28 January 2007

Belajar main piano

Beberapa hari ini, saya terlibat diskusi mengenai pendidikan piano dengan beberapa teman sesama pengajar piano dari ‘jenis aliran’ musik yang berbeda - klasik dan pop/jazz - selain juga menerima banyak email yang menanyakan hal seputar belajar piano.

Mengajar piano memang pekerjaan saya di hampir 10 tahun belakangan ini.
Meskipun bukan seorang master, tapi saya mencintai pekerjaan saya ini.
Dari seorang ‘ordinary housewife’ dengan latar belakang pendidikan akademis ilmu matematika, tiba-tiba harus terjun menjadi seorang educator di bidang musik membuat saya harus banyak belajar memperdalam pengetahuan musik, teknik bermain piano klasik, psikologi anak maupun paedagogy.

Bisa main piano saja memang tidak cukup untuk bisa mentransfer ilmu main piano.
Di sinilah tantangannya..
Mengajar piano ternyata tidak sesimpel menjelaskan ‘do re mi’ dan ‘tang ting tung’ di piano, tapi harus juga mengajarkan ‘logika membaca not’, bagaimana berekspresi, melatih keberanian, memotivasi, sampai mengajarkan disiplin.

Dalam sharing mengenai pengajaran piano dengan teman-teman..
Ternyata ada perbedaan persepsi antara saya dengan teman-teman sesama pengajar piano klasik mengenai pendidikan dasar piano.

Berdasarkan pengalaman saya selama ini, saya sampai pada kesimpulan bahwa mengajar murid di tingkat dasar itu justru sangat penting dan lebih sulit daripada murid di tingkat yang lebih tinggi karena memberikan fondasi. Jika salah memberikan fondasi, akan sangat sulit diperbaiki lagi.

Saya berpendapat bahwa, yang namanya belajar piano pada awalnya ya belajar piano, tidak bisa juga ‘dikotak-kotak’an antara belajar ‘piano klasik’, belajar ‘piano pop’, atau belajar ‘piano jazz’.

Imho, belajar piano ya belajar musik.
Belajar memainkan piano di sini adalah belajar ‘menguasai’ instrument piano.
Bagaimana cara membaca not balok dan menerjemahkannya ke dalam permainan piano.

Siapapun yang ingin belajar main piano seharusnya mendapat bekal pengetahuan yang cukup juga tentang teori harmony, tangganada dan chord. Selain yang paling penting juga tentu saja harus menguasai rhythm sebagai dasar bermusik.

Belajar piano klasik bukan berarti ‘tabu’ menggunakan chord, atau kalau belajar piano dengan menggunakan chord namanya jadi belajar piano pop..
Bahkan Bach, Mozart dan Beethoven pun menggunakan harmony, tangganada dan chord dalam musiknya.

Tidak ada metode khusus untuk ‘belajar piano klasik’, yang ada adalah metode untuk ‘belajar piano’. Klasik, Jazz, Rock atau Pop adalah jenis aliran musik.
Bentuk not balok yang dibaca ya sama saja.
Yang membedakan adalah feel’ dari jenis musik yang dimainkan.
Dan ‘feel’ yang berbeda bisa jadi memang membutuhkan teknik memainkan yang berbeda juga.

Tapi pada dasarnya,pelajaran dasar piano belum dapat dipisah2kan antara piano klasik, pop atau jazz. Begitu juga pendapat teman saya pengajar piano pop/jazz.

Itulah sebabnya, bisa jadi ada anak yang belajar ‘piano klasik’ selama bertahun-tahun, menjadi sangat terlatih untuk membaca partitur musik, tapi ternyata tidak bisa memainkan pianonya tanpa partitur. Menurut pengamatan saya, hal ini terjadi karena mereka tidak mendapat cukup bekal pengetahuan tentang teori harmony, tangganada dan progression chord sejak awal belajar. Padahal, seandainya pengetahuan ttg harmony diberikan sejak awal, dalam 2 atau 3 tahun belajar piano, anak-anak seharusnya sudah dapat memainkan berbagai ‘warna’ musik.

Memang, buat saya, mengajarkan dasar2 bermain piano bukanlah pekerjaan mudah.
Jujur, saya sering mendapat kesulitan kalau menerima murid pindahan, karena basicnya kurang kuat. Bahkan saya pernah menerima seorang murid yang sudah belajar piano selama 4 tahun, sudah bisa memainkan “Fur Elise” luar kepala, tapi ternyata tidak bisa membaca not sama sekali…:(

Ada pertanyaan yang sering sekali diajukan pada saya :

Pada umur berapakah anak sudah bisa mulai belajar main piano ?

Sebenarnya, pengenalan musik sendiri sebaiknya diberikan jauh sebelum anak mulai belajar memainkan instrument musik. Bahkan dapat dimulai sejak dalam kandungan.
Sering mendengarkan musik apapun juga dapat meningkatkan musikalitas anak.
Mendengarkan musik sambil bertepuk tangan, menari atau menyanyi pun sudah dapat dikatakan mengenalkan musik pada anak.

