12 September 2008

Kabar buruk

"Bu, ada kabar buruk !" kata Budi kemarin sore..

 degg...ada kabar buruk apa ?

"UAN dipercepat jadi bulan Februari, karena ada Pemilu ! Dan kabarnya, ujiannya juga ditambah mata pelajaran PPKN. Sekarang aja kan udah Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA ( Fisika, Kimia, Biologi ). Ganteng kan kalau ngga lulus UAN gara2 PPKN" 

Subhanallah...mohon doanya ya, semoga anak-anak kita di Indonesia ini dimudahkan menghadapi UAN nya. 

05 September 2008

Masak Seru Bareng Si Tukang Masak

Rasanya ini emang buku masak paling seru di antara koleksi buku masakku, dan paling lain daripada buku2 masak yg lain

Waktu jalan2 ke toko buku kemarin, liat buku ini langsung deh aku beli, secara emang udah ngefans sama si tukang masaknya, karena gaya masaknya yg nyante abizz....

dan masakannya yang (keliatannya sih) gampang2 tapi yummy..

pleus ada VCD nya pula...

Nah, waktu aku kasih liat ke 3 jagoanku, mereka langsung semangat pengen masak. Apalagi dari kecil mereka emang pada doyan masak bercita2 pengen jadi chef dan buka cafe.

Ditambah lagi liat VCD demo masaknya yg seru bikin ngakak..

Resep2nya emang judulnya 'menu restoran ala kos-kosan', yg kebetulan favorit anak-anak ku banget.

Bara itu bener2 nunjukkin kalau masak itu emang sebenernya gampang, engga ribet - dan tetep macho..hehe..emang chef2 jagoan kebanyakan cowok ya..-

Yang penting, punya pisau yang bagus !
itu dia pesen nya Bara.

Jadi kebayang dong anak kos yang peralatan masaknya minimal dengan bahan2 yang simpel, bisa tuh 'diajarin' Bara bikin macem2 masakan dari breakfast, lunch, dinner, sampai cemilan dan minuman yang keliatannya enak2..

Gimana caranya coba bikin pizza kalau ngga punya oven ?

Pokoknya banyak tip & tricks nya deh..
Bara, makasi banget buat bukunya yang inspiratif !

Gambar diambil dari sini

26 August 2008

Marhaban Ya Ramadhan

Selamat Datang ya Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan..

Ya Allah..
Alhamdulillah atas karuniaMu dan izinMu mempertemukan kembali hamba dengan bulan nan suci, Ramadhan..

11 bulan sudah terlewati
banyak sudah kata diucapkan,
yang tak semua menyejukkan,

11 bulan sudah terlewati
banyak sudah laku yang dibuat,
yang tak semua menyenangkan,

11 bulan sudah terlewati
banyak sudah keluhan, kebencian, kebohongan
menjadi bagian dari diri,

saatnya membersihkan jiwa,
saatnya menikmati indahnya kemurahanNya
saatnya memahami makna pensucian diri

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

bersama kita leburkan kekhilafan,
semoga dengan puasa mempertemukan kita
dengan keagungan Lailatul Qadar
dan kita semua menjadi pilihanNya
untuk dikabulkanNya do'a - do'a kita
dan kembali menjadi fitrah

TAQABALLAHU MINNA WA MINKUM
MOHON MAAF LAHIR DAN BATHIN


Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H/ 2008M bisa diunduh di sini

11 August 2008

Pertukaran pelajar dan nasionalisme

Menjadi wakil dari sekolahnya untuk mengikuti berbagai macam kompetisi dan seleksi di tingkat kecamatan sampai nasional sudah sering dijalani mas Budi sejak SD dulu.

Dan beberapa waktu yl. dia jadi salah 1 dari 3 siswa yang terpilih menjadi duta bangsa dan berangkat untuk China - Asean Highschool Student Summer Program di China, dari tg. 24 Juli - 5 Agustus 2008.

Waahh, bener2 pengalaman yang mengesankan buat mas Budi. Ini pertamakalinya dia punya passport, melihat dunia yang berbeda dan bersahabat dengan teman2 dari berbagai negara ASEAN

Dari semua kompetisi dan seleksi yg pernah dia ikuti, memang yang paling berkesan buat dia adalah seleksi untuk Asean Student Exchange dan Sunburst Youth Camp yang diadakan oleh Depdiknas , soalnya....ngga perlu nilai rapot...

Meskipun materi seleksinya mencakup tes intelektualitas, tes kepribadian, tes kreativitas, kemampuan berbahasa inggris, ketrampilan seni tari dan vokal, tapi suasananya menyenangkan karena ngga seperti seleksi akademis.

Story behind the scene

Semester 2 yang lalu, mas Budi bener2 kehabisan tenaga karena harus mengikuti Lomba Siswa Berprestasi, menyelesaikan Sains Project untuk Olimpiade Internasional, juga Seleksi Olimpiade Sains Nasional di tingkat Propinsi.

Di tengah kesibukan persiapan untuk Olimpiade dan final test sekolah itulah, mas Budi juga dikirim sekolahnya untuk ikut seleksi pertukaran pelajar ASEAN yang dilaksanakan selama 3 hari...

Ada nuansa yang berbeda yg dirasakan dengan kompetisi atau seleksi2 yang lain.
Dalam lomba siswa berprestasi misalnya, selain harus berprestasi di akademis, siswa juga diharuskan untuk menyiapkan 1 project ( yang biasanya mendadak dalam hitungan hari ), harus juga bisa menyanyi lagu wajib dan lagu daerahnya, menari dan memainkan alat musik...
Wait a second...menari ?? anak cowok ?? gpp juga sebenernya, tapi no wonder yg jadi siswa berprestasi 99% perempuan, karena seleksi putra dan putri disatukan.

Yang memprihatinkan, ngga ada apresiasi sama sekali dari jurinya ( yg cuma 1 dan perempuan ) waktu mas Budi 'terpaksa' menampilkan Body Percussion ketika dia harus menari.

Bahkan dia disuruh berhenti di awal dan ditanya,"Tarian apa itu ? Tarian kan harus ada ceritanya.." yang dijawab Budi,"Ada ceritanya, bu. Ibu kan belum kasih kesempatan saya untuk menyelesaikannya."

Tapi tidak, ibu juri tidak berkenan melihat body percussion nya diselesaikan...

Situasi yang bertolak belakang dengan seleksi pertukaran pelajar ASEAN waktu Budi menampilkan Body Percussion yang sama. Waktu itu, dia bahkan sempat diminta utk perform di malam penutupannya.

China - Asean Highschool Student Summer Program

Opening Ceremony
Pertamakali diadakan pada tahun ini untuk Asean Student.
This program aims at further carrying out the policy of Joint Declaration of the People's Republic of China and Asean Nations, promoting the social and cultural contacts with each other, revitalizing the communications on science, environtment, education, culture and the personnel, enhancing the cooperation mechanism and deepening mutual understanding and friendship between the peoples, and strenghthening the regional cohesion and competitiveness....
Di sana, mereka mengunjungi Guiyang , Harbin, Miao Village dan Beijing.
Mengunjungi beberapa highschool setempat, memberi presentasi tentang Indonesia dan tentu saja mengunjungi Forbidden City, Tian'anmens Square, Hutongs, Science and Technology Museum, Great Wall, Polarland, Sun Island, dan Huanggoshu Waterfall...

