26 December 2006

Memilih sekolah yang 'terbaik'

Hari Jumat kemarin adalah hari terakhir final test untuk semester ini.
Hasil keseluruhan semester ini baru akan kelihatan di rapot yang akan dibagikan tgl. 30 Desember nanti.

Mudah-mudahan sih ngga beda jauh dari rapot bayangannya bulan November lalu.
Budi di peringkat 1 kelas X (1 SMA) , dengan nilai rata2 88 dari 20 (DUAPULUH) mata pelajaran, dan nilai tertinggi 100 untuk pelajaran Physics yang memang pelajaran favoritnya.

Bimo di peringkat 3 kelas VII (1 SMP), dengan nilai rata2 85 dari 18 (DELAPANBELAS) mata pelajaran, dan nilai tertinggi 100 untuk pelajaran English Reading dan Computer Science. Ini kayaknya gara-gara Bimo memang hobby banget 'ngulik' computer.

Rizki kelas VI, tidak ada peringkat, nilai rata2 8,35 dari 11 mata pelajaran, nilai tertinggi 8,91 untuk pelajaran Kesenian, dan 8,3 untuk pelajaran Olahraga...ya, memang sesuai hobby nya Photobucket - Video and Image Hosting

Coba lihat jumlah mata pelajaran yang harus dipelajari..
Memang, sekarang ini kurikulum sekolah di Indonesia itu berat banget..
Berat untuk murid-murid, juga berat untuk guru-gurunya. Dengan sekian banyak pelajaran yang harus dipelajari, bisa jadi tidak ada satupun yang benar-benar dikuasai oleh anak-anak Indonesia. Memprihatinkan ya ? Photobucket - Video and Image Hosting
Tapi ya se’buruk’ apapun kondisinya, kita tetap harus mengusahakan yang terbaik.

Jadi dalam rangka usaha memberikan yang terbaik...
Hari Sabtu kemarin, Rizki sudah resmi didaftarkan ke SMP.
Kenapa buru-buru ? padahal rangkaian ujian SD pun bahkan belum dimulai...
Ya, memang, saya berasumsi Rizki insya allah akan lulus ujian SD tahun ajaran ini, jadi saya sudah mendaftarkan Rizki di SMP yang menurut saya terbaik itu sekarang krn banyak benefitnya, alias banyak diskon...Photobucket - Video and Image Hosting

Sekolah 'terbaik'

Memilih sekolah buat anak-anak memang bukan pekerjaan mudah.
Kadang-kadang 'survey' yang dilakukan ngga memberi pencerahan, malah bikin pusing nentuin pilihan..

Kalau dari sudut pandang anak-anakku pribadi...
Sekolah yang bagus itu adalah sekolah yang bisa mengajarkan semua ilmu yang harus diajarkan tanpa membuat murid tidak menyukai pelajarannya
Gurunya harus pintar
Fasilitas bisa jadi bukan yang terpenting
Bukan bermaksud promosi, tapi aku pribadi masih menilai sekolah anak-anak yang sekarang ini insya allah yang 'terbaik', karena...

- Yayasannya yang berpusat di Turki adalah organisasi non-profit yang memang bergerak di bidang pendidikan, sosial dan budaya. Mereka punya komitmen kuat untuk mengembangkan kualitas pendidikan di banyak Negara termasuk di Indonesia, yaitu dengan menyelenggarakan proses pendidikan bermutu sehingga menghasilkan anak didik yang selain menguasai ilmu pilihan, juga memiliki kepribadian dan berakhlak baik.

- Hubungan silaturahmi yang sangat kuat antara unsur2 sekolah, orangtua, murid dan alumni.

- Sekolah ini juga cukup mampu membuat murid menjadi islami, tanpa harus berlabel islam.

Alhamdulillah, memang selama bersekolah di sana perkembangan anak-anak cukup baik. Mereka bersyukur bisa sekolah di sini, karena melihat kebanyakan teman-teman mereka semasa SD dulu rentan terpengaruh negative dari lingkungan teman-temannya sekarang ( merokok, bolos sekolah untuk main game online ke warnet, malas dll.)