Tapi umur paling ideal untuk mulai belajar memainkan instrument musik khususnya piano adalah umur 5 tahun. Di umur ini anak secara fisik sudah punya jari-jari yang cukup kuat untuk memencet tuts2 piano, dan biasanya sudah mengenal abjad dan menghitung.

Tapi pada dasarnya, tidak ada kata terlambat untuk mulai belajar musik.
Belajar piano bisa dimulai dari umur berapa saja, usia dewasa sekalipun. Meskipun mungkin kalau belajar piano nya dimulai di usia dewasa jari-jari memang sudah tidak selincah anak-anak ya..;-)

Bagaimana kalau ingin belajar main piano, tapi tidak punya piano ?

Yaaaa...
saya seringkali menyarankan, coba belajar saja dulu, sambil melihat minatnya.
Biasanya, kalau memang berminat, murid-murid saya akan minta dibelikan piano.
Jadi kalau bisa sih, pada waktu anak mulai belajar piano, orangtua sebaiknya sudah bersiap-siap nabung untuk beli piano...gitu...

Skill itu sesuatu yang sangat berharga lho..


Gambar dipinjem dari sini

24 comments:

  1. aku pengen loh bisa maen piano, kira2 umur sesaya ini masih bisa gak yah???..btw,temen aku yang sama2 orang indo disini udah dua minggu ini ngajarin anak2 belajar piano..aku sih pengen coba2 juga belajar ama dia..belom tau juga kira2 dia mau gak yah ngajarin saya yang sudah berumur ini hehehehe

    ReplyDelete
  2. Iya nih Mbak,aku sbnrnya dr Alif 2thn udh mengenalkan biola [krn thats the only instrument i know..Hehe!!Itu pun cuma bs do re mi],tp kdg sm lingkungan sk diblg 'apa ga maksain anak namanya,umur segitu udh diajarin musik??' Aku jd serba salah,aku kan ga mau maksain,hanya mengenalkan.Toh kl ga tertarik ya ga pa2..Aku aja bljr biola tuh telat bgt Mbak,br umur 15thn.Tp ga ada kata terlambat buat belajar ya Mbak.. :)

    ReplyDelete
  3. shafa : tante, boleh ngga belajar piano ama tante ? ntar klo dah keliatan minat enggaknya, shafa ngerayu bunda utk beliin piano deh ;-)

    bundanya shafa : pengen bgt shafa n hafiz nguasai at least 1 alat musik ;-)

    ReplyDelete
  4. Mbak Lita..aku juga pengen banget ngenalin alat musik tertentu ke Alya sejak dini,dan pernah tanya ke YM di Bogor, ternyata mereka baru menerima murid minimal 5 th. Sedangkan yang nerima murid dibawah umur 5th, di YM Cibubur. Di bogor ini agak terbatas tempat les musiknya, gak seperti di Jakarta....

    ReplyDelete
  5. kalau dekat, aku pasti kirim hafizhku belajar piano ke rumah tante Lita, buat liat minatnya :)

    huaa...piano mahal banget siyh, padahal aku juga pengeeen deh bisa piano :)

    ReplyDelete
  6. wah, hebat ibu satu ini, walo dengan latar belakang science, tapi mempunyai minat yang tinggi dengan dunia seni...
    salut!!

    but,
    a piano teacher itu juga termasuk kerja kan?? kerja sekaligus hobby memang paling ideal.

    Salam kenal juga mbak, seneng dapat berkenalan dengan seorang maestro piano. :)

    ReplyDelete
  7. Mbak, April nanti Bianca umur 5 tahun. Aku lagi nabung buat beli Piano nih.. He3...
    Kayaknya sih minatnya ada, udah berapa kali dia minta dibeliin piano, sementara aku beliin piano mainan dulu di pasar Cipinang :D
    Aku mau tanya2 soal Piano boleh ya Mbak? Tapi nanti lewat e-mail aja... ;-p Malu kalo ketauan yang lain. Hehehehe :-p

    ReplyDelete
  8. Aku senengnya alat musik tiup mbak, demen banget, pernah dibeliin flute yang kayak punya Andrea Corrs sama mas Andri waktu masih pacaran dulu, tapi sekarang udah ilang hehhe, kan kecil... Kalo piano kayaknya ga mungkin ilang ya, segede bagong gitu...

    Kayaknya nungguin piano bekas dari mbak Lita, pasti dijualnya murah kalo sama aku, hihihi...

    ReplyDelete
  9. bener mba, "feel" menentukan bgd ya.. adikku 2 org yg belajar piano, Luthfi ama Arief tapi yg "feel"nya lebih jalan ya si Arief... Luwes bgd dia tangan2nya hihi..