Dan pulang membawa oleh2 cerita seru dan 5,4 GB foto , pas ketika Pembukaan Olimpiade akan dibuka di Beijing


Tarian tradisional China di Miao Village
Pengalaman yang berkesan, juga menambah rasa cinta tanah air, karena dengan mempresentasikan Indonesia, Budi semakin menyadari bahwa Indonesia sebenarnya adalah negara yang sangat kaya akan budaya, kaya akan sumber daya alam, dan sangat indah..

"Dongeng itu adalah cerita basi...bangkitlah...merdekalah Indonesia !"

04 August 2008

Lubang Biopori di RT ku

Beberapa bulan lalu, saya menulis tentang belajar membuat Lubang Resapan Biopori sesudah saya dan beberapa teman datang ke IPB menemui pak Kamir, dan pulang berbekal 4 alat pengebor lubang biopori.

Sesuai janji saya, saya akan menulis liputannya kalau sudah tersosialisasi di lingkungan saya..

Alhamdulillah, sesudah beberapa bulan, pengetahuan tentang LRB ini sudah mulai tersosialisasi di lingkungan perumahan saya. Awalnya, beberapa ibu bersama2 membuat lubang di halaman rumahnya, dan di depan rumahnya. Saya sendiri baru sempat membuat 1 lubang karena alat nya jalan2 terus bergiliran dipinjam teman2...hehehe...

Kami sempat menemui beberapa 'masalah' yang sempat membuat kapok karena ada yang lubangnya berbau, ada yang lubangnya berbelatung, dsb. Tapi akhirnya berhasil diatasi sesudah bertanya dan berdiskusi..

Sesudah LRB ini berfungsi dan ternyata sama sekali tidak sulit membuat dan 'merawat'nya, dan memang benar sangat bermanfaat karena kami bisa membuang sampah organik dengan mudah, tanah di sekelilingnya juga menjadi lembab dan subur, kami mulai mensosialisasikannya di acara arisan ibu2 RT dibantu mas Adit, mahasiswa nya Pak Kamir yang memberi presentasi.

Alhamdulillah, ternyata banyak yang tertarik untuk membuatnya, bukan karena di daerah kami sering kebanjiran, tapi LRB ini dapat menjadi solusi dalam membuang sampah organik rumah tangga.

Akhirnya hari Minggu yang lalu, ibu2 bekerjabakti melubangi lingkungan RT..

Ini beberapa catatan hasil pengamatan ibu-ibu...
  • jangan meneruskan membuat lubang jika tanahnya berair, sampah organik yg dimasukkan akan mengeluarkan bau karena tidak dapat diproses oleh mikroorganisme dalam tanah
  • ketika tanah yg dilubangi menjadi keras, coba diberi air, kemudian ditinggal dulu. Sesudah beberapa saat, biasanya tanahnya akan menjadi lebih mudah dilubangi.
  • ibu2 di sini menutup lubang nya dengan pot ukuran kecil yang dilubangi bagian bawahnya untuk mempertahankan bentuk mulut lubang bioporinya. Harus cukup besar lubang potnya, karena lubang biopori bisa berbelatung kalau terlalu tertutup.
  • kalau musim kemarau, lubang sebaiknya disirami untuk mempercepat proses pengomposan.
  • LRB ternyata bisa juga digunakan untuk mengatasi selokan yang mampet dengan cara membuatnya di dasar selokan itu.
Mau tau lebih jelas tentang Lubang Resapan Biopori, mampir ke sini

22 July 2008

Bimbel, perlu atau tidak ?


Jaman saya sekolah dulu, yang namanya bimbel atau bimbingan belajar itu cuma ada untuk anak kelas 3 SMA yang akan lulus dan melanjutkan kuliah, mencari perguruan tinggi yang diminati.

Sekarang..

Entah kapan mulainya, bimbel sudah dimulai sejak SD bahkan dari TK sudah ada yang ikut les membaca !

Beberapa anak kelas 1 atau 2 SMA yang sekolah di SMA favorit pun - yang sudah pasti masuknya perlu NEM yang ngga sedikit - tidak ketinggalan ikut bimbel juga. Padahal saya kenal mereka adalah anak-anak pintar berotak encer.

Saya jadi bingung, anak sekarang sebenernya sekolahnya di SMA atau di bimbel ya ?

2 anak saya sekarang duduk di kelas 3 SMP dan 3 SMA.
Kemarin mereka sempat nanya, apa mereka boleh ikut bimbel di luar sekolah spt teman2nya ?
Mereka sempat khawatir, kalau teman2nya pada ikut bimbel, apakah mereka bisa lulus dan ikut bersaing ?

Mas Budi, sulungku, sempat mengamati kehebohan orangtua setiap tahun mencari sekolah untuk anak2nya, dan sempat berkomentar "Sekolah itu cuma buat anak2 yang...kalau ngga pintar banget ya kaya banget ya..."

Sebenarnya perlu atau tidak sih ikut bimbel ?

Bukankah harusnya sudah menjadi tanggungjawab sekolah untuk memberi pendidikan akademis untuk murid2nya ? Bukankah sekolah itu tempatnya menuntut ilmu ?

Begitu 'mengerikannya' ya UAN di mata orangtua dan anak2 sekarang..

Saya puyeng..

08 July 2008

Berkemah untuk melatih kemandirian

Sebulan lebih ngga posting ?
Wah, ternyata memang time flies...ini bahasa lain selain faktor 'M' dan internet lelet..hehehe...
Ya, harap dimaklum deh, kalau libur itu jadwal pakai internet di rumah pasti penuh dan ngantri
Tapi, sebenernya juga dari bulan Mei kemarin, jadwal kami memang lumayan padat.
Anak2 ikut Lomba Siswa Berprestasi, Olimpiade Sains tingkat Propinsi, juga sempat ikut seleksi pertukaran pelajar ASEAN...
( ini semua bukan obsesi kami loh, tapi sekolah yang memilih , dan sempat bikin kami berkeringat ...menarik juga, tapi ceritanya kapan2 deh..)
Selain itu ada beberapa kegiatan juga yang harus kami urusi..
ada peresmian gugusdepan ( alhamdulillah, akhirnya diresmikan juga pas tanggal 20 Mei 2008 ), dilanjut mengurusi perkemahan siaga, dan perkemahan remaja se-perumahan griya depok asri.
Berkemah, salah satu cara melatih kemandirian

Perkemahan anak-anak siaga dengan tema "Siaga mandiri, berani dan tidak putus asa" ini adalah perkemahan pertama mereka tanpa kakak-kakak penggalang. Ada 22 anak siaga ( kelas 1 - 4 SD ) yang ikut berkemah di Camping Ground Pasir Mukti.
Beberapa anak masih duduk di TK B, dan baru berumur 5 tahun, dilepas orangtuanya untuk berkemah dengan kami...
can u imagine ?
22 anak dengan sifat dan kebiasaan yang berbeda2. Ada yang memang sudah terbiasa mandiri dan bisa menyiapkan semua keperluannya sendiri, ada yang sudah duduk di kelas 2 tapi masih juga makannya disuapin mbaknya..
Terusterang awalnya kami sempat khawatir...apakah mereka bisa mandiri ? Gimana kalau ada yang malam2 minta pulang ?
Tapi ternyata...
Mereka mampu mengurus diri sendiri...menggendong ranselnya, makan, masak, mencuci peralatan makan, membereskan barang2nya, termasuk juga mendirikan tenda.
Semua mereka lakukan sendiri, dan kebanyakan tanpa bantuan kami para pembinanya.
Mendirikan tenda
Masak sarapan
Mencuci peralatan makan
Berkemah memang salah satu cara untuk melatih kemandirian anak, selain juga untuk mengenal alam lebih dekat dan bersosialisasi...
Foto2 seru yang lebih banyak ada di www.pramukakita.multiply.com . update 2014 : maaf, broken link, multiply sudah tidak aktif :(

29 May 2008

Obat otak

Suatu hari 2 minggu yl. waktu aku baru pulang mengajar, anakku yg duduk di kelas VIII datang menemui aku dgn berurai air mata...