Dan memang, salah satu program unggulan dari sekolah ini adalah adanya program pembinaan siswa. Sekolah tidak hanya bertanggungjawab di bidang akademisnya saja, tetapi juga bertanggungjawab dalam 'pembentukan karakter' murid-muridnya.

Kelebihan yang lain adalah penguasaan bahasa Inggris.
Bahasa pengantar yang digunakan untuk mata pelajaran MIPA, computer dan bahasa Inggris adalah bahasa Inggris dengan buku-buku yang berkualitas internasional.
Ini memang tujuannya adalah spy siswa mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan secara internasional.

Meskipun memang sekolah ini tidak benar2 sempurna, tapi paling tidak dalam banyak hal ada kesamaan nilai-nilai yang dianut sehingga lebih mudah bagi kami untuk bekerjasama dalam proses pendidikan anak.

Mahal ? Ya, relatif...
Menurutku, mahal atau tidak itu tergantung bagaimana kita menentukan prioritas

Kalau menurut Budi memilih sekolah itu,"Tergantung apa yang dicari"
Memang, yang 'terbaik' itu relatif.
Masing-masing ortu pastinya punya persepsi sendiri mengenai sekolah 'terbaik'.

Mungkin bagus juga kalau bisa sharing ya ?

Siapa tau bisa bermanfaat, dan kita ngga sampai jadi 'desperate parents' menghadapi carut marutnya system pendidikan di Indonesia...Photobucket - Video and Image Hosting

Update Januari 2009 : sedang ada masalah yang sangat serius di sekolah ini, sehingga tidak menjadi 'terbaik' lagi di mata kami. 

22 December 2006

Hari Ibu

Ya, hari ini...
aku menelpon ibu hanya untuk mengatakan "Selamat hari ibu"
dan di dalam hati aku berucap, "aku mencintaimu, ibu"

dan ibu merasa bahagia sekali menerima telponku
meskipun aku memohon maaf karena tidak bisa memberi sesuatu untuk ibu, hanya bisa menelpon saja..
ibu bilang,"ngga papa, kamu telpon ibu aja ibu udah senang sekali"


hujan kau ingatkan aku
tentang satu rindu
di masa yang lalu saat mimpi
masih indah bersamamu

terbayang satu wajah
penuh cinta penuh kasih
terbayang satu wajah
penuh dengan kehangatan

Allah, ijinkan aku bahagiakan dia
meski dia tlah jauh biarkanlah aku
berarti untuk dirinya
Oh ibu..Oh ibu..kau ibu..

Satu Rindu - Opick

Bimo kasih selamat hari ibu untuk aku tadi malam...
"Bu, aku mau kasih selamat hari ibu sekarang aja ya, bu" katanya sambil mencium tanganku "Tapi maaf ya, ibu, aku ngga bisa kasih apa-apa buat ibu"

"Ya, trimakasih ya, Bim." kataku sambil mencium keningnya "Ibu udah seneng kok. Memangnya harus ngasih ya?"

"Iya, abisnya temen2 pada ngasih...ada yg kasih coklat..ada yang kasih bunga.."

"Mmmm...abisnya ibu ngga ngasih uang buat beli sesuatu buat ibu ya, Bim?"
"Hehehe...." yaaaa, gitu dehhh...
Ibu tau kok Bimo sayang sama ibu, dan ibu tau kamu juga tau kalau ibu sayang sama kamu...

Selamat Hari Ibu untuk para ibu Indonesia....
tetaplah tegar dalam mengasuh dan membina putra-putri kita..

19 December 2006

Indikator sukses mendidik anak

Guru dan orangtua adalah pendidik.
Dari hari guru 25 November 2006, ada 'pelajaran' dari dosen teladan, Pak Arif Rahman yang aku catat dari koran tempo.

