27 December 2012

KeJar ilmu dari Komunitas Depok Photography

15 Juni 2012
Sinar matahari yang baru mulai menghangat di pagi hari Sabtu itu ikut menyemangati langkah kaki ku untuk datang berkumpul di pinggir danau halaman perpustakaan Universitas Indonesia.

Pagi itu adalah hari pertama kelompok belajar ( KeJar ) fotografi batch 2 yang diadakan oleh Komunitas Depok Photography. Salah satu kegiatan dari segudang kegiatan komunitas ini.

Fotografi memang menjadi salah satu yang saya suka sejak lama. Maksudnya, saya menikmati melihat foto2 yang 'bagus', dan ingin suatu saat bisa membuat foto yang 'bagus'. Tapi selama ini belum pernah sempat mengambil kelas fotografi, dan lebih sering moto ngasal menggunakan kamera saku atau menjadi 'talent model' suami...haha..

Kesempatan itu secara kebetulan saya dapatkan ketika booth Komunitas Depok Berkebun mendapat lokasi yang berdekatan dengan Komunitas DepHot dalam kegiatan Depok Community Festival 2012 di bulan Juni.

And here I am....bertemu dengan teman-teman baru yang masing-masing sudah membawa gear layaknya fotografer, sementara saya hanya membawa kamera digital saku Canon IXUS pink saya. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya, seperti yang dikatakan mas Didi & bang Ramon waktu itu "ngga perlu malu dengan camera yang kita punya. Kita bisa membuat foto bagus dengan kamera apa saja, ngga musti DSLR"...agak lupa persisnya, tapi kira-kira seperti itu..

Sesi pertama, diisi dengan perkenalan dan menjawab pertanyaan tertulis untuk memberi gambaran kepada pengajar sejauh mana pengetahuan masing-masing peserta mengenai fotografi. Mas Didi dari Didi Martaditia Photography sebagai pengajar utama membahas dengan gaya yang seru dan menarik apa itu fotografi dan jenis-jenis kamera.

Pertanyaan pertama saya waktu itu adalah gimana sih cara memilih kamera ?

Jawabannya : Tergantung kebutuhan masing-masing. Kebutuhan seorang fotografer profesional tentunya berbeda dengan kebutuhan saya yang moto untuk hobby dan dokumentasi pribadi. 

Kejar 1, Kejar 2 DepHot
Peserta nya masih muda2 yaa...Gani malah usianya lebih muda dari anak saya..hehe..saya memang peserta yang paling senior dari segi usia...tapi tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar hal baru kan ? :)

Dalam 5 sesi yang diadakan tiap sabtu berikutnya, saya belajar tentang cinta segitiga...eh, itu istilahnya Febri si ketua angkatan...haha..maksutnya trilogy photography (diafragma, apertureshutterspeed ), panning, freezing, zooming, komposisi and rule of third, white balance, flash and strobist dengan membawa kamera digital prosumer Konica Minolta jadul punya suami.


belajar panning dengan
kamera digital Konica Minolta DImage
belajar freezing dengan
kamera digital Konica Minolta DImage
suasana belajar strobist, dok : Tri Ari
Dari semua teknik yang dipelajari, hanya teknik zooming dan strobist yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kamera digital saku atau kamera prosumer.

Sesi terakhir adalah kegiatan hunting untuk merapkan apa yang sudah dipelajari selama workshop. Kami peserta kejar 2 memilih hunting naik KRL ke kota tua maksudnya supaya bisa sekalian belajar street photography & human interest. Alhamdulillah di sesi terakhir itu saya membawa mirrorless digital camera Sony NEX-5N yang ringan untuk selalu saya bawa kemana-mana, pilihan suami yang selalu mendukung semua kegiatan saya.

Red Squad
Salut dan terimakasih saya yang sebesar-besarnya untuk teman2 dari Komunitas Depok Photography terutama mas Didi dan bang Ramon yang berkenan dengan sukarela ikhlas membagi ilmunya. Insya Allah bermanfaat banget dan menambah semangat saya untuk belajar membuat foto...


Kejar batch2, dok : Tri Ari
Salam jepret ! ^^

29 July 2012

Kebun Kotak & Kids Farming di Kebun Gridea

"Mbak, Kelvin putranya bu Wawat mau ikut nanam di kebun kotak, masih ada kotaknya ngga ?" begitu bunyi sms dari ibu RW yang saya terima sore menjelang maghrib hari Minggu lalu.
Sudah 3 bulan berlalu sejak kebun Gridea diaktivasi oleh anak-anak Gridea yang menanam bayam dan kangkung pada Hari Bumi 22 April 2012.

Hari Minggu 15 Juli 2012 para sahabat Gridea berkumpul lagi untuk panen bayam dan kangkung organik yang kedua kalinya sekaligus mengaktivasi salah satu program kegiatan di kebun Gridea yang dinamakan 'Kebun Kotak'.

Apa sih 'kebun kotak' itu ?

Sesuai namanya, kebun kotak adalah lahan berukuran 1x1 m2 yang 'disewakan' kepada siapa saja yang berminat untuk berkebun tetapi mempunyai keterbatasan lahan di rumahnya ataupun yang hanya ingin belajar berkebun bersama. Biaya sewanya hanya 10ribu rupiah saja per bulan, sudah termasuk penyediaan bibit, pupuk, perawatan, klinik berkebun sampai penghasilan panen.

Seru kaan ? ;)
dan memang peminatnya cukup banyak...

Di hari launching itu sudah ada 7 pekebun kotak yang kami sebut sebagai pecinta kebun yang datang menanam caisim, selada, jagung, bayam merah, dan juga cabe rawit. Mereka yang datang hari itu bukan dari perumahan Griya Depok Asri, tapi dari Cibubur dan Pasar Minggu...wow, luarbiasa semangatnya !

belajar menanam selada
Hari Minggu berikutnya, jumlah pekebun kotak bertambah menjadi 19 ( full ! ) dengan ibu2 PKK dan anak2 Gridea - termasuk Kelvin yang akhirnya datang terlambat.

Anak2 Gridea datang untuk ikut salah satu program kegiatan yang diadakan Kebun Gridea yaitu Kids Farming yang dipandu oleh Kak Syarif dari Komunitas Saka Wanabakti dan Kak Eko dari Komunitas Depok Berkebun.

Hari itu, Fira, Tata, Fitri, Tika, Laras, Hafiz, dan si imut Aisyah datang untuk belajar menanam jagung.

Kalau jagung semua anak pasti udah tau bentuknya dan pernah makan. Tapi gimana siih cara menanamnya ? Trus kayak apa yaa bentuk pohonnya nanti ?

Yuuk ikut kak Eko belajar menanam jagung...:)

Pertama, tanah yang sudah digemburkan dan diberi pupuk kandang oleh kak Syarif diberi lubang2 yang sama besar dan berjajar rapi. Dalamnya sekitar 3 cm.

Kedua, tanah disiram lagi dengan air yang sudah dicampur humat/ pembenah tanah dan pupuk cair.

disiram pupuk
Ketiga, Tata membagikan biji jagung ke teman2nya untuk ditanam di lubang tadi. Masing2 lubang cukup diisi 1 biji saja.

Keempat, tutup lubangnyaaa...dengan semangat anak2 menutup semua lubang yang sudah berisi biji jagung...:) 

Si imut Aisyah menutup lubang isi benih jagung
Terakhir, jangan lupa disiram lagi yaaa...

hafiz bisa menyiram sendiri 
Bismillah..mudah2an tumbuh dengan subur ya nak...insya allah 3 bulan lagi kita bisa panen jagung ! ^^

Sesudah menanam jagung, anak2 ternyata pengen ikut juga menanam sayuran di kebun kotak. Mereka ingin memilih lahan, memilih bibit sayurnya dan menanamnya sendiri.

laras asyik menanam di kebun kotak
Waah suasana di kebun Gridea hari itu heboh banget dengan semangat dan keceriaan anak2...ada yang menanam tomat, bayam, cabe, dan terong...hihi, yang ini request dari ibu-ibu di perumahan Gridea ^^

Seru yaa...gimana di daerahmu ? sudah berkebun juga belum ? yuuk ^^

23 July 2012

Sahabat Kebun Gridea

Remaja putra ini menunduk dengan raut wajah serius. Tangan kanannya memegang jarum hakken, dan gulungan benang membelit jari-jari tangan kirinya. Di sekelilingnya ada beberapa remaja putri yang juga sedang menunduk dengan raut wajah serius.

belajar merajut di kebun Gridea
"Kak Lita, ada waktu ngga hari minggu siang ? Kami pengen belajar ngrajut sama kakak" begitu bunyi sms kak Ria salah satu pramuka penegak anggota Saka Wanabakti yang tinggalnya jauuuhhh banget dari tempat tinggal saya di Gridea beberapa hari sebelumnya.

Selain kak Ria, ada kak Dini, putri seorang pedagang sayur di pasar yang juga rela menempuh perjalanan panjang dari rumahnya ke kebun Gridea. Mereka datang untuk merawat Kebun Gridea dan juga belajar banyak hal, salah satunya adalah belajar merajut.