“Ibu, punya obat otak ngga ? “
Sempet terkejut juga dengernya…

“Obat otak ? memang otakmu kenapa ?”
“Aku belajar ngga ada yg masuk ke otak sama sekali !”

“Ya, sudah...ngga usah belajar” 
“Sebentar lagi kan mau final test ! nanti kalau nilaiku jelek gimana ?”

“Ya, ngga apa-apa…memangnya ibu pernah menuntut kamu harus punya nilai bagus ?”
“Iya, engga sih…”

“Kemarin kan kamu udah belajar biologi terus untuk persiapan OSN, sekarang istirahat dulu, kalau engga otakmu jadi OVERLOAD”
“Trus aku musti ngapain ?”
“Ya, santai aja…main, baca2…tapi jangan kebanyakan nonton TV juga ya...

Mikir sejenak......

“Iya deh…tapi ngga apa2 ya kalau nilaiku nanti jelek”
“Ya, ngga apa-apa”

Dia memang akhirnya istirahat, ngga belajar, cuma tidur2an, baca Harry Potter, main PS, dan ngupdate FS nya..

Beberapa hari lalu keluar pengumuman hasil seleksi OSN tingkat kota nya, dan namanya dan kakaknya tercantum di sana dan di sini..

Insya allah bulan Juni nanti mereka akan berangkat ke Bandung untuk seleksi di tingkat Propinsi.

Mohon doanya ya…
( ibunya agak khawatir nih kalau anaknya belajar sampai overload dan cari ‘obat otak’..hiks..)

11 May 2008

Manfaat belajar musik untuk anak


Beberapa waktu lalu seorang sahabat blogger menanyakan manfaat belajar musik bagi anak. Hmm, pertanyaan yang menarik...

Dari banyak literature yang pernah saya baca, berdasarkan penelitian, mendengarkan musik saja mempunyai banyak manfaat, yaitu : dapat mengarahkan perilaku positif, sebagai therapy mencegah dan menyembuhkan penyakit, juga meningkatkan kreativitas dan intelligensia.

Bagaimana kalau belajar memainkan instrument musik ?

Monty P.Satiadarma, seorang praktisi psikologi yang juga pemain musik dan memperdalam ilmunya dalam bidang Art Therapy menuliskan beberapa data temuan dalam bukunya :

“Habermeyer ( 1999 ) mengemukakan adanya sejumlah temuan ilmiah spt berikut :

Seorang peneliti, Donald Hodges, mengemukakan bahwa..
bagian otak yang dikenal sebagai planum temporale dan corpus callosum memiliki ukuran lebih besar pada otak musisi jika dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi
Kedua bagian ini bahkan lebih besar lagi jika para musisi tsb belajar musik sejak usia yang masih sangat muda yaitu di bawah usia 7 tahun. Gilman dan Newman ( 1996 ) mengemukakan bahwa planum temporale adalah bagian otak yang banyak dalam proses verbal dan pendengaran, sedangkan corpus callosum berfungsi sebagai pengirim pesan berita dari otak kiri ke otak kanan dan sebaliknya. Perbedaan ukuran pada kedua bagian otak ini lebih tinggi pada mereka yang dikategorikan sebagai musisi, dibandingkan dengan mereka yang bukan musisi.

Hal ini juga memberi pengertian bahwa latihan musik memberikan dampak tertentu pada proses perkembangan otak. “

“Dr. Gottfried Schlaug dari salah satu RS besar di Boston mengemukakan bahwa...
musisi laki-laki memiliki ukuran otak yang lebih besar jika dibandingkan dengan laki-laki yang bukan musisi
Dr. Schlaug memperoleh data bahwa bagian otak musisi laki2, khususnya pada daerah yg dikenal sbg cerebellum yg mencakup 70% dari seluruh saraf otak, berukuran 5% lebih besar dari mereka yang bukan musisi. Ia merasa yakin bahwa terjadinya perbedaan besaran otak ini ditimbulkan oleh adanya proses latihan musik yang berkesinambungan.

Khususnya bagi para pemain musik, latihan ketrampilan memainkan alat musik tertentu memberi pengaruh pada pertumbuhan ukuran cerebellum.”

“Dr.Frank Wilson, seorang professor dari Fakultas Kedokteran Universitas California mengemukakan bahwa...
belajar musik akan meningkatkan perkembangan otak dan seluruh system saraf
Di samping itu, iapun mengemukakan bahwa ada sejumlah saraf motorik yang berkembang secara spesifik hanya karena adanya proses latihan bermain musik.”

“Begitupun dengan pendapat Dr. Jean Houston dari Foundation of Mind Research memiliki keyakinan bahwa...
pendidikan musik membantu perkembangan ketrampilan anak di dalam kemampuan membaca, menulis dan matematika
~ o00o ~

Orangtua saya memang mengirim 3 dari 4 anaknya untuk belajar musik waktu kami masih di usia SD dulu. Kakak-kakak saya belajar gitar klasik dan saya belajar piano klasik.

Kemudian mereka ( kakak2 saya ) lulus kuliah dengan judicium Cum Laude, menjadi lulusan terbaik di fakultasnya, menjadi dosen dan mendapat beasiswa melanjutkan sekolah ke LN.

Apakah itu karena mereka belajar musik waktu kecilnya ?
Saya betul-betul tidak tahu apakah memang benar ada korelasinya.

Tapi, kalau menurut saya pribadi...
manfaat dari belajar musik tentu saja adalah menjadi bisa memainkan alat musik
Dan menguasai suatu ketrampilan ( apapun ketrampilannya itu, termasuk bermusik ) akan memberikan banyak manfaat sebagai bekal di kemudian hari.

Buat saya pribadi, belajar musik waktu kecil dulu sangat bermaanfaat karena sekarang saya dapat berbagi ilmu dari penguasaan ketrampilan itu.

Ada yang punya pengalaman mengenai belajar musik ?
Yuk, kita berdiskusi..

Gambar diambil dari sini

22 April 2008

Premium dan mobil mewah

Sebenarnya mobil yang kami miliki tidak termasuk mobil mewah.
Kendaraan ‘rakyat’ yang banyak dipakai untuk mobil jemputan anak sekolah 
Umurnya pun sudah tidak muda lagi. Sehari-hari, saya pakai untuk pergi belanja atau mengajar.

Biasanya kami memberi ‘minum’ untuk mobil kami itu dengan bensin Premium.
Tapi sejak harga minyak dunia terus menerus naik, mengakibatkan harga bensin juga naik, suamiku malah pindah ke Pertamax.

Bukan untuk sok2an, tapi karena ,”Rasanya kok ngga tega kalau beli bensin yang bersubsidi

Bukankah yang namanya subsidi itu maksutnya ditujukan untuk mereka yang 'tidak mampu' ??
( maaf, tolong dikoreksi kalau saya salah )

Kemudian, di Koran Tempo Minggu, 20 April 2008, headline yang saya baca adalah “Pemakaian Premium melonjak” !