Sukses mendidik anak, indikatornya adalah anak menjadi anak yang :

1. Bertaqwa
2. Berkepribadian dan berakhlak mulia
3. Percaya diri dan berkepribadian unggul
(semangat, teliti, tekun, pantang menyerah dan suka mengadakan eksplorasi). 
Pembekalannya adalah anak harus memiliki ilmu mutakhir, gemar membaca, membuka website internet, dan berkomunikasi dengan teman-teman di seluruh dunia.
4. Memiliki rasa kebangsaan
5. Berwawasan global dan siap berkompetisi

Dan pendidik sendiri harus memiliki kemampuan :

1. Pandai merangsang minat
2. Bergairah
3. Humoristik
4. Memberi kesempatan anak untuk berpendapat

Secara umum, pendidik itu harus memiliki target, kreatif mencari jalan keluar, konsisten dan tuntas.

Saya kagum dengan pak Arif Rahman. Menurut saya beliau adalah sosok pendidik sejati.
Mendedikasikan hampir seluruh hidupnya untuk memajukan pendidikan di Indonesia.
Beliau tidak hanya mengajar, tapi juga berusaha mendidik para muridnya menjadi manusia paripurna. Tidak hanya berilmu, tapi juga berakhlak.

Tapi memang, seideal apapun figur guru, rasanya tidak akan berhasil tanpa kerjasama orangtua. Apalagi di tengah kondisi lingkungan seperti sekarang ini, ngga mudah menjadi orangtua, tapi juga ngga mudah menjadi anak-anak. Karena seringkali mereka harus 'berbenturan' dengan nilai-nilai yang dianut lingkungannya..

Semoga, kita semua bisa menjadi orangtua yang baik, bisa mendampingi anak-anak dan sukses mendidik anak-anak seperti yang disampaikan pak Arif.

17 December 2006

Hikmah menyikapi perbedaan

Dari suatu peristiwa, insya allah selalu ada hikmah yang bisa dipelajari.
Begitulah yang saya alami selama 2 minggu ini, sejak poligami yang dilakukan Aa Gym menjadi kontroversi yang semakin mencuat, dan mencuri perhatian anak-anak lelaki saya yang sudah remaja.

Polemik yang ada rasanya semakin menjauhkan saya dari kebenaran.
Membawa saya untuk mencari kebenaran itu langsung ke sumbernya yaitu Al Quran.
Sempat dicurigai "mencari-cari penafsiran baru dari suatu ayat untuk mengharamkan sesuatu yang halal dalam hukum agama.."

Diskusi lewat email, dan 'mojok' bareng sahabat-sahabat, alhamdulillah memperkaya wawasan dan semakin mendewasakan diri dalam menyikapi masalah kontroversi ini.
(menambah daftar pengaruh blogging dalam hidup saya )

Sesudah melewati semua ini, saya memutuskan untuk berbagi dengan teman2 apa yang menjadi pemahaman saya, dengan harapan dapat bermanfaat bagi kita semua..

Kontroversi mengenai poligami bersumber dari ayat ini :

"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat.

Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.

Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya."(QS 4:3)

Bila kita perhatikan ada 3 kalimat dalam ayat tsb, yang menurut pemahaman saya sangat jelas dan logis isinya ingin melindungi perempuan dalam pernikahannya.

Sayangnya, dalam menafsirkannya seringkali ayat tsb di'penggal' di awal kalimatnya, sehingga menimbulkan interpretasi yang 'bias' mengenai poligami. Sayang sekali, ayat yang begitu bagus dan dalam maknanya malah menimbulkan 'chaos' pada ummatnya..

Menurut pemahaman saya, kata kunci dari ayat ini justru terdapat pada kalimat terakhir, yaitu "aniaya". Artinya, ayat tsb tidak mengatur mengenai poligami ataupun monogami, melainkan bentuk perlindungan bagi perempuan-perempuan yang rentan terhadap penganiayaan dalam pernikahannya.