Dengan rajin kak Ria, kak Dini dan beberapa temannya bergantian datang menyiangi rumput2 liar dan menyirami sayurannya. Kadang mereka pamit tidak bisa datang karena tidak punya ongkos. Duh, saya sampai terharu, tanpa bantuan tulus mereka, entah apa jadinya Kebun Gridea.

Pukul 2 siang, teman2 dari komunitas Depok Berkebun mulai berdatangan bergabung dengan kak Ria dkk. Ya, Kebun Gridea sudah saatnya panen raya yang kedua kalinya.

pekebun cantik sahabat kebun Gridea
Udara yang cukup terik di siang menjelang sore itu tidak mengurangi semangat sahabat-sahabat Gridea untuk mencabuti bayam dan kangkung yang sebagian dimasak kak Ria dan teman2 nya untuk disantap bersama.

'sensasi' panen bayam
Sebagian lagi, dengan memanfaatkan smartphone, saya tawarkan kepada ibu-ibu tetangga yang berebutan membeli bayam & kangkung organik fresh yang meskipun saya tawarkan gratiss, mereka tetap memaksa membeli :)

Kangkung Organik Fresh produksi Kebun Gridea
"Yaaah..saya terlambat buka bb nih, jadi ngga kebagian sayur ya mbak lita ?" beberapa ibu terpaksa menelan kecewa karena tidak kebagian.

"Tenang aja, buibu, insya allah bulan depan kita panen lagi :)" jawabku.
Ya, sayuran seperti sawi, caisim, selada dan bayam yang ditanam oleh para pekebunkotak hari itu insya allah tumbuh dan bisa dipanen dalam waktu beberapa minggu saja.

Kebun Toga Ibu2 PKK

Selain bertanam sayuran, kebun Gridea juga diaktivasi menjadi kebun Toga oleh ibu2 PKK RW 24. Ada sekitar 30 jenis tanaman yang ditanam oleh ibu2 para istri ketua RT dan aktivis lingkungan RW24. Tidak hanya tanaman obat keluarga, tapi juga pohon buah2an. Ada pohon sirsak, belimbing sayur, mangga, jambu, jeruk, durian, sampai sirih merah, binahong, daun suji, temulawak dan banyak lagi.

Ibu RW menanam di kebun toga
Alhamdulillah, lahan yang sudah bertahun-tahun menjadi lahan terbengkalai dan kelihatan kumuh, sedikit demi sedikit bisa diubah menjadi kebun yang memberi manfaat untuk warga Perumahan Griya Depok Asri dan sekitarnya. Mereka adalah para Sahabat Kebun Gridea...^_^

17 July 2012

Pilah sampah yuk !

Ini catatan saya yang ke-3 tentang proses membangun sistem pengelolaan sampah skala RW setelah mimpi saya membangun RW Hijau dan mencermati bank sampah 
Hari sudah malam ketika kami, beberapa istri pengurus RT, ibu ketua arisan dan teman dari project bank sampah UI berkumpul di rumah saya untuk mendiskusikan langkah-langkah yang akan diambil untuk mensosialisasikan pengelolaan sampah rumah tangga kepada ibu2 peserta arisan.

Setelah melalui diskusi untuk menyatukan pemahaman tentang pengelolaan sampah, kami mencapai kesepakatan bahwa pelatihan dan sosialisasi yang akan disampaikan kepada warga adalah menumbuhkan kepedulian terhadap sampah, sehingga warga dengan sukarela mau mereduksi dan memilah sampah di rumahnya.

Dan rencananya, setelah sosialisasi nantinya akan didukung dengan peraturan atau himbauan dari RT/RW supaya sampah bisa tetap terjaga pemilahannya sampai ke Tempat Pembuangan Sementara di dalam kompleks perumahan.

Materi pelatihan disiapkan oleh teman2 dari UI dan Komunitas Wanita Peduli Lingkungan.

Suasana latihan pemilahan sampah
Pertama yang disampaikan adalah ilustrasi mengenai sampah kota Depok yang menjadi alasan kenapa kita harus mulai memilah sampah kita dimulai dari rumahtangga. Bukan hanya banyaknya timbulan sampah yang sudah kritis tidak bisa tertangani oleh pemerintah kota, tapi juga pencemaran tanah dan air, dan pemborosan sumber daya alam menjadi alasan kenapa kita harus mengurangi dan memilah sampah kita.

Pengenalan sampah

Untuk pemula, bila sampah bisa dipisahkan antara yang organik, anorganik dan limbah B3 saja sudah cukup baik.

Sampah organik :
Adalah sampah sayuran yang belum diolah, kulit buah, sisa nasi, sisa makanan

Sampah anorganik :
Sampah plastik, kardus, kaleng, kertas, sterofoam, botol dll

Sampah berbahaya (B3):
Seperti baterai, bohlam, lampu, tinta print, botol bekas obat, spray ( botol beraerosol ), aki

Sampah yang 'sulit' dikelola :
Pampers, pembalut wanita, perban bekas luka


Yang paling sederhana yang akan dilakukan adalah memisahkan dan memberikan secara terpisah pada petugas kebersihan. Petugas kebersihan akan senang kalau menerima sampah anorganik yang sudah terpilah dalam keadaan bersih.

Selain cara memilah sampah, ibu-ibu juga diberi pengetahuan sederhana tentang jejak karbon dengan harapan ibu2 tidak boros lagi dalam mengkonsumsi barang, misalnya tidak sering2 berganti hp, tidak sering membeli baju baru, menggunakan produk2 yang hemat energi, dsb

Dan salah satu kebijaksanaan keren dari pengurus arisan ibu-ibu RT12 ini adalah membeli inventaris gelas dan kotak makanan untuk mengurangi produksi sampah plastik minuman kemasan dan snack box yang biasanya menumpuk sesudah kegiatan arisan #thumbsup, buu ! ;)

Snack box arisan 
Rencananya, kalau pemilahan sampah ini sudah lancar dijalankan oleh seluruh warga, kami akan mulai lagi mencoba mensosialisasikan cara mengolah sampah organik menjadi kompos skala rumah tangga.

14 June 2012

Mencermati Bank Sampah

Melanjutkan catatan saya sebelumnya tentang mimpi membangun RW Hijau, saya akan menceritakan sedikit tentang proses membangun jaringan komunitas bank sampah yang sedang diupayakan teman-teman UI untuk kota Depok dari kacamata saya yang sederhana.

Membangun bank sampah bisa menjadi salah satu solusi pengendalian sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Sampah karena seperti bank uang, bank sampah ini juga memiliki nasabah yang menabung sampah anorganik. Jadi setelah dipilah warga, sampah anorganik tidak diangkut ke tempat pembuangan sampah tapi dibawa ke bank sampah untuk ditimbang, dihargai, dan kemudian harganya dicatat di buku tabungan nasabahnya.

Petugas kebersihan Gridea yang memilah sampah di gerobaknya
dan menjual sampah anorganik untuk tambahan uang sekolah anak
Hanya saja, ada hal yang cukup penting untuk dicermati tentang bank sampah, karena sesudah beberapa kali bertemu dan berdiskusi dengan teman2 dari tim UI yang sedang membangun komunitas bank sampah ini, saya menemukan persepsi yang berbeda di antara kami dalam melihat persoalan sampah.

Beberapa tahun terakhir, waktu saya mulai mengelola sampah rumah tangga saya, saya belajar dari teman2 aktivis lingkungan bahwa mengatasi masalah sampah adalah berusaha mengurangi sampah yang kita hasilkan, kalau bisa sampai ke titik nol atau zero waste.

Tapi coba perhatikan hal berikut ini :
waktu kami merencanakan bersama-sama akan membuat training of trainer bank sampah, (seperti kebiasaan saya kalau mengadakan kegiatan di pramuka yang sebisa mungkin zero waste) ketika saya mengusulkan untuk tidak menggunakan air minum kemasan dan snackbox untuk konsumsinya, mereka mengatakan bahwa justru kita pakai itu untuk memberikan contoh sampah apa yang bisa ditabung di bank sampah. Menurut teman2 waktu itu, sekarang ini sulit menghindari penggunaan air minum kemasan dan snackbox kalau kita mengadakan acara
Itu artinya...
ada hal kritis di bank sampah yang perlu kita cermati yaitu bagaimana untuk tidak mendorong orang untuk tidak menghasilkan sampah sebanyak2nya hanya karena ada nilai ekonominya

Di sini saya menemui perbedaan persepsi Reduce dalam sistem pengelolaan sampah 3R. Reduce menurut persepsi saya adalah meminimasi sampah yang kita hasilkan. Sedangkan menurut persepsi teman2, Reduce adalah meminimasi sampah yang masuk ke TPS.