Pengguna Pertamax malah pindah ke Premium.

Seorang pemilik sedan BMW, mengaku sudah beralih ke Premium dari semula Pertamax sejak 2 bulan lalu. Katanya, “Sekarang harga Pertamax terlalu mahal, hampir 2 kali lipat Premium”.

Sebenarnya, ini terjadi karena ketidak tahuan, atau ketidak pedulian sih ?
Atau kami saja yang punya cara berpikir yang aneh bin nyleneh ?

Akibatnya kan jelas akan membebani anggaran Negara sehingga pembatasan konsumsi Premium perlu dipercepat.

Duh, hati nurani.... 

11 April 2008

RUU Pengelolaan Sampah Disahkan

Perumahan Wajib Memilah Sampah

[JAKARTA]  Setiap kawasan perumahan, kawasan industri dan perdagangan diwajibkan memiliki instalasi pemilihan sampah. Jika tidak, pemerintah akan memberikan sanksi yang keras baik berupa sanksi administratif maupun pidana bagi yang melanggar.

Ketentuan berupa jenis sanksi akan ditetapkan dalam peraturan pemerintah maupun peraturan daerah. Kewajiban warga negara di atas tersebut menjadi salah satu bagian dari Rancangan Undang-Undang Pengelolaan Sampah (RUU Sampah) yang hari ini disetujui DPR dalam rapat paripurna menjadi menjadi UU.

Asisten Deputi 4/II Kementerian Lingkungan Hidup yang membidangi Pengelolaan Sampah, Tri Bangun L Sony, di Jakarta, Rabu (9/4), mengaku lega dengan selesainya proses pembahasan RUU Sampah. Berdasarkan informasi yang diperoleh, pembahasan RUU Sampah ini baru selesai dibahas antara pemerintah dan DPR, Selasa (8/4) malam.

Menurut Sony, dengan adanya UU Sampah ini, setiap warga negara, dan kalangan industri bisa mengerti dan memahami hak dan kewajibannya dalam hal pengelolaan sampah.
Selain membahas mengenai sampah domestik atau rumah tangga, UU Sampah ini juga mengatur tentang impor sampah. Jika melanggar, impor sampah ini bisa dikenai sanksi pidana yang jelas.

Perubahan Sikap

Wakil Ketua Komisi VII DPR, Sony Keraf, mengatakan, meskipun Indonesia saat ini sudah memiliki UU Sampah, tetapi jangan terlalu berharap terjadi perubahan drastis dalam implementasi di lapangan. Perubahan sikap itu adalah masalah mental. Untuk memperbaiki mental perlu waktu yang lama.

Dia mengatakan, saat ini banyak penanggungjawab kompleks perumahan tidak melakukan kewajibannya untuk menyediakan sarana pemilahan dan penampungan sampah.
Dengan adanya UU yang baru disahkan ini, dia berharap para pengembang dapat mematuhi aturan pemerintah guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDI-P) ini meminta agar semua pihak melihat permasalahan sampah yang ada saat ini sebagai persoalan yang serius.
Dan masyarakat Indonesia, kata Sony, belum sampai pada level tertib dalam mengelola sampah.

Sedangkan, anggota komisi VII dari Fraksi Partai Damai Sejahtera (FPDS), Hasurungan Simamora, menilai pengelolaan sampah tidak bisa ditangani secara parsial mengingat kompleksitas permasalahan yang dihadapi.
"Sosialisasi dan pengondisian UU Sampah ini perlu dilakukan agar UU yang ada tidak hanya sekadar macan kertas,"katanya. [E-7]

Last modified: 9/4/08
http://www.suarapembaruan.com/News/2008/04/09/Kesra/kes03.htm

Artikel terkait :
Sampah dan Sistem yang Kompleks
Impor Sampah Resmi Dilarang
10 Fraksi DPR Setujui RUU Sampah Jadi UU
RUU PENGELOLAAN SAMPAH DISETUJUI DPR

28 March 2008

Saya


Dapet tag ? ya seneng…

Cuma suka malu aja kalau musti buka2an ketauan dalemannya.
Jadi inget apa kata AD yang saya baca di blognya Hakimtea , juga di sini dan di Pantai Keempat nya mas Artja...

“internet itu untuk orang-orang bodoh dan pengecut”

hmmm…ngerjain tag begini termasuk kerjaan orang bodoh bukan ya ? yang jelas bukan pengecut dong kalau punya keberanian buka2an…wkwkwk

Jadi demi solidaritas blogger, buat sahabat Fiz di Jombang yang berbaikhati meneruskan tag ini ke saya, saya memberanikan diri mengerjakan tag ini…

I'm passionate about:

- Internet dan blog, sebagai sarana pembelajaran, memperluas wawasan, dan jejaring.
- Pendidikan, sejak jadi orangtua, concern saya adalah ke pendidikan anak. Rela tinggal di rumah saja demi bisa mendampingi dan mengasuh anak.
- Musik...main piano dan main biola..tapi sayang udah lama ngga sempet nyentuh viola..
- Lingkungan hidup, sudah lama miris melihat alam yang semakin rusak, tapi ngga berdaya melakukan sesuatu..

Mostly I say:

- Alhamdulillah
- Bismillah
- Subhanallah
- Makasiy ya
- Apa kabar ?
- Keren !
- Astaghfirullah

I've just finished reading:

- Ketika Cinta Bertasbih jilid 2 – Habiburrahman El Shirazy…huaaa…nangis2 lagi…
- Tawa Membawa Hikmah bersama Nasruddin Hoja – Dwi Bagus M.B

InsyaAllah before I die, I want to:


-Bertobat atas segala kesalahan
-Pergi berhaji
-Memperbanyak amal ibadah

I love listening to:

Belakangan ini sih lagi suka banget - agak tergila-gila - dengerin..
Album “Raya Indonesia”
Album “Feel Popularis”
Dua2nya dari Sun, Moon and Stars Project , diklik dong ah..
Keren

What my friends like about me:

- u tell me...hehe...

Last year I've learned:

- mengolah sampah.
- jadi pembina pramuka…AD ART nya keren, sayang selama ini ngga berjalan dengan baik.

Ehm...kali ini jadi buntut lagi ya, Fiz

14 March 2008

Belajar membuat lubang resapan biopori

Sejak diberitahu oleh seorang wartawan dari harian Republika mengenai lubang biopori yang ditemukan dan dikembangkan oleh Bpk. Ir Kamir R Brata MSc dari Bagian Konservasi Tanah dan Air, Departemen Ilmu Tanah dan Sumber Daya Lahan dari IPB Bogor, saya menjelajah internet dan ketemu websitenya : www.biopori.com

Baca websitenya membuat saya yang hanya ibu rumah tangga yang awam masalah lingkungan ini jadi makin penasaran…

Bentuknya cuma lubang berdiameter 10 cm dengan kedalaman 1 m ?
Bisa mengurangi masalah banjir ? Bisa mengolah segala macam jenis sampah organik menjadi kompos ? Bisa mengurangi emisi gas rumah kaca ? Tapi bagaimana caranya ? Seperti apa bor tanah yang digunakan ? Bau ngga ? Ada tikus atau ular kah ? Dikerubuti lalat tidak ?