Bila kita kaji secara menyeluruh, maka dapat disimpulkan bahwa urutan perempuan dari yang paling rentan terhadap penganiayaan adalah..
1. perempuan yatim ( tidak memiliki ayah yang dapat melindungi )
2. perempuan yang dipoligami ( lelaki dalam posisi banyak pilihan )
3. perempuan dalam pernikahan monogami

Terlepas dari pemahaman saya di atas, saya meyakini bahwa setiap ayat dalam Al Quran memiliki kebenaran yang mutlak yang tidak seharusnya menimbulkan pro dan kontra.
Pro kontra ini menunjukkan bahwa kita memiliki keterbatasan.

Saya tidak dapat mengklaim saya benar, atau dia benar, atau siapapun benar.
Yang terpenting, dalam menyikapi perbedaan spt di atas, kita senantiasa merendahkan hati, memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridhoiNya, bukan jalan yang dimurkai ataupun yang sesat..

Amin.

14 December 2006

Mencari pencerahan

Udah seminggu ini aku 'semedi' mencari pencerahan atas pertanyaan Rizki..
"Bu, Aa Gym itu salah ngga sih ? kenapa pengajiannya jadi sepi ? kenapa orang ngga mau lagi belajar agama islam di sana ?"

Duh, susah bener jawabnya...mau jawab "ngga salah, soalnya poligami kan dibolehkan dalam Islam" atau "salah, soalnya Aa menyakiti hati istri"
Salah kasih jawaban juga bahaya, nanti dia punya persepsi yang salah yang bisa kebawa sampe gede..

pusing kan...
mana polemik yang bersliweran dimana2 malah nambah kepala jadi mumet.
lah, para ulama nya sendiri juga pro kontra...

para istri muslimah juga kebanyakan mengambil sikap..
"menerima poligami dihalalkan, tapi tidak mau dipoligami"
loh, bukankah secara logika ini adalah suatu kontradiksi ?

Inilah yang menyebabkan pro kontra yang tidak ada habisnya mengenai poligami, karena selama ini kita sudah terbelenggu dengan paradigma "Poligami dihalalkan dalam Islam, asalkan mampu berlaku adil"

Ya udah, akhirnya daku balik lagi ke sumbernya yaitu QS An Nisa :3
Dengan dibantu tafsir Al Mishbah, dan diskusi dengan suami..
Hasilnya...subhanallah..saking takjubnya, waktu pertamakali bisa 'baca' kedalaman makna dalam ayat itu, aku sampai meneteskan air mata..
Maha benar Allah dengan segala firmanNya. Subhanallah.

Ternyata...
ayat ini isinya adalah justru bentuk perlindungan perempuan dari perbuatan aniaya dalam pernikahannya. Dan urutan perempuan-perempuan yang rentan thd penganiyaan dalam pernikahannya adalah :
1. perempuan yatim, dan
2. perempuan yang dipoligami

Cuma, aku belum berani sharing disini, takut di'pentung'..
Tapi kalo ada yang pengen tau gimana cara menghadapi suami yang berniat poligami, tanpa harus memilih diantara 2 pilihan yang ngga enak : cerai atau berusaha ikhlas..
yuk..'mojok' aja (contact me via email)

07 December 2006

Legato

Buat non blogger, jangan heran kalo nemuin postingan yang contentnya sama di banyak blog… Misalnya postingan ttg "5 alasan nge-blog" ini, kalo di-search ada ribuan posting di blog yang berbeda..dan kebanyakan ada di blog milik perempuan… ini sih hiperbol...

Itulah salah satu asiknya blogging..
'Timpuk menimpuk' postingan, menunjukkan kalo yang ditimpuk itu exist di dunia persilatan blog, dan networknya dah kebentuk…hihi…
Ngga ngerti juga awalnya ide siapa nih ? siapa sih ? secara daku udah telat masuk ke dunia per-blogging-an.