Jadi, perlu ditekankan di sini bahwa inisiatif bank sampah itu hanya sebagian alternatif solusi dari masalah sampah. Karena kalau dilihat dari proses 3R (Reduce-Reuse-Recycle), bank sampah ini masuk di kategori Reuse/Recycle, sementara nyawa 3R itu ada di Reduce agar sebisa mungkin tidak me-recycle, karena sampahnya sudah minimal.

Selain itu, kacamata orang ketika memandang issue sampah & lingkungan, hanya sebatas 'sampah bisa hancur atau tidak', sama seperti kantong kresek yang orang justru berpikir mencari cara supaya kantong kresek itu bisa hancur.
Orang lupa kalau semua barang itu butuh sumber daya alam untuk membuatnya. Semakin banyak barang yang diproduksi, semakin cepat kita tidak bisa 'punya kertas' lagi, 'punya plastik' lagi, 'punya kayu' lagi, dst.
Syukurlah setelah mendapat penjelasan seperti itu, pada akhirnya kami menemukan spirit yang sama, bahwa yang lebih penting dilakukan untuk penyelamatan lingkungan, khususnya mengatasi persoalan sampah adalah edukasi agar setiap orang berusaha mengurangi sampah yang dihasilkan, kalau bisa sampai ke titik nol dan memilahnya. Bukan melihat sampah dari sisi ekonominya.

Bank sampah bisa saja tetap ada selama produsen sabun, minyak, produk-produk instant dsb masih menggunakan kemasan plastik untuk produknya. So far, belum kebayang sih gimana solusinya.

Mungkin tidak perlu memperbanyak bank sampahnya sampai harus ada di tiap RW, tapi pemerintah kota bisa mensupport bank sampah yang sudah ada supaya bisa lebih luas jangkauannya, misal dengan memberi bantuan kendaraan untuk mengambil sampah dari wilayah2 di sekitarnya.

Atau barangkali ada ide2 kreatif dan 'gila' yang bisa menjadi solusi di tingkat kota. Bikin pabrik 'batako'  yang dibuat dari sampah anorganik misalnya ? Jadi ngga perlu ada bank sampah. Well, siapa tau ? :D

Ada usulkah ? Mari berdiskusi....
Tapi untuk sekarang ini penting jadikan 'zero waste' sebagai gaya hidup ! ;)

Dan, simak terus yuk catatan saya selanjutnya tentang sharing pemilahan sampah di RW24 Gridea...

09 June 2012

RW hijau, sebuah mimpi

Saya jadi ibu pejabat sekarang...^^
Jabatan saya di organisasi PKK RW24 adalah ketua bidang kelestarian lingkungan hidup.

Meskipun tidak punya latar belakang ilmu lingkungan sama sekali, amanah ini saya terima sebagai tantangan untuk mewujudkan mimpi menjadikan lingkungan saya sebuah perumahan yang bersih, sehat dan hijau.

Perumahan 'hijau' dalam mimpi saya adalah perumahan yang bersih dan teduh, dimana setiap rumahtangganya...
  • memisahkan sampah organik dan anorganiknya, mengelola sampah organiknya di rumahnya dengan komposter/ lubang biopori, dan menyumbangkan sampah anorganiknya ke lapak atau mendaurulangnya
  • memiliki beberapa pot tanaman hias/ tanaman obat keluarga, atau menanam pohon di halaman rumahnya.
Dan ini adalah catatan perjalanan saya untuk mewujudkan mimpi itu....

TPS RW24 GriDeA
Melihat gambar di atas, masalah sampah menjadi masalah lingkungan yang harus segera diatasi. Menurut data dari Dinas Kebersihan kota Depok, timbulan sampah kota rata2 di tahun 2012 mencapai hampir 1400 ton atau 4250 m3 per hari di mana rumah tangga menjadi penyumbang sampah terbesar! Dan dari sekian banyak sampah, hanya 30% saja yang dapat diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir di Kelurahan Cipayung, sehingga 70% sampah berserakan dimana-mana dan terpaksa warga membakar dan membuang sampah ke kali atau sungai.
Sebenarnya persoalan sampah bukan hanya masalah kebersihan, tapi sangat terkait dengan persoalan kerusakan alam dan kesehatan yang lebih mengancam keberlanjutan hidup umat manusia.
Banyak orang yang mungkin belum menyadari bahwa dalam sampah-sampah modern seperti plastik, logam dan buangan bahan kimia terkandung racun-racun pencemar lingkungan, tanah dan air.
Jadi, sudah saatnya kita peduli dan melakukan sesuatu untuk menyelamatkan bumi kita!
Berawal di tahun 2007
Waktu itu sebagai salahsatu pengurus arisan RT, saya mencari-cari cara untuk mulai mengelola sampah. Kebetulan sekali saya mendapat info bahwa kakak sepupu saya mengadakan pelatihan pengolahan sampah skala rumah tangga di rumahnya di Kebun Karinda, Lebak Bulus, Jakarta.

Jadilah waktu itu, saya mencoba mengajak ibu2 peserta arisan RT belajar mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos menggunakan keranjang takakura. Dari sekian banyak warga anggota arisan, ternyata hanya 5 ibu yang berminat ikut pelatihan ini...wah, sepertinya saya harus belajar lagi bagaimana menjadi provokator yang baik...hehe.. ( baca catatan : Pelatihan mengolah sampah rumah tangga )

Pulang dari sana, kami langsung mempraktekkan ilmu mengompos dengan keranjang takakura itu. Sayangnya, setelah beberapa waktu berjalan, ada beberapa kendala yg membuat kami berhenti mengompos, salah satunya adalah konsistensi..!

Para ibu dan asistennya mungkin tidak cukup punya waktu untuk memotong kecil2 sampah organik rumahtangga yang sebagian besar berupa sampah dapur sebelum dimasukkan keranjang takakura. Selain itu, karena semua masih pemula, sampahnya pun seringkali gagal menjadi kompos.

Tahun 2008
Ilmu dan wawasan baru kami peroleh dari IPB Bogor yaitu membuat Lubang Resapan Biopori.

Lubang Biopori di rumahku
Sempat disosialisasikan di wilayah RT kami ( baca : Lubang Biopori di RT ku ) sayangnya lagi2 ada kendala yang membuat LRB menghilang dari lingkungan kami, yaitu hasil komposnya yang berupa tanah yang lengket tidak layak digunakan untuk memupuk tanaman. Mungkin ini tergantung dari jenis tanahnya atau sampah organik yang masuk ke dalam lubang biopori ya ? Kami belum memperoleh jawaban yang pasti.

Tahun 2011
Saya sudah tidak menjadi pengurus arisan waktu pengurusnya waktu itu mencoba menggulirkan lagi program pemilahan sampah dengan cara mengajak ibu-ibu peserta arisan memilah sampah anorganik dan organik dengan cara paling sederhana yaitu dengan menjual kantong kresek yang bertuliskan jenis2 sampah. Tapi tanpa perencanaan dan sistem yang jelas tentu saja program ini tidak bisa berjalan.

Evaluasinya menurut saya adalah :
Perlu dibuat peraturan dan sistem yang jelas untuk pengelolaan sampah rumah tangga, dan harus dilakukan pendampingan terus menerus kepada warga. Keranjang takakura dan lubang resapan biopori juga sebenarnya layak untuk dicoba lagi untuk pengolahan sampah organik rumahtangga.
Tahun 2012
Ketika suami saya mendapat amanah menjadi ketua RT, saya mulai berfikir lagi untuk membuat sistem pengelolaan sampah rumahtangga di RT kami. Bersama ibu2 pengurus, saya mengevaluasi dan mencoba menyusun sistem.

Tapi belum sempat berhasil, tim pengabdian masyarakat UI yang bermitra dengan bank sampah Poklili Depok dengan programnya yang berjudul "Membangun Model Kewirausahaan Komunitas Bank Sampah melalui Keterlibatan Masyarakat, Sekolah dan UPS Menuju Depok Meraih Piala Adipura" memilih RW kami untuk menjadi pilot project nya.

Hmmm...menarik..seperti apakah bank sampah ini ?
simak catatan saya selanjutnya...^^

30 May 2012

Panen Raya di Kebun Gridea

Bagian yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu dari proses berkebun adalah pada saat panen raya. Para pekebun cilik di kebun Gridea sudah menanti saat ini. Sayur bayam dan kangkung yang mereka tanam bersama pada Hari Bumi tg 22 April 2012 sudah siap dipanen sesudah 21 hari.

Kakak-kakak dari Komunitas Saka Wanabakti Depok sejak seminggu sebelumnya sudah menyiapkan event panen raya ini. Rencananya sayur bayam dan kangkung yang dipanen, sebagian akan dijual oleh para pekebun cilik ini ke warga, sebagian lagi akan dimasak oleh kakak-kakaknya sebagai menu makan siang bersama.

Hari Minggu, 20 Mei 2012 

It’s harvest time !
Sebenarnya memang sudah agak terlambat sedikit untuk panen sih, tapi ngga apa-apa deh ini pengalaman pertama kebun Gridea untuk berkebun sayur..:)

Pagi itu, ada sekitar 10 pekebun cilik yang datang ikut panen, mencabut lumayan banyak kangkung dan bayam. Sayang bayamnya keburu keduluan sama ulet, jadi daunnya bolong-bolong..hihi..musti belajar lagi nih gimana supaya bayamnya tetap segar dan cantik kalau dipanen.

