain musik, sedangkan saya yang sehari-hari memang bersentuhan dengan musik dalam pekerjaan saya, mendorong saya untuk menerima ajakannya...  "Oke, aku coba ya.."

Partitur dan mp3 dikirim via email untuk dipelajari. Dan saya sempat jiper liat partitur nya yang njelimet 'nggilani', beberapa kali modulasi dengan banyak sharp, flat, block chord oktaf penuh sepanjang lagu, dan beat yang cepat...waaa...saya mau menyerah saja ! Tapi, band director kami ini, Bubi - salah satu pemain keyboard dari band fusion Indonesia Enam yang pernah menjadi Juara Light Music Contest tahun 1987 bersama Yovie Widianto,Iwan Wiradz dkk - berhasil meyakinkan saya kalau saya pasti bisa memainkan part saya. Saya dilarang menyerah...hehe...thanks ya, Bub atas kepercayaannya...:)

dan sepanjang 2 bulan itu, saya minta ijin pada pembimbing piano saya di Jakarta Conservatory of Music untuk meninggalkan "mood klasik" saya dulu, karena saya harus latihan memainkan lagu pop dan samba...iya, sampai sebegitunya deh...hahaa...but it was worth it !

dalam 10 kali latihan itu, member band tidak pernah full team ber-15 - ya, limabelas ! banyak yaa - karena kesibukan pekerjaan masing2 dan kami juga tidak tinggal 1 kota. Kadang-kadang saya juga harus memilih akan latihan dengan band atau dengan Van Alloy Big Band karena jadwal latihan nya seringkali bentrok.

the day

8est4rs Band performance 

Festival Band Alumni ITB tahun ini diikuti oleh 20 angkatan dari angkatan 60an sampai angkatan 2004...4 dekade ! seru banget..kehebohannya sudah dimulai sejak sebulan sebelum 'the day'...

Simak aja cerita salah satu juri festival mas Denny Sakrie di sini. Mas Denny menjadi juri bersama gitaris Tohpati dan penyanyi Nina Tamam. Mereka sempat berkomentar "Jadi pemain band aja, ngga usah jadi professor" mengomentari kemampuan para alumni ITB bermain musik...:)

Festival yang berlangsung hampir 12 jam itu berakhir hampir tengah malam, dan inilah penampilan sebagai band pamungkas membawakan lagu Mahadaya Cinta ( GSP ) & I Go to Rio ( Peter Allen ).



Kami bukan musisi. Kami main musik bareng untuk mempererat tali silaturahmi. Enjoy ! :)


post signature

18 January 2013

Satu cinta dalam inspirasi dan karya

Menjadi stay at home mom...bukan berarti diam saja di rumah. Berkarya dan berbagi membuat hidup menjadi lebih bermakna..
Itu adalah tagline yang menjadi spirit saya ngeblog selama ini.

16 Februari 2006

7 tahun yang lalu..adalah tanggal posting pertama saya di blog ini..
diawali dengan kalimat "..sayang kalau cerita dan kenangan manis dibiarkan lewat begitu saja..untuk itu aku coba mengumpulkan cerita-cerita itu, mudah-mudahan ada yang bisa memberikan manfaat untuk orang lain, ada yang menjadi kenangan untuk anak-anak..."

7 tahun yang penuh warna..
mengayakan wawasan...
mengayakan pengalaman...
menambah teman...
membuat hidup jadi lebih bermakna...

kamu sudah menulis blog juga ? di mana alamatnya ?
boleh ya kapan-kapan saya mampir ke rumahmu... photo love.gif

kalau belum, kenapa tidak memulai ?
mulai saja menulis tentang apa saja yang ada di pikiranmu..
bagikan apa yang kamu pikir baik dan bermanfaat untuk diketahui oleh saya dan orang lain.
dan rasakan sensasi indahnya berbagi..ihiyyy...

ngerasa gaptek ? ngga ngerti gimana caranya bikin blog ?
jangan kuatir, ikut aja komunitas blogger.
kalau kamu perempuan, sejak setahun belakangan ini ada komunitas blogger yang membernya perempuan semua lho, kamu bisa tanya-tanya sama temen2 di sana yang pasti dengan senang hati membantuPhotobucket

Komunitas itu namanya Kumpulan Emak2 Blogger atau biasa disingkat KEB.
Mampir deh di sini, gabung dan kenalan dengan emak2 nya yang ramah dan tulisan-tulisannya banyak menginspirasi.


Meskipun belum pernah ikut kopdar, tapi spiritnya membuat saya ingin tetap menulis di sela2 kesibukan off air saya. Selamat dan peluk smoooch untuk para makmins Mira Ayank, Sary Melati, Indah Juli dan jajarannya. Semoga KEB semakin eksis menginspirasi.
Salam hangat untuk member KEB di manapun berada. 

Happy 1st KEB, 18 Januari 2012 - 18 Januari 2013 Photobucket

Salam Blogging !
 post signature

02 January 2013

Perjalananku bersama piano

Dengan bergaun panjang motif bunga, bando dan rambut berponi, gadis cilik berusia 8 tahun itu tampil dalam resital piano pertamanya, berduet dengan ibundanya.

Masih terekam kenangan manis puluhan tahun lalu itu...

Mulai belajar piano di usia 8 tahun, kelas 3 SD. Waktu itu orangtua saya mengirim saya belajar piano karena saya suka membuat lagu sendiri. Ibu Wibanu, guru piano saya yang keturunan Belanda memberi kursus piano dasar di rumahnya yang letaknya tidak jauh dari rumah saya. Setiap beberapa waktu, kami murid-muridnya diberi kesempatan untuk tampil di resital piano yang diadakan beliau bekerjasama dengan kakaknya Pak Partosiswoyo dosen ITB yang juga mengajar piano lanjutan.

Jaman itu belum ada buku-buku pelajaran piano modern bergambar lucu2 warna warni terbitan Alfred Publishing atau Hal Leonard seperti sekarang. Selama 6 tahun belajar dengan Ibu Wibanu kemudian melanjutkan ke Pak Parto, saya masih belajar membaca not balok dengan buku Kindervriend, Gurlitt, Lemoine, Duvernoy, Burgmuller, Kuhlau dan Clementi yang isinya toge semua ngga ada gambarnya...Photobucket

Ibu Wibanu & Pak Partosiswoyo, beliau berdua adalah orang-orang pertama yang berjasa membuat saya mencintai musik dan piano sampai sekarang ini.

Sayangnya, saya memutuskan berhenti belajar dan main piano sementara waktu duduk di kelas 3 SMP dengan alasan mau menghadapi ujian. Tapi yang namanya 'sementara...' ternyata jadi '...dan seterusnya'. Dampaknya, tidak ada dorongan untuk melatih jari-jari memainkan piano yang menjadikan jari-jari kaku. Penyesalan yang ngga habis-habis sampai sekarang...huhuu...

oOo

20 tahun kemudian, ketika saya sudah lulus kuliah, menikah dan 3 junior saya beranjak besar  tiba-tiba saya kangen untuk main piano lagi. Piano masa kecil saya akhirnya diimpor dari Bandung, dan saya mencoba mencari guru piano di dekat tempat tinggal saya di Jakarta Selatan. Sempat masuk kursus musik, lalu berhenti karena ikut suami yang dinas ke Riau, sampai akhirnya saya menetap di Depok dan bertemu dengan Ibu Ratna yang baru membuka tempat kursus musik di dekat tempat tinggal saya di tahun 1998.

Saya mendaftar menjadi murid ibu Ratna di LPM Sonora. Di hari pertama kursus itu saya memainkan salah satu sonatina dari Clementi yang masih saya ingat sedikit-sedikit, dan di akhir kursus ibu Ratna bertanya apakah saya berminat jadi guru piano ? haaa ?? Photobucket*gubrak..niatnya datang untuk belajar dan mengisi waktu luang malah disodori tantangan yang menarik. Alhamdulillah ini kesempatan yang baik, secara saya juga udah agak 'menganggur' waktu itu karena anak-anak udah sekolah semua.

Belajar mengajar sambil terus belajar main piano

Ya, akhirnya saya memberanikan diri mengambil kesempatan itu.
Murid awal saya ada 5 orang, lucu2 tingkahnya, dan saya mendapat Rp.90.000,- honor pertama saya dari mengajar piano setelah dipotong kursus..Photobucket

Seriring berjalannya waktu saya mulai mengeksplore, mencari metode pengajaran piano yang cocok, mengikuti workshop, masterclass sambil terus belajar pada ibu Ratna. Sampai akhirnya saya bertemu teman lama saya, tetangga masa kecil saya di Bandung yang dulu sama-sama belajar piano dengan Ibu Wibanu. Iswargia Renardi Sudarno, blio salah satu pendiri dan sekarang menjadi direkturnya di Jakarta Conservatory of Music di mana akhirnya saya belajar piano klasik lebih dalam di tahun 2003 dengan master2 pianis Indonesia Ibu Adelaide Simbolon dan juga sempat sebentar dengan Ruth Wibisono .


Tahun 2013 akan menjadi tahun ke-15 saya mengajar piano.
Sudah cukup lama memang, tapi kalau mengajar, rasanya ilmu itu tidak pernah cukup, apalagi yang saya ajarkan adalah skill yang membutuhkan latihan. Setelah sempat terhenti, beberapa bulan terakhir ini akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan belajar lagi ke JCoM karena murid saya sudah semakin tinggi gradenya dan ada yang sudah mulai mengajar juga.

JCoM di Ananda Sukarlan Center tempat saya belajar piano sekarang
Guru saya sekarang, Danang Dirhamsyah yang seusia anak saya adalah pianis muda yang lucu dan berbakat, dan baru diwisuda dari UPH Conservatory of Music
"The festival's Gala Concert closed with an outstanding performance by Danang Dirhamsyah, who played the long Johann Sebastian Bach composition, Chaconne. He played the piece of more than 15 minutes confidently and serenely -- and had, amazingly, memorized the entire score. ~ The Jakarta Post"  

Itu bukan rekaman outstanding performance nya, tapi Danang selalu outstanding deh kalau perform... Photobucket
                                                   
Begitulah, mengajar dan latihan piano yang sudah sangat menyita waktu sehari-hari saya menjadi salah satu alasan kenapa saya tidak sempat lagi menulis.

Bagaimana pengalamanmu dengan bermusik dan piano ? cerita-cerita yuk..Photobucket
post signature
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...