27 December 2012

KeJar ilmu dari Komunitas Depok Photography

15 Juni 2012
Sinar matahari yang baru mulai menghangat di pagi hari Sabtu itu ikut menyemangati langkah kaki ku untuk datang berkumpul di pinggir danau halaman perpustakaan Universitas Indonesia.

Pagi itu adalah hari pertama kelompok belajar ( KeJar ) fotografi batch 2 yang diadakan oleh Komunitas Depok Photography. Salah satu kegiatan dari segudang kegiatan komunitas ini.

Fotografi memang menjadi salah satu yang saya suka sejak lama. Maksudnya, saya menikmati melihat foto2 yang 'bagus', dan ingin suatu saat bisa membuat foto yang 'bagus'. Tapi selama ini belum pernah sempat mengambil kelas fotografi, dan lebih sering moto ngasal menggunakan kamera saku atau menjadi 'talent model' suami...haha..

Kesempatan itu secara kebetulan saya dapatkan ketika booth Komunitas Depok Berkebun mendapat lokasi yang berdekatan dengan Komunitas DepHot dalam kegiatan Depok Community Festival 2012 di bulan Juni.

And here I am....bertemu dengan teman-teman baru yang masing-masing sudah membawa gear layaknya fotografer, sementara saya hanya membawa kamera digital saku Canon IXUS pink saya. Tapi itu tidak menyurutkan semangat saya, seperti yang dikatakan mas Didi & bang Ramon waktu itu "ngga perlu malu dengan camera yang kita punya. Kita bisa membuat foto bagus dengan kamera apa saja, ngga musti DSLR"...agak lupa persisnya, tapi kira-kira seperti itu..

Sesi pertama, diisi dengan perkenalan dan menjawab pertanyaan tertulis untuk memberi gambaran kepada pengajar sejauh mana pengetahuan masing-masing peserta mengenai fotografi. Mas Didi dari Didi Martaditia Photography sebagai pengajar utama membahas dengan gaya yang seru dan menarik apa itu fotografi dan jenis-jenis kamera.

Pertanyaan pertama saya waktu itu adalah gimana sih cara memilih kamera ?

Jawabannya : Tergantung kebutuhan masing-masing. Kebutuhan seorang fotografer profesional tentunya berbeda dengan kebutuhan saya yang moto untuk hobby dan dokumentasi pribadi. 

Kejar 1, Kejar 2 DepHot
Peserta nya masih muda2 yaa...Gani malah usianya lebih muda dari anak saya..hehe..saya memang peserta yang paling senior dari segi usia...tapi tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar hal baru kan ? :)

Dalam 5 sesi yang diadakan tiap sabtu berikutnya, saya belajar tentang cinta segitiga...eh, itu istilahnya Febri si ketua angkatan...haha..maksutnya trilogy photography (diafragma, apertureshutterspeed ), panning, freezing, zooming, komposisi and rule of third, white balance, flash and strobist dengan membawa kamera digital prosumer Konica Minolta jadul punya suami.


belajar panning dengan
kamera digital Konica Minolta DImage
belajar freezing dengan
kamera digital Konica Minolta DImage
suasana belajar strobist, dok : Tri Ari
Dari semua teknik yang dipelajari, hanya teknik zooming dan strobist yang tidak bisa dilakukan dengan menggunakan kamera digital saku atau kamera prosumer.

Sesi terakhir adalah kegiatan hunting untuk merapkan apa yang sudah dipelajari selama workshop. Kami peserta kejar 2 memilih hunting naik KRL ke kota tua maksudnya supaya bisa sekalian belajar street photography & human interest. Alhamdulillah di sesi terakhir itu saya membawa mirrorless digital camera Sony NEX-5N yang ringan untuk selalu saya bawa kemana-mana, pilihan suami yang selalu mendukung semua kegiatan saya.

Red Squad
Salut dan terimakasih saya yang sebesar-besarnya untuk teman2 dari Komunitas Depok Photography terutama mas Didi dan bang Ramon yang berkenan dengan sukarela ikhlas membagi ilmunya. Insya Allah bermanfaat banget dan menambah semangat saya untuk belajar membuat foto...


Kejar batch2, dok : Tri Ari
Salam jepret ! ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...