Banyak bener pertanyaannya..:D

***

Akhirnya di suatu pagi yang cerah, sesudah mengantar anak-anak ke sekolah, saya bersama teman2 meluncur ke IPB untuk menemui Pak Wahyu dari tim biopori.

Alhamdulillah, kami bisa ‘berguru’ langsung dengan Pak Kamir himself yang dengan sabar berkenan menjelaskan panjang lebar tentang apa dan bagaimana itu biopori di kamar kerja beliau dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh ibu rumahtangga awam seperti saya..

Sebagian besar yang dijelaskan oleh pak Kamir sudah dijelaskan juga di websitenya itu.

Lubang biopori ini berfungsi sebagai lubang resapan air, yang pori2 resapannya dibuat oleh ‘teman-teman’ bawah tanah kita, yang harus kita beri makan sampah organik.
 

“Sedikitnya ada 15 manfaat dari pembuatan lubang resapan biopori.
Sebagai penampungan sampah organik, menjaga keanekaragaman hayati dalam tanah, menyuburkan tanah, mendukung penghijauan, serta mengurangi emisi gas rumah kaca akibat pelapukan bahan organik.

Kemudian dari aspek sanitasi, untuk menjaga kebersihan akibat daun yang dipangkas atau berguguran, mencegah polusi udara, berfungsi meresapkan air lebih optimal.
Jika biopori tersebut dilakukan secara masif oleh masyarakat, lubang resapan biopori juga akan mampu mencegah banjir dan genangan.
Manfaat lain biopori adalah meningkatkan cadangan air dalam tanah, mencegah keamblasan tanah, menghambat intrusi air laut, dan mengurangi pencemaran air.”
( Kompas, 31 Januari 2008 )

Teknis pembuatan

Sesudah cukup mendapat penjelasan ( untuk lebih jelasnya silakan mampir ke : www.biopori.com ), pak Kamir mengambil alat pengebor bioporinya dan mengajak kami membuat lubang dengan alat ‘pengebor’ yang beliau ciptakan itu. ( Wah, sayang saya ngga bawa digicam saya ).

Beberapa hal yang saya catat dari penjelasan beliau :

- Tanah yang tertutup semen dan beton - termasuk yang tertutup lumut - tidak bisa meresapkan air, maka dibuat ‘saluran’ di sekeliling nya dan buat lubang2 biopori di sana berjarak sekitar 30 cm.

- Kalau ingin membuat lubang resapan di dalam selokan yang sudah terlanjur disemen, bisa dipecah dulu sedikit semennya.

- Kedalamannya paling dalam 1 m saja, tapi kalau ‘mentok’ sebelum 1 m krn ada batu/puing ya sudah, tidak perlu dipaksakan.

- Tinggal masukkan bornya, putar searah jarum jam, dan tarik tanahnya keluar. Saya sempat mencobanya dan ternyata mudah saja.

- Untuk ‘mulut’ lubangnya bisa diperindah dengan diberi semen atau pralon ukuran 4 inchi ( jangan lebih kecil ) selebar 2 cm..

- Kemudian masukkan sampah organik ( sampah kebun atau sampah dapur ) ke dalam lubang. Menurut beliau, sampah organik apa saja bisa dimasukkan ke lubang biopori itu…termasuk bangkai tikus ! tapi sebelum dimasukkan keluarkan dulu sebagian isinya, baru masukkan bangkai tikusnya, dan sesudahnya tutup lagi dengan isi yang tadi dikeluarkan.


- Jangan terlalu sering dipanen komposnya krn akan mengganggu keseimbangan di dalamnya -"kalau mau diambil ya setahun sekali saja", kata Pak Kamir. Dan ternyata alat pembuat lubangnya itu juga berfungsi sebagai pemanen kompos.

- Kalau ingin pohon dan tanaman yang kita pelihara subur, buat saja lubang biopori di dekatnya.

- Tikus tidak akan masuk ke sana, karena lubangnya kecil dan berisi sampah, dia tidak bisa keluar mundur. Lalat juga tidak masuk karena tidak terbang vertical. Jadi usahakan sampah yang paling atas adalah sampah yang tidak mengundang lalat.

Haaa…ternyata sesederhana itu !!

Bayangkan bumi kita ini yang sudah tertutup semen dan beton, bagaimana keadaan tanah di bawahnya ? Bagaimana tanaman dan pohon bisa tumbuh dengan baik di tanah yang gersang ? Bagaimana kalau tanah di bawah rumah kita begitu keringnya ? Dan air hujan yang seharusnya jadi berkah malah terbuang dan menjadi bencana.
Dengan tindakan sesederhana itu, ternyata kita sudah dapat berbuat sesuatu untuk menyelamatkan lingkungan !
Terima kasih banyak atas pencerahannya, Pak Kamir.
( Wah, saya bener-bener salut dengan sosok pak dosen yang bersahaja ini )
Insya Allah, saya akan menulis liputannya lagi kalau sudah dijalankan di perumahan kami.

Ayo, buat lubang resapan biopori di lingkungan kita !

Gambar diambil dari sini

13 March 2008

Domino Tag



Begin Here

This is the easy way and the fastest way to :
1. Make your Authority Technoraty explode.
2. Increase your Google Page Rank.
3. Get more traffic to your blog.
4. Makes more new friends.

Rules :
1. Start copy from “Begin Copy” until “End Copy” to your blog.
2. Put your own blog name and link.
3. Tag your friends as much as you can..

Picturing of Life, La Place de Cherie, Chez Francine, Le bric à brac de Cherie, Sorounded by Everything, Moments, A lot to Offer, Blogweblink, Blogcheers, Bloggerminded, Blogofminegal, Like A Dream Come True, Simply Amazing, Amazing Life, Vivek, Novee, DJ Jojo, Eagle, Lita Uditomo ADD YOURSELF HERE!!!

END Here

Rule: Copy the entire list and add your name at the bottom. Tag at least 5 friends..!

Thea, Childstar, Mike, Abie, Aggie, Alpha, Apple, Apols, jacqui, Jane, Jodi, Joy, Kelly, Mich, Peachy, Joey, All in Korea, Umsik, Ideal Pink Rose, Ricka, Rickavieves, weblink, Cheers, Gerl, Gentom, Ging, Munchkin, Geneveric, Kavin, Mars, JK, Vivek, Novee, DJ Jojo, Eagle, Lita Uditomo ADD YOURSELF HERE!!!

Let’s all try to build this up!
( maaf, saya jadi yang terakhir yaa...)

Have a nice day to all!

Thanks to Eagle juga yang sudah mengirimkan tag ini..

03 March 2008

Persepsi pintar


Remaja cowok
ini adalah salah satu murid pianoku yang berbakat.
Belajar piano sejak kelas 4 SD, sekarang sudah duduk di kelas 1 SMA.

Selain berbakat main piano, dia juga sukses di akademis.
Sempat jadi siswa teladan sepropinsi Jawa Barat waktu SD.
Sekarang sekolah di SMA favorit di kota ini.

Lulus ujian piano selalu dengan nilai sangat memuaskan, bahkan ketika dia juga harus belajar untuk ujian nasional SMP tahun lalu.

Selalu mendapat perhatian ketika tampil di konser siswa tahunan sekolah musikku, dan mendapat applause meriah sewaktu tampil membawakan Toccata in D minor gubahan J.S. Bach.

Benar-benar seorang remaja yang potensial…

Bulan depan, dia akan ikut ujian kenaikan tingkat di sekolah musik ku. Tapi sampai sekarang, dia belum menguasai satupun materi ujian yang diberikan !

