29 September 2010

Diet kantong kresek

Istilah diet kantong kresek atau diet plastic bag pertamakali saya dengar dari teman-teman Greeneration Indonesia...hehe...lutju juga istilahnya.

Menurut Wikipedia, diet adalah jumlah makanan yang dikonsumsi oleh seseorang atau organisme tertentu, jadi boleh deh diartikan diet kantong kresek adalah jumlah kantong kresek yang digunakan oleh seseorang.

Aahh...kenapa sih musti diet kantong kresek ?? kan repooottt....hihi..ayoo, jujur...;-)

Tapi kalau sudah tau kantong kresek itu sulit banget terurai -- bumi membutuhkan ribuan taun untuk menguraikan kantong kresek ( jadi kalau kita buang kantong kresek sekarang, sampai kita dikubur pun kantong kresek itu masih berbentuk kantong kresek...ih, serem ngga sih ? ) -- keterlaluan namanya kalau kita masih juga membuang kantong kresek ke bumi.

Menurut data yang pernah aku baca, sampah kantong plastik yang dibuang di Jakarta aja dapat menutupi 2600 lapangan bola...*mengerikan*

Aahh...tapi kantong kresek dari mart2 sekarang kan sudah biodegradable atau dapat diurai ?

Ya, teteub...berapa puluh taun yang dibutuhkan untuk menguraikannya ? belum lagi waktu saya jalan2 ke Pulau Pramuka melihat penyu2 yang selain menjadi cacat karena terpapar limbah di laut, banyak juga yang mati karena mengkonsumsi kresek yang mereka kira ubur-ubur makanan mereka...huft..

Masih tega ?

Udah tau dong bahayanya kantong plastik kalau dipakai untuk membawa makanan.
Dalam proses daur ulang selain tidak diketahui penggunaan sebelumnya juga ditambah berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan. Penggunaan plastik kresek beresiko menimbulkan kanker dan kerusakan ginjal, maupun penyakit lainnya tergantung bahan yang dikandungnya. ( tempointeraktif )
Jadi, yuk, kita mulai ikutan diet kantong kresek.... 

Ini beberapa hal yang saya coba lakukan dalam rangka diet :
- tolak kantong kresek kalau belanja, dan bawa tas belanja sendiri.


- jangan lupa bawa rantang kalau niat beli makanan matang
- re-use kantong kresek yang sudah terlanjur ada
- re-cycle kantong kresek, misalnya dengan merajutnya jadi macam-macam barang, tas, wadah dsb


Tas belanja favorit saya adalah tas BaGoes yang imut, keren, praktis, bisa jadi gantungan kunci atau dicantolin di gantungan kunci kamar / rumah jadi pasti ngga ketinggalan kalau kita keluar rumah.

BaGoes yang imut


tapi muatannya banyak
*posting ini gara-gara puyeng ngguntingin kresek yang mau dirajut..hehe*

14 September 2010

Lebaran, Blog dan Onno

Sudah belasan tahun saya keluar dari rumah masa kecil saya di Bandung yang sarat dengan kenangan, mengikuti suami yang bekerja di Jakarta.

Ketika lebaran, saat yang paling menyenangkan adalah kembali berkumpul di rumah masa kecil kami, mengembalikan kenangan masa kecil dimana saya mulai belajar naik sepeda, main masak-masakan dengan anak tetangga, main ke kali dekat rumah, atau jalan2 berpetualang dengan saudara2 saya yang semuanya cowok di sekitar rumah kami di perumahan dosen ITB.

Memang buat kebanyakan orang, mungkin Bandung menjadi salah satu tempat tujuan wisata yang mengasyikan. Tapi, buat saya, Bandung sekarang keadaannya sudah sangat jauh berbeda dari ketika saya kecil dulu. Saya tidak suka Bandung yang sekarang karena selalu macet di akhir minggu dengan pendatang bermobil plat B, dan sudah sangat penuh sesak dengan Factory Outlet, dan Cafe, apalagi di hari libur seperti Idul Fitri. Saya kehilangan jalan Dago yang duluuu sangat teduh dengan pepohonannya yang rindang dengan rumah dan bangunan berarsitektur khas peninggalan Belanda.

Hiks...

Tapi ya sudahlah, Lebaran tetap menyenangkan karena hanya di hari itu anak-anak ibu bisa menyempatkan diri berkumpul menengok ibu yang di setiap Lebaran kelihatan sudah semakin sepuh dan tinggal sendirian di rumah masa kecil kami. Bahagia melihat ibu yang juga bahagia di tengah anak-anaknya.


Blog dan Onno

Kemarin, saya agak tergelitik dengan komentar Onno soal blogger. Dia sendiri mengaku tidak bisa menulis di blog, dan lebih suka menulis di Wiki, karena menurutnya menulis di blog itu sulit di-search ( masa sih ? )

Tapi memang pada kenyataannya, banyak blog yang akhirnya matisuri karena si pemilik blog sebenarnya bukan penulis *plak kena deh gw*. Saya memang menulis blog sejak tahun 2006, trus on off sampai akhirnya macet lumayan lama karena banyak alasan tapi terutama karena m a l e s ( kebawa teman2 yang satu demi satu mulai berhenti menulis ).

Sekarang mulai berusaha bisa rutin menulis lagi karena beberapa kali sempat melihat posting saya mejeng di rumah orang tanpa tercantum sumber nya ( artinya - positively thinking - alhamdulillah tulisan saya ternyata bermanfaat buat orang lain)

Jadi menurut Onno, untuk ngajak orang ngeblog - koreksi : supaya blogger bisa konsisten ngeblog nya - strateginya sebaiknya adalah membangkitkan kecintaan membaca dan menulis anak-anak sejak usia SD....itu yang jarang diajarkan di sekolah sekarang.

Hmmmm....what do you think ?

01 September 2010

Manajemen Sampah Kota Depok

Sudah beberapa bulan terakhir ini saya mulai serius lagi memisah-misahkan sampah rumah tangga saya.

Diet plasticbag, bawa tas sendiri untuk belanja, memisahkan sampah kertas, plastic refill, tetrapack, batere bekas, bahkan menempelkan juga CaRa MemBuAnG SamPAh di dinding dapur saya, supaya orang-orang di rumah ( terutama asisten rumahtangga ) makin pinter memilah sampah sebelum masuk ketempat sampah.

Hasilnya adalah berkarung-karung tetrapak, plastic refill, karton susu, sachet kopi dsb memenuhi sudut rumah saya yang imut ini.  Dengan ngeri saya membayangkan, ini baru sampah dari rumah saya, gimana kalau 1 RT dengan 100 rumahtangga ?

Lalu saya coba menghubungi alamat2 yang kabarnya menerima sake ( sampah kering ) untuk didaurulang, tapi ternyata sekarang mereka sudah tidak lagi menerima sampah untuk didaur ulang.

Akhirnya saya dan suami membawa sampah2 non organik itu ke Tempat Pembuangan Sampah Sementara yang ada di kompleks perumahan saya, yang kebetulan hari itu hanya ada 'sedikit' tumpukan sampahnya.


....dan ngobrol dengan 'pengelola' TPSS nya - Pak Muhammad - dan anaknya di sana....


"Pak, nerima sampah2 plastik ngga ? "
"Iya, nerima, pak"
"Trus nanti diapain sampahnya ?"
"Ya disatuin lagi sama sampah2 yang lain, pak. Kita cuma ambil botol2 aqua dan karton susu nya aja yang laku dijual lagi"


Laaahhh....@#$%*&...
Jujur, semangat saya sempat agak drop beberapa level waktu itu...meskipun kami sempat 'mengandai-andai' bagaimana kalau  ada pelatihan, sekaligus wadah untuk mereka mengolah sampah2 organik dan non organik untuk didaur ulang. Mereka menyambut dengan baik ide kami, dan menyatakan bersedia diajak dan mengajak teman2nya yang baru kena PHK dari pabrik garmen tempat mereka bekerja yang sekarang menganggur untuk diberdayakan. Hanya saja, ternyata kami tidak punya cukup waktu tersisa untuk mewujudkannya.

Ternyata, menurut informasi yang saya terima beberapa waktu lalu, kota Depok memang belum punya sistem pengelolaan sampah terpilah.  Imho, penyediaan tong2 sampah terpilah di banyak tempat dari pemerintah kota bisa jadi mubazir bila tidak diiringi edukasi kepada masyarakat dan sistem pengelolaan sampah terpilahnya.

Saya kira, ide yang bagus banget kalau kota Depok bisa membuat greenmap seperti yang sudah dilakukan di beberapa kota lainnya di Indonesia.

Sebagai warga Depok, sebenarnya saya ingin bisa berkontribusi membuat Depok menjadi kota yang bersih dan nyaman untuk ditinggali, tidak hanya bisa mengeluh dan menuntut. Tapi, bagaimana ya ?
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...