Asyiknya panen kangkung
Kakak-kakak Saka Wanabakti menyiapkan sayur hasil panennya untuk dijual adik-adik ke warga sekitar. Waaahh..ternyata udara pagi itu sangat cerah, anak-anak yang jualan sayur kembali ke kebun dengan wajah merah berkeringat. Tapi tetap ceria dan semangat karena sayur yang mereka bawa SOLD OUT !

makasi ya paak udah beli sayurku
Sementara menunggu adik2 jualan sayur, kak Ria dan teman-teman yang lain juga sibuk di dapur ‘umum’ kebun Gridea utk memasak sebagian sayurnya…menunya sayur bening bayam, tumis kangkung, tempe goreng dan kripik bayam..hmmm...jadi melapar niiihh...

menu dari hasil panen pekebun cilik
...dan anak-anak bertambah ceria dan semangat karena diajak nyanyi bareng kak Rendy “Arai” Ahmad. Iyaa, kak Rendy datang lagi meramaikan kegiatan panen para pekebun cilik ini



Senangnyaa...anak-anak udah nggak sabar aja abis ini mau nanem apalagi yaaa....

07 May 2012

Hari Bumi di Kebun Gridea

Lestari alamku lestari desaku 
Dimana Tuhanku menitipkan aku 
Nyanyi bocah-bocah di kala purnama 
Nyanyikan pujaan untuk nusa 

Damai saudaraku suburlah bumiku 
Kuingat ibuku dongengkan cerita 
Kisah tentang jaya nusantara lama 
Tentram kartaraharja disana 

Mengapa tanahku rawan kini 
Bukit-bukitpun telanjang berdiri 
Pohon dan rumput2 enggan bersemi kembali 
Dan burung-burungpun malu bernyanyi 

Kuingin bukitku hijau kembali 
Termenungpun tak sabar menanti 
Doa kan kuucapkan hari demi hari 
Sampai kapankah hati lapang ini

Lagu 'Berita Cuaca' nya alm. Gombloh itu dinyanyikan oleh special guest star sahabat Gridea Rendy 'Arai' Ahmad, pemeran Arai remaja di film Sang Pemimpi di event Hari Bumi Kebun Gridea Minggu, 22 April 2012 diiringi ajakan kak Rendy kepada teman2 pramuka Saka Wanabakti, warga Griya Depok Asri, anak2 dan komunitas Depok Berkebun untuk bersama-sama melestarikan bumi kita, menjaganya tetap bersih, bebas polusi dan nyaman untuk dihuni.

Tanggal 22 April diperingati sebagai Earth Day, atau Hari Bumi Internasional.
Kebun Gridea menggunakan momen ini untuk mengaktivasi salah satu lahan terbengkalai di wilayah blok E untuk ruang publik dengan kegiatan belajar berkebun untuk anak-anak bekerjasama dengan teman-teman dari komunitas Saka Wanabakti.

Hari Minggu itu..
Kakak-kakak dari komunitas Saka Wanabakti Depok yang akan memandu adik2nya sudah siap sejak pagi. Ada sekitar 30 remaja berusia belasan tahun yang tergabung dalam komunitas ini yang sudah dan sedang mengikuti pelatihan ilmu kehutanan dan lingkungan hidup ikut berpartisipasi mulai dari penyiapan lahan, menyediakan bibit dan pupuk, sampai mendampingi adik2 nya yang berusia 6-11 tahun belajar menanam bibit bayam dan kangkung.

Acara dibuka dengan sambutan oleh pak Sigit, ketua RW24 Griya Depok Asri dilanjutkan dengan penanaman pohon kelengkeng sumbangan pak Sigit dibantu teman2 dari Saka Wanabakti Depok yang diiringi lagu Indonesia Pusaka.

Dilanjutkan dengan penampilan kak Rendy 'Arai' Ahmad yang menyempatkan hadir merayakan Hari Bumi di Kebun Gridea, di tengah2 kesibukan "Tur Jakarta Hijau" nya bersama teman2 Simponi ( Sindikat Musik Penghuni Bumi ) ke puluhan SMA di Jakarta dengan kegiatan nonton bareng film 'Sang Pemimpi' dan diskusi Go Green.

Aktor remaja yang rendah hati asli Belitong ini ternyata juga seorang yang peduli lingkungan. Rendy hijrah dari Belitong ke Depok sejak awal 2011 mengejar mimpinya untuk menjadi aktor dan penyanyi. Sekarang bergabung dengan Simponi - kelompok musik anak muda - yang aktif memberikan penyuluhan lingkungan hidup dan masalah sosial lewat musik. Semangat…terus berjuang, kawan2 !

Rendy menyumbangkan lagu 'Berita Cuaca' - Gombloh dan 'Laskar Pelangi' - Niji dengan sangat interaktif mengajak semua peserta ikut menyanyi...wah seru banget deh, semuanya jadi ikut goyang, termasuk ibu RW..:D


Sesudah Rendy, ada Bimo yang membacakan puisi tentang keprihatinannya pada bumi yang ditulisnya sendiri dan mbak Qorihani yang membacakan puisi karya Dee Lestari.

Daaan...saatnya menanam !!
Jreeeng...diiringi lagu oleh kak Udi...Lihat kebunkuu, penuh dengan sampaah...hiks..
Ayo kawan kita bersama, menanam bayam di kebun kitaa...

Sebelumnya anak2 sudah dikumpulkan, diajak bermain dan dilatih yel2 oleh kak Adit, supaya semangat...
Ayo menanaaaammmm.... 
Menanam...sehaat ! 
Menanam...cerdas ! 
Menanam...bahagiaaaa...! Yeaaayyy !!

Ada 3 manfaat berkebun menurut Kebun Gridea :
Berkebun itu menyehatkan karena mau ngga mau kita harus olahraga, tanahnya harus dicangkul dan dipupuk dulu sebelum ditanam, trus hasilnya juga menyehatkan karena yang ditanam pasti organik, bebas pestisida. 
Berkebun juga mencerdaskan karena mau ngga mau kita harus belajar dan punya ilmu menanam. Kita juga berlatih manajemen, karena kita harus merencanakan apa yang bisa ditanam, mau ditanam di mana, bagaimana cara menanam dan merawatnya, kapan bisa dipanen dst. 
Berkebun membahagiakan, karena bermain dengan alam, mengenal ciptaanNya akan semakin mendekatkan kita pada Allah SWT yang akan membuat kita merasa bahagia
Sementara anak2 sibuk menanam dibantu kakak2 Saka Wanabakti, kakak2 yang remaja nyanyi spontanitas bareng kak Rendy menghidupkan suasana dengan life music dadakan...^^

Serunya menanam rame-rame
Ada juga kakak2 Saka Wanabakti yang menerima tantangan untuk belajar wirausaha dengan mengasah kemampuan berjualan fresh juice, kacang dan jagung rebus.

Jagung rebus dan kacang rebusss
Ada abang tukang Sotoji ( Soto Jamur Instan ), produk baru yang juga sibuk memasak dan membagikan sampel sotonya dibantu ibu-ibu komplek ikut meramaikan kegiatan tanam perdana di Kebun Gridea.

Komunitas Depok Berkebun
Keluarga Saka Wanabakti & Rendy Ahmad

Alhamdulillah...satu hari yang menyenangkan...
Teruslah berjuang untuk kelestarian bumi kita, kawan, karena hanya ada 1 bumi !


Selamat Hari Bumi ! 
22 April 2012

20 April 2012

Kebun Gridea, kebun yang berkelanjutan


Griya Depok Asri adalah salah satu perumahan kategori 'real estate' di wilayah Depok 2 yang usianya sudah lebih dari 20 tahun, dan pengelolaan lingkungan nya dilakukan swadaya warga karena sudah lama ditinggal pengembangnya.

Masalah lingkungannya komplit di sini, banjir yang makin tahun semakin parah di beberapa tempat mengakibatkan jalan boulevard semakin rusak, tempat pembuangan sampah sementara di tengah perumahan yang sering tumpah berceceran karena menjadi tempat buang sampah warga sekitar perumahan GDA juga menyebabkan 'real estate' ini terlihat menjadi semakin kumuh.

Salah satu lahan kumuh ini ada di wilayah RT saya. Fasilitas umum dengan luas sekitar 400m2 yang seharusnya menjadi sebuah ruang publik, sudah bertahun-tahun beralih fungsi menjadi tempat pembuangan dan pembakaran sampah di antara tumbuhnya pepohonan yang tidak terawat. Dan mungkin karena ini perumahan kelas menengah, sampahnya juga keren2, ada sofa dan kasur juga yang dibuang di sana...:((

Tahun 2011, upaya penyelamatan lahan akhirnya dilakukan atas inisiatif ketua RT yg kebetulan adalah suami saya. Dengan memohon ijin dan dukungan ketua RW, lahan dibuka dan dibersihkan. Kondisinya sudah rusak parah. Sampah plastik, kaca dan puing yang sudah tertimbun bertahun-tahun menyebabkan lahan harus berulangkali dibongkar.

setelah 3x dibersihkan

Langkah selanjutnya adalah mencari ide akan dimanfaatkan menjadi apa lahan tsb, supaya tidak kembali menjadi terbengkalai.

