08 February 2008

Sarjana pengangguran

Berita di Koran Tempo, 6 Februari 2008
" Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Fasli Jalal menyatakan saat ini di Indonesia ada 740.206 lulusan perguruan tinggi yang menganggur. Mereka terdiri dari atas 151.085 lulusan D-1 ataupun D-2, 179.231 lulusan D-3 dan 409.890 lulusan universitas. Mereka tidak bekerja karena kompetensi tidak sesuai, lulusan yang tidak terserap, memilih tidak bekerja, atau mehasiswa lulusan dari program studi yang sudah jenuh "
Jujur...saya sendiri sering merasa 'miris' dengan sistem pendidikan di Indonesia ini… Berprestasi di sekolah, pintar secara akademis - baca : berhasil jadi sarjana - tanpa punya 'spesialisasi' atau ketrampilan tidak bisa menjamin seseorang sukses dalam hidupnya -ternyata-

Tapi memang kasihan juga anak sekarang…
Sejak kelas 1 SD materi pelajarannya aja udah seperti itu..
Makin gede, makin susah…anak saya yang paling besar yang sekarang duduk di kelas XI bahkan sempat ambil kuliah virtual dari MIT dan berkomentar “Kuliah di MIT kok lebih gampang daripada pelajaran di sekolah ya ?”

Sistem pendidikan di Indonesia mengharuskan anak-anak mempelajari banyak disiplin ilmu, bahkan mungkin terlalu banyak, tapi ngga punya spesialisasi dan ngga menguasai konsep…
Padahal sekolah sampai sore, ditambah bimbel, les pelajaran ini dan itu sampai ngga sempat lagi belajar life skills bahkan mungkin ngga sempat gaul !
Jenuh, pelariannya main ke warnet dan nongkrong di mall..

Duh, apa kabar Indonesia kelak ya....

17 comments:

  1. Bener bund, plajaran sekolah sekarang susah2, aku ikut mumet kalau anakku ngerjain pe-er.
    Aku juga sudah mikirin , bgm ntar kalau anakku lulus kuliah nggak dapat kerja ?(syukur ya kalau bisa bikin usaha sendiri, la kalau enggak? )

    ReplyDelete
  2. Demi kemajuan pendidikan Indonesia kali ya. Lihat aja rangking kualitas pendidikan Vietnam yang lebih baik dari Indonesia...!

    ReplyDelete
  3. Kasihan...

    Memang sih kebanyakan gitu, sarjana tanpa kompetensi.

    Saya memang telat kuliahnya sehingga keduluan teman-teman jadi sarjana. Tapi nyatanya, sarjana tanpa kompetensi semua, lum ada satupun yang kerja. Kasihan.

    ^_^

    Masa sih sarjana komputer cuma bisa install windows doank sama programming tingkat medium...hik...hik...kalo yang itu saya ndak perlu kuliah udah bisa... T_T

    ReplyDelete
  4. Selamat dulu dengan template barunya.

    System pendidikan di Indonesia terlalu banyak "muatannya" dan mau dibawa kemana tak ada seorangpun yang mau menjawab dengan jujur ?
    Seharusnya reformasi juga menyentuh dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  5. ya ini yang disebut pengangguran intelektual. Problem ( umumnya ) Pola pendidikan justru nggak sinergi dengan dunia praktek. Sehingga banyak kegagapan setelah fresh graduate.

    ReplyDelete
  6. jadi enterpreneur itulah jawaban atas pengangguran di negeri ini.sudah saat nya membangun negeri ini dimulai kerja keras kita dlam membangun usaha sendiri utk peningkatan ekonomi tentunya..

    ReplyDelete
  7. Ani : Aku juga sudah mikirin , bgm ntar kalau anakku lulus kuliah nggak dapat kerja ?(syukur ya kalau bisa bikin usaha sendiri, la kalau enggak? )

    Iya, bund, anak2 harus dibekelin ketrampilan juga ya di luar akademis.

    ReplyDelete
  8. Fiz : Demi kemajuan pendidikan Indonesia kali ya. Lihat aja rangking kualitas pendidikan Vietnam yang lebih baik dari Indonesia...!

    Aku rasa memang begitu. Cuma kok rasanya ada yang salah...
    Bukannya tambah pinter, malah jadi tambah malezz belajar..bener ngga sih ?

    ReplyDelete
  9. Rystiono : Masa sih sarjana komputer cuma bisa install windows doank sama programming tingkat medium...hik...hik...

    hik..hik...:(

    ReplyDelete
  10. Gus Koko : System pendidikan di Indonesia terlalu banyak "muatannya" dan mau dibawa kemana tak ada seorangpun yang mau menjawab dengan jujur ?

    bener banget, Gus..terlalu banyak muatannya, malah ngga ada yang bener2 dikuasai. Memprihatinkan...

    ReplyDelete
  11. Iman Brotoseno : Problem ( umumnya ) Pola pendidikan justru nggak sinergi dengan dunia praktek. Sehingga banyak kegagapan setelah fresh graduate.

    Bener, mas...mudah2an ke depannya bisa ada sinergi...*mungkin ngga ya?*

    ReplyDelete
  12. Cempluk : jadi enterpreneur itulah jawaban atas pengangguran di negeri ini

    Tepat sekali. Menggali potensi diri, menciptakan lapangan kerja sendiri..

    ReplyDelete
  13. system pendidikan indonesia kenyataannya mengalami degradasi sejak tahun 85-an, hal ini terjadi ketika dunia pendidikan sudah dijadikan lahan bisnis penguasa tetapi tidak dibarengi dengan peningkatan pendapatan guru serta peningkatan kualitas sdm-nya, keadaan semakin diperparah dengan adanya pameo bahwa ganti menteri ganti system, standarisasi menjadi tidak ada. lebih ngawur lagi pasca reformasi, seolah mau mengejar ketertinggalan dalam system belajar mengajar, lupa dengan penguatan fondasi sarana dan prasaranya....jadinya ya tumpang tindih......evaluasi system hanya terpusat di ibukota, sementara kondisi daerah berbeda-beda, semua dipaksakan.....hasilnya...nol pothol....weks....

    ReplyDelete
  14. kasian kita sebagai warga negara punya pemimpin tidak berusaha untuk memecahkan maslah !

    ReplyDelete
  15. Heheh... Iya nih Kak Lita... Saya sendiri jadi bngung, nanti kalau lulus jadi apa ya? La wong saya nggak bisa apa-apa e... (Bisanya cuma semapor ma morse doang, :lol: )

    ReplyDelete
  16. Temans, aku rasa pemerintah tidak menutup mata dengan banyaknya sarjana yg jadi pengangguran.

    Baca koran tempo hari ini "Balai latihan kerja akan direvitalisasi".

    Menurut Mentri Tenaga Kerja Erman Soeparno, untuk membantu mengatasi tingginya angka pengangguran lulusan perguruan tinggi, balai-balai latihan kerja akan direvitalisasi.

    Kata blio,"Sarjana yg menganggur lebih berbahaya ketimbang yang bukan lulusan perguruan tinggi"

    Semoga aja bisa jadi solusi..

    ReplyDelete
  17. salam kenal dulu sama bunda lita,kalo aku punya cara sendiri dari kecil ku ajarin dagang"si doni yang ganteng itu"hahaha... sekarang lulus kuliah langsung jadi entrepreneur gak basa basi lagi mantap deh.(tapi perjalana nya di mulai dari SD).

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...