Kenapa ?
“Ngga sempet latihan. Banyak PR dan tugas di sekolah”

Dan mamanya menelpon aku kemarin, dan bercerita panjang tentang putranya.
“Dia masuk ke kelas internasional, mbak. Jadi pelajaran science dikasih dobel, dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, makanya dia pulang sekolah lebih sore daripada temen-temennya di kelas regular. Pulang sekolah, masih ada aja PR dan tugas yg harus dikerjain. Aduh, gimana ya, mbak ?”

“Kalau hari sabtu minggu gimana, mbak ? bisa latihan ?”

“Nah, itu dia. Hari Sabtu Minggu dia juga ada les sekarang. Les semua pelajaran science.”

Haaa ? *gubrak*

“Iya, mbak. Waktu SMP dia ngerasa dia itu bisa, orang lain ngga bisa. Sekarang, dia ngerasa bisa, tapi lebih banyak temennya yang lebih bisa ! Jadi waktu dia diajak temen2nya untuk ambil les tambahan, dia ikutan aja. Jadinya ya gitu deh, mbak, dia jadi ngga sempet latihan piano. Tapi disuruh berhenti les piano juga dia ngga mau. Gimana dong ?“

Saya hanya bisa memberi solusi seperti ini..
“Mungkin harus bikin prioritas apa yg harus dilakukan, mbak. Untuk pianonya, krn dia mau menghadapi ujian sebentar lagi, prioritaskan dia untuk bisa latihan rutin setiap hari. Nanti kalau sudah selesai ujian, kalau ngga sempat latihan ya saya bisa memaklumi.”

***

Begitulah memang kebanyakan remaja sekarang…
Waktunya habis untuk mengejar prestasi akademis.

Menurut pengamatan saya, seringkali memang lingkungan yang membentuk orangtua dan remaja berpikir bahwa prestasi akademis adalah yang terpenting,  dan ini menjadi target.
Persepsi pintar adalah menjadi pintar di bidang akademis
Kalau anak pintar di sekolah, tentu nantinya banyak kemudahan yang mereka dapat.
Dapat beasiswa, cari kerjaan gampang...dst...

Salahkan pola pikir seperti itu ?

Saya tidak bisa mengatakan salah atau benar, karena sah-sah saja punya pola pikir yang berbeda. Tapi jujur, saya pribadi tidak ingin anak-anak saya menghabiskan waktu dengan belajar pelajaran sekolah saja.

Kalau melihat prestasi akademis mereka - anak-anak saya - , alhamdulillah saya bersyukur…
Nilai-nilai di sekolahnya selalu bagus, sempat mendapat medali di Olimpiade Science tingkat Nasional, juara lomba ini itu, dan mendapat beasiswa karena prestasinya..

Tapi kemudian, menjadi terlalu berlebihan dalam pandangan saya, ketika mereka harus dikarantina hanya untuk belajar fisika dan biologi saja, dan masih juga harus mengerjakan science project untuk suatu ajang olimpiade di Amerika..

Menurut saya, sekolah seharusnya adalah tempat untuk mencari ilmu. Menjadi pandai dan berprestasi adalah ‘efek’ dari penguasaan ilmu itu.

Sama juga dengan belajar piano atau belajar yang lain..
Ujian adalah bagian dari pendidikan, sebagai alat ukur apakah murid sudah menguasai ilmunya atau belum..

Tapi kalau yang menjadi ‘target’ adalah nilai rapot, sertifikat, medali, dan piala, sampai rela menghabiskan waktu dan uang untuk membeli soal ujian, drilling mengerjakan ratusan soal, bimbel dan les mata pelajaran…...

Kapan anak-anak mempunyai waktu mengembangkan diri untuk bergaul, bersosialisasi, belajar menguasai suatu ketrampilan, dan mendalami hobinya ?

gambar diambil dari sini

26 February 2008

Di balik karakter si Unyil

Beliau masih terhitung sepupu saya, meski umurnya terpaut belasan tahun dengan saya.
Anehnya, dalam profesinya sekarang, beliau yang dulu kuliah di jurusan Astronomi ITB, malah banyak dikelilingi model-model cantik..

Ya, berkat hobby fotografinya, beliau menjadi fotografer professional yang menghasilkan banyak karya indah mengagumkan, tengok saja galerinya di sini.

Bahkan seorang model Tiara Lestari sempat menulis PS. terimakasih khusus untuknya di blognya untuk foto2nya waktu tampil di acara Kick Andy di tahun 2006.

Beliaulah si Unyil itu...

Kami ‘bertemu’ kembali di dunia maya dalam suatu mailinglist sekitar tahun 2000.
Dalam salah satu emailnya beliau menulis 'sejarah' Si Unyil ini :
18 Februari 2000
Ibu saya punya adik laki laki yang saya panggil Pak Le.
Namanya Kurnain Soehardiman, sekarang beliau sudah almarhum.

Hobby Pak Le membuat film ...
Dari film "Kuntilanak", " Lampu Merah" sampai juga iklan obat memakai kartun.
Dulu Pak Le pernah tinggal dirumah saya ...
Itu yang namanya rol film besar besar, ada alat yang dapat melihat film satu satu dan dapat mengedit sambungan film dengan Acceton.
Jiwa filmnya bergulir terus sampai beliau membuat cerita boneka yang berseri di TVRI.

Saya diajak untuk dubbing suara karena, ”Judulnya adalah nama kamu ", kata beliau.
Memang waktu itu saya sering dipanggil si Kunyil, tetapi Pak Le menyingkatkan menjadi Unyil. Tetapi karena saya kuliah di Bandung jadi ya nggak bisa.

Memang tadinya cerita si Unyil adalah cerita dari keluarga sendiri, yang dibuat sedemikian rupa. Tokoh Mei Lan itu sebenarnya karena ada familiy yang masih kecil mukanya lucu seperti Mei Lan ...sekarang dia sudah jadi Dirut suatu perusahaan...hehehehe...itu yang saya tahu.

Diangkat dari cerita Sunda/Jawa dan keluarga maka cerita itupun beruntai sampai berpuluh puluh episode. Pengambilan gambar ditempat PFN di Kebon Nanas didepan Grasera dulu (Graseranya sekarang sudah tidak ada).
Saya melihat kegelapan ruangan studio yang besar itu ,takut rasanya .....
tetapi oleh karena ingin melihat boneka si Unyil ....ya...nggak apa apa.

Saya pernah diajak Pak Le ke rumahnya di Sukabumi .
Beliau menunjukan pada saya tempat membuat cerita ...
disebuah kamar dengan pandangan ke bagian depan ada balongnya ...disitu tenteram sekali.

Waktu itu saya senang membuat boneka sarung dari kain bekas ibu dan dijahit.
Tampaknya juga mengilhami beliau untuk menjadikan "Duit"

Banyak cerita menyinggung kehidupan sosial dan sekitarnya.
Sayang Oom Le/Pak Le sudah tiada ...maka berhentilah cerita unyil tersebut.

Cis Kacang buncis nyencle........

siapa yang akan melanjutkan kreasi beliau untuk anak anak?

saya ingat main musik di ITB pakai lagu ini
waktu itu mbak Lita masih TK

Julianto YC0DNW
Pak Le Kurnain Suhardiman memang sudah tiada, tetapi karyanya menjadi legenda di tanah air Indonesia. Siapa yang tidak kenal film boneka Si Unyil yang ditayangkan di TVRI tahun 1981 – 1993.