Adalah seorang Ridwan Kamil dengan gerakan Indonesia Berkebun nya yang sangat menginspirasi kami dengan ide-idenya yang kreatif. Kreatifitas menciptakan lahan2 tidak terpakai di perkotaan menjadi ruang publik dengan kegiatan yang mendidik dengan cara yang menyenangkan menjadi sesuatu yang menarik untuk diterapkan di sini.

Kebun+ milik Bandung Berkebun, dan kegiatannya sangat menginspirasi kami untuk membuat project kebun sejenis. Dan kebetulan juga komunitas Saka Wanabakti yang berada di bawah pembinaan Departemen Kehutanan ( Badan Lingkungan Hidup kalau di kota Depok ) membutuhkan sarana untuk latihan para anggotanya menjadi ahli kehutanan dan lingkungan hidup.

adik2 Saka Wanabakti

Kebun Gridea akhirnya didisain bersama2 Komunitas Warga Peduli Lingkungan RW24 dan Komunitas Saka Wanabakti menjadi kebun yang mempunyai konsep berkelanjutan. Harapannya, kebun ini akan menjadi pusat informasi dan areal uji coba semua yang berkaitan dengan pemecahan permasalahan lingkungan perkotaan.

disain Kebun Gridea

pak Apit, pengurus RW, disainer Kebun  
Masalah yang ditemui di lahan seperti ini adalah bagaimana cara menghilangkan sampah plastik, kaca, dan puing yang sangat banyak. Dan pak Apit mempunyai ide kreatif untuk mengumpulkannya menjadi jalan setapak. Ide yang keren !

sampah dipadatkan menjadi jalan setapak

Alhamdulillah, sedikit demi sedikit, lahan bisa disiapkan untuk diaktivasi pada momen Hari Bumi tanggal 22 April 2012 dengan kegiatan menanam sayur oleh pekebun cilik.

Mohon doanya ya, semoga apa yang diupayakan menjadi kegiatan yang berkah. Kepedulian pada lingkungan adalah nilai penting yang harus ditanamkan sejak dini pada anak-anak kita.

"My city is my responsibility" ~ Ridwan Kamil
Tidak perlu menunggu pemerintah, mulailah dari hal kecil yang bisa kita lakukan untuk kota kita tercinta..

26 February 2012

Blog itu apa sih ?

*gubrak* sempat kaget juga sih hari gini ternyata masih ada pertanyaan seperti di atas. Pertanyaan itu datang dari teman2 saya sesama guru musik ketika ada yang memberi selamat pada saya karena salah satu tulisan saya mendapat apresiasi di Lomba Blog Depok

Saya jadi maklum dengan pernyataan "ibu rumah tangga ngeblog itu kan langka" dari seorang wartawan yang mewawancara saya waktu itu. Meskipun sebenarnya pernyataan itu ngga sepenuhnya benar kalau melihat jumlah ibu rumah tangga yang berpartisipasi dalam Lomba Blog Depok.

Apalagi waktu saya berkunjung ke blog Ibu Maya, Ibu Tami, dan Ibu Ratna para mommies blogger finalis 10 besar yang bersahabat dan tulisan2nya sangat inspiratif. Wah, saya harus berterimakasih pada panitya lomba blog Depok yang sudah memberi ruang bagi mommies blogger sehingga menambah jumlah kenalan mommies blogger Depok yang menginspirasi banyak hal pada saya.

Kembali ke pertanyaan di awal.
Saya jadi ingat pernah melontarkan pertanyaan yang sama pada teman-teman online saya hampir 6 tahun yang lalu. Dan saya mendapat jawaban bahwa intinya blog itu adalah jurnal. Jadi yang kemudian terbayang adalah waktu jaman penggalang dulu jadi ketua regu, saya terbiasa menulis dan mengajak anggota regu saya untuk mengisi logbook yang isinya catatan kegiatan pramuka kami ( baca ceritanya di weBlog dan LogBook ) .

Kebetulan saya memang sedang mencari format yang cocok untuk membuat biografi ayah saya. Akhirnya saya memutuskan menggunakan format blog untuk dokumentasi biografi online untuk ayah saya Prof.Ir.Hasan Poerbo (alm), yang kemudian di Wiki kan oleh kakak sulung saya di sini

Tahun 2006 itu, waktu saya mulai ngeblog, rasanya blogging lagi ngetrend, semua teman online perempuan saya rata-rata punya blog. Padahal menurut saya, jaman itu ngeblog mah susah. Udahlah bikin kepala saya jadi ngebul karena harus melototin komputer selama berjam-jam untuk membaca HTML nya kalau pengen ganti theme, juga bikin kantong bolong karena akses internet nya masih dihitung waktu.

Beda banget dengan sekarang yang udah jauuh lebih mudah, tinggal 'drag and drop' aja, dengan akses internet unlimited yang cukup bisa dijangkau kantong, atau cari wifi gratisan di cafe2, jadi sebenernya memang ngga ada alasan lagi untuk malas ngeblog ;)

Sesudah 3 taun mengalami pasang surut blogging - ditambah setaun hiatus - , merasa perlu berkomunitas sebagai blogger dan sempat melontarkan pertanyaan di posting blognya Andi Cempluk tentang komunitas blogger di Depok, baru setahun belakangan ini saya berani menyatakan diri saya adalah seorang blogger sesudah bergabung dengan Komunitas Blogger Depok ( deBlogger ) ...hehehe..karena temen2 deBlogger lah saya akhirnya termotivasi untuk terus berkarya dan menulis..

dengan deBlogger di Pesta Blogger 2010

ditambah lagi sekarang ada komunitas baru Emak2 Blogger ( KEB ) yang merupakan kumpulan blogger perempuan Indonesia, yang mudah2an bisa ikut memberi kontribusi positif bagi pembangunan bangsa melalui karya2 tulisannya, karena saya percaya bahwa perempuan itu punya andil yang besar bagi pembangunan bangsa karena merekalah sebenarnya pembina utama bagi putra putrinya yang kelak akan menjadi pemimpin bangsa ini...#uhuk

Aktivitas nge - blog

Posting :
konten blog saya agak bergeser dari awal saya mulai ngeblog. Sebagai ibu sekaligus guru piano, dulu saya lebih sering berbagi tentang kegiatan anak-anak saya, dan juga menuangkan apa yang ada di kepala saya tentang per-piano-an. Tapi karena sekarang mereka -anak-anak saya- sudah bisa menuliskan kegiatannya di blognya sendiri -salah satunya di sini- saya jadi lebih banyak berbagi tentang keprihatinan saya pada lingkungan hidup, selain kegiatan saya mengembangkan Pramuka Griya Depok Asri.
"Menuliskan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain ternyata membuktikan bahwa meskipun blog ini sempat mati suri dan lumutan karena ngga pernah ditengok apalagi diupdate, beberapa posting menarik yang pernah saya posting bertahun-tahun lalu masih saja dikunjungi sampai hari ini"
Blogwalking :
dulu di awal2 ngeblog, yang namanya blogwalking atau jalan-jalan saling mengunjungi blog teman, mengomentari posting, atau meninggalkan jejak di shoutbox sekedar menyapa "hai, selamat pagi, apa kabar ?" atau "hai, salam kenal, tukeran link yuk" menjadi kegiatan wajib sebagai blogger. Tapi sekarang saya menghilangkan shoutbox itu karena lebih banyak spammer nya daripada tamu aslinya..

Ngutakatik template :
Dulu ini salah satu kegiatan yang menyita waktu. Tapi sekarang udah lumayan ngga terlalu ribet buat saya -yang masih juga gaptek- karena tinggal copasmengopas aja.

Itu dia. Dengan aktivitas ngeblog ini saya mendapat banyak banget manfaat. Karena sifat blog yang interaktif, saya dapat memperluas network, berdiskusi, juga sering menerima masukan dari pengunjung blog yang memperkaya wawasan saya.

Dapat dikatakan, semua kegiatan offline saya bisa berkembang karena kegiatan online saya, salah satunya adalah dari aktivitas nge-blog selain join social network yang lain.

Tapi memang "kalau ngga ada kegiatan ngga ada yang ditulis, banyak kegiatan ngga sempat nulis" #curhatblog saya di twitter beberapa waktu lalu menjadi alasan kenapa saya ngga bisa sering update dan menulis posting baru, juga ngga sempat blogwalking dan menyapa teman2.
Maaf yaa...Kalau sudah begini apa masih sah menyebut diri ini blogger ? hik...

Sharing dong, bagaimana dengan aktivitas nge-blog kalian ?


