26 April 2010

Kumkum yang menginspirasi

Tulisan hari 1 ber-kumkum

“KumKum ? apa sih KumKum ?”

itu pertanyaan dari teman2 saya waktu saya cerita tentang pengalaman saya ikut kegiatan KumKum.
Kalau cerita tentang pengalaman…wah, panjang banget dan bisa ngga habis-habis diceritain. Karena banyak banget inspirasi dan wawasan yang didapat waktu kami ber-Kumkum.

Dengan sukarela dan ikhlas tanpa paksaan, saya mengacungkan 4 jempol saya untuk Armelly dkk. atas ide kreatif  & kerjakerasnya membuat kegiatan kumpul-kumpul untuk berbagi dan berbuat.

Ya, Kumkum adalah kependekan dari Kumpul yuk Kumpul untuk berbagi dan berbuat. Kegiatan positif ini menurut saya cukup berhasil memberi kesempatan pada puluhan komunitas untuk berbagi dengan masyarakat, bagaimanapun caranya, dengan membuka stand di bazaar atau memberikan workshop gratis. Pengunjung dari segala lapisan usia pun mendapat kesempatan untuk belajar banyak hal dari kegiatan ini, khususnya bagaimana bergaya hidup hijau…bayangkan banyaknya ilmu yang bisa didapat dari banyaknya komunitas yang ikut berbagi ilmu !

Apa saja oleh-oleh kami dari KumKum ?  

Kompetisi Blog
Sekitar 1 bulan sebelum hari kumkum nya, panitya membuat kompetisi blog ttg gaya hidup hijau yang berhasil membuat saya kembali bersemangat utk mempraktekan gaya hidup hijau dan menuliskannya di blog saya. Hasilnya ? meskipun ngga menang, seneng banget banyak pengunjung yang mampir dan menulis email ingin belajar merajut plastik kresek, terinspirasi untuk merajut kresek, juga termotivasi untuk mulai mengelola sampah di rumahnya..
Jadi menurut saya, ini ide yang keren banged untuk mengajak orang untuk peduli dan mulai bergayahidup hijau sekaligus promosi kegiatan KumKum !  

Hari Sabtu, 17 April 2010
Seminggu sebelum nya, saya mengajak teman sesama pembina pramuka griya depok asri mendaftarkan 30 anggota pasukan siaga, penggalang dan penegaknya untuk menyerbu kumkum, ikut workshop “Merancang Kota Lestari dengan barang bekas” bersama komunitas ECU ( Education Care Unit ) dan “Membuat Jam Matahari dari barang bekas” oleh Himpunan Astronomi Amatir Jakarta yang dijadwal di hari Minggu, 18 April 2010

Kami berdua juga merencanakan hadir hari Sabtu, 17 April selain untuk survey, juga ikut workshop “Berkreasi dengan kertas bekas” yang diadakan oleh Komunitas Pencinta Kertas

Sabtu pagi itu...
kami berangkat naik KRL Ekonomi AC yang harga tiketnya jauh dekat Rp. 5500 saja dari stasiun Depok Lama , berangkat pk. 08.41 sampai di stasiun Kota sekitar pk. 09.30 pagi. Hari itu selain mengikuti workshop, kami juga ‘mempelajari’ suasana Kumkum, dan merencanakan apa saja yang bisa dilakukan pasukan kami besok . Sooo...excited ! 

Saya pribadi sangat terinspirasi bagaimana membuat kegiatan yang dihadiri 2000-an pengunjung perharinya tapi bisa bersiiih, minim sampah dengan membuat aturan bagi pengunjung untuk membawa bekal makan dan gelas ( tumbler ) sendiri, menyediakan air galon isi ulang gratis, tidak menyediakan kresek & styrofoam di semua stand nya, dan menyediakan banyak banget tempat sampah terpilah lengkap dengan pasukan ‘Jirowes’ (zero waste)  nya. 



Puas berkeliling menjelajah semua stand yang ada, kami memutuskan besok pagi sebelum ikut workshop siangnya, adik2 penggalang akan diberi tugas untuk mewawancarai beberapa stand dan mencari tau gimana cara membuat karya2 dari sampah.

Workshop berkreasi dengan kertas bekas


Workshop yang dibawakan oleh Ario Kiswinar dari KPK rame juga pesertanya. The fact bahwa pemilu di Indonesia menghabiskan puluhan ribu pohon buat bikin kertas suara yang cuma untuk dicoblos bikin miris banged, jadi termotivasi untuk bener-bener hemat kertas ! Hasil karya yang ditayangkan & karya member KPK nya juga sungguh menginspirasi  Ternyata kertas bekas ngga harus dijadiin bubur kertas untuk menghasilkan karya yang keren. Effectnya, sekarang jadi berpikirulang kalau mau membuang kotak2 bekas...bisa dijadiin apa nih ya ?

Jam sudah menunjukkan lebih dari pk 3 sore waktu kami turun ke taman dan melihat teman2 dari tobucil sedang mengajarkan ber-yubiami dengan plastic yarn. Pengen banget ikutan, sayang kami harus segera meninggalkan MBM kalau ngga mau ketinggalan KRL.
Dengan membawa oleh2 sejuta inspirasi dan wawasan sore itu kami pulang ke Depok, untuk menyiapkan diri berangkat lagi besok dengan membawa pasukan...

bersambung ke hari 2
gimana sih cara merancang kota lestari dan membuat jam matahari ?

Foto2 dipinjem dari sini dan sini

2 comments:

  1. sayang banget jadwalnya pas pulang kampung jadi batal ikut.. baca tulisan ini jadi tambah pengen ikut aja, kapan ya ada lagi..

    ReplyDelete
  2. wah, sayang banget ya, Piecha...
    iya ya, mudah2an panityanya ngga kapok, dan kumkum bisa jadi kegiatan yg diadakan rutin tiap taun..:)

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...