Dan pertanyaan mas Julianto terjawab, karena sejak tahun 2007 tokoh si Unyil ini mulai dihidupkan lagi menjadi Laptop si Unyil yang ditayangkan di Trans7 setiap hari Senin – Jumat, pk. 12.30 WIB.


Salah satu dari sedikit program TV asli Indonesia yang bagus buat pendidikan anak-anak.

"Sampai di sini dulu teman-teman...Merdeka !!"

19 February 2008

Bahaya kecanduan game online

Baca surat pembaca di Koran Tempo pagi ini, saya jadi inget posting saya belum lama ini mengenai hal yang sama.

Ternyata memang ada bahaya kecanduan lain selain narkoba.
Saya menuliskan lagi surat bapak Mohd Yusuf dari Tangerang ini, supaya bisa menjadi warning untuk para orangtua terutama yang kedua orangtuanya bekerja di luar rumah sampai malam, dan punya anak remaja cowok.

Saya prihatin melihat kenyataan yang sama di sekeliling saya .

Selain bolos sekolah berhari-hari mereka bahkan sampai berani berbohong pada orangtua dan mencuri !

Dan sama seperti pecandu narkoba, para gamers ini bisa jadi tahu apa yang mereka lakukan ini ( bolos sekolah, berbohong dan mencuri demi main game ) sebenarnya salah, tapi ngga bisa keluar dari 'jeratan' nya. Apalagi kalau lingkungan pergaulannya terus menerus menarik mereka kembali masuk ke sana.
Menurut saya, nge-game sebenernya fine2 aja, asalkan mampu mengendalikan diri dan tidak sampai menyebabkan perilaku 'buruk'.

Inilah surat pak Mohd. Yusuf...
"Pada saat ini, akses online game melalui internet sudah mewabah di setiap daerah. Hal ini membuat anak-anak remaja, mulai bangku sekolah menengah pertama sampai mahasiswa, kerasan duduk berjam-jam bermain online game atau melihat situs porno pada waktu belajar, baik pagi, sore, maupun malam hari, bahkan sampai 24 jam nonstop.

Melalui internet, mereka dapat mengakses online game untuk mencari lawan tanding dengan reward tertentu ( poin diperjualbelikan ) atau chatting dengan temannya di dunia maya tanpa dapat kita ketahui bagaimana perilaku dan sifat temannya tsb.

Kebetulan musibah ini menimpa anak laki-laki kami ( usia 14 tahun ) yang masih duduk di bangku SMP. Semula anak kami penurut dan terbuka kepada orangtua. Sekarang dia tidak terkontrol, sering tidak masuk sekolah, dan beberapa kali kabur dari rumah sampai berhari-hari.

Sudah seminggu anak kami pergi dari rumah hanya dengan berseragam sekolah tanpa memberitahu tempatnya berada. Kejadian ini pun tidak hanya menimpa kami, tapi juga dialami beberapa orangtua teman anak kami.

Kami sebagai orangtua sangat sedih dan prihatin atas musibah ini. Apa jadinya anak kami nanti ? Menurut guru konseling, permainan online game sudah menjadi candu dan tak ubahnya seperti orang kecanduan obat-obatan terlarang, lupa akan segala-galanya.

Saat pertamakali dia kabur dari rumah, kami telusuri seharian setiap rumah, toko dan warung internet yang ada di wilayah kami. Terlihat anak-anak berseragam sekolah di dalam ruko sedang asyik dengan permainan online game tsb. Setiap warnet selalu dipenuhi pecandu online game 10-15 anak. Bayangkan kalau ada 20 warnet, berarti ada 200 anak yang tidak belajar pada saat itu. Tentu sama halnya dengan daerah-daerah lain.

Wahai, bapak dan ibu yang berwenang di pemerintah pusat atau daerah, para pembuat keputusan, pengawas kebjakan, lembaga swadaya masyarakat, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dan Anak, mohon dengan sangat agar warnet diseleksi serta ada pengawasan sebelum telanjur merusak generasi muda kita sebagai penerus bangsa tercinta ini. Terimakasih."

14 February 2008

Diliput Jurnal Nasional

Dikutip dari media harian : Jurnal Nasional

9 Pertanyaan untuk Lita Uditomo: Bangkitkan Pramuka di Perumahan

Rabu, 13 Feb 2008
PADA masa Orde Baru, rata-rata kepala sekolah dasar dan menengah mewajibkan siswa mereka mengikuti latihan pramuka. Bahkan, ada hari khusus berseragam Pramuka. Kebijakan ini menyalahi prinsip dasar Pramuka, yakni sukarela.
Kebijakan itu juga memaksa guru, yang belum tentu suka, menjadi pembina. Akibatnya, mereka menyampaikan materi secara massal di dalam kelas. Padahal, metode kepramukaan mengajarkan sistem beregu, tanda kecakapan, dan latihan di alam terbuka.



Lita Uditomo, seorang ibu rumah tangga, yang sehari-hari mengajar les piano, mencoba menghidupkan kembali gerakan pramuka di perumahan, bersama suami dan teman-temannya. Apa alasan alumni Jurusan Matematika, Institut Teknologi Bandung ini memilih pramuka untuk dihidupkan sebagai kegiatan di perumahannya?
Berikut petikannya wawancara Jurnal Nasional dengan adik pakar IT Onno W. Purbo ini, akhir bulan lalu di Depok.

1. Bisa diceritakan bagaimana terbentuknya gudep (gugus depan) pramuka di perumahan Griya Depok?

Awalnya memang tidak terpikir. Sejalan dengan tumbuhnya anak-anak kami menjadi remaja, kami merasakan sulitnya mereka mengembangkan diri, karena tidak adanya wadah yang memadai. Kami juga merasakan kuatnya arus negatif dari lingkungannya. Bagi kami, pintar secara akademis saja tanpa diimbangi dengan kemampuan bersosialisasi, berorganisasi, kepekaan terhadap lingkungan dan penguasaan suatu keterampilan (life skills) rasanya tidak cukup untuk bisa menjadi bekal hidup mereka pada masa yang akan datang.

Berawal dari sinilah, kami berinisiatif mengumpulkan anak-anak dan remaja untuk mengisi acara peringatan 17 Agustus, dan peringatan hari besar Islam dengan performance remaja seperti ensemble musik, vokal grup dan operet. Seringnya berkumpul untuk latihan itu ternyata menumbuhkan rasa kebersamaan di antara mereka. Komunitas mereka otomatis terbentuk.

2. Usulan langsung dijalankan?

Suami tertarik sesudah membaca AD/ART Gerakan Pramuka di website Kwartir Nasional. Waktu itu saya tidak bisa membayangkan, bagaimana caranya membentuk gudep. Apakah mungkin orang yang sudah lama sekali tidak terlibat dengan kegiatan kepramukaan lalu membentuk gudep? Kebetulan saya punya teman yang pekerjaannya membina pramuka di sekolah-sekolah. Dia mengenalkan kami pada temannya yang juga pembina pramuka. Beliau antusias mendukung terbentuknya gudep teritorial ini, dan memberikan bimbingan bagaimana caranya dan apa syarat-syarat membentuk gudep. Kami pun diberi buku Kursus Mahir Dasar ( KMD ), dan menyarankan kami untuk ikut kursus ini atau pelatihan untuk pembina pramuka juga. Sesudah semua siap, kami sepakat untuk memulai kegiatan pramuka ini pada Februari 2007.

3. Apa kendala awalnya?

Terbatasnya sumber daya pembina. Apalagi, kami kemudian memutuskan untuk tak melanjutkan kerja sama dengan teman pembina itu, karena ketidaksesuaian idealisme. Kami lalu sempat bingung harus berbuat apa. Sampai akhirnya saya memberanikan diri menceritakan masalah ini ke mailinglist pramuka . Alhamdulillah, direspons dengan baik.

Beberapa teman menyarankan supaya saya dan suami yang terjun langsung menjadi pembinanya. Menurut mereka, pada dasarnya orang tua adalah pembina anak-anaknya. Yang penting jadi pembina pramuka itu dasarnya harus sukarela dan ikhlas. Akhirnya kami berdua memutuskan untuk terjun langsung. Selama beberapa minggu berjalan, semua hal kami tangani berdua saja. Mulai menyusun program latihan mingguan, melatih setiap minggu pagi, sampai mengurusi administrasi dan perlengkapan gudep.

4. Apa sebenarnya kelebihan Pramuka?

Kami ingin anak-anak dan remaja mendapat kesempatan untuk mengembangkan dirinya, pramuka adalah kendaraan yang paling tepat. Di pramuka mereka bisa belajar pertolongan pertama pada kecelakaan, sains dan teknologi, musik, menggambar, masak, menulis, akting, menjahit, berkebun. Pendeknya di pramuka anak-anak bisa belajar apa saja sesuai minat dan bakat mereka. Tidak cuma teknik kepramukaan seperti semaphore, morse, baris berbaris, dan tali temali saja.

Selain itu di pramuka anak-anak juga belajar bersosialisasi, bekerja sama, berorganisasi, dan melatih kepemimpinan sejak usia siaga (SD) sampai usia dewasa dengan sistem barung, regu, sangga, racana. Jadi bisa dibilang pramuka itu kegiatannya 'multiple intelligence'.

Dan karena semua kegiatannya berbasis pada Satya (janji) dan Dharma (moral), Insya Allah outputnya adalah pemimpin yang berkarakter, dan menjunjung nilai-nilai luhur.

Menurut pengalaman saya yang mempunyai anak-anak yang sekarang sudah remaja, pendidikan seperti ini tidak bisa mereka dapatkan baik di rumah maupun di sekolah.

5. Bukankah di sekolah masing-masing mereka sudah mendapatkan kepramukaan?

Pendidikan kepramukaan adalah pendidikan ketiga sesudah pendidikan di rumah dan di sekolah. Kegiatannya berbentuk outbond di alam terbuka, bukan kegiatan di dalam kelas. Kami memilih basisnya di perumahan karena memang awalnya dibentuk untuk mewadahi kegiatan anak-anak dan remaja di lingkungan perumahan kami dan sekitarnya.

6. Bagaimana tanggapan warga perumahan?

Alhamdulillah, cukup banyak orang tua yang menanggapi positif kegiatan ini dan berhasil mendorong putra dan putrinya untuk ikut. Sekarang sudah ada sekitar 35 anak dari siaga, penggalang sampai penegak yang bergabung, dengan 5 orang pembina yang semuanya adalah orang tua dari anak-anak pramuka. Tapi, ada juga yang memprihatinkan, karena ada anak yang berminat ikut pramuka tapi tidak diizinkan orang tuanya. Tantangan kami memang mengubah citra masyarakat terhadap pramuka. Kegiatan ini masih dinilai tidak keren, kampungan. Malah ada yang menilai kegiatan ini corong pemerintah. Jadi kendalanya bukan dana atau teknis pelaksanaannya, tapi mengubah citra.

7. Apakah dana memang bukan kendala?

Alhamdulillah, kebetulan kami bisa mandiri tidak tergantung pada sponsor/donor ataupun kwartir. Modal awal bisa dibilang tidak ada, hanya untuk administrasi dan perlengkapan gudep seperti bendera. Untuk operasional kegiatan mingguan seperti peralatan dan perlengkapan memang semua didanai para pembinanya, yang juga warga perumahan. Kebetulan, para pembina adalah pekerja profesional berpendidikan S1 dan S2 yang di tengah kesibukannya dengan sukarela dan ikhlas meluangkan waktu dan tenaganya untuk bergabung membina anak-anak. Iuran bulanannya yang Rp.20.000, menjadi tabungan kegiatan outing setiap liburan. Kadang-kadang kami juga minta bantuan dana tambahan dari Masjid Al Mukhlishun untuk kegiatan outing, kalau masih kurang.

8. Anak didik selalu antusias?

Kebosanan mungkin ada. Kami harus bisa 'tarik ulur' untuk membina mereka. Harus gaul juga. Kami berusaha terus untuk tetap kreatif dan inovatif. Ke depannya insya Allah anak-anak penggalang sudah bisa lebih mandiri. Pembina hanya mendampingi.

9. Tidakkah tergerak untuk membuat kampanye ke perumahan-perumahan lain?

Sebenarnya, kami mengharapkan media bisa mempromosikan terbentuknya gudep-gudep teritorial/wilayah. Kami lebih fokus pada pengembangan gudep sendiri. Tapi saya membuat blog khusus untuk kegiatan pramuka di www.pramukakita.multiply.com. Selain untuk dokumentasi kami, sarana untuk memperluas jaringan, Insya Allah dapat menambah wawasan teman-teman yang berniat mendirikan gugus depan di lingkungannya. Ke depannya, blog ini bisa menjadi sarana peserta didik untuk mengembangkan kemampuan menulis, dan pengetahuan teknologi.

Thonthowi Dj

08 February 2008

Sarjana pengangguran

Berita di Koran Tempo, 6 Februari 2008
" Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Fasli Jalal menyatakan saat ini di Indonesia ada 740.206 lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Mereka terdiri dari atas 151.085 lulusan D-1 ataupun D-2, 179.231 lulusan D-3 dan 409.890 lulusan universitas. Mereka tidak bekerja karena kompetensi tidak sesuai, lulusan yang tidak terserap, memilih tidak bekerja, atau mehasiswa lulusan dari program studi yang sudah jenuh "
Jujur...saya sendiri sering merasa 'miris' dengan sistem pendidikan di Indonesia ini… Berprestasi di sekolah, pintar secara akademis - baca : berhasil jadi sarjana - tanpa punya 'spesialisasi' atau ketrampilan tidak bisa menjamin seseorang sukses dalam hidupnya -ternyata-

Tapi memang kasihan juga anak sekarang…
Sejak kelas 1 SD materi pelajarannya aja udah seperti itu..
Makin gede, makin susah…anak saya yang paling besar yang sekarang duduk di kelas XI bahkan sempat ambil kuliah virtual dari MIT dan berkomentar “Kuliah di MIT kok lebih gampang daripada pelajaran di sekolah ya ?”

Sistem pendidikan di Indonesia mengharuskan anak-anak mempelajari banyak disiplin ilmu, bahkan mungkin terlalu banyak, tapi ngga punya spesialisasi dan ngga menguasai konsep…
Padahal sekolah sampai sore, ditambah bimbel, les pelajaran ini dan itu sampai ngga sempat lagi belajar life skills bahkan mungkin ngga sempat gaul !
Jenuh, pelariannya main ke warnet dan nongkrong di mall..

Duh, apa kabar Indonesia kelak ya....
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...