* Tulisan ini didaurulang untuk diikutsertakan dalam Kontes “Ngeblog di Mata Perempuan” yang diselenggarakan oleh EmakBlogger

18 February 2012

Pembentukan Karakter Bangsa

"Pramuka membentuk pribadi dan karakter bangsa. Saya rasa itu penting ditanamkan sejak dini" 
begitu twit dari kak Dede Yusuf, ka Kwarda Jabar ketika ada yang menanyakan alasan mengapa blio nampak peduli dan begitu bersemangat dengan Pramuka dan kegiatannya.



Rasanya memang ada kecenderungan orangtua sekarang lebih fokus pada pendidikan akademis atau pengembangan individual anak. Bahkan para orangtua di kota besar seperti Jakarta bisa jadi merasa bangga kalau bisa menyekolahkan anak-anaknya di sekolah Internasional dan sehari-hari berbahasa Inggris di rumah dengan anak-anaknya.

Pendidikan karakter kebangsaan seakan-akan menjadi tidak penting, padahal bukankah kita hidup dan makan dari tanah Indonesia ?

Apakah benar pramuka bisa membangun karakter bangsa ?
Masih ingat lagu ini kan ?

kami pramuka indonesia,
manusia pancasila
satya ku kudarmakan
darma ku kubaktikan
agar jaya indonesia
indonesia tanah airku
kami jadi pandumu

lagu hymne pramuka, seringkali kita dengar kita nyanyikan sejak kita masih duduk dibangku sekolah dasar.

manusia pancasila

itulah dia katakunci untuk pembentukan karakter bangsa Indonesia.

ketika memulai kegiatan Pramuka Griya Depok Asri, kami sempat ditentang, karena ada beberapa warga yang tidak setuju kalau anak-anak dibentuk menjadi 'manusia pancasila'. Nah lho...

ada yang salahkah dengan Pancasila sebagai dasar negara kita Indonesia ? salahkan kalau anak-anak kita ber ke-Tuhan-an ? salahkah kalau anak-anak kita punya rasa kemanusiaan, adil, bijaksana, kompak, punya rasa sosial terhadap sesamanya ? entahlah kalau menurut anda, tapi menurut saya tidak salah justru sangat KeReN.

Sayangnya, coba saja disurvey, seberapa banyak anak atau bahkan orang dewasa masyarakat Indonesia yang masih hafal Pancasila ? dan seandainya hafal seberapa banyak kah yang mengerti dan mengamalkan isinya ? hmmm...

Dan dalam rangka melengkapi Syarat Kecakapan Umum adik2 penggalang, saya sempat mengajak mereka berdiskusi mengenai Pancasila

"Apa sih Pancasila itu ? "
jawabannya standar pelajaran PPKn...."Pancasila itu dasar negara Indonesia, kaak"...hehe...

Baiklah...marii kita liat video yang dibuat oleh teman2 dari Komuniaksi ini  yang menunjukkan betapa kerennya pribadi bangsa Indonesia sebenarnya. Mereka bisa menjelaskan apa itu Pancasila dan Garuda Pancasila sebagai dasar dan lambang negara Indonesia dengan cara yang sangat keren !


Menurut mereka Pancasila itu ibarat buku manual, pedoman bagi bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur.

Indonesia itu adalah negara yang sangat luas, terdiri dari beribu pulau dengan penduduk yang beragam adat istiadat, budaya dan kepercayaannya. Keberagaman ini adalah suatu kekayaan, suatu kekuatan, tetapi dibutuhkan suatu "unsur" perekat universal yang dapat mengikat yaitu unsur kepercayaan adanya Tuhan. Inilah yang menjadi dasar utama.

Kalau kita sepakat dan meyakini adanya Tuhan, maka kita akan menghormati keberagaman, karena keberagaman itu terjadi atas keinginan Tuhan. Walaupun kita beragam, namun pada dasarnya kita adalah sama yaitu MANUSIA. Dan ketika kita sudah mampu menghormati sesama manusia, maka kita menjadi manusia yang beradab.

Ketika kita sudah menjadi manusia-manusia yang beradab tidak lagi membeda-bedakan manusia, otomatis akan terciptalah persatuan. Dari persatuan ini akan tercipta kondisi yang akan melahirkan manusia-manusia yang bijak. Manusia yang bijak tentu saja akan berlaku adil terhadap siapa saja.

Bagaimana kondisi sekarang ?
Bakar2an tempat ibadah, tawuran dan kekerasan karena perbedaan suku, agama dan golongan masih saja terjadi.

Jadi untuk mencapai cita-cita masyarakat yang adil dan makmur, benahi dulu hal-hal yang mendasar tadi...

Setuju dengan kak Dede Yusuf ?

31 January 2012

Menulis blog dan lomba blog

Meskipun sudah menulis blog sejak tahun 2006, sejujurnya saya masih juga merasa belum pede untuk menyebut diri ini adalah seorang blogger, apalagi untuk ikut lomba blog yang selain tulisannya, layoutnya pun juga dinilai.

Selama ini, sampai hari ini pun, saya belum sempat belajar menulis secara khusus. Teori 'mengarang' di jaman saya sekolah menengah pun ngga ada yang nyantol di kepala. Rasanya dulu mengarang itu harus ada topik, kerangka, paragraf...dst...ya ?  wwah, repot banget kayaknya....bisa jadi ngga mulai nulis kalau udah ribet mikirin itu..

Tapi menulis novel, atau cerpen pastinya memang berbeda dengan menulis blog ya ?
Saya menulis blog hanya untuk sharing kegiatan saya, apa isi kepala saya, meneruskan kebiasaan saya menulis buku harian sejak SMP...yah, siapa tahu apa yang saya bagikan lewat blog ini bisa bermanfaat untuk orang lain...

Tahun 2010...

Dinas Komunikasi dan Informasi kota Depok menyelenggarakan Lomba Blog Depok yang pertama, bekerjasama dengan Komunitas Blogger Depok atau deBlogger. Pesertanya selain kategori pelajar SMP, SMA, dan umum, yang menarik ibu rumah tangga pun diberi ruang khusus di sini....hmmm..iburumah tangga memang mempunyai peran dalam pembangunan, karena mereka bertanggungjawab atas kesejahteraan di kelompok terkecil masyarakat, maka perlu didengar opininya demi kemajuan pembangunan masyarakat yang lebih luas.

Jadi karena saya sudah menjadi bagian dari komunitas blogger Depok, teman-teman aktivis deBlogger rajin menginformasikan adanya Lomba Blog ini via milisnya. Saya mulai berfikir, kenapa ngga mencoba ?

Baiklah, akhirnya saya mengirim 2 tulisan untuk dilombakan. Satu tulisan mengenai manajemen sampah yang saya tulis untuk diikutkan lomba, satu lagi adalah old posting mengenai pendidikan. 2 hal yang selalu menjadi concern saya, dan menjadi tema utama content blog saya.

Terus terang, saya tidak berani berharap banyak dengan peserta lomba yang konon mencapai jumlah ratusan waktu itu, dan tulisannya subhanallah bagus-bagus banget ! Seleksi 25 besar semifinalis, sampai 10 besar finalis pun saya tidak berani mengintip apakah saya masuk atau tidak...*cemen*...bahkan ketika ternyata tulisan saya masuk 10 besar...dua-duanya...saya mendapat informasinya dari orang lain...dan tentu saja waktu para finalis dipersilakan untuk mempromosikan blognya dengan mengisi polling di web panitia, saya tidak cukup pede untuk mempromosikan blog saya untuk menjadi juara favorit...:D

Ending nya sulit dipercaya - buat saya tentunya - ternyata salah satu tulisan saya itu mendapat hadiah pertama untuk kategori blog ibu rumah tangga.


Hadiahnya adalah sejumlah uang tunai, yang sesudah saya simpan hampir setahun saya putuskan untuk dikonversi menjadi iPad untuk mendukung kegiatan saya membaca dan menulis blog. Alhamdulillah yah. Sesuatu...:)

Tahun 2011...

Kota Depok menandatangani kesepakatan dengan Universitas Gunadharma untuk menjadi Cyber City. Dan untuk mensosialisasikannya, pemerintah kota Depok menyelenggarakan Mobile Application Festival yang salah satu kegiatannya adalah Lomba Blog dengan tema manfaat teknologi mobile dalam rumah tangga khusus untuk para mommies blogger, selain lomba membuat mobile application untuk pelajar SMP, SMA dan umum.

To tell you the truth, ini topik yang cukup sulit untuk saya karena sebetulnya saya blank banget soal cyber city ini. Tapi sesudah blasak blusuk ( baca : browsing ) mencari informasi tentang cyber city, termasuk mencari input dari para ibu rumahtangga teman2 saya - sejauh manakah mereka mengetahui dan bagaimana pendapat mereka tentang cyber city - akhirnya pada bulan juli 2011 saya berhasil menyelesaikan tulisan saya untuk ikut lomba.

Ternyata, batas waktu pengumpulan tulisan yang tadinya bulan Juli diundur sampai ke bulan Oktober. Saya sampai lupa kalau sudah mengirim tulisan dan sempat mikir kalau lomba itu dibatalkan..hehe...
Baru 'curiga' waktu saya mendapat undangan mendadak dari Diskominfo Depok untuk menghadiri acara penutupan dan pengumuman lomba Mobile Application Festival. Karena curiga dan penasaran, di tengah kesibukan persiapan keberangkatan saya ke tanah suci, saya hadir di D'Mall, dan ternyata...
'endingnya sulit dipercaya'...tulisan saya mengenai Depok Cyber Mom itu mendapat hadiah pertama lagi...selain mendapat uang tunai, saya juga mendapat hadiah smartphone android ZTE Blade dari Telkom Flexi....yyaaayy...alhamdulillah yaaa...ngeblog itu ternyata menyenangkan ! *sedikit lebih pede mengaku sebagai blogger :))

Sekarang saya bener2 jadi cyber mom sepertinya :)

hasil dari menulis blog
Nah, kalau tahun 2010 lalu uang tunai yang saya terima dikonversi menjadi iPad, tahun 2011 ini sebaiknya jadi apa ya ?? hmmm...untuk mendukung kegiatan blogging sepertinya harus bisa juga menjadi fotografer ? betul ngga  temans ? ;-)

Tapi, yang pasti...."BloG YoUR LiFe" nya deBlogger sangat menginspirasi dan memotivasi saya untuk terus berkarya...terimakasih, deBlogger !

18 January 2012

[Jurnal Haji] Perlengkapan berhaji wanita

Salah satu persiapan yang dilakukan sebelum berangkat adalah tentu saja menyiapkan perlengkapannya. List perlengkapan sudah diberikan oleh pembimbing sebulan sebelumnya. Tapi karena saya belum pernah menjejakkan kaki di tanah Arab, jadi ngga terbayang sama sekali di benak saya, apa saja yang harus saya bawa untuk bekal pergi berhaji. 40 hari itu lama...berapa banyak pakaian, makanan, uang riyal, seperti apa pakaian dan sepatu yang harus dibawa ?

Saya mencoba browsing di internet dan mengajak teman untuk berbelanja kebutuhan yang kira2 diperlukan di sana. Tapi ya ternyata memang setiap orang kebutuhan nya bisa jadi ngga sama. Yang biasa kemping dan yang engga biasa kemping akan berbeda pakaian dan perlengkapan yang akan dibawa...:)

oOo

Berikut adalah perlengkapan berhaji untuk wanita yang terpakai selama berhaji bulan November sampai Desember 2011 dengan kondisi berhaji reguler, makan catering 3x sehari, dan cuaca panas kering di Mekkah, dan Armina ( Arofah, Muzdalifah, Mina ) dan udara yang masih cukup dingin di Madinah.

Pakaian

Berapa banyak pakaian yang dibawa memang tergantung kebutuhan dan kebiasaan kita.
Jangan lupa  mempelajari keadaan cuaca dan kegiatan di Mekkah dan Madinah.

Saya sendiri merasa cukup hanya membawa :
- 5 helai gamis atau longdress muslimah yang ringan, cepat kering dan tidak perlu disetrika.
Misalnya gamis dari bahan kaos yang adem/ dingin. Kalau bisa sih yang berkantong untuk mengantongi jam tangan atau kaos kaki ketika berwudhu. Meskipun pakaian untuk thowaf tidak perlu khusus berwarna putih tapi sebagian besar gamis/ abaya yang dipakai di Saudi berwarna hitam dan putih.

simple gamis
- 2 helai baju tidur panjang untuk sehari-hari atau di rumah yang layak juga dipakai keluar misalnya untuk berbelanja ke minimarket dekat pondokan.

- beberapa helai kerudung instant atau bergo panjang yang bisa dipakai untuk shalat dan bergo untuk kegiatan sehari-hari di rumah. Pilih yang bisa dimix & match pemakaiannya spy penampilan bisa bervariasi tanpa harus membawa banyak pakaian.

- dalaman gamis, celana panjang/legging, dan baju dalam secukupnya

- jacket bertopi 

- kaos kaki yang cukup tebal ( jangan pilih yang berbahan 'stocking' krn selain menerawang juga akan cepat sobek kalau dipakai thawaf ). Yang ibujarinya terpisah juga boleh kalau kita memakai sandal jepit  untuk kegiatan di rumah sehari2. Tidak perlu kaos kaki wudhu juga sih kalau tidak biasa, karena kalau sudah berwudhu sempurna kita bisa pakai sprayer untuk berwudhu.

- kaos kaki thawaf yang tinggi, kalau pendek suka lepas terinjak-injak ketika thawaf

- mukena cukup 1 saja, kalau shalat ke masjidil haram cukup dengan memakai bergo panjang, gamis dan kaos kaki

- sajadah sujud, bisa beli di sana

Perlengkapan lainnya
- perlengkapan mandi  dan kosmetik : di sana mahal, jadi bawa 2 botol sabun cair ukuran yang sedang saja, shampoo, sabun muka, odol & sikat gigi, body lotion dan krim untuk bibir dan kaki supaya ngga kering ( kemarin sih pada pakai Glysolid atau Cream21 yang banyak dijual di sana ), handuk.
Kemarin saya juga bawa kosmetik khusus haji dari salah satu produsen kosmetik di Indonesia yang ngga wangi karena waktu di Mina dalam keadaan berihrom kita dilarang pakai wewangian, tapi ternyata kurang kepake. Pembalut dan panty liner secukupnya.

suasana kamar di pondokan di Mekkah, 5 orang dalam 1 kamar
- perlengkapan cuci mencuci : kalau tinggal di pondokan Mekkah itu tempat menjemur pakaian biasanya ada di lantai paling atas yang cuma berupa 'dak', jadi perlu membawa gantungan baju beberapa buah, jepitan jemuran, tali tambang untuk bikin tali jemuran ( bisa beli di sekitar pondokan juga ), deterjen boleh bawa kalau mau ( di sana banyak yang jual juga cuma mahal ), ember beli aja rame2 disana, dan setrikaan utk travel ( kalau bisa sih bawa pakaian yang ngga perlu disetrika )

- perlengkapan makan : disediakan gelas kertas dan sendok plastik untuk bikin minuman, tapi sampah jadi banyak..hiks..kalau butuh biasanya gelas dan pisau gampang beli disana. Saya ngga bawa perlengkapan masak karena mendapat catering 3x sehari. Bawa makanan kering ( abon, kering kentang, kering teri, rendang ) buat nambah2in lauk kalau lagi 'kepepet'. Oya..bawa kopi, teh atau minuman jahe kesukaan, mungkin disana ngga ada. Tapi kalau pop mie sih banyak dijual di toko sekitar pondokan. Kalau masih ada tempat di koper bawa sabun cuci piring juga boleh.

- masker yg nyaman & kacamata hitam eh ini bukan buat gaya lho ya, jadi bawa yang beneran 'sunglasses' soalnya di sana panasnya terik menyilaukan :)

bukan buat gayaaa.. ^^
- sprei kecil untuk ganti di pondokan Mekkah

- bantal tiup untuk di Mina dan Arofah  hehe..saya sempet diketawain sama temen waktu beli bantal tiup ini, ternyata dia menyesal waktu di tenda Mina ngga bisa tidur karena ngga bawa bantal tiup

- sandal & sepatu sandal ( tidak harus putih ! ) yang kuat, ringan dan nyaman

sepatu ini ringan dan kuat lho,
bisa diajak jalan mendaki ke gua Hiro di puncak jabbal Nur
- vitamin dan obat2an : vitamin untuk daya tahan tubuh, obat flu, obat batuk, obat pusing, dan minyak angin yang biasa digunakan di Indonesia ( dari depag dibagikan masker kain, oralit, dan obat gosok untuk pegal2 ).

- kantong plastik kresek, plastik klip dan kantong plastik ukuran 1 kg 

- alat komunikasi : HP dan BB, bisa diaktifkan dengan nomor Saudi Mobily, Zain atau STC. Mendingan ganti nomor Saudi sementara,  kalau engga jadi mahal banget. Saya ganti nomor sekaligus langganan internet sekitar 80 real atau sekitar 200.000 rupiah untuk sebulan.

- camera

- sedikit uang rupiah ketika berangkat, uang riyal secukupnya, dan kartu atm yang berlogo visa

- Al Quran, buku doa, buku petunjuk shalat, dan buku bacaan

- alat jahit

- ransel : nah ini dia yang keren. Ransel pembagian dari Ummul Quro. Warnanya orange khas warna Ummul Quro yang gonjreng biar gampang diciriin. Bisa dilipetlipet jadi ringkes, bisa jadi tas jinjing, bisa jadi ransel, muatannya banyaaakkk. Keren banget deh disainnya, kepake banget waktu disana buat ke masjidil harom, juga waktu camping di Mina dan Arofah
ransel lipat tampak belakang

13 January 2012

[Jurnal Haji] Pemeriksaan Kesehatan

Imunisasi meningitis adalah syarat untuk pergi berhaji, dan syarat untuk bisa disuntik Imunisasi Meningitis sebelum berangkat ke tanah suci adalah sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan.

Ini adalah cerita fatal error yang mudah2an tidak terjadi pada teman2 yang akan berangkat ke tanah suci.

Karena ada misinformation dan berfikir pemeriksaan kesehatannya nanti aja deh sesudah ramadhan, kami baru ke puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hari Kamis, 3 hari sebelum jadwal imunisasi hari Minggu, 11 September 2011

Ternyata itu adalah pemikiran yang salah banget, karena yang dilakukan adalah pemeriksaan darah, urine, paru2 dan jantung di laboratorium yang mengharuskan kita untuk berpuasa dulu selama 8 jam, dengan kondisi tubuh yang sebaiknya dalam keadaan segar tidak habis beraktifitas.

Saya mulai panik waktu petugas di laboratorium rujukan dari dokter puskesmas mengatakan bahwa hasil pemeriksaan lab nya baru bisa diambil hari Senin dengan alasan harus dibaca oleh dokter lab dulu, padahal jadwal imunisasinya hari Minggu nya !  Waaaaa....ya terlambat dong...*tepokjidat...gimana ini ??

Terpaksa kami mencari lab rumahsakit yang hasilnya bisa selesai di hari yang sama.
Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan esok harinya masing2 di rumahsakit yang berbeda. Saya di RS Hermina Depok, dan suami saya di RS Fatmawati yang dekat dengan tempat kerjanya.

hari Jumat..
Alhamdulillah pemeriksaan kesehatan di lab berjalan lancar, semuanya selesai hari itu juga. Cuma karena selesainya sudah sore, saya baru bisa menyerahkan hasilnya kembali ke puskesmas hari Sabtunya, sehari sebelum jadwal imunisasi.
Bener2 mepet ! :(

hari Sabtu..
Dokter Irwan yang bertugas di puskesmas hari itu menyatakan bahwa kami berdua alhamdulillah dalam keadaan sehat, hanya saja suami saya tekanan darahnya agak rendah mungkin karena kurang tidur ya semalam baru pulang dari kantor jam 2 pagi. Jadi blio berpesan supaya malam ini harus cukup istirahat supaya besok tubuh dalam keadaan fit untuk bisa diimunisasi.

hari Minggu..
jam 7 pagi ketika kami sampai di puskesmas, no antrian sudah 150-an padahal imunisasi baru dimulai jam 8 pagi ( ternyata calon haji dengan no urut 1 itu datang mengambil nomor sesudah shalat subuh, lalu pulang lagi dulu ). well, ini salah satu ujian untuk melatih kesabaran...( kelak memang antri mengantri menjadi 'santapan' kami sehari-hari :)

Sesudah sekitar 2 jam menunggu, akhirnya nomor kami dipanggil. Tapiii..."bapak ibu belum bisa disuntik sekarang karena buku hijau nya belum ada"...#plak.....fatal error..!!

Cuma jadi ngga terlalu panik juga sih karena ternyata ada spare waktu selama seminggu untuk mereka2 yang berkasus, misalnya tekanan darahnya tinggi, rendah, dll. Syukurlah...meskipun hati ini sudah kebatkebit terancam nggak jadi berangkat..

Hari sabtu berikutnya, pagi pagiii banget kami ke puskesmas lagi. Hanya dalam beberapa menit suamiku selesai diimunisasi meningitis di lengan kiri, sekaligus imunisasi influenza di lengan kanan ( yang ini dengan tambahan biaya )

Saya sendiri, karena mengaku pernah allergi dengan antibiotik, dokter menyuruh saya untuk melakukan test dulu. Kalau ternyata saya allergi, saya harus melakukan imunisasi di RSCM Jakarta.

Baiklaaah...apalagi saya dengar cerita tetangga saya yg minggu lalu lengannya bengkak parah sesudah diimunisasi meningitis.

Sesudah menunggu 15 menit, waktu dokter melihat hasil testnya merah melebar di sekitar titik suntikan, blio menyatakan bahwa saya allergi. Tapi untungnya suami saya itu orangnya ngga langsung percayaan, menurut suami, itu jadi keliatan seperti melebar karena warna kulit saya yang putih...;-)

suami : kalau ditunggu 15 menit lagi kira2 bakal tambah lebar ngga dok ?
dokter : iya


jadi...kami menunggu 30 menit lagi..
sesudah 30 menit, kami menghadap dokter lagi..

dokter : wah, ini negatif ya ternyata...tapi coba tanya second opinion deh sama dokter irwan
dokter irwan : negatif !


Syukur alhamdulillah, jadi saya ngga perlu jauh2 ke RSCM untuk imunisasi !! :)
Imunisasi meningitis saya selesai hari itu, tapi imunisasi influensa saya baru bisa dilakukan beberapa hari kemudian...saya jadi berangkaattt !!

03 January 2012

[Jurnal Haji] Persiapan



labbaik allahumma labbaik
labbaikalla syarikalaka labbaik
innal hamda wa ni'mata
laka wal mulk
laa syarikalah


aku sambut panggilan-Mu ya Allah, aku sambut panggilan-Mu. Sesungguhnya segala puji dan segala kenikmatan hanya milik-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu..

"Mengerjakan Haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu bagi orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah, dan barangsiapa yang mengingkari kewajiban Haji ( padahal dia mampu ) maka sesuangguhnya Allah Maha Kaya dari seluruh isi Alam raya ini" (QS Ali Imran:97)

bisa melaksanakan ibadah haji ( yang bisa jadi hanya sekali dalam seumur hidup ) melengkapi rukun Islam yang 5 sudah menjadi impian saya dan suami selama bertahun-tahun. Tapi niat saja tentu saja tidak cukup untuk mewujudkan impian.

Sesudah bertanya-tanya mencari info kepada tetangga dan teman2 di Depok....
di tahun 2009, suami memutuskan untuk mendaftarkan kami berdua lewat Kelompok Bimbingan Haji Ummu'l Quro Depok. 

Menurut suamiku, kita tidak mungkin merencanakan liburan kemana2 sebelum melaksanakan ibadah haji, dan mendaftar adalah langkah awal mewujudkan niat.

Ketika mendaftar di tahun 2009 itu, prediksi keberangkatan kami adalah sekitar tahun 2013, atau 4 tahun sesudah mendaftar. Tapi ternyata di akhir tahun 2010 kami mendapat kabar, karena kuota untuk kota Depok ditambah, nomor porsi kami bisa berangkat di musim haji 2011.

Alhamdulillah, terimakasih ya Allah sudah memberi kami kesempatan untuk memenuhi undangan menjadi tamu di rumah Mu..

Sejujurnya, seperti apa sebenarnya perjalanan ibadah haji ini belum terbayang sama sekali di benak saya. Saya hanya mendengar cerita-cerita dari teman dan kerabat yang sudah pernah melaksanakannya. Seperti apa pemondokannya, cuacanya, makanannya, suasananya, mukiminnya, dst. Dan tentu saja 1000 orang yang pergi haji ada 1000 cerita yang berbeda.

Pembekalan dan bimbingan manasik haji sejak sebelum berangkat dan selama di tanah suci oleh para ustad dari KBIH Ummul Quro yang dipimpin oleh Ustad Ali Fikri dan Ustad Jamal memberikan wawasan yang membuat kita menjadi cukup mandiri untuk melaksanakan ibadah haji yang sesuai dengan sunnah Rasul.

Manasik oleh KBIH Ummul Quro Depok

Jadwal pertama bimbingan manasik Haji adalah tg 30 Januari 2011 bertempat di Pusat Studi Jepang UI.

Ada 12 kali pertemuan bimbingan yang diberikan oleh KBIH UQ meliputi teori dan juga 2x praktek Thawaf dan Sa'i di Asrama Haji Pondok Gede.

praktek thawaf di asrama haji pondok gede


Materi yang diberikan meliputi :
- Hikmah dan Urgensi Haji
- Aqidah Islamiyah
- Route Perjalanan Haji Rasulullah SAW
- Fiqih Ibadah
- Mengenal tempat-tempat bersejarah di sekitar kota Makkah dan Madinah
- Adab dan Etika Perjalanan jauh
- Fiqih Wanita
- Tazkiyatun Nafs, Dzikrul Maut
- dan tentu saja Bimbingan Manasik Haji dan Umroh

untuk mempersiapkan diri, selain menambah ilmu dari bimbingan yang diberikan oleh para pembimbing UQ, saya juga membaca beberapa buku mengenai haji dan umroh yang diberikan oleh teman2 dan saudara. Sejarah Mekkah dan Madinah juga rasanya menarik dipelajari sebagai bekal kita ketika kelak berada di sana dan napak tilas.

Thanks to teknologi, sekarang ini pengetahuan juga bisa dicari lewat internet. Ada blog, ada gambar2 dan ada video yang bisa kita lihat dan pelajari untuk persiapan kita berangkat ke tanah suci.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...