So, daku termasuk yang beruntung kena timpuk salah satu posting berantai yang ini dari bu Amel dari Bandung yang lutju dan baik hati…

5 Alasan anda nge-blog!

- hari gene ngga nge-blog ? kesian deh lo…hihi..
- ok deh...awalnya iseng sih dan pengen tau aja..
- trus…karena musti nulis sesuatu di blog, ya ditulislah alasannya untuk dokumentasi keluarga..
- supaya bisa narsis dong ah…qqqq…bakalan ditimpuk beneran deh nih..
- musti 5 ya ? nawar deh 4 aja…

5 Tipe Blog yang anda sukai

- semua tipe suka…loh, aku kan menghargai hasil karya orang lain..emang gampang bikin blog ?
- musti 5 ya ? nawar deh yang ini 1 aja…demi azas keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia…halah…apaaa seehhh…


5 Blog yang sering anda kunjungi :

- ya pasti blog sendiri dong ah
- blognya bapak
- blognya anak ku
- blognya kamu
- musti 5 ya ? nawar deh…4 aja udah banyak tuh…

Selesaiiiii…
Ngisinya ngga komplit, ngga pa-apa ya, bu..?
Yang penting kan udah ngumpulin
Masih ada PR yang belum dikerjain nih, soalnya pake laptop nya juga ngantri…hehe…*alasan.com*

Ehm, PR nya musti dilempar lagi ya ?
Ya udah, aku tawarin aja deh blogger yang blum kebagian PR ini...hayo..ngacung aja ya, jangan malu-malu.PR nya ngga mandang gender kok...lelaki perempuan boleh nyambung...

note : legato = bersambung

06 December 2006

Hikmah

Sabtu sore kemarin, sesudah akhirnya berhasil pulang keluar dari kemacetan Bogor...
Aku duduk terbengong-bengong di depan TV yang sedang menyiarkan pers conference si Aa & si Teteh.
Ikutan sedih ngeliat si Teteh yang berusaha menyembunyikan kesedihan karena cintanya sudah diduakan.

Jadi bertanya-tanya...
"apa sih alasan yang bisa diterima ?"

"mengikuti sunah nabi?"

"menghindari fitnah ?"

"menghindari TTM dan perselingkuhan ?"

"untuk syiar ?"

Harusnya sih ngga terlalu ikut mikirin dan ngomongin.
Tapi jadi nulis juga di sini karena kebetulan nguping obrolan salah satu abg-ku sama temennya di telpon..
"Aa Gym aja punya 2 istri. Enak banget ya..."

Waduh...
daku perlu pencerahan dari si mas nih..

"Say, memang poligami itu sunah ya ?"

"Kalau menurut pendapat saya, kembalikan saja ke hati nurani. Saya yakin semua yang diajarkan Rasul adalah kebenaran yang luput dari kebutaan, ketulian ataupun kebisuan hati nurani, sehingga kebenarannya terjamin sampai akhir jaman.

Berhati-hatilah terhadap sunah yang sifatnya kondisional, karena kondisi jaman Rasulullah jelas sudah berubah. Lihatlah pada nilai-nilai yang disampaikannya.

Monogami dan poligami adalah hasil dari rangkaian proses panjang dan kita punya keterbatasan untuk mengetahuinya.

Saya tidak bisa mengatakan monogami benar, poligami benar atau keduanya benar, kecuali kita sudah mengetahui persis proses kejadiannya dan akibat yang ditimbulkannya.

Khusus untuk kasus Aa Gym, tampaknya banyak orang yang kecewa dan bersedih, terutama si Teteh. Ketertarikan terhadap lawan jenis memang sulit dibendung, namun ketertarikan ini sudah lebih dulu ada dan dapat dideteksi tanda-tandanya sedini mungkin.

Si Aa telah mengalami proses panjang dan harusnya dia sadar sejak awal dan tidak menganggap sepele hal ini.

Memang kesombongan bersemayam di diri setiap manusia dan kita harus selalu sadar agar tidak sampai menjadikan hati kita buta, tuli dan bisu.

Cukuplah kita membicarakan kisah Aa Gym dari sisi perbuatannya, karena hikmah tentu sudah kita dapatkan yaitu...

"sehebat-hebatnya manusia janganlah pernah berhenti bersujud kepada Allah SWT. memohonlah selalu agar diberi petunjuk dan kekuatan kepada jalan yang benar"
Alhamdulillah, aku memang wanita beruntung karena dikaruniai suami yang selalu bisa menentramkan hati..
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...