22 July 2008

Bimbel, perlu atau tidak ?


Jaman saya sekolah dulu, yang namanya bimbel atau bimbingan belajar itu cuma ada untuk anak kelas 3 SMA yang akan lulus dan melanjutkan kuliah, mencari perguruan tinggi yang diminati.

Sekarang..

Entah kapan mulainya, bimbel sudah dimulai sejak SD bahkan dari TK sudah ada yang ikut les membaca !

Beberapa anak kelas 1 atau 2 SMA yang sekolah di SMA favorit pun - yang sudah pasti masuknya perlu NEM yang ngga sedikit - tidak ketinggalan ikut bimbel juga. Padahal saya kenal mereka adalah anak-anak pintar berotak encer.

Saya jadi bingung, anak sekarang sebenernya sekolahnya di SMA atau di bimbel ya ?

2 anak saya sekarang duduk di kelas 3 SMP dan 3 SMA.
Kemarin mereka sempat nanya, apa mereka boleh ikut bimbel di luar sekolah spt teman2nya ?
Mereka sempat khawatir, kalau teman2nya pada ikut bimbel, apakah mereka bisa lulus dan ikut bersaing ?

Mas Budi, sulungku, sempat mengamati kehebohan orangtua setiap tahun mencari sekolah untuk anak2nya, dan sempat berkomentar "Sekolah itu cuma buat anak2 yang...kalau ngga pintar banget ya kaya banget ya..."

Sebenarnya perlu atau tidak sih ikut bimbel ?

Bukankah harusnya sudah menjadi tanggungjawab sekolah untuk memberi pendidikan akademis untuk murid2nya ? Bukankah sekolah itu tempatnya menuntut ilmu ?

Begitu 'mengerikannya' ya UAN di mata orangtua dan anak2 sekarang..

Saya puyeng..

08 July 2008

Berkemah untuk melatih kemandirian

Sebulan lebih ngga posting ?
Wah, ternyata memang time flies...ini bahasa lain selain faktor 'M' dan internet lelet..hehehe...
Ya, harap dimaklum deh, kalau libur itu jadwal pakai internet di rumah pasti penuh dan ngantri
Tapi, sebenernya juga dari bulan Mei kemarin, jadwal kami memang lumayan padat.
Anak2 ikut Lomba Siswa Berprestasi, Olimpiade Sains tingkat Propinsi, juga sempat ikut seleksi pertukaran pelajar ASEAN...
( ini semua bukan obsesi kami loh, tapi sekolah yang memilih , dan sempat bikin kami berkeringat ...menarik juga, tapi ceritanya kapan2 deh..)
Selain itu ada beberapa kegiatan juga yang harus kami urusi..
ada peresmian gugusdepan ( alhamdulillah, akhirnya diresmikan juga pas tanggal 20 Mei 2008 ), dilanjut mengurusi perkemahan siaga, dan perkemahan remaja se-perumahan griya depok asri.
Berkemah, salah satu cara melatih kemandirian

Perkemahan anak-anak siaga dengan tema "Siaga mandiri, berani dan tidak putus asa" ini adalah perkemahan pertama mereka tanpa kakak-kakak penggalang. Ada 22 anak siaga ( kelas 1 - 4 SD ) yang ikut berkemah di Camping Ground Pasir Mukti.
Beberapa anak masih duduk di TK B, dan baru berumur 5 tahun, dilepas orangtuanya untuk berkemah dengan kami...
can u imagine ?
22 anak dengan sifat dan kebiasaan yang berbeda2. Ada yang memang sudah terbiasa mandiri dan bisa menyiapkan semua keperluannya sendiri, ada yang sudah duduk di kelas 2 tapi masih juga makannya disuapin mbaknya..
Terusterang awalnya kami sempat khawatir...apakah mereka bisa mandiri ? Gimana kalau ada yang malam2 minta pulang ?
Tapi ternyata...
Mereka mampu mengurus diri sendiri...menggendong ranselnya, makan, masak, mencuci peralatan makan, membereskan barang2nya, termasuk juga mendirikan tenda.
Semua mereka lakukan sendiri, dan kebanyakan tanpa bantuan kami para pembinanya.
Mendirikan tenda
Masak sarapan
Mencuci peralatan makan
Berkemah memang salah satu cara untuk melatih kemandirian anak, selain juga untuk mengenal alam lebih dekat dan bersosialisasi...
Foto2 seru yang lebih banyak ada di www.pramukakita.multiply.com . update 2014 : maaf, broken link, multiply sudah tidak aktif :(
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...