    Tar Ais kl belajar ama Mba aja yah.. diskon dooooooonkk..;)

    ReplyDelete
  10. duh semoga Rafa lulus dan diterima di SD yg dia minatin. Krn di SD nya itu ada pelajaran piano. Pingin liat Rafa bisa main piano deh

    ReplyDelete
  11. kalo diliat, untuk skill gini mah bakat lah yang paling nentuin, usaha sekeras apapun tetep susah kalo bakatnya kaga ada...Mbak lita kayanya saya sulit lah kalo mo jago piano tapi lumayanlah dikit2 bisa bikin lagu pake piano, pake gitar..Tips nya apa nih?

    ReplyDelete
  12. aku pengen anakku belajar seni, entah itu piano (kebetulan di rumah ortu ada, walaupun ga ada yg jago mainin), gambar, atau apapun. buat penyeimbang otak kiri dan kanannya, secara anak skrg di sekolahnya seringkali di"tekan" di otak kiri melulu.

    makasih tips2nya ya mbak

    ReplyDelete
  13. Sempet kepikiran sih mbak mo masukin Rayna ke Yamaha Music Course berhub sekolahnya Rayna satu group ama Yamaha. Tapi kayaknya liat dulu si nona kecil berminat apa gak :)

    ReplyDelete
  14. Wadoh Mbak hebat banget ya di sela2 kesibukan sdg house wife masih sempat mengajar piano :p HUEBATTTT

    ReplyDelete
  15. Ini yg aku tunggu dr bu guru piano. Aku pengeeeen skali masukin Fira les piano, tapi ga kebeli pianonya hiks muahal..kalo emang boleh ga punya piano, trus konflik sama anaknya gimana dong mba'.Kalo keyboard aja gimana? mau tanya yg lain-lain ke e-mail kali..ya...

    ReplyDelete
  16. Wah..what a wonderful talent Mba...aku sendiri udh sekitar 8 bulan blajar piano.Sebuah impian dr masa aku kecil.Dimulai dr beli keyboard, belajar piano secara otodidak, beli clavinova ( dgn usaha menabung yg amat keras..hehe..), dan akhirnya ambil les di Yamaha Jkt.Walaupun hrs ambil resiko tidur malem ( krn aku plg ktr jam 7 dan ngajarin anak2ku sampe jam 10), kadang diomelin suami..hehe..tp aku puass banget bs mewujudkan impianku ini..musik itu indah..makasih Mba Lita..utk aharingnya yg sgt inspiratif...

    ReplyDelete
  17. Bu, kasih tau juga dong tutorial nya en tips en trik nya..
    yah... ibu baik deh

    ReplyDelete
  18. hai mbak... aku juga aktif ngajar piano aliran klasik sejak sma lo. hehehe.. bener tuh kata mbak. satu hal yang mau aku tambahin, support dari orangtua itu penting bgt. hal ini aku rasain ketika ngajar. mereka2 yang dapet support dan dukungan penuh dr orgtua memiliki byk kemajuan yang lbh daripada mereka yang kurang mendapatkan support. bakat kalo gak enggak diasah juga percuma. aku blajar piano for 14 years, dan sampe skrg stuck di klasik. masih jaman korban orde baru kali ya. hehe.. kalo skrg, guru2 piano sudah lebih luas wawasannya. yang aku takutkan skrg adalah umurku yang masih sangat muda untuk mengajar. saingan dengan yang lebih senior banyak bgt. hehhe.. hopefully, aku bisa belajar byk dr mbak ya..

    ReplyDelete
  19. Mbak,,
    Umurku 21, dari keciil pengen bgt bisa main piano dan baca partitur, tapi berhubung ortu sama sekali gak ada basic musik ya akhirnya cuma jadi keinginan, aja.. ya kalo maen ke tempat sodara ato temen kalo kebetulan ada alat musik apapun ya dimainin aja.
    Sekarang paling ya bisa main-main sederhana doang, chord udah lumayan ngerti, tapi kalo di piano paling bisa main di C doang.. hehe
    Kira-kira umur segini masih bisa gak ya belajar?? saya juga gak punya piano, cuma ada keyboard, lagi nabung.. hehe gimana tuh mbak? trims.

    ReplyDelete
  20. wah..
    tuh kayaknya bener bgt..gw maen piano pop buset dah,kacau..gw gk bs lepas dr buku,lepas gw blank abis,,
    jujur classic gw udh gtu,gw udh bs maenin fantasie impromptu,bumbble bee,dll lha..tp gw bener2 lemah di pndengaran yg kacau bgt..gmn ya solusinya neh..help donk kawan2

    ReplyDelete
  21. mbak, baca ini jadi ingat waktu aku kecil les piano. termasuk yang malas latihan :p jadinya lambat. tapi lumayan lama bertahan les sampai 7 tahun.
    jadi pengen main piano lagi :)

    ReplyDelete
  22. bejajar maein piano itu sangat seruh banget karna bisa mmembuat hati ini sangat tenang jika lagi galau a/ lg senang.

    ReplyDelete
  23. yah.. kok artikelnya sama persis sama yang ada di beberapa blog dan website lain. persis sama titik komnay. artikel yang asli dari siapa dong ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe...ini tulisan saya, Callysta....bisa dicek tanggal publishnya kalau ada artikel yang sama persis...

      Delete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...