26 May 2010

Komunitas Merajut

Sebenarnya saya mulai belajar merajut sama 'si mbak' nya ibu waktu SD dulu.
Lumayan lah, sekedar bisa bikin tusukan chain, single crochet, double crochet dan project lurus-lurus aja sih. Dan ngga sampai ditekunin. Baru belakangan ini, saya tertarik banget untuk mulai merajut lagi sesudah melihat beberapa teman merajut.

Merajut dan Merenda

Istilah merajut sebenarnya dipakai untuk knitting atau breien yang menggunakan 2 jarum seperti sumpit. Teknik yang sangat berbeda dengan crocheting atau hakken yang menggunakan jarum pengait, yang disebut merenda dalam bahasa Indonesia.

Sekarang ini saya masih belajar crocheting, dan ikut komunitas online Mari Merajut. Asyiknya gabung dengan komunitas ber hobby sama, kita bisa saling berbagi pola, buku, ide, teknik dan semangat berkarya.

Anggota komunitas ini berjumlah 1000-an lebih dan tersebar di seluruh dunia.
Bersebrangan dengan paradigma kebanyakan orang bahwa merajut itu kerjaan nenek2 dengan kursi goyangnya, ternyata anggotanya tua muda, perempuan dan para pria macho juga dari berbagai macam profesi !

Kopdar Komunitas Mari Merajut Depok
Beberapa waktu lalu, rajuters ( sebutan untuk anggota komunitas ini ) yang tinggal di Depok bikin kopdar di Zoe,  Margonda.  Ada project besar yang akan dikerjakan bersama2 oleh komunitas ini dalam rangka penyelenggaraan Festival Rajutan Indonesia yg ke-2 ( 23 Juni - 11 Juli 2010 ) yaitu membuat batik kawung terbesar di dunia !

Batik Kawung

Motif batik kawung ini dibuat dengan teknik crochet dari 140 buah square berukuran 4 x 4 yang disambung2 menjadi seperti ini.

Motif Batik Kawung
Alhamdulillah, batik kawungku sudah selesai ( pegel juga ngerjainnya...^_^ ) dan siap dikirim untuk disambung dengan yang lain...

Gambar dipinjam dari blog Batik Rajut  

20 May 2010

Kehabisan kata untuk pendidikan

Ketika 2 SMA Negri di Depok menjadi Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional full, tidak ada lagi kelas reguler disana, saya sempat bertanya-tanya...

Mau dibawa kemana pendidikan anak2 kita ?

Sebagai ibu rumah tangga biasa, saya juga ingin memberikan pendidikan yang terbaik untuk anak-anak sebagai bekal kehidupannya kelak. Harapan saya, semua anak Indonesia bisa menjadi pandai dimanapun mereka bersekolah. Semua anak berhak mendapat kesempatan yang sama untuk mendapatkan ilmu dari sekolah yang bisa menjadikan mereka mempunyai bekal untuk kehidupannya kelak.

Tapi dengan makin sedikitnya kursi yang tersedia, ketatnya persaingan untuk mendapat kursi dan mahalnya biaya pendidikan di sekolah-sekolah negeri yang menjadi RSBI, semakin kecil pula kesempatan yang bisa diperoleh oleh anak-anak kita. Hanya anak-anak yang sangat cerdas dan kaya saja yang bisa mendapat pendidikan. Dan itu hanya berapa persen saja dari jumlah anak usia sekolah.

Kemana anak-anak yang 'biasa-biasa' saja, yang kemampuan otak dan finansialnya sedang2 saja atau bahkan yang kurang mampu secara ekonomi bisa bersekolah ?

Mereka harus cerdas dulu untuk bisa mendapat beasiswa.

Lulus UAN pun belum menjamin hati menjadi tenang. Rata-rata NEM 8 koma sekian pun tidak cukup bersaing untuk melanjutkan ke sekolah negeri yang tersisa. Ini membuat sebagian orangtua siswa mengharuskan anak-anaknya mengikuti bimbel, tidak boleh mengikuti kegiatan lain selain belajar, atau bahkan menghalalkan segala cara agar anaknya bisa mendapat nilai yang bagus supaya bisa melanjutkan sekolah di SMA Negri yang bukan RSBI.

Yang terjadi selanjutnya cukup memprihatinkan. Menurut cerita anak saya, banyak anak-anak dari SMA Negeri favorit di Jakarta yang diterima di Institut terkenal di Bandung ternyata kemudian tidak dapat mengikuti kuliah karena terbiasa belajar 'ala bimbel'.

Ironisnya, teman2 saya kesulitan mencari kandidat untuk bekerja di perusahaannya karena ternyata jarang sekali ada kandidat yang kompeten dan siap kerja. Maka ngga heran banyak yang kemudian menjadi sarjana pengangguran.

Anak-anak dan remaja sekarang kehabisan waktu untuk bisa bermain, bersosialisasi dan mengembangkan diri sejak usia SD. Padahal pintar secara akademis saja menurut saya tidak cukup untuk menjadi bekal hidup. Banyak anak yang sebenarnya punya potensi di bidang non akademis tapi jadi tidak punya kesempatan untuk mengembangkannya.

Ngga heran kalau semakin banyak orangtua yang punya cukup waktu di rumah dan bisa berkomitmen, lebih memilih untuk homeschooling saja.

Ya, saya kehabisan kata untuk pendidikan di Indonesia...

Tapi, suami saya selalu mengingatkan untuk tidak menyalah2kan pihak lain, tapi intropeksi diri apakah kita sudah cukup berbuat untuk lingkungan kita.


Sekolah anak2 Sakai di pedalaman Riau,dimana suamiku meluangkan waktunya setiap hari Sabtu di tahun 2006 sewaktu bertugas di Riau untuk ikut mengajar disana

Belum banyak yang bisa kami lakukan. Kegiatan pramuka menjadi salah satu alternatif yang coba kami kembangkan untuk anak-anak dan remaja di sekitar kami. Dengan anggotanya yang tidak pernah lebih dari 30 orang, kami berusaha untuk tetap memberikan kesempatan untuk anak-anak ini mengembangkan potensi yang mereka miliki, memberi pembekalan berbagai macam ketrampilan, life skills, juga mencoba melatih kemampuan manajerialnya. Dan berharap, kelak pada saatnya nanti insya allah mereka akan siap terjun untuk membangun masyarakatnya.



Selamat Hari Kebangkitan Nasional
Selamat Ulang Tahun yang ke-2 Pramuka Griya Depok Asri
20 Mei 2010

06 May 2010

deBlogger Community


Tahun 2006 adalah awal saya mulai menulis menggunakan media blog.
Sebetulnya awalnya saya hanya ingin menulis semacam otobiografi untuk alm ayah saya Prof Hasan Poerbo, MCD, dan dipilihlah media blog karena alasan lebih simpel dan berumur panjang dibanding menulis dalam format buku yang perlu biaya lebih besar dan jangkauan pembaca yang terbatas.

Ternyata saya menemukan kesenangan tersendiri dengan kegiatan blogging. Selain memaksa otak saya untuk terus berpikir, juga menambah teman dan wawasan. Jadilah selama beberapa tahun berikutnya saya melanjutkan mencatat kegiatan saya sebagai ibu dengan 3 anak yang juga mengajar piano di sini.

Seiring dengan perjalanan waktu, tanpa terasa anak-anak yang tadinya menjadi bahan penulisan saya menjadi semakin besar dan bisa menulis blognya sendiri, saya jadi semakin jarang mengupdate blog saya ini. Ditambah kesibukan mengembangkan kegiatan pramuka di perumahan kami, dan belakangan ditambah lagi dengan mengelola Rumah Hobby Triztan waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu jadi terasa kurang.

Tapi passion untuk menulis ternyata tidak bisa hilang begitu saja.
Issue tentang lingkungan hidup buat saya sangat menarik untuk dipelajari dan ditulis. Jadi ketika teman2 dari Green Lifestyle 'menantang' untuk menulis sesuatu tentang gaya hidup hijau, saya tertantang untuk mulai menulis lagi.

Menulis - buat saya tidak dapat lepas dari referensi, dan salah satunya tentu saja didapat dari internet. Ini yang membuat saya terdampar tanpa sengaja di portal milik komunitas deBlogger atau Blogger Depok. Terkesan dengan  harapan deBlogger di masa yang akan datang untuk "dapat menjadi keluarga besar yang ramah bagi setiap blogger untuk mengembangkan hobi, minat, dan kemampuannya bagi pembangunan kota Depok pada umumnya" mendorong saya untuk memberanikan diri bergabung dengan anak-anak muda penulis blog yang luarbiasa ini.


Karena harapan deBlogger adalah menjadi keluarga besar yang ramah bagi setiap blogger, maka salah satu syarat untuk masuk dalam komunitas ini adalah kopdar !

Jadi hari Minggu, 2 Mei lalu, sebagai awal dari rangkaian acara milad atau ulangtahun pertamanya, pengurus yang digawangi  Dhodie Mulyana mengadakan community gathering berformat outbond di danau UI. Ide yang kreatif untuk membuat bonding dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di antara para anggota deBlogger !
Sekitar 60 orang anggota deBlogger lama & 'nyubi' seperti saya sukses dipaksa untuk berkenalan dan berteman. Salut untuk panitya atas kerjakerasnya !


Tim Google di salah satu area game


Blog adalah hasil karya. Apa yang tertulis tidak akan lekang oleh waktu, tetap akan dibaca meskipun sudah diposting bertahun-tahun lalu. Bahkan mungkin akan di-copas kalau isinya menarik dan bermanfaat bagi orang lain..;-)

Blog juga punya kekuatan besar untuk menginspirasi dan membuat perubahan.
So, bLoG yOuR LiFe ! Selamat milad dan maju terus deBlogger !
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...