29 May 2008

Obat otak

Suatu hari 2 minggu yl. waktu aku baru pulang mengajar, anakku yg duduk di kelas VIII datang menemui aku dgn berurai air mata...

“Ibu, punya obat otak ngga ? “
Sempet terkejut juga dengernya…

“Obat otak ? memang otakmu kenapa ?”
“Aku belajar ngga ada yg masuk ke otak sama sekali !”

“Ya, sudah...ngga usah belajar” 
“Sebentar lagi kan mau final test ! nanti kalau nilaiku jelek gimana ?”

“Ya, ngga apa-apa…memangnya ibu pernah menuntut kamu harus punya nilai bagus ?”
“Iya, engga sih…”

“Kemarin kan kamu udah belajar biologi terus untuk persiapan OSN, sekarang istirahat dulu, kalau engga otakmu jadi OVERLOAD”
“Trus aku musti ngapain ?”
“Ya, santai aja…main, baca2…tapi jangan kebanyakan nonton TV juga ya...

Mikir sejenak......

“Iya deh…tapi ngga apa2 ya kalau nilaiku nanti jelek”
“Ya, ngga apa-apa”

Dia memang akhirnya istirahat, ngga belajar, cuma tidur2an, baca Harry Potter, main PS, dan ngupdate FS nya..

Beberapa hari lalu keluar pengumuman hasil seleksi OSN tingkat kota nya, dan namanya dan kakaknya tercantum di sana dan di sini..

Insya allah bulan Juni nanti mereka akan berangkat ke Bandung untuk seleksi di tingkat Propinsi.

Mohon doanya ya…
( ibunya agak khawatir nih kalau anaknya belajar sampai overload dan cari ‘obat otak’..hiks..)

11 May 2008

Manfaat belajar musik untuk anak


Beberapa waktu lalu seorang sahabat blogger menanyakan manfaat belajar musik bagi anak. Hmm, pertanyaan yang menarik...

Dari banyak literature yang pernah saya baca, berdasarkan penelitian, mendengarkan musik saja mempunyai banyak manfaat, yaitu : dapat mengarahkan perilaku positif, sebagai therapy mencegah dan menyembuhkan penyakit, juga meningkatkan kreativitas dan intelligensia.

Bagaimana kalau belajar memainkan instrument musik ?

Monty P.Satiadarma, seorang praktisi psikologi yang juga pemain musik dan memperdalam ilmunya dalam bidang Art Therapy menuliskan beberapa data temuan dalam bukunya :

“Habermeyer ( 1999 ) mengemukakan adanya sejumlah temuan ilmiah spt berikut :

Seorang peneliti, Donald Hodges, mengemukakan bahwa..
bagian otak yang dikenal sebagai planum temporale dan corpus callosum memiliki ukuran lebih besar pada otak musisi jika dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi
Kedua bagian ini bahkan lebih besar lagi jika para musisi tsb belajar musik sejak usia yang masih sangat muda yaitu di bawah usia 7 tahun. Gilman dan Newman ( 1996 ) mengemukakan bahwa planum temporale adalah bagian otak yang banyak dalam proses verbal dan pendengaran, sedangkan corpus callosum berfungsi sebagai pengirim pesan berita dari otak kiri ke otak kanan dan sebaliknya. Perbedaan ukuran pada kedua bagian otak ini lebih tinggi pada mereka yang dikategorikan sebagai musisi, dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi.

Hal ini juga memberi pengertian bahwa latihan musik memberikan dampak tertentu pada proses perkembangan otak. “

“Dr. Gottfried Schlaug dari salah satu RS besar di Boston mengemukakan bahwa...
musisi laki-laki memiliki ukuran otak yang lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki yang bukan musisi
Dr. Schlaug memperoleh data bahwa bagian otak musisi laki2, khususnya pada daerah yg dikenal sbg cerebellum yg mencakup 70% dari seluruh saraf otak, berukuran 5% lebih besar dari mereka yang bukan musisi. Ia merasa yakin bahwa terjadinya perbedaan besaran otak ini ditimbulkan oleh adanya proses latihan musik yang berkesinambungan.

Khususnya bagi para pemain musik, latihan ketrampilan memainkan alat musik tertentu memberi pengaruh pada pertumbuhan ukuran cerebellum.”

“Dr.Frank Wilson, seorang professor dari Fakultas Kedokteran Universitas California mengemukakan bahwa...
belajar musik akan meningkatkan perkembangan otak dan seluruh system saraf
Di samping itu, iapun mengemukakan bahwa ada sejumlah saraf motorik yang berkembang secara spesifik hanya karena adanya proses latihan bermain musik.”

“Begitupun dengan pendapat Dr. Jean Houston dari Foundation of Mind Research memiliki keyakinan bahwa...
pendidikan musik membantu perkembangan ketrampilan anak di dalam kemampuan membaca, menulis dan matematika
~ o00o ~

Orangtua saya memang mengirim 3 dari 4 anaknya untuk belajar musik waktu kami masih di usia SD dulu. Kakak-kakak saya belajar gitar klasik dan saya belajar piano klasik.

Kemudian mereka ( kakak2 saya ) lulus kuliah dengan judicium Cum Laude, menjadi lulusan terbaik di fakultasnya, menjadi dosen dan mendapat beasiswa melanjutkan sekolah ke LN.

Apakah itu karena mereka belajar musik waktu kecilnya ?
Saya betul-betul tidak tahu apakah memang benar ada korelasinya.

Tapi, kalau menurut saya pribadi...
manfaat dari belajar musik tentu saja adalah menjadi bisa memainkan alat musik
Dan menguasai suatu ketrampilan ( apapun ketrampilannya itu, termasuk bermusik ) akan memberikan banyak manfaat sebagai bekal di kemudian hari.

Buat saya pribadi, belajar musik waktu kecil dulu sangat bermaanfaat karena sekarang saya dapat berbagi ilmu dari penguasaan ketrampilan itu.

Ada yang punya pengalaman mengenai belajar musik ?
Yuk, kita berdiskusi..

Gambar diambil